Episode 3
Willona pun melihat ke arah jam, sudah pukul 07.30 dia pun bergegas menuju taman belakang dengan nampan berisi sarapan.
Setelah tiba di taman belakang dia pun melihat kedua sosok lelaki yang saat ini sedang beristirahat.
Dan ketika dia tersadar dia melihat suaminya yang hanya setengah telanjang, yap suaminya saat ini tidak memakai pakaian atasnya.
Willona Anatta
Astaga, mataku ternodai ( dengan semburat merah muncul dipipi).
Willona Anatta
Ehmm,pa,mas. Ini sarapan nya,tadi mama nyuruh antar kemari dan mama izin keluar sebentar tadi.
Sebastian El Bastara
Ohh iya. Letakan saja sarapannya di meja deket stev.
Willona pun meletakan sarapan itu ke meja dekat stev. Dan dia juga sedikit mencuri pandang ke arah suaminya dan tidak di sangka suaminya pun melirik ke arahnya.
Willona Anatta
Mati gue,kenapa sih dia lihat kearah gue. Gue kan malu ke gap ngelihatin dia mana seksi banget lagi (batinya).
Stev El Bastara
Bawakan handuk.
Sebastian El Bastara
Handuk. Mas mu minta kamu ambilin handuk. Tolong ambil kan ya.
Kenapa papa bastian yang jawab karena sang papa tau anak nya ini tidak akan mengulang kata itu untuk kedua kalinya.
Willona Anatta
Ah iya, saya ambil dulu mas. Sebentar yah mas. (masuk untuk mengambil handuk).
Sebastian El Bastara
Stev (panggilnya).
Stev El Bastara
(melihat ke arah papanya).
Sebastian El Bastara
Duduk dulu,papa ingin bicara sama kamu.
Stev El Bastara
(menurut).
Sebastian El Bastara
Gimana kamu sama willona?
Stev El Bastara
yah begitu. (jawab seadanya).
Sebastian El Bastara
Jangan kaku gitu bang, papa tau kamu nggak sedingin itu. Jangan terlalu lurus untuk hidup bang, ada hal lain yang bisa kamu lirik.
Sebastian El Bastara
Papa tau,ini adalah hal yang tidak disangka olehmu. Tapi mama melakukanya untuk kamu juga.
Sebastian El Bastara
Mama khawatir sama kamu.
Stev El Bastara
Nggak ada yang perlu di khawatirkan tentangku pa.
Stev El Bastara
Semuanya baik-baik aja,apa yang perlu dikhawatirkan.
Sebastian El Bastara
Kamu sedikit berubah bang. Kamu dulu nggak begini tapi sekarang kamu berubah.
Stev El Bastara
Saya memang begini, tidak ada yang berubah.
Sebastian El Bastara
Jangan keras keras sama istri mu yah, walaupun kalian baru kenal tapi istrimu itu baik kok. Papa harap kalian itu bisa akrab dan bisa memulai hidup kalian yang baru.
Sebastian El Bastara
Istrimu itu orangnya baik,cantik dan pintar, dia cocok untuk kamu bang.
Sang papa hanya menghela nafas saja saat melihat anaknya seaakan tidak peduli dengan ucapannya.
Willona Anatta
Ini handuknya (menyerahkan handuk).
Stev El Bastara
(mengambil handuk dari tangan willona).
Sebastian El Bastara
Kamu sudah sarapan will?
Willona Anatta
Ahh sudah kok pa, tadi willona sarapan sama mama.
Sebastian El Bastara
Oh yah bang, ajak istrimu keliling di komplek sini. Dia belum pernah kan jalan jalan keliling daerah sini.
Stev El Bastara
Saya sibuk pa (sambil memakan sandwich nya).
Sebastian El Bastara
Astaga banh, sebentar aja. Palingan juga setengah jam gak sampai. Naik motor yang di garasi aja.
Willona Anatta
Ehh nggak papa pa. Kapan-kapan aja willona kelilingnya, gak mesti hari ini juga kok.
Sebastian El Bastara
Nggak papa, belum tentu kalian akan kemari lagi kan. Suami mu itu akan sibuk dengan kerjaan yang sangat dia cintai itu.
Willona Anatta
Ehh nggak papa pa. Mas stev pasti capek abis olahraga. Kapan-kapan aja pa.
Sebastian El Bastara
Stev.
Stev El Bastara
Ehmm. (masuk kedalam setelah menjawab).
Sebastian El Bastara
Nah suami mu setuju tuh, tunggu saja di ruang tamu.
Willona Anatta
dia setuju? (batinya bertanya).
Sebastian El Bastara
Papa masuk kedalam yah, mau mandi badanya lengket abia olahraga.
Sebastian El Bastara
Kamu tunggu aja stev di ruang tamu,pasti setelah selesai mandi dia akan ngajak kamu keliling.
Sebastian pun masuk kedalam meninggalkan willona dengan seribu pertanyaan.
Willona Anatta
Hah? Maksudnya gimana?
Willona Anatta
Kok gue jadinya nggak ngerti.
Willona pun masuk kedalam dengan nampan berisi piring dan gelas kotor.
Willona pun hanya menuruti apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya saja. Dia menunggu stev di ruang tamu entah suaminya itu benar akan mengajaknya keluar atau justru tidak.
Willona Anatta
Huh, sepi. Mama belum pulang dan papa keluar untuk menjemput mama, lah gue ditinggal sendiri sama dia. Udah gue canggung nggak ketolong gimana gak canggung gue nikah sama bos sendiri.
