Episode 16
Willona Anatta
Ehmm (membuka matanya perlahan).
Willona Anatta
(melihat kearah sampingnya).
Willona Anatta
Mampus, pak stev udah bangun (dalam hati sambil melebarkan matanya).
Stev El Bastara
(melihat ke samping).
Willona Anatta
Ehm, pagi mas (ucapnya lirih).
Stev El Bastara
(mendudukan dirinya).
Willona Anatta
(mendudukan dirinya juga).
Willona Anatta
Gue harus keluar atau nggak yah, gue harus mandi dan buat sarapan (batinya).
Willona Anatta
Mas, saya izin keluar yah.
Stev El Bastara
(mengangguk).
Willona segera bangkit dari kasur dan segera keluar dari kamar stev.
Lydia anastasya
Pagi amat dah lo bangunnya (masih memejamkan matanya)?
Willona Anatta
Gue bukan kayak lo yang sekarang masih ngantuk.
Willona Anatta
Gue juga punya tanggung jawab buat sarapan dan juga gue harus kerja.
Lydia anastasya
Ciee, tanggung jawab seorang istri ya. Enak kan tadi malam tidur sama stev pasti ada suatu kejadian yang terjadi kan.
Willona Anatta
Tolong otak mesumnya di kendalikan yah, masih pagi jangan udah buat pikiran gue jadi kotor.
Willona Anatta
Gak ada kejadian aneh yang barusan lo pikiri.
Willona Anatta
Dah gue mau mandi, lo juga mandi mulut lo bau.
Lydia anastasya
Ihhh willona mah.
Willona segera mandi dan juga bersiap memakai pakaian kantornya dan juga segera membuatkan sarapan.
Willona Anatta
Lyd, lo sarapan apa?
Lydia anastasya
Tenang aja gue juga gak bisa makan berat waktu pagi kok, samakan aja.
Willona Anatta
Ihh gak afdol sebenernya kalo gak makan nasi tapi yaudalah will lo harus beradaptasi lagian udah terbiasa juga kan (batinya).
Willona Anatta
Bagus deh, jadinya gue gak repot.
Lydia anastasya
Yeee, terlihat banget lo nya yang gak mau kan, mana pake nawari segala lagi.
Willona Anatta
Basa-basi lyd hehehe.
Lydia anastasya
Basi sama lo.
Lydia anastasya
Stev mana?.
Willona Anatta
Paling sebentar lagi pak stev bakal turun.
Dan gak lama orang yang dibicarakan turun dengan setelan kantornya.
Lydia anastasya
Panjanh umur juga lo stev.
Stev tidak mendengarkan dia hanya fokus sarapan dan kemudian setelah selesai dia pun pergi menuju kantornya.
Lydia anastasya
Lo gak bareng dia will?
Willona Anatta
Nggak, gue gak mau buat rumor buruk di perusahaan.
Lydia anastasya
kalian sih pake rahasiain segala tentang pernikahan kalian.
Willona Anatta
Demi kebaikan lyd.
Willona Anatta
Gue sadar posisi gue.
Lydia anastasya
Itulah gak asiknya, kalian nikah gak ada mewah-mewahnya dan juga harus banget dirahasiain.
Lydia anastasya
Padahal kan bagus kalau berita tentang lo sama stev diberitakan tiap pagi.
Willona Anatta
Maka dari itu gue ngerahasiain ini lyd, lo tau kan keluarga bastara itu terkenal banget siapa yang gak kenal keluarga bastara.
Willona Anatta
Dimanapun keluarga ini gak luput dari media lyd, dan juga lo. Siapa yang nggak kenal lo pasti mereka kenal dan disini kalau orang pada tau gue akrab sama lo pasti juga jadi masalah.
Lydia anastasya
Ishh, jadi lo nyesel temenan sama gue? Tega lo will (cemberut).
Willona Anatta
Yah gak gitu lydia, lo tau kan maksud gue gimana kan.
