Episode 14 Aditya kelelahan

Waktu menunjukan sudah saatnya makann siang, vanya sudah menyeleselaikan beberapa pekerjaannya mungkin sedikit lagi yang belum selesai.

Dret…..dret…..

Getar ponsel vanya pertanda ada yang menelfonnya

“Hallo pa… assalammulaikum”(ucap vanya)

“walaikumsalam van”(jawab papanya)

“Ada apa pa?”(tanya vanya)

“Kamu bisa menemui papa nak, ini kan saatnya jam makan siang”(ucap pak alex)

“Iya pa, vanya bisa, mau ketemuan di mana pa?”(tanya vanya balik)

“DI café dekat kantor pak bima saja nak, sekalian papa searah mau menemui client”(ucap papa)

“Oke.. pa, vanya segera kesana”(ucap vanya)

Tak menunggu lama vanya segera keluar kantor untuk menemui papanya, sedangkan Aditya ,masih sibuk mengerjakan pekerjaannya yang di bantu oleh asisten fahri.

Pa alex sudah tiba di café dekat kantor pak bima, dia duduk di sebuah kursi yang kosong sambil menunggu anaknya, tak lama vanya pun datang.

“Papa…”(ucap vanya sambil mencium punggung tangan pak alex)

“Van duduk, kamu mau pesen apa”(tanya pak alex)

Beberpa pelayan di sana menyuguhkan daftar menu , vanya memilih  beberapa menu makanan begitupun

denjngan pak alex karena itu waktu makan siang.

“Begini nak, papa ngajak kamu ketuan, sebenernya da beberpa hal yang papa ingin sampaikan”(ucap pak Alex)

“Apa pa?”(tanya vanya)

“Jadi papa besok itu ada client yang ingin berkerja sama dengan perusahaan kita nak,

tapi papa harus ke jerman  ”(ucap pak alex)

“Iya bagus dong pa, itu tandanya perusahaan kita bisa semakin berkembang pesat”(ucap vanya)

“Iya nak, kamu benar, tapi yang menjadi masalah itu, papa tidak bisa menemuinya, karena papa juga harus menenmui  client papa di sini untuk memebahas proyek yang sedang di bangun , papa juga  bersama pak bima untuk menjalnkannya”(jelas pak alex)

“Terus bagimana dong pa, itu kan sama-sama penting”(ucap vanya)

“Nah itu nak , mangkannya papa minta tolong kamu untuk berangkat ke jerman”(ucap pak alex)

“Kalau vanya si mau aja pa, tapi apa Aditya mengizinkan vanya, sekarangkan Aditya suami vanya pa, jadi vanya harus minta izin ke Adit”(jawab vanya)

“Iya nak benar, kamu memang harus izin dengan aditya, ya sudah papa tunggu kabar baiknya ya nak”(ucap pak alex)

Seorang pelayan datang, dengn membawa beberpa menu yang sudah di pewsan pak alex dan vanya.

“Ayo nak makan dulu, biar lebih semangat kerjanya”(ucap pak alex)

“Iya pa, papa juga”(jawab vanya)

Selesai menghabiskan makannya vanya pamit pada pak alex untuk kembali ke kantor.

“Pa… vanya balik ke kantorya”(ucap vanya sambil mencium punggung tangan pak alex)

“Iya nak”(jawab pak alex)

Vanya pun berlalu m,eninggalkan pak alex.

Aditya yang sangat pusing melihat banyak sekali pekerjaanya hari ini sampai lupa tidak makan siang.padhal vanya sudah membawaknnya beberapa makanan yang selalu di siapkan untuk aditya untuk makan siang.