Willona Anatta
Gue jadi kangen rumah yang di desa, siapa yang ngurus itu rumah yah. Mau dijual sayang, itu peninggalan nenek satu-satunya.
Willona Anatta
Gue nggak bisa kesana untuk lihat rumah itu, gue harap baik-baik aja.
Willona sontak terkejut mendengar suara tersebut, siapa yanh tidak terkejut dengan suara yang tiba-tiba itu.
Willona Anatta
Ayo kemana mas?
Stev El Bastara
Kamu lupa?
Willona Anatta
Ahhh maaf mas, willona kira tidak jadi.
Stev hanya diam dan keluar menuju garasi dan yang dilakukan willona adalah mengikuti saja jika tidak maka abis sudah dia akan di tatap datar oleh suaminya itu.
Stev pun mengeluarkan motor lamanya yang sudah lama dia tidak pakai. Terakhir kali ia pakai saat kuliah dan setelah lulus ia tidak pernah lagi menggunakannya.
kemudian dia memanaskan motor tersebut. Dan disitu willona hanya memerhatikan saja.
Willona Anatta
Huah motornya keren banget, gue gak pernah naik motor sebagus ini. Mentok-mentok gue naik motor yanh biasa aja itu pun pinjam tetangga (batinnya sambil terbengong).
Stev El Bastara
Pakai (menyerakan helm).
Willona Anatta
Hah? (tersadar).
Willona Anatta
(segera memakai helm yang diberikan stev).
setelah keduanya memakai helm, mereka pun menaiki motor itu dan disitulah jantung willona berdetak dikarenakan jarak tempat duduk motor tersebut sangat minim.
ia tidak permah sedekat ini dengan stev, saat di tempat tidur masih ada sedikit jarak tetapi disini bisa dibilang tidak ada jarak sedikitpun. Dia merasa tidak nyaman takut stev akan terganggu.
Stev El Bastara
( tidak mendengarkan dan langsung melajukan motornya).
Willona Anatta
(terkejut dan langsung berpegangan pada baju stev).
Hanya kata itu yang dapat mendeskripsikan suasa jtu sekarang. Tanpa ada percakapan atau hal yang lainnya.
Willona Anatta
Bisa berhenti sebentar?
Tanpa aba-aba stev langsung memberhentikan motornya.
Willona Anatta
Kenapa berhenti mendadak sih,emang nyebelin banget sih. Mau marah tapi gue gak berani. (batinya kesal).
Stev El Bastara
(melihat willona).
Willona Anatta
Ehmm, saya mau ke toilet sebentar,ehm boleh mas?
Tanpa menjawab stev langsung melajukan motornya dan berhenti di toilet umum.
Dan dengan segera ia masuk kedalam toilet untuk menuntaskan apa yang sedari tadi dia tahan.
Willona Anatta
Udah mas (keluar dari toilet).
Stev El Bastara
Sore ini pulang.
Stev El Bastara
Dan besok jangan telat,jika telat gaji pertama mu bulan ini saya potong.
Willona Anatta
Kenapa dia tiba-tiba bilang begitu, kan gue jadi kaget. Apa dia bilang tadi motong gaji pertama gue? (batinnya).
Tanpa ada percakapan apapun mereka segera melanjutkan tur keliling komplek. Dan mereka kembali kerumah setelah 20 menit kemudian.
Stella De Atmaja
Haihhh kalian sudah pulang ternyata. Gimana will kelilingnya?
Willona Anatta
Seru kok ma, luas juga yah komplek ini juga rame banbet tadi.
Stella De Atmaja
Tapi kalian berdua kecepatan pulangnya,seharusnya lama aja nikmati waktu berdua.
Stev El Bastara
Sore, kami pulang ma.
Stella De Atmaja
Ishh ini anak, kayaknya kamu nggak betah yah tinggal di sini lama-lama.
Stev El Bastara
Besok kerja ma.
Stella De Atmaja
Kerja terus pikiran kamu kayak gak ada yang lain aja.
Stev El Bastara
(masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan sang mama yang mengomel).
Stella De Atmaja
Hah itu anak. (menggelengkan kepalanya).
Stella De Atmaja
Oh yah will, mama denger kamu masih kerja yah dikantor.
Willona Anatta
Iya ma (mengangguk).
Stella De Atmaja
Kenapa masih kerja sayang, kan bisa duduk tenang dirumah saja daripada bekerja.
Willona Anatta
Ahh willona bosen ma kalau dirumah terus,lagian kan willona baru bekerja bulan lalu.
Stella De Atmaja
Haih lagian itu kantor juga punya suamimu will, kamu anteng dirumah aja nggak masalah. Ehh atau kamu mau pantengi suamimu 24 jam yah, kurang yah kalau cuma dirumah.
Willona Anatta
(malu padahal bukan itu alasanya).
Sebastian El Bastara
Sudahlah ma. Kasian tuh mantu kamu mukanya udah merah gara-gara mama godain.
Stella De Atmaja
hahaha, gak papa pa. Lagian lucu kalau mukanya willona merah.
Willona Anatta
Willona permisi yah ma,pa.
Willona pun masuk kedalam kamar untuk menghindari godaan dari mama stella.
Sebastian El Bastara
Kamu ini ada-ada aja (mencubit kecil hidung stella).
Stella De Atmaja
(menyengir kuda).
Comments