Episode 13
Setelah pengumuman rapat dadakan diumumkan beberapa karyawan dari beberapa devisi hadir di dalam ruang rapat yang dimana bos mereka sudah ada disana.
Nayana Leandra
Semuanya sudah berkumpul, dan saat ini kita akan melakukan rapat dadakan atas perintah pak stev.
Stev El Bastara
Saya menyuruh kalian disini karena kita mendapatkan proyek besar.
Stev El Bastara
Dan dimana ada beberapa tugas yang harus kalian selesaikan, dan saya tunggu sampai malam ini juga.
Stev El Bastara
Kalian tenang saja, jika pekerjaan kalian bagus saya akan memberikan bonus.
Stev pun membicarakan masalah proyek tersebut pada karyawan yang hadir diruang rapat, seperti biasa dengan membawaan tegas dan nada yang datar seperti itulah dirinya.
Dan setelah 20 menit kemudian rapat selesai dan para karyawan lainnya bubar.
Stev El Bastara
Sekretaris naya, kamu tinggal.
Karyawan lainnya mulai berbisik-bisik.
"enak banget yah jadi sekretaris naya, kerjaanya deket pak stev mulu"
"Iri deh sama sekretaris naya, dia itu udah cantik,pinter,ramah terus baik lagi"
"mereka serasi yah kalau di lihat-lihat, denger-denger sekretaris naya dari keluarga yang lumayan loh"
"Andai kerjaan gue jadi sekretaris pak stev, puas banget gue mandangi wajahnya tiap hari hahaha"
Seperti itulah percakapan mereka setelah melihat nayana dan stev.
Willona Anatta
(melihat ke arah mereka berdua).
Yah, willona mendengarnya dia juga ikut dalam rapat itu. Dab sekarang dia mendengar bisik-bisik karyawan yang sedang membicarakan stev dan nayana.
Willona Anatta
Apa yang sedang lo pikirin sih will? (tanyanya pada dirinya sendiri)
Willona Anatta
Sudah lebih baik lo kerjain kerjaan lo sekarang juga, kalau tidak lo bisa lembur.
19.30 sekarang waktu tersebut yang sedang ditunjukan jam, namun ada yang masih disibukan dengan pekerjaannya.
Willona Anatta
Haishh, seharusnya gue udah pulang dari tadi. Kalau bukan karena mbak yati lagi urgent gue gak bakal mau ngerjain ini.
Willona Anatta
Mana udah malam lagi, setengah jam lagi pak stev bakal pulang. Gue harus selesain ini secepatnya dan segera pulang.
Willona harus mengerjakan pekerjaan temannya yang bernama mbak yanti dimana dia harus segera pulang karena anaknya masuk rumah sakit dan suaminya sedang dinas keluar kota. Dan sekarang willona harus terjebak di kantor yang saat ini sudah kosong dan hanya tinggal dirinya yang tersisa.
Saat ini willona sedang fokus dalam mengerjakan laporan yang nantinya akan dilaporkan kepada stev hari ini juga dan dengan waktu yang tersisa dia harus segera menyelsaikannya.
Dan tanpa tersadar pintu ruangannya terbuka dan menampilkan sesosok pria yang tidak lain adalah stev.
Stev El Bastara
Kenapa kamu masih disini?
Willona Anatta
Ehh, pak stev (memberi salam).
Stev El Bastara
Kenapa kamu masih disini? Bukanya seharusnya kamu sudah pulang.
Willona Anatta
Ohh, ini pak saya sedang mengerjakan laporan yang barus diserahkan kepada bapak hari ini.
Stev El Bastara
Sepertinya itu bukan tugasmu, dimana orang yang bertanggung jawab untuk tugas itu.
Stev El Bastara
Dan juga seharusnya laporan itu sudah ditangan saya dua jam yang lalu.
Stev bertanya dengan tegas, dia tidak suka ada karyawan yang mengerjakan tugas yang bukan miliknya sendiri karena itu bukan adalah sikap tanggung jawab yang seharusnya mereka tunjukan.
Willona Anatta
Mampus gue (bantinya).
Stev El Bastara
Jawab saya, sekarang juga.
Willona Anatta
Ahh, itu pak, mbak yanti tadi ada urgent anaknya masuk rumah sakit dan suaminya tidak ada dirumah karena sedang dinas di luar kota pak.
Willona Anatta
Jadinya saya yang mengerjakan laporannya pak.
Stev El Bastara
Kenapa tidak ada laporan ke saya?
Willona Anatta
Saya kurang tau tentang hal itu pak, saya minta maaf.
Stev El Bastara
Cepat selesaikan itu, saya tunggu.
Stev kembali keruangan nya dan willona pun segera menyelesaikan laporan itu secepat mungkin.
Dan beberapa menit kemudian laporan itu akhirnya selesai.
Willona Anatta
Rasanya pinggang gue encok, astaga capek banget.
Willona Anatta
Sekarang tinggal antar ke ruangan pak stev.
Willona pun menuju ruangan stev ia mengetuk pintu sebelum masuk dan setelah mendapatkan izin dia kemudian masuk.
Willona Anatta
Maaf atas keterlambatan dalam menyerahkan laporan ini pak.
Stev El Bastara
Besok, suruh teman kamu yanh seharusnya mengerjakan laporan itu menghadap saya.
Willona pun segera meletak laporan itu di meja stev, dan setelah itu dia keluar dari ruangan stev, tapi sebelum pulang langkahnya terhenti.
Willona membalikan badannya dan mendekat ke meja stev kembali.
Willona Anatta
Ya pak, ada apa. Bapak perlu sesuatu?
Stev El Bastara
Tidak ada.
Stev El Bastara
Duduk disitu.
Stev menyuruh willona duduk di sofa ruangan kerjanya.
Willona Anatta
Maaf pak tapi-
Stev El Bastara
Pulang dengan saya.
Willona Anatta
Ehh, baik pak.
Willona lebih memilih menurut daripada mendapatkan tatapan datar dari stev, tatapan itu sangat willona benci bukanya apa dia sangat takut dengan tatapan yang datar itu dirinya rasa dia akan mati di tempat saat melihat tatapan itu.
Dan juga malam ini pasti akan susah mencari kendaraan umum karena sudah malam apalagi kalau memesan taksi online bisa lama dia akan pulang karena menunggu taksi yang begitu sangat lama.
Willona Anatta
(menatap stev yang serius memeriksa berkas-berkas).
Willona Anatta
Baru pertama kali gue lihat pak stev seserius itu selama gue kerja disini baru kali ini gue bisa lihat, jadi begitu wajah seriusnya kalau bekerja diruangannya (batinya).
Willona Anatta
Ternyata begini ya dalam ruanganya. Setiap gue masuk gue gak selalu merhatiin. Aduh mana perut gue udah mulai laper nih (batinya).
Willona Anatta
Ehmm (mendongak keatas).
Willona terkejut kerena tiba-tiba stev ada dihadapanya.
Willona Anatta
Bapak sudah selesai?
Stev El Bastara
Kamu tidak bisa melihat?
Willona Anatta
Salah ngomong lo will, kalau gak basa basi gitu gue mau nanya apa. Mana jawabanya sangat sarkas sekali huhuhu takut banget gue (batinya).
Stev pun berjalan keluar dan segera willona mengikutinya daripada dia akan terkena ucapan pedas dari stev.
Sebelum keluar dia segera mengambil tas yang masih ada di dalam ruangannya.
Dan selama perjalanan mereka berdua hanya diam seperti biasanya. Dan tak lama willona terkejut karena jalanan yang ia lalui saat ini bukan jalan menuju rumah.
Willona Anatta
Kita mau kemana pak?
Stev El Bastara
Restaurant.
Willona Anatta
Kenapa ke restaurant pak? Kenapa tidak pulang?
Stev El Bastara
Makan malam.
Stev El Bastara
Jam kerja sudah selesai, saya bukan atasan kamu sekarang.
Willona Anatta
Ahh, maaf mas.
Setelah menempuh perjalanan mereka pun akhirnya sampai di sebuah restaurant, sebelum keluar mereka menggunakan masker untuk menutupi wajah mereka agar orang-orang tidak mengetahui kalau saat ini ada bagian dari keluarga bastara di area ini.
Dan tentu saja restaurant itu menyediakan ruang makan privat.
Willona Anatta
Baru pertama kali ini gue makan di restaurant semewah ini, pasti mahal. Gue sebenernya ingin nolak makan disini tapi itu gak mungkin, pasti tatapan maut pak stev bakal keluar lagi (batinya).
Willona pun sedari tadi memandangi interior restaurant yang sangat megah dan juga indah. Dia sangat ingin memfoto suasana sekarang tapi itu tidak mungkin karena dia malu karena pasti itu sangat norak sekali.
Mereka berdua pun menikmati makan malam yang saat ini sudah terhidangkan di hadapan mereka.
Willona sangat terkagum dengan rasanya, benar-benar sangat lezat sungguh ini baru pertama kalinya willona makan makanan seenak ini.
Willona Anatta
Enak banget sumpah, gak pernah seumur hidup gue makan makanan seenak ini. Memang beda yah selera makanan orang kaya, gue mah buat jajan diluar aja harus mikir dua kali (batinya).
Willona Anatta
Pasti harganya mahal banget, kalau gue tau billnya pasti gue bisa mati di tempat karena lihat harga yang fantastis (batinya).
Setelah menyantap makan malam mereka pun segera pulang karena mengingat hari akan semakin malam dan besok mereka harus bekerja kembali.
Dan tidak lupa memakai maskernya kembali.
Willona Anatta
Kenapa pake patah segala sih nih hak sepatu, mana gue gak bawa cadangan lagi.
Heels yang ia kenakan saat ini hak nya patah sebelah dan saat ini dia tidak membawa cadangan untuk mengganti heels nya yang patah ini.
Willona Anatta
Haishh willona, jadinya gimana ini? (memegangi heelsnya yang patah).
Stev El Bastara
(melihat ke belakangnya).
Stev berjalan kembali ke arah belakangnya dan saat ini yang dilihatnya adalah willona yang masih berdiri disana.
Willona Anatta
Maaf mas, hak heels saya patah (menunduk).
Stev El Bastara
(melihat ke arah heels yang willona pegang).
Willona Anatta
Saya gak punya cadangan buat gantinya mas (masih dalam posisinya).
Dan tak lama willona terkejut.
Bagaimana dia terkejut, stev tiba-tiba menggendongnya tanpa aba-aba wajahnya saat ini sangat syok dan juga malu. Demi apa stev menggendongnya dan saat ini dia sedang tidak tidur, pertama kali stev menggendongnya saat ia tidak sengaja tertidur tapi saat ini dia masih seratus persen sadar.
Willona Anatta
Ma- mas. Turuni saya (ucap terbata-bata).
Willona Anatta
Saya bisa beli sandal untuk gantinya, mas bisa turuni saya (ucapnya dengan nada yang sama dan sekarang ia mulai merasa malu).
Stev El Bastara
Buang waktu.
Stev berjalan sambil menggendong willona dan willona segera berpegangan pada stev agar tidak jatuh, satu tanganya melingkar di leher stev dan yang satunya masih memegang heelsnya yang patah.
Willona Anatta
Maaf mas (ucapnya sambil menundukan wajahnya).
Stev El Bastara
(Tidak menggubris sedikit pun).
Willona Anatta
Sungguh, gue malu ya tuhan. Mau diletak dimana wajah gue ini, gue gak espek pak stev bakal gendong gue. Bisa aja kan dia nyuruh gue nyeker masuk mobil ini malah tiba-tiba gendong gue siapa yang gak syok dengan sikapnya yang tiba-tiba ini.
Willona Anatta
Gue bener-bener syok, pak stev beneran gendong gue? Ini seperti kejadian yang sangat-sangat gak nyata bagi gue, kayaknya gue lagi halusinasi tapi ini bukan halusinasi will (batinya sambil melirik sedikit ke wajah stev yang saat ini sangat serius).
Stev El Bastara
Buang itu!!
Stev berhenti pada sebuah tempat sampah dan menyuruh willona membuang heels yang sudah rusak itu, dan willona pun segera membuang heels nya yang sudah rusak itu.
Dan stev melanjutkan langkahnya menuju mobilnya dan mobil itu melaju menuju apartemen mereka.
Willona Anatta
Padahal itu salah satu heels yang gue suka dan harganya lumayan nguras kantong (ucapnya lirih).
Comments