Tok…tok…

“Masuk”(ucap aditya dari dalam ruangan)

“Maaf pak, ini ada bebrapa kendala yang harus bapak selesaikan”(ucap asisten fahri)

“Apa itu?”(tanya aditya)

“Jadi begini pak beberapa bulan terakhirkan bapak tidak pernah menemui client yang di jerman, jadi kali ini mereka meminta bapa sedndiri yang hadir di sana untuk membahas bebrapa proyek yang ada di sana, karena kan akhir-akhir ini saya yang menemui mereka pak”(jelas asisten fahri)

“Tapi bagaimana dengan vanya, aku takk bisa jauh darinya”(ucap Aditya)

“Ya tuan ajak saja nona vanya tuan, jadikan tidak jauh darinya”(ucap fahri memberikan ide)

“Iya juga ya….”(ucap aditya)

Vanya sudah menyelesaikan semua pekerjaannya aetengah jam lagi sudah waktunya pulang.Vanya

menndatangi aditya di ruangannya. Dia bertemu dengann asisiten fahri

“Asisten fahri”(teriak vanya memanggil fahri)

Fahri yang mendengar, ada yang memanggilnya langsung menoleh kebelakang,, dan mendekati asal suara itu.

“Ada apa nona”(ucap asisten Fahri)

“Apa suamiku ada di rauangannya, atau dia sedang meating?”(tanya vanya pada asisten fahri)

“Owh….. iya tuan ada di dalam nona, meatingnya sudah selesai 3 jam yang lalu”(jawab asisten fahri)

“Trimakasih”(ucap vanya meninggalkan asisten Fahri)

Vanya langsung menuju ruangan Aditya

“Sayang…”(ucap vanya dari dekat pintu dan berjalan mendekati aditya)

“Iya sayang”(ucap aditya yang tetap fokus degan laya laptopnya)

“Apa pekerjaanmu belum selesai”(tanya vanya)

“Iya mungkin aku pulang agak telat nanti, Kamu lebih baik pulang duluan aja”(jawab aditya)

“Baiklah, apa kau sudah makan?”(tanya vanya)

“Beum”(ucap aditya jujur)

“Kenapa belum, aku kan sudah menyiapkan makan siangmu, kamu jagan sampai lupa makan karena pekerjaan mu, kesehatn kamu itu lebih penting yang”(ucap vanya)

“Iya yang aku tadi belum sempat”(jawab aditya)

“Ya sudah sekarang ayo,kamumkan dulu, aku ngak mau liat kamu sakit”(ucap vanya sambil berjalan kearah sofa dan mengambil mkanan)

“Ayo sini”(ajak vanya pada aditya)

Aditya pun beranjak dari kursinya dan menuju sofa

“Aakkk… “(ucap vanya smabil menyodorkan sesendok makanan ke dalam mulut Aditya)

Selesai menyuapi aditya vanya pamit untuk pulang lebih awal

“Ya sudah aku pulang dulu ya, aku tunggu kamu di rumah”(ucap vanya)

“Iya hati-hati ya nyetir mobilnya, jagan ngebut-ngebut”(ucap aditya)

Vanya hanya mengganguk dan meninggalkan aditya.

Aditya yang segera menyelesaikan pekerjaanya agar dia bisa pulang lebih awal, sebelum vanya tidur, seperti biasa aditya melakukan aktivitas senam ranjangnya.

Vanya sudah sampai di apartment dia sudah menyiapkan makanan untuk aditya sepulang kantor nanti. Setelah selesai menyiapkan semuanya, vanya mandi untuk membersihkan dirinya, tak lupa juga vanya selalu memakai lulur dan body lactionseperti kebiasaanya, agar kulitnya tetap segar.

Tak lama kini menunjukan pukul 08:15 Aditya sudah sampai depan apartment  Aditya yang tidak

melihat vanya menyambutnya, dia langsung menuju kamarnya  tetapi dia juga tidak menemukan vanya.

“Dimana dia?”(tanya Aditya)

Kemudian aditya berjalan menuju ruang keluarga, dia melihat sosok yang sedang di carinya sedang duduk di sebuah sofa sambil menonton televisi, seketika sebuah senyuman menggembang di bibirnya.Aditya langsung mendekati vanya dan memeluk vanya, dia mencium aroma tubuh vanya yang membuat rasa lelahnya hilang.

