Setelah mereka mandi, Zoe bersiap untuk berangkat ke kantor. Zayn merasa heran dengan istrinya yang masih bekerja sebenarnya dia tidak ingin melihat istrinya capek dan ingin mengurus rumah tangga namun kali ini Zayn berpikir untuk memberi leluasa terhadap istrinya apa yang dia inginkan.
"Sayang maaf yaa hari ini aku harus masuk kerja karena memang aku diberikan hanya cuti 2 hari saja" ucap Zoe dengan nada sedih karena Zoe belum memberitahu suaminya bahwa Bosnya adalah mantan kekasihnya.
Zoe tidak ingin membuat masalah baru dikehidupan keluarga nya.
"Baiklah sayang tidak apa, aku juga ada meeting di kantor dengan investor" jawab Zayn sambil mengelus rambut istrinya.
"Ayo sayang kita sarapan dulu nanti kita berangkat bareng" ucap Zoe.
Zoe sangat perhatian terhadap suaminya, dia mengambil nasi dipiringnya dan meletakkan lauk dipiring suaminya.
"Terimakasih sayang" ucap Zayn.
Zoe hanya tersenyum manis memandangi suaminya.
"nanti malam kita akan pulang ke rumah baru kita ya" ucap Zayn.
"aku sengaja memberi kejutan untuk mu sayang, makanya aku gak bilang dimana rumah baru kita" Zayn tersenyum.
"Sayang kamu beli rumah baru bukannya kita akan tinggal dirumah utama kamu ya?"
"Tapi aku ingin hanya tinggal berdua bersamamu sayang, aku ingin kita mandiri ok" pinta Zayn.
"iyah iyah sayang aku mengerti maumu"
"aku sudah kenyang, yuk kita berangkat sayang" ucap Zoe.
Mereka bergegas masuk ke dalam mobil dan sudah sampai di depan kantor dimana Zoe bekerja.
"Sayang ingat kamu adalah milikku jangan pernah mendekat sama bos kamu ya? atau aku yang akan memberi pelajaran sama bos kamu" Zayn mengancam.
"hehe iya sayangku, kamu tenang aja aku bisa jaga diri"
cup..
kecupan melayang dibibir Zoe dan mereka sudah saling berciuman mesra didalam mobil.
"Sayang udah nanti ada yang lihat" Zoe berkata malu-malu.
"hehe ya sudah hati-hati ya nanti aku akan jemput kamu sayang, akan ada surprise untukmu"
Setelah itu Zoe turun dari mobil sport milik suaminya, Zayn sengaja menunggu hingga istrinya dipastikan masuk kedalam kantornya. Dia mulai melanjutkan kemudinya kearah Perusahaannya.
Zoe sudah melihat bahwa disudut ruangannya ada sosok laki laki yang dikenalnya, Erlan tiba-tiba sudah berada di ruangan Zoe.
"Selamat pagi Pak" ucap Zoe.
"Selamat pagi sayang, kenapa kau tidak mengundang ku ke acara pernikahan mu. Apakah kamu takut jika aku akan mencium mu dihadapan suami mu, cuiihh" Erlan berkata sinis sambil meludah.
Kemudian dia menghampiri Zoe yang mematung di depan meja kerjanya, dan seketika Erlan mengunci pintu itu.
Terlihat dari tatapan Erlan memandangi setiap inchi tubuh Zoe dengan penuh nafsu. Perlahan Erlan mulai mendekat, Zoe mulai merasa risih dan mundur seketika dirinya merasa terkunci di tembok.
Badannya gemetar takut akan apa yang terjadi terulang lagi, Erlan mengelus pipi Zoe dan turun ke leher jenjangnya.
"Stop Pak ini gak bener" Zoe menahan tangan Erlan yang sudah ada di lehernya.
"Tenang sayang aku akan memuaskanmu" Erlan menyeringai penuh nafsu.
Dia ******* bibir Zoe dengan sangat cepat dan nafasnya yang terengah engah. mungkin jika ada orang diluar terdengar sayup-sayup suara desahan Erlan. Tapi dengan secepat kilat Zoe menendang ************ Erlan.
"Auhhh ,,, kau wanita licik sayang kau yang menggodaku tapi kenapa kau tendang aku" dia menarik Zoe sangat keras.
Membuat Zoe merasa ketakutan dan mulai menitikan air mata dan jatuh di pipinya.
Dia berusaha menolak lagi-lagi Erlan dengan sekali hentakan sudah menarik kancing kemeja Zoe secara paksa.
Zoe semakin menangis menjadi-jadi, hingga membuat Erlan merasa kesal. Dia melepaskan Zoe yang menangis sesenggukan.
"Pergilah, sebelum nafsuku sudah diujung tanduk atau nanti aku sudah hilang kendali aku tak memperdulilan rengekkanmu"ucap Erlan dengan meninggalkan Zoe terbaring di sofa.
Seketika itu Zoe pergi meninggalkan kantor dan memilih naik taksi. Zoe bergegas menuju kantor suaminya.
Setibanya di kantor suaminya, karyawan melirik ke arahnya, memang karyawan sudah mengetahui kabar pernikahan Bosnya Zayn dengan Zoe. Namun yang dilihat Zoe terlihat sembab dan menangis.
Zoe menuju ruangan suaminya dan tanpa mengetuk pintu dia mendapati suami sedang ngobrol dan sekretaris nya. Zayn kaget dengan kedatangan istrinya yang tiba-tiba dengan mata sembab.
Zayn mengisyaratkan kepada sekretarisnya untuk pergi dari ruangannya.
"Saya permisi Pak"
"Sayang kamu kenapa huh, kenapa kamu menangis" Zayn memeluk istrinya dan mencium pucuk kepalanya.
"Aku ingin berhenti bekerja sayanggg" ucap Zoe sambil menangis sesenggukan.
"Ok tidak masalah sayang aku senang kamu lebih memilih berada dirumah mengurus aku, itu sudah lebih dari cukup. Tapi bisa tolong jelaskan aku kenapa kamu menangis sayang" sambil mengusap air mata di pipi istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments