Episode 18
Stella De Atmaja
Oke, mari kita makan, mama udah siapin makan malam yang banyak malam ini.
Stella De Atmaja
Ayo willona, stev kita makan.
mereka bertiga pun makan malam dan tak lama ada suara ketukan pintu yang terdengar.
Stella De Atmaja
Gak usah dibuka, paling itu papa mu. Mama males ketemu biarin aja diluar.
Stev El Bastara
Will bukakan pintu.
Stella De Atmaja
Jangan will, nurut apa kata mama yah sayang.
Willona Anatta
Aduh gue jadi bingung harus nurut sama siapa coba, aduh gue bingung (batinya).
Stev El Bastara
Bukakan pintunya, biarkan papa masuk.
Stella De Atmaja
Ihhh stev, jangan sayang nurut sama mama yah.
Stev El Bastara
Mama gak berhak ngatur istri saya.
Stev El Bastara
Saya suaminya dan saya yang berhak ngatur dia.
Stella De Atmaja
Cih main titel sekarang yah, haishh terserah deh.
Stev El Bastara
Bukakan pintunya dan biarkan papa masuk.
Willona Anatta
Tunggu, pak stev tadi gak salah ngomong gitu? Haishh will lo harus sadar diri gak boleh mikir begitu (batinnya).
Willona pun membukakan pintu dan bener saja yang datang adalah sang papa mertua.
Sebastian El Bastara
Nak, mama kamu ada disini?
Willona Anatta
Didalam pa.
Sebastian El Bastara
Hah syukurlah ketemu, papa udah pusing nyari mama kesana kemari.
Willona pun membawa sang papa mertua menuju ruang tamu dan disitu mama stella memasang wajah cemberutnya.
Stella De Atmaja
Ngapain papa kemari?
Sebastian El Bastara
Buat jemput mama pulang dong, sepi dirumah gak ada mama.
Stella De Atmaja
Gak perlu dijemput-jemput, ngapain papa nyariin mama, kan bagus main golf aja sana sekalian gak usah pulang.
Sebastian El Bastara
Ayo dong jangan ngambek gitu. Malu ah sama anak, mantu kita.
Stella De Atmaja
Mama gak perduli.
Stev El Bastara
Duduk, biarkan saja mereka bertengkar nanti juga baikan sendiri.
Sedari tadi willona memperhatikan mama dan papa mertuanya yang seddang bertengkar, kalo dipikir-pikir begitu yah kalo orang yang sudah menikah bertengkar?
Selama ini dirinya dan stev gak pernah sampai adu mulut begitu, dan bisa dibilang tidak akan pernah karena keduanya disibukan dengan urusan masing-masing.
Mereka jarang berkomunikasi, kalau berkomunikasi itupun sekedar dikantor dan juga mengobrol biasa saja.
Sebastian El Bastara
Pulang sama papa yah, janji deh papa gak begitu.
Stella De Atmaja
Gak mau, waktu mama pingin papa dirumah papa malah mentingi main golf nya daripada sama mama.
Sebastian El Bastara
Ayolah, nanti waktu tidur gimana? papa gak bisa tidur kalo gak ada mama.
Stella De Atmaja
Tuh contoh anak kamu, dia gak tidur bareng sama istrinya juga bisa tidur.
Sebastian El Bastara
Ehh stev, rugi bener kamu.
Sebastian El Bastara
Kamu gak tidur bareng willona?
Stella De Atmaja
Tuh anak kamu tuh. Bisa-bisanya tidur pisah kamar.
Sebastian El Bastara
Mana enak tidur gak meluk istri stev.
Stella De Atmaja
Udahkan ,papa pulang aja sendiri. Mama masih mau disini, sampek mama bener-bener gak marah sama papa baru mama pulang.
Sebastian El Bastara
Jangan gitu dong, kejam banget kamu sama papa.
Sebastian El Bastara
Ayolah ma, jangan gitu dong nanti papa gak nyenyak tidurnya.
Stev El Bastara
Kalau kalian kemari cuma bikin keributan,mending pulang.
Stella De Atmaja
Lihat anak papa gak ada akhlaknya.
Sebastian El Bastara
Bener kata stev, kita harus pupang jangan ganggu anak kita sama mantu kita.
Stella De Atmaja
Gak, mama mau tidur disini.
Stella De Atmaja
Sudah, mama sudah selesai makannya. Willona sayang tolong cucikan piringnya yah, nanti mama ajak belanja deh.
Stella De Atmaja
Mama gak mau disini, ada orang yang gak mau mama lihat, tolong yah sayang.
Stella pun meninggalkan meja makan dan juga paoa sebastian yang mengejar mama stella.
Sebastian El Bastara
Ma, ayodong jangan marah terus.
Sebastian El Bastara
Papa minta maaf,mama mau apa biar papa belikan tapi jangan ngambek lagi dong.
Dan begitulah seterusnya papa sebastian masih mengejar dan berusaha membujuk mama stella.
Dan kini kita berpindah pada dua orang yang sudah tidur diranjang yang sama namun posisi mereka masih berjarak.
Stev El Bastara
Tidurlah ini sudah malam, walaupun besok masih hari libur tapi tidurlah.
Willona Anatta
Ehmm iya mas, saya juga mau tidur kok ini.
Willona pun mulai memejamkan sedikit matanya namun matanya langsung terbuka kembali setelah mendengar suara gemuruh petir diluar.
Willona Anatta
Gue mohon jangan sekarang (batinya).
Suara petir yang sangat kuat mulai menyambar di barengi dengan hujan yang sekarang tiba-tiba turun.
Willona yang memang takut dengan suara petir yang kuat dia sedikit trauma dengan petir kuat, kalau hanya petir biasa saja dia tidak apa-apa tapi kalau sudah kuat dia akan mulai takut dan badanya akan bergetar dan akhirnya mulai merapatkan tubuhnya ke tubuh stev dengan badan yang sedikit gemetar.
Stev El Bastara
(terkejut dengan willona yang tiba-tiba merapat ketubuhnya).
Stev El Bastara
Kamu kenapa, heii (mencoba melihat keaadaan willona).
Willona tidak menjawab malah tambah merapatkan tubuhnya yang gemetar kearah stev setelah mendengarkan petir yang menyambar lagi.
Stev El Bastara
Hei, tenang. Jangan panik, tenangkan dirimu.
Stev bingung dirinya harus melakukan apa, dia akhirnya mengerti bahwa willona takut pada petir dan sekarang dia harus memikirkan bagaimana cara menenangkan willona.
Stev El Bastara
Hei tenang, saya disini (mengelus kepala willona dengan lembut).
Entah dapat dorongan darimana stev mulai melakukan hal itu, dia mengelus kepala willona hingga badan willona tidak gemetar lagi dan malah dia merasakan nafas lembut dan teratur yang menerpa tubuhnya.Willona pada akhirnya tertidur setelah dia mulai tenang.
Stev El Bastara
Ternyata dia tertidur.
Stev El Bastara
(memperhatikan wajah tenang willona).
Dan tiba-tiba suara petir mulai terdengar lagi dan willona mengeratkan tubuhnya ke stev.
Stev El Bastara
Shhh, tenanglah.
Stev pada akhirnya membiarkan willona yang berada di dekapanya, dia tidak merasa terganggu dengan apa yang dilakukan willona.
Stev El Bastara
Tidak buruk.
Willona Anatta
Saya minta maaf mas, saya gak sengaja.
Willona Anatta
Sebenernya saya takut petir tapi maaf saya reflek jadinya saya ngelakuin hal yang tidak terduga.
Stev El Bastara
Sudahlah, bersihkan dirimu.
Stev El Bastara
Saya tau itu hanya tindakan reflek yang kamu lakukan karena kamu takut petir.
Stev El Bastara
Bersihkan dirimu, setelah itu saya ingin memkai kamar mandi.
Willona Anatta
Iya mas, sekali lagi maaf mas.
Willona segera membersihkan dirinya juga ingin menetralkan rasa malunya karena tadi malam bisa-bisanya dia meluk stev, nyari mati itu namanya.
Stev El Bastara
Tidak buruk dari yang gue duga.
Stev El Bastara
Cih, apa yang lo pikirkan saat ini stev hah jangan gila.
Stella De Atmaja
Terima kasih anak mama, makasih yah udah mau nganteri mama kemari.
Sebastian El Bastara
Ayolah ma, sampai kapan mama mau marah terus sama papa.
Stella De Atmaja
Gak tau tuh.
Stella De Atmaja
Papa main golf aja lagi sana, masih libur kan nih.
Stella De Atmaja
Oh yah sayang mama kamu dimana? Diruma kan?
Lydia anastasya
Dirumah kok tante, masuk aja mama sama papa di dalam kok.
Sebastian El Bastara
Papa mu dimana lyd?
Lydia anastasya
Di tempat kolam ikan om lagi ngasih makan ikan kesayangannya.
Sebastian El Bastara
Oh yasudah om kesana, mah curhat sama papa kamu.
Lydia anastasya
Kenapa papa lo stev?
Lydia anastasya
Tumben lo mau kemari tapi gak papa, karena lo kemari bawa willona.
Lydia anastasya
Ayo will, kita ketaman minum teh atau apa.
Lydia anastasya
Alah, stev ayo ikut.
Lydia anastasya
Jangan pulang pokoknya, jarang dan sangat langkah lo mau kerumah gue.
Mereka bertiga pun duduk-duduk di taman dengan lydia dan willona sedang mengobrol dan stev yang disibukan dengan kerjaanya seperti biasa.
Lydia anastasya
Laki lo kayaknya tanpa kerja hidupnya kurang kayaknya.
Willona Anatta
Biarkan saja lyd, mas stev memang banyak kerjaan.
Lydia anastasya
Sok sibuk dia itu will bukan banyak kerjaan.
Lydia anastasya
Oh yah lo bisa nyetir gak will?
Willona Anatta
(menggeleng).
Willona Anatta
Gue gak bisa bawa mobil.
Lydia anastasya
Oh iyakah, gue kira lo bisa bawanya.
Lydia anastasya
Kenapa gak minta ajarin sama stev? Mobil dia banyak percuma gak dipake kan bisa dipake sama lo.
Lydia anastasya
Hehehe kayaknya gue ada cara nih.
Willona Anatta
Lyd janga macam- macam ya lo, atau-
Lydia anastasya
Stev, willona minta lo ngajari dia buat nyetir mobil.
Stev El Bastara
(mengangkat alisnya sebelah).
Stev El Bastara
Kenapa tiba-tiba?
Lydia anastasya
Nih istri lo gak bisa nyetir mobil jadinya dia mau belajar kan gue gak ahli buat ngajari jadinya dia minta lo yang ajarin dia.
Lydia anastasya
Kan lo bisa tuh ngajarin orang nyetir contohnya gue yang lo ajarin walaupun lo agak serem ngajarinya.
Willona Anatta
Lydia gue gak ada bilamg gitu yah (bisiknya).
Lydia anastasya
Hari ini juga bisa kata willona.
Lydia anastasya
Yakan will.
Willona Anatta
Hah!? apa!?
Dan sekarang lah, willona harus bersama stev untuk belajar mengemudi. Sungguh sangat sialan sekali lydia bisa-bisanya dia buat dirinya harus terjebak dengan keadaan ini sekarang.
Willona Anatta
Nanti kalo nabrak gimana mas?
Stev El Bastara
Tidak akan, mobilnya aja belum kamu majuin.
Stev El Bastara
majukan mobilnya sekarang, pelan-pelan aja.
Willona mulai memajukan mobilnya perlahan dan mendengarkan arahan dari stev dengan teliti dan pada akhirnya dirinya bisa mengemudi walaupun tadi masih ada kesalahan dan juga masih kaku.
Stev El Bastara
Bagus, sudah saya duga kamu cepat tanggap.
Willona Anatta
Eh, saya bisa mas. Omaygat lagi gak mimpi kan ini? Saya bisa mas.
Stev El Bastara
Hmm, kamu bisa.
Dan willona mulai menikmati masa belajar mengemudinya ini berkat stev dia akhirnya sedikit pandai membawa mobil.
Stev El Bastara
Injak remnya.
Willona pun menginjak remnya secara spontan mesti dia agak kebingungan akhirnya dia dapat menginjak remnya, hah dia pasti sekarang kepalanya terkena stir mobil tapi tunggu kok tidak sakit?
Willona membuka matanya dan dilihat tangan stev yang sudah melindungi dahinya agar tidak terantuk stir mobil.
Willona Anatta
Mas (melihat kearah stev).
Yang willona lihat adalah wajah stev yang sudah memerah entah kenapa apa jangan-jangan karena mobil yang hampir menabrak mereka berdua.
Stev El Bastara
Gak ada yang luka kan?
Willona Anatta
Ah, gak ada mas.
Willona Anatta
Mas gak ada yang luka juga kan, maaf tadi saya spontan nginjak remnya.
Stev El Bastara
Baj*ngan sialan itu (keluar dari mobil).
Willona terkejut dengan kata yang dikeluarkan stev, dirinya tidak pernah mendengar sama sekali kata kasar keluar dari mulut stev.
Dia ikut keluar karena saat ini stev sedang berbicara dengan pemilik mobil yang tadi hampir menabraknya.
Setelah berdebat panjang akhirnya masalah terselesaikan, sang penabrak pun meminta maaf kepada mereka berdua dan dirinya juga tidak ingin berurusan dengan keluarga baskara.
Willona Anatta
Mas udah yah, tenang mas, jangan emosi. Wajah mas sampek merah begitu.
Sebenernya willona juga takut sekarang kepada stev karena stev tadinya sangat brutal sekali.
Willona Anatta
Tenang ya mas (mengelus wajah stev).
Willona Anatta
Jangan emosi lagi, masalahnya sudah selesai kan. Jadi tenangkan diri mas.
Stev El Bastara
(mengangguk).
Stev El Bastara
Hari ini selesai disini saja, lanjutkan di hari lain.
Stev El Bastara
Kita pulang, saya yang bawa mobil.
Mereka berdua pun pulang menuju apartemen mereka.
Willona Anatta
Gue gak nyangka mas bisa begitu, dari awal gue udah terkejut dengan apa yang dia lakuin. Dari tadi malam yang dia nenangi gue saat gue takut petir dan juga dirinya yang tiba-tiba mau mengajari gue nyetir padahal hal itu gak perlu kalau bukan lydia yang sangat pandainya buat gue di keaadaan sekarang (batinya).
Willona Anatta
Dan dia juga refleks ngelindungi gue, dan juga marah-marah karena ada mobil yang hampir nabrak tadi, selama 4 bulan ini tanpa disangka ada sedikit perubahan dari mas stev (batinya).
Willona Anatta
Kenapa? Pada akhirnya gue gak bisa bohong sama perasaaan gue sendiri, sangat bohong jika gue gak tertarik sama pak stev (batinya).
Willona Anatta
Kenapa pada akhirnya gue harus tertarik sama pak stev, kenapa? Kenapa will pada akhirnya perasaan lo akan berakhir dengan mengenaskan (batinya).
Comments