“Kau sudah pulang, kapan kenapa aku tidak mendengarnya”(tanya vanya)

“Tadi, barusan saja, bagaimna kau bisa mendenarnya kau menonton televisi seperti menonton bioskop”(jawab aditya sambil meledek vanya)

Vanya hanya tersenyum, Aditya yang tak melepas pelukannya pada vanya kini aditya menciumi pundak dan leher vany dia merasa aromah tubuh vanya membuat dia candu.

“Sayang… ayo ke kamar”(ajak aditya pada vanya)

Vanya yang melihat suaminya sudah kelelahan, mengguk dan mengikuti langkah suaminya dari belakang, kemudian vanya membantu aditya membuka jas, dan darinya.Aditya tanpa aba-aba langsung menyerobot bibir vanya yang sangat menggoda di depan matanya.Vanya terkejut mendapat serangan tiba-tiba matanyanya membelalak.

“Apa-apaan ini… asal menyerobot aja, apa dia tidak lelah baru pulang dari kantor”(ucap vanya dalm hati)

Ya Aditya memang sangat lelah, karena baru saja pulang dari kantor, tetapi rasa lelah aditya hilang setelah iya bertemu dengan istrinya.

Aditya meneruskan aksinya, dia menidurkan vanya di atas tempat tidur dan melepaskan semua pakainnya ke sembarang tempat, dan juga melepaskan pakainnya yang melekat pada tubuh vanya. Seketika bibirnya sudah

membungkap bibir vanya\, tangan aditya juga sudah aktif menjelajahi tubuh vanya sedangkan anggota tubuhnya yang lain sudah memaksanya untuk memarkirkannya pada tempatnya. Tangan aditya sekarang berada di anggota S******* milik vanya sehingga vanya kehilanga kendali dan mulai mengguh ketika aditya sudah memarkirkan si boynya. Di dalam ruangan itu hanya terdengar suara d*** vanya saja. Sampai mencapai puncak kenikmatannya aditya tergeletak bersama vanya\, setelah mereka kembali bertempur.

Kemudian mereka berdua beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan tubuhnya, mereka kini mandi berdua. Selesai mandi vanya dan aditya duduk di sofa sambil memakan coklat.

“Oiya.. sayang aku lupa besok aku kan berangkat ke jerman”(ucap aditya menepuk kepalanya)

“Apa jerman?”(tanya vanya)

“Iya… kamu mau ikut kan sayang, aku ngak bisa jauh dari kamu”(ucap aditya merengek)

“Tidak bisa, aku tidak bisa”(ucap vanya)

“Kenapa yang, kamu kan sekertarisku dan kamu juga istriku”(tanya aditya)

“Aku tidak bisa menolaknya, karena ini suatu kebetulan, aku juga tadi mau berpamitan dengan mu untuk pergi kesana, karena papa menyuruhku untuk megantikannya  menemui client”(jelas vanya tersenyum)

“Kamu serius yang?”(tanya  aditya tidak percaya)

Vanya mengganguk.

“Kalau begitu kita siapin semuanya untuk besok, karena kita harus berangkat lebih awal”(ucap aditya)

Mereka berdua menyiapka semua yang harus di bawa besok. Vanya tak lupa memberikan pesan pada  papanya, untuk memberi tahu kabar baik itu.

Papa vanya besok kan berangkat ke jerman bersama aditya jadi, vanya bisa menggantiakan papa

Pak alex yang mendapat kan pesan dari putrinya, tersenyum senang.dan lega karena putrinya bisa menggantikannya.

Bagus kalau begitu,kamu hati-hati di sana ya nak, semoga sukses menemui clientnya.

Vanya yang mendapatkan balasan dari papanya merasa senang.

Vanya dan aditya segera tidur supaya besok mereka bisa bangun lebih awal.

