Waktu menunjukan sudah saatnya makann siang, vanya sudah menyeleselaikan beberapa pekerjaannya mungkin sedikit lagi yang belum selesai.
Dret…..dret…..
Getar ponsel vanya pertanda ada yang menelfonnya
“Hallo pa… assalammulaikum”(ucap vanya)
“walaikumsalam van”(jawab papanya)
“Ada apa pa?”(tanya vanya)
“Kamu bisa menemui papa nak, ini kan saatnya jam makan siang”(ucap pak alex)
“Iya pa, vanya bisa, mau ketemuan di mana pa?”(tanya vanya balik)
“DI café dekat kantor pak bima saja nak, sekalian papa searah mau menemui client”(ucap papa)
“Oke.. pa, vanya segera kesana”(ucap vanya)
Tak menunggu lama vanya segera keluar kantor untuk menemui papanya, sedangkan Aditya ,masih sibuk mengerjakan pekerjaannya yang di bantu oleh asisten fahri.
Pa alex sudah tiba di café dekat kantor pak bima, dia duduk di sebuah kursi yang kosong sambil menunggu anaknya, tak lama vanya pun datang.
“Papa…”(ucap vanya sambil mencium punggung tangan pak alex)
“Van duduk, kamu mau pesen apa”(tanya pak alex)
Beberpa pelayan di sana menyuguhkan daftar menu , vanya memilih beberapa menu makanan begitupun
denjngan pak alex karena itu waktu makan siang.
“Begini nak, papa ngajak kamu ketuan, sebenernya da beberpa hal yang papa ingin sampaikan”(ucap pak Alex)
“Apa pa?”(tanya vanya)
“Jadi papa besok itu ada client yang ingin berkerja sama dengan perusahaan kita nak,
tapi papa harus ke jerman ”(ucap pak alex)
“Iya bagus dong pa, itu tandanya perusahaan kita bisa semakin berkembang pesat”(ucap vanya)
“Iya nak, kamu benar, tapi yang menjadi masalah itu, papa tidak bisa menemuinya, karena papa juga harus menenmui client papa di sini untuk memebahas proyek yang sedang di bangun , papa juga bersama pak bima untuk menjalnkannya”(jelas pak alex)
“Terus bagimana dong pa, itu kan sama-sama penting”(ucap vanya)
“Nah itu nak , mangkannya papa minta tolong kamu untuk berangkat ke jerman”(ucap pak alex)
“Kalau vanya si mau aja pa, tapi apa Aditya mengizinkan vanya, sekarangkan Aditya suami vanya pa, jadi vanya harus minta izin ke Adit”(jawab vanya)
“Iya nak benar, kamu memang harus izin dengan aditya, ya sudah papa tunggu kabar baiknya ya nak”(ucap pak alex)
Seorang pelayan datang, dengn membawa beberpa menu yang sudah di pewsan pak alex dan vanya.
“Ayo nak makan dulu, biar lebih semangat kerjanya”(ucap pak alex)
“Iya pa, papa juga”(jawab vanya)
Selesai menghabiskan makannya vanya pamit pada pak alex untuk kembali ke kantor.
“Pa… vanya balik ke kantorya”(ucap vanya sambil mencium punggung tangan pak alex)
“Iya nak”(jawab pak alex)
Vanya pun berlalu m,eninggalkan pak alex.
Aditya yang sangat pusing melihat banyak sekali pekerjaanya hari ini sampai lupa tidak makan siang.padhal vanya sudah membawaknnya beberapa makanan yang selalu di siapkan untuk aditya untuk makan siang.