Lydia anastasya
Iya iya, gue tau kok. Tapi kan asik aja gitu kalau denger berita lo dimana mana hahaha.
Willona Anatta
Udahlah abisin sarapan lo, gue mau kerja dulu. Jangan lupa tutup pintu apartnya yah setelah lo pulang.
Lydia anastasya
Okey, aman aja sama gue.
Willona Anatta
Gue pergi yah, bye.
Willona segera turun kebawa dan menaiki taksi yang sudah ia pesan dan segera menuju kantornya.
Nayana Leandra
Arghh willona, mbak seneng banget will (menggoyangkan badan willona).
Willona Anatta
Eh eh mbak kepala willona pusing kalau mbak terus goyang-goyangi begini.
Nayana Leandra
Ehh maaf yah, mbak terlalu semangat banget loh.
Willona Anatta
Kenapa mbak, kayaknya mbak seneng banget.
Nayana Leandra
Gimana mbak gak seneng will, akhirnya keinginan mbak tercapai juga.
Willona Anatta
Cerita dong mbak kayaknya mbak bahagia banget.
Nayana Leandra
Jadi gini will, nanti mbak bakal datang keacara seminar dikampus mbak dulu bareng pak stev. Mbak seneng banget will akhirnya ada hari dimana mbak bakal bareng terus sama pak stev.
Nayana Leandra
Biasanya memang bareng kalau acara kantor tapi kan gak terlalu lama tapi sekarang mbak bisa lama-lama bareng pak stev.
Nayana Leandra
Dan pak stev juga setuju untuk hadir diacara seminar itu sebagai narasumber, akhirnya willona, akhirnya.
Nayana Leandra
Arghhh mbak sampek gak tau mau bilang apa lagi, sangking senengnya.
Nayana Leandra
Akhirnya willona.
Willona Anatta
Hahaha, willona turut seneng mbak.
Nayana Leandra
Mbak cuma mau bilang itu, yasudah will selamat bekerja yah, semangat!!
Nayana langsung pergi menuju ruangannya setelah menyapa willona yang baru datang dan memerikan kabar gembira kepadanya.
Willona Anatta
Kok perasaan gue jadi aneh begini yah.
Willona Anatta
Sudahlah willona, lo harus fokus kerja dan segera kita lunasi hutang yang masih perlu lo bayar.
Yara kallara
Lo mikiri apasih? Dari tadi gue perhatiin lo melamun mulu, kenapa? Ada masalah? Cerita sama gue.
Willona Anatta
Eh, gak ada loh yar, gak tau aja tiba-tiba gue melamun.
Yara kallara
Aneh lo will.
Willona Anatta
Kenapa lo harus melamuni hal itu sih will (batinya).
Yara kallara
Will (melihat kearah willona).
Willona Anatta
(melihat berita yang ada di televisi cafe)
"Berita terkini, Stev El Bastara dan Nayana Leandra hadir pada acara seminar Hilarious University sebagai narasumber yang dimana mereka adalah mahasiswa yang pintar juga terkenal di Hilarious University"
"Pihak University merasa terhormat dapat mengundang salah satu pengusaha terkenal dari S Company yang bernama Stev El Bastara putra tunggal dari keluarga Bastara dan lulusan terbaik pada angkatanya"
"Dan tidak lupa juga primadona University yang tidak lain adalah Nayana Leandra dari keluarga Leandra. Dirinya juga hadir diacara ini sebagai narasumber yang akan memberikan pengalamannya"
" Banyak mahasiswa yang menjadikan mereka berdua contoh untuk menjadi lebih baik dan hebat seperti mereka berdua. Dan banyak yang iri dengan keberhasilan yang mereka capai, dan banyak mahasiswa lainnya yang merasa mereka cocok sebagai pasangan, apakah hal itu mungkin?"
Willona Anatta
Ah yah, kenapa?
Yara kallara
Lo gak papa kan?
Willona Anatta
Hah, gue? Gue kenapa emangnya?