HAY GAES….. TRIMAKASIH YANG SUDAH SETIA MENUNGGU EPS

SELANJUTNYA JJAGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE AND COMEN.

IG:Nirwanakhay_12

Terpopuler

Comments

Lian Nurliana

Lian Nurliana

sy rasa ini idex bpkx Vanya,agar mereka bisa pergi bulan madu, mereka kan pengantin baru

2023-10-01

0

Endang Sugiarti II

Endang Sugiarti II

mau ketemu client di Eropa kaya mau ke pasar MLM alun2 SJ Ndak ada persiapan langsung cus, cerita awal percintaannya kurang greget Thor... romance nya kurang

2021-10-24

1

Mira Dedipj

Mira Dedipj

jerman sekalian hanimun heheh

2021-09-22

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Pertemuan
2 Episode 2 Ngaku pacar
3 Episode 3 Kedatangan Angel
4 Episode 4 Rencana dan persiapan pernikahan
5 Episode 5 Hari Pernikahan
6 Episode 6 Tinggal Seatap
7 Episode 7 Adit ya Memutuskan Angel
8 Episode 8 Belajar memasak
9 Episode 9 Aditya Kesal karena Harus Menahannya
10 Episode 10 Vanya Merawat Aditya
11 Episode 11 Menikmati
12 Episode 12 Kencan
13 Episode 13 Minum susu
14 Episode 14 Aditya kelelahan
15 Episode 15 Berangkat Ke Jerman
16 Episode 16 Pergi Party
17 Episode 17 Kecewa
18 Episode 18 Tergoda
19 Episode 19 Rencana yang gagal
20 Episode 20 Asisten Rumah tangga
21 Episode 21 Terpesona
22 Episode 22 Kesempatan
23 Episode 23 Tidak tergoda
24 Episode 24 Vanya kesal
25 Episode 25 Tidak sengaja menabrak
26 Episode 26 Bertemu lagi
27 Episode 27 Penasaran
28 Episode 28 Tidak tau diri
29 Episode 29 Pecat
30 Episode 30 Kerjasama
31 Episode 31 Cemburu
32 Episode 32 Suatu tempat
33 Episode 33 Ke butik
34 Episode 34 Pergi keluar kota
35 Episode 35 Tidak ku sangka
36 Episode 36 Susah Tidur
37 Episode 37 Di suruh menikah
38 Episode 38 Persiapan
39 Episode 39 Acara mama dan papa
40 Episode 40 Tiba-tiba dingin
41 Episode 41 Baper
42 Episode 42 Pagi buta
43 Episode 43 Bertengkar
44 Episode 44 Berjalan degan baik
45 Episode 45 Di cuekin
46 Episode 46 DI teror
47 Episode 47 membosankan
48 Episode 48 Cemas
49 Episode 49 Di sekap
50 Episode 50 Mencurigai efan.
51 Episode 51 Otak di balik semua ini
52 Episode 52 Menemukannya.
53 Episode 53 Pindah rumah
54 Episode 54 Beralih
55 Episode 55 Bersantai
56 Episode 56 Siap siaga
57 Episode 57 Bayi kolot
58 Episode 58 Ngidam
59 Episode 59 kabar duka
60 Episode 60 kritis
61 Episode 61 salah sasaran
62 Episode 62 Datang terlambat
63 Episode 63 kabar buruk
64 Episode 64 Tidak sengaja
65 Episode 65 Merasa tidak tega
66 Episode 66 Menyelidiki
67 Episode 67 Tidak bisa di selamatkan
68 Episode 68 mimpi buruk
69 Episode 69 Eliza berkunjung ke rumah pak bima
70 Episode 70 CANGGUNG
71 Episode 71 Breakfast
72 Episode 72 Harapan tinggal harapan
73 Episode 73 Mengemaskan
74 Episode 74 Menyebalkan
75 Episode 75 Tidak masuk kerja
76 Episode 76 Lembur
77 Episode 77 Belum sadarkan diri