Tok…tok…
“Masuk”(ucap aditya dari dalam ruangan)
“Maaf pak, ini ada bebrapa kendala yang harus bapak selesaikan”(ucap asisten fahri)
“Apa itu?”(tanya aditya)
“Jadi begini pak beberapa bulan terakhirkan bapak tidak pernah menemui client yang di jerman, jadi kali ini mereka meminta bapa sedndiri yang hadir di sana untuk membahas bebrapa proyek yang ada di sana, karena kan akhir-akhir ini saya yang menemui mereka pak”(jelas asisten fahri)
“Tapi bagaimana dengan vanya, aku takk bisa jauh darinya”(ucap Aditya)
“Ya tuan ajak saja nona vanya tuan, jadikan tidak jauh darinya”(ucap fahri memberikan ide)
“Iya juga ya….”(ucap aditya)
Vanya sudah menyelesaikan semua pekerjaannya aetengah jam lagi sudah waktunya pulang.Vanya
menndatangi aditya di ruangannya. Dia bertemu dengann asisiten fahri
“Asisten fahri”(teriak vanya memanggil fahri)
Fahri yang mendengar, ada yang memanggilnya langsung menoleh kebelakang,, dan mendekati asal suara itu.
“Ada apa nona”(ucap asisten Fahri)
“Apa suamiku ada di rauangannya, atau dia sedang meating?”(tanya vanya pada asisten fahri)
“Owh….. iya tuan ada di dalam nona, meatingnya sudah selesai 3 jam yang lalu”(jawab asisten fahri)
“Trimakasih”(ucap vanya meninggalkan asisten Fahri)
Vanya langsung menuju ruangan Aditya
“Sayang…”(ucap vanya dari dekat pintu dan berjalan mendekati aditya)
“Iya sayang”(ucap aditya yang tetap fokus degan laya laptopnya)
“Apa pekerjaanmu belum selesai”(tanya vanya)
“Iya mungkin aku pulang agak telat nanti, Kamu lebih baik pulang duluan aja”(jawab aditya)
“Baiklah, apa kau sudah makan?”(tanya vanya)
“Beum”(ucap aditya jujur)
“Kenapa belum, aku kan sudah menyiapkan makan siangmu, kamu jagan sampai lupa makan karena pekerjaan mu, kesehatn kamu itu lebih penting yang”(ucap vanya)
“Iya yang aku tadi belum sempat”(jawab aditya)
“Ya sudah sekarang ayo,kamumkan dulu, aku ngak mau liat kamu sakit”(ucap vanya sambil berjalan kearah sofa dan mengambil mkanan)
“Ayo sini”(ajak vanya pada aditya)
Aditya pun beranjak dari kursinya dan menuju sofa
“Aakkk… “(ucap vanya smabil menyodorkan sesendok makanan ke dalam mulut Aditya)
Selesai menyuapi aditya vanya pamit untuk pulang lebih awal
“Ya sudah aku pulang dulu ya, aku tunggu kamu di rumah”(ucap vanya)
“Iya hati-hati ya nyetir mobilnya, jagan ngebut-ngebut”(ucap aditya)
Vanya hanya mengganguk dan meninggalkan aditya.
Aditya yang segera menyelesaikan pekerjaanya agar dia bisa pulang lebih awal, sebelum vanya tidur, seperti biasa aditya melakukan aktivitas senam ranjangnya.
Vanya sudah sampai di apartment dia sudah menyiapkan makanan untuk aditya sepulang kantor nanti. Setelah selesai menyiapkan semuanya, vanya mandi untuk membersihkan dirinya, tak lupa juga vanya selalu memakai lulur dan body lactionseperti kebiasaanya, agar kulitnya tetap segar.
Tak lama kini menunjukan pukul 08:15 Aditya sudah sampai depan apartment Aditya yang tidak
melihat vanya menyambutnya, dia langsung menuju kamarnya tetapi dia juga tidak menemukan vanya.
“Dimana dia?”(tanya Aditya)
Kemudian aditya berjalan menuju ruang keluarga, dia melihat sosok yang sedang di carinya sedang duduk di sebuah sofa sambil menonton televisi, seketika sebuah senyuman menggembang di bibirnya.Aditya langsung mendekati vanya dan memeluk vanya, dia mencium aroma tubuh vanya yang membuat rasa lelahnya hilang.
“Kau sudah pulang, kapan kenapa aku tidak mendengarnya”(tanya vanya)
“Tadi, barusan saja, bagaimna kau bisa mendenarnya kau menonton televisi seperti menonton bioskop”(jawab aditya sambil meledek vanya)
Vanya hanya tersenyum, Aditya yang tak melepas pelukannya pada vanya kini aditya menciumi pundak dan leher vany dia merasa aromah tubuh vanya membuat dia candu.
