Episode 14: Langkah di Bawah Bayang-Bayang

Halim terus berjalan menyusuri hutan yang perlahan kembali tenang. Daun-daun hijau berbisik lembut diterpa angin, sementara burung-burung berkicau seolah menyambut cahaya matahari yang mulai mengintip dari balik pepohonan.

Ia menghela napas panjang. Fakta bahwa Elyra adalah seorang Jenderal Raja Iblis memang sulit diterima. Apalagi setelah semua yang mereka lalui bersama.

...Halim meremas rambutnya sendiri. "Terkadang aku heran, padahal cuma mau ngalahin Raja Iblis, bukan jadi bagian dari drama romantis aneh!"...

Belum lagi tatapan matanya yang penuh amarah saat pergi. Halim yakin, kalau mereka bertemu lagi, Elyra pasti tak akan segan-segan melancarkan serangan tanpa basa-basi.

..."Tapi ya sudahlah," gumamnya. "Yang penting aku masih hidup."...

Ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan memperhatikan sekeliling. Hutan ini, meskipun terlihat damai, tetap menyimpan potensi bahaya. Halim sudah cukup berpengalaman untuk tahu bahwa monster atau bandit bisa muncul kapan saja.

..."Kalau tidak waspada, aku bisa jadi makanan serigala dalam hitungan detik," katanya pada diri sendiri....

Di balik kewaspadaannya, ada hal lain yang mengganjal di pikirannya. Elyra menggunakan sihir pemanggil untuk menciptakan Golem raksasa. Itu bukan kemampuan biasa. Hanya penyihir tingkat tinggi atau makhluk berkekuatan energi sihir tinggi yang mampu melakukannya.

..."Apa aku bisa melakukan panggilan makhluk seperti itu juga?"...

..."Kalau dia sekuat itu, bagaimana dengan sembilan Jenderal lainnya?"...

Pertanyaan itu membuat Halim merinding. Jika Elyra hanyalah salah satu dari sepuluh pilar Raja Iblis, maka kekuatan yang dimiliki sembilan lainnya pasti tak kalah mengerikan. Apalagi Raja Iblis sendiri, yang konon kekuatannya cukup untuk menghancurkan kerajaan dalam sekejap.

Saat pikirannya mulai jernih, samar-samar terdengar suara gemerisik di antara semak-semak. Halim segera berhenti, matanya menyipit waspada. Tangannya terulur ke gagang pedang di pinggangnya.

..."Monster?" bisiknya pelan....

Namun, yang muncul dari balik semak itu bukanlah monster, melainkan seorang anak kecil. Bocah laki-laki dengan rambut cokelat kusut, wajahnya penuh debu, dan pakaian lusuh yang robek di beberapa bagian. Mata anak itu membelalak ketakutan saat melihat Halim.

..."Hei, jangan takut," kata Halim sambil mengangkat tangannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak berbahaya....

Anak itu tetap diam, tubuhnya gemetar. Halim perlahan berjongkok agar tidak terlihat mengancam.

..."Kamu sendirian di sini?" tanyanya lembut....

...Bocah itu mengangguk pelan. Suaranya nyaris tak terdengar saat ia menjawab. "Aku... aku lari dari desa."...

..."Lari?" Halim mengernyit. "Kenapa?"...

Sebelum bocah itu bisa menjelaskan, terdengar suara gemuruh dari arah hutan. Suara langkah kaki yang berat, disertai raungan mengerikan. Halim langsung tahu apa yang mendekat.

..."Monster," gumamnya....

...Tanpa pikir panjang, ia berdiri dan menarik pedangnya. "Berdiri di belakangku!"...

Bocah itu langsung berlari mendekat, bersembunyi di balik tubuh Halim. Dari balik pepohonan, seekor monster berbentuk serigala raksasa dengan bulu hitam pekat muncul. Matanya berkilat merah, air liurnya menetes saat mencium aroma manusia.

..."Lycan," ujar Halim pelan. "Kelas menengah. Seharusnya bisa ditangani."...

Monster itu menggeram, siap menerkam. Namun, Halim tak menunjukkan sedikit pun rasa takut. Ia justru tersenyum tipis.

..."Ayo, kita akhiri ini cepat."...

Dengan satu hentakan, Lycan melesat ke arah Halim. Cakar tajamnya mengayun dengan kecepatan tinggi. Namun, Halim sudah terbiasa menghadapi serangan semacam ini. Dengan gerakan lincah, ia bergerak ke samping, menghindari serangan itu dengan mudah.

..."Terbuka."...

Pedangnya berkilat di bawah sinar matahari, memantulkan cahaya saat ia mengayunkannya dengan presisi. Tebasan itu mengenai kaki depan Lycan, membuat monster itu meringkik kesakitan.

Namun, Halim tahu itu belum cukup. Monster seperti Lycan dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa. Ia harus memastikan serangan berikutnya cukup kuat untuk mengakhiri pertempuran.

..."Maaf saja, tapi aku tidak akan membuang waktu lebih lama."...

Dengan cepat, Halim berlari mendekat, menghindari cakaran berikutnya. Pedangnya berputar di udara sebelum menghunjam tepat di jantung Lycan. Raungan kesakitan menggema, namun hanya berlangsung sesaat sebelum monster itu tumbang.

Halim menarik napas lega, lalu menatap bocah yang masih bersembunyi di belakangnya.

..."Kamu nggak apa-apa?"...

Anak itu mengangguk pelan, meski masih terlihat gemetar. Halim berjongkok agar sejajar dengannya.

..."Namamu siapa?"...

..."Rian," jawab bocah itu lirih....

..."Rian, mulai sekarang kamu aman," ucap Halim dengan suara menenangkan. "Aku akan mengantarmu ke tempat yang lebih aman."...

...Bocah itu menatap Halim dengan mata yang berkaca-kaca. "Terima kasih, Kak."...

Halim hanya tersenyum tipis, meski di dalam hatinya masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Menapa Rian kabur dari desa? Apakah ada hubungan dengan Raja Iblis? Apa dia korban bandit?

Tapi untuk saat ini, yang terpenting adalah memastikan anak ini selamat. Dan Halim tahu, selama dia masih bernapas, dia akan terus melindungi mereka yang membutuhkan.

..."Yuk, kita pergi."...

Dengan langkah yang mantap, Halim berjalan membawa Rian keluar dari hutan, meninggalkan sisa pertempuran di belakang mereka.

Episodes
1 Episode 1: Satu Orang Melawan Kegelapan
2 Episode 2: Pencarian Dimulai
3 Episode 3: Misteri yang Terungkap
4 Episode 4: Perjalanan Menuju Kuil Utara
5 Episode 5: Gerbang Kuil Utara
6 Episode 6: Gerbang Kebenaran
7 Episode 7: Labirin Pilihan
8 Episode 8: Langkah Terakhir
9 Episode 9: Langkah Menuju Takdir
10 Episode 10: Mencari Jalan Pulang
11 Episode 11: Pesan dari Kegelapan
12 Episode 12: Pengkhianatan dan Hal Tak Terduga
13 Episode 13: Tsundere di Medan Pertempuran
14 Episode 14: Langkah di Bawah Bayang-Bayang
15 Episode 15: Jejak Luka di Hati
16 Episode 16: Bayangan yang Menipu
17 Episode 17: Bayangan Perjalanan
18 Episode 18: Langkah di Bawah Bayang-Bayang
19 Episode 19: Perjalanan Tanpa Bayangan
20 Episode 20: Cahaya di Ujung Perjalanan
21 Episode 21: Rian dan Kekacauan yang Tak Terduga
22 Episode 22: Tujuan Berikutnya — Desa Arven
23 Episode 23: Kembali ke Kegelapan — Laporan Elyra
24 Episode 24: Langkah yang Panjang — Kerinduan Rian
25 Episode 25: Kejar-kejaran yang Tak Terduga
26 Episode 26: Ciuman di Tengah Kekacauan
27 Episode 27: Misi Berbahaya di Hutan Kematian
28 Episode 28: Pertarungan di Bayang-Bayang Serigala Iblis
29 Episode 29: Beban di Pundak Halim
30 Episode 30: Bayangan di Balik Luka
31 Episode 31: Jejak Kegelapan yang Mengintai
32 Episode 32: Langkah di Hutan Kegelapan
33 Episode 33: Langkah Berat Menuju Tujuan Baru
34 Episode 34: Kekuatan Gelap Terus Mengintai
35 Episode 35: Bayangan di Balik Hutan Kelam
36 Episode 36: Jejak Misterius dan Tawa di Balik Tudung
37 Episode 37: Jejak Lavender di Malam Pekat
38 Episode 38: Mimpi yang Menghantui
39 Episode 39: Pertempuran yang Mengungkapkan
40 Episode 40: Pertempuran Sengit
41 Episode 41: Pertempuran Sengit 2
42 Episode 42: Kekacauan di Ambang Kehancuran
43 Episode 43: Tawanan di Balik Dinding Penginapan
44 Episode 44: Tidur di Bawah Cahaya Remang
45 Episode 45: Segel dan Pemandian yang Salah Tempat
46 Episode 46: Perjalanan Dimulai Lagi
47 Episode 47: Kekhawatiran di Kerajaan Kegelapan
48 Episode 48: Perjalanan yang Mulai Berbeda
49 Episode 49: Langkah yang Semakin Dekat
50 Episode 50: Langkah yang Semakin Dekat 2
51 Episode 51: Perpisahan yang Menghangatkan
52 Episode 52: Langkah Baru dan Godaan yang Tersamar
53 Episode 53: Jatuh Cinta
54 Episode 54: Kenangan yang Membekas
55 Episode 55: Kenangan yang Membekas 2
56 Episode 56: Kenangan yang Membekas 3
57 Episode 57: Kekuatan tidak terkendali
58 Episode 58: Kekuatan tidak terkendali 2
59 Episode 59: Sepulang dari Misi, Hati yang Tersentuh
60 Episode 60: Godaan yang Membakar, Pedang yang Menjawab
61 Episode 61: Godaan yang Membakar, Pedang yang Menjawab 2
62 Episode 60 Godaan yang Membakar, Pedang yang Menjawab 3
63 Episode 63: Luka yang Terbuka, Jawaban yang Tertutup
64 Episode 64: Titik Terang di Kegelapan
65 Episode 65: Terbebas
66 Episode 66: Di Balik Gerbang
67 Episode 67: Dasar Buaya
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1: Satu Orang Melawan Kegelapan
2
Episode 2: Pencarian Dimulai
3
Episode 3: Misteri yang Terungkap
4
Episode 4: Perjalanan Menuju Kuil Utara
5
Episode 5: Gerbang Kuil Utara
6
Episode 6: Gerbang Kebenaran
7
Episode 7: Labirin Pilihan
8
Episode 8: Langkah Terakhir
9
Episode 9: Langkah Menuju Takdir
10
Episode 10: Mencari Jalan Pulang
11
Episode 11: Pesan dari Kegelapan
12
Episode 12: Pengkhianatan dan Hal Tak Terduga
13
Episode 13: Tsundere di Medan Pertempuran
14
Episode 14: Langkah di Bawah Bayang-Bayang
15
Episode 15: Jejak Luka di Hati
16
Episode 16: Bayangan yang Menipu
17
Episode 17: Bayangan Perjalanan
18
Episode 18: Langkah di Bawah Bayang-Bayang
19
Episode 19: Perjalanan Tanpa Bayangan
20
Episode 20: Cahaya di Ujung Perjalanan
21
Episode 21: Rian dan Kekacauan yang Tak Terduga
22
Episode 22: Tujuan Berikutnya — Desa Arven
23
Episode 23: Kembali ke Kegelapan — Laporan Elyra
24
Episode 24: Langkah yang Panjang — Kerinduan Rian
25
Episode 25: Kejar-kejaran yang Tak Terduga
26
Episode 26: Ciuman di Tengah Kekacauan
27
Episode 27: Misi Berbahaya di Hutan Kematian
28
Episode 28: Pertarungan di Bayang-Bayang Serigala Iblis
29
Episode 29: Beban di Pundak Halim
30
Episode 30: Bayangan di Balik Luka
31
Episode 31: Jejak Kegelapan yang Mengintai
32
Episode 32: Langkah di Hutan Kegelapan
33
Episode 33: Langkah Berat Menuju Tujuan Baru
34
Episode 34: Kekuatan Gelap Terus Mengintai
35
Episode 35: Bayangan di Balik Hutan Kelam
36
Episode 36: Jejak Misterius dan Tawa di Balik Tudung
37
Episode 37: Jejak Lavender di Malam Pekat
38
Episode 38: Mimpi yang Menghantui
39
Episode 39: Pertempuran yang Mengungkapkan
40
Episode 40: Pertempuran Sengit
41
Episode 41: Pertempuran Sengit 2
42
Episode 42: Kekacauan di Ambang Kehancuran
43
Episode 43: Tawanan di Balik Dinding Penginapan
44
Episode 44: Tidur di Bawah Cahaya Remang
45
Episode 45: Segel dan Pemandian yang Salah Tempat
46
Episode 46: Perjalanan Dimulai Lagi
47
Episode 47: Kekhawatiran di Kerajaan Kegelapan
48
Episode 48: Perjalanan yang Mulai Berbeda
49
Episode 49: Langkah yang Semakin Dekat
50
Episode 50: Langkah yang Semakin Dekat 2
51
Episode 51: Perpisahan yang Menghangatkan
52
Episode 52: Langkah Baru dan Godaan yang Tersamar
53
Episode 53: Jatuh Cinta
54
Episode 54: Kenangan yang Membekas
55
Episode 55: Kenangan yang Membekas 2
56
Episode 56: Kenangan yang Membekas 3
57
Episode 57: Kekuatan tidak terkendali
58
Episode 58: Kekuatan tidak terkendali 2
59
Episode 59: Sepulang dari Misi, Hati yang Tersentuh
60
Episode 60: Godaan yang Membakar, Pedang yang Menjawab
61
Episode 61: Godaan yang Membakar, Pedang yang Menjawab 2
62
Episode 60 Godaan yang Membakar, Pedang yang Menjawab 3
63
Episode 63: Luka yang Terbuka, Jawaban yang Tertutup
64
Episode 64: Titik Terang di Kegelapan
65
Episode 65: Terbebas
66
Episode 66: Di Balik Gerbang
67
Episode 67: Dasar Buaya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!