78 Episode 78 Di curi
79 Episode 79 Tergeletak
80 Episode 80 Memaksa Untuk pulang
81 Episode 81 Di rumah saja
82 Episode 82 Mabuk berat
83 Episode 83 Kambuh
84 Episode 84 mengundurkan diri
85 EPISODE 85 Salah faham
86 Episode 85 Mengetahui pelakunya
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Episode 1 Pertemuan
2
Episode 2 Ngaku pacar
3
Episode 3 Kedatangan Angel
4
Episode 4 Rencana dan persiapan pernikahan
5
Episode 5 Hari Pernikahan
6
Episode 6 Tinggal Seatap
7
Episode 7 Adit ya Memutuskan Angel
8
Episode 8 Belajar memasak
9
Episode 9 Aditya Kesal karena Harus Menahannya
10
Episode 10 Vanya Merawat Aditya
11
Episode 11 Menikmati
12
Episode 12 Kencan
13
Episode 13 Minum susu
14
Episode 14 Aditya kelelahan
15
Episode 15 Berangkat Ke Jerman
16
Episode 16 Pergi Party
17
Episode 17 Kecewa
18
Episode 18 Tergoda
19
Episode 19 Rencana yang gagal
20
Episode 20 Asisten Rumah tangga
21
Episode 21 Terpesona
22
Episode 22 Kesempatan
23
Episode 23 Tidak tergoda
24
Episode 24 Vanya kesal
25
Episode 25 Tidak sengaja menabrak
26
Episode 26 Bertemu lagi
27
Episode 27 Penasaran
28
Episode 28 Tidak tau diri
29
Episode 29 Pecat
30
Episode 30 Kerjasama
31
Episode 31 Cemburu
32
Episode 32 Suatu tempat
33
Episode 33 Ke butik
34
Episode 34 Pergi keluar kota
35
Episode 35 Tidak ku sangka
36
Episode 36 Susah Tidur
37
Episode 37 Di suruh menikah
38
Episode 38 Persiapan
39
Episode 39 Acara mama dan papa
40
Episode 40 Tiba-tiba dingin
41
Episode 41 Baper
42
Episode 42 Pagi buta
43
Episode 43 Bertengkar
44
Episode 44 Berjalan degan baik
45
Episode 45 Di cuekin
46
Episode 46 DI teror
47
Episode 47 membosankan
48
Episode 48 Cemas
49
Episode 49 Di sekap
50
Episode 50 Mencurigai efan.
51
Episode 51 Otak di balik semua ini
52
Episode 52 Menemukannya.
53
Episode 53 Pindah rumah
54
Episode 54 Beralih
55
Episode 55 Bersantai
56
Episode 56 Siap siaga
57
Episode 57 Bayi kolot
58
Episode 58 Ngidam
59
Episode 59 kabar duka
60
Episode 60 kritis
61
Episode 61 salah sasaran
62
Episode 62 Datang terlambat
63
Episode 63 kabar buruk
64
Episode 64 Tidak sengaja
65
Episode 65 Merasa tidak tega
66
Episode 66 Menyelidiki
67
Episode 67 Tidak bisa di selamatkan
68
Episode 68 mimpi buruk
69
Episode 69 Eliza berkunjung ke rumah pak bima
70
Episode 70 CANGGUNG
71
Episode 71 Breakfast
72
Episode 72 Harapan tinggal harapan
73
Episode 73 Mengemaskan
74
Episode 74 Menyebalkan
75
Episode 75 Tidak masuk kerja
76
Episode 76 Lembur
77
Episode 77 Belum sadarkan diri
78
Episode 78 Di curi
79
Episode 79 Tergeletak
80
Episode 80 Memaksa Untuk pulang
81
Episode 81 Di rumah saja
82
Episode 82 Mabuk berat
83
Episode 83 Kambuh
84
Episode 84 mengundurkan diri
85
EPISODE 85 Salah faham
86
Episode 85 Mengetahui pelakunya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!