“Sayang… ayo ke kamar”(ajak aditya pada vanya)
Vanya yang melihat suaminya sudah kelelahan, mengguk dan mengikuti langkah suaminya dari belakang, kemudian vanya membantu aditya membuka jas, dan darinya.Aditya tanpa aba-aba langsung menyerobot bibir vanya yang sangat menggoda di depan matanya.Vanya terkejut mendapat serangan tiba-tiba matanyanya membelalak.
“Apa-apaan ini… asal menyerobot aja, apa dia tidak lelah baru pulang dari kantor”(ucap vanya dalm hati)
Ya Aditya memang sangat lelah, karena baru saja pulang dari kantor, tetapi rasa lelah aditya hilang setelah iya bertemu dengan istrinya.
Aditya meneruskan aksinya, dia menidurkan vanya di atas tempat tidur dan melepaskan semua pakainnya ke sembarang tempat, dan juga melepaskan pakainnya yang melekat pada tubuh vanya. Seketika bibirnya sudah
membungkap bibir vanya\, tangan aditya juga sudah aktif menjelajahi tubuh vanya sedangkan anggota tubuhnya yang lain sudah memaksanya untuk memarkirkannya pada tempatnya. Tangan aditya sekarang berada di anggota S******* milik vanya sehingga vanya kehilanga kendali dan mulai mengguh ketika aditya sudah memarkirkan si boynya. Di dalam ruangan itu hanya terdengar suara d*** vanya saja. Sampai mencapai puncak kenikmatannya aditya tergeletak bersama vanya\, setelah mereka kembali bertempur.
Kemudian mereka berdua beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan tubuhnya, mereka kini mandi berdua. Selesai mandi vanya dan aditya duduk di sofa sambil memakan coklat.
“Oiya.. sayang aku lupa besok aku kan berangkat ke jerman”(ucap aditya menepuk kepalanya)
“Apa jerman?”(tanya vanya)
“Iya… kamu mau ikut kan sayang, aku ngak bisa jauh dari kamu”(ucap aditya merengek)
“Tidak bisa, aku tidak bisa”(ucap vanya)
“Kenapa yang, kamu kan sekertarisku dan kamu juga istriku”(tanya aditya)
“Aku tidak bisa menolaknya, karena ini suatu kebetulan, aku juga tadi mau berpamitan dengan mu untuk pergi kesana, karena papa menyuruhku untuk megantikannya menemui client”(jelas vanya tersenyum)
“Kamu serius yang?”(tanya aditya tidak percaya)
Vanya mengganguk.
“Kalau begitu kita siapin semuanya untuk besok, karena kita harus berangkat lebih awal”(ucap aditya)
Mereka berdua menyiapka semua yang harus di bawa besok. Vanya tak lupa memberikan pesan pada papanya, untuk memberi tahu kabar baik itu.
Papa vanya besok kan berangkat ke jerman bersama aditya jadi, vanya bisa menggantiakan papa
Pak alex yang mendapat kan pesan dari putrinya, tersenyum senang.dan lega karena putrinya bisa menggantikannya.
Bagus kalau begitu,kamu hati-hati di sana ya nak, semoga sukses menemui clientnya.
Vanya yang mendapatkan balasan dari papanya merasa senang.
Vanya dan aditya segera tidur supaya besok mereka bisa bangun lebih awal.
HAY GAES….. TRIMAKASIH YANG SUDAH SETIA MENUNGGU EPS
SELANJUTNYA JJAGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE AND COMEN.
IG:Nirwanakhay_12
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Lian Nurliana
sy rasa ini idex bpkx Vanya,agar mereka bisa pergi bulan madu, mereka kan pengantin baru
2023-10-01
0
Endang Sugiarti II
mau ketemu client di Eropa kaya mau ke pasar MLM alun2 SJ Ndak ada persiapan langsung cus, cerita awal percintaannya kurang greget Thor... romance nya kurang
2021-10-24
1
Mira Dedipj
jerman sekalian hanimun heheh
2021-09-22
0