Yara kallara
Dia temen yang pernah lo bawa kemari kan will?
Willona Anatta
Heem (mengangguk).
Yara kallara
Lo gak papa will sama berita tadi?
Willona Anatta
Kenapa lo tanya gitu?
Yara kallara
Karena yang gue lihat tadi lo fokus banget lihat tuh layar televisi, kayaknya lo mikiri sesuatu setelah lo lihat berita itu kan.
Willona Anatta
Enggak yar, gue gak mikir apa-apa kok.
Yara kallara
Gak mungkin gak kenapa-napa, atau lo cemburu?
Willona Anatta
Gue nggak cemburu yar, gue gak ada hak buat itu. Untuk apa gue cemburu.
Yara kallara
Tapi dari tatapan lo gue ngerasa-
"mereka serasi banget yah,yang satu cantik yang satu ganteng. Sama-sama dari keluarga terkenal lagi"
"gue tau mereka siapa, gue pernah jadi adik tingkat mereka di universitas. Memang stev itu sangat pintar dan juga sangat terkenal diuniversitas itu apalagi dikalangan para wanita dia sudah jadi incaran banyak orang apalagi keluarganya sangat terkenal dan juga keluarga yang sangat kaya"
"Dan Nayana juga, dia dulu terkenal banget dikampus loh dia itu terkenal juga di universitas siapa yang gak kenal nayana leandra sih primadona, sayang banget dulu gak ada momen nya sama sih stev padahal mereka satu universitas dan juga sama-sama terkenal loh"
"tapi denger-denger katanya nayana kerja di perusahaan stev sebagai sekretarisnya stev, gue rasa mereka pasti sudah saling deket sekarang"
"kalau iya berarti bagus dong, apa coba kurangnya nayana, udah pinter,baik, cakep lagi. Gue rasa kayaknya mereka ada hubungan deh didalam kantor"
"bisa jadi banget itu, ihh kayaknya perlu diciduk deh mereka"
Begitulah bisik-bisik para pengunjung cafe setelah melihat berita yang disiarkan.
Willona Anatta
(mendengarkan dengan seksama percakapan pengunjung cafe).
Yara kallara
Willona, sepertinya memang bener lo lagi cemburu sekarang.
Willona Anatta
Nggak yara, udah gue bilang nggak ya nggak. Gue gak ngerasa cemburu, untuk apa gue cemburu yar gak ada gunanya juga.
Yara kallara
Tapi suami lo lagi sama dia will.
Willona Anatta
Terus gue barus apa yara?
Yara kallara
Serius lo gak cemburu?
Willona Anatta
Nggak, gak ada gunanya gue cemburu yar. Gue sadar posisi gue sekarang memang gue gak ada apa-apanya sama mereka berdua.
Willona Anatta
Gue hanya beruntung sesaat aja, dan sebentar lagi gue bakal didepak keluar. Mbak naya memang cocok sama pak stev apalagi memang mbak naya suka sama pak stev.
Willona Anatta
Gue kenapa?
Yara kallara
Gak ada rasa suka gitu?
Willona Anatta
Rasa gue sama pak stev hanya rasa hormat aja yar, dia atasan gue dikantor jadi gue harus menghormati dia sebagaimana mestinya. Udah yah gue balik dulu, jam makan siang gue udah mau habis.
Yara kallara
Lalu sebagai suami?
Willona Anatta
(agak terdiam sejenak saat ingin melangkah)
Willona Anatta
(tersenyum lalu menggeleng).
Willona Anatta
Gue balik yah, besok lagi gue kemari lagi.
Willona pun keluar dan kembali keperusaannya.
Yara kallara
Gue gak yakin dengan itu will, gue gak sebodoh itu untuk dibodohi dengan perkataan lo.
Yara kallara
Dan perempuan itu udah gue duga dari awal.
Willona Anatta
Semuanya gak bisa dijelaskan (lirihnya dan menggelengkan pelan).
Comments