Episode 8
Ketiganya menjadi sangat dekat, terlebih lagi willona yang sudah akrab dengan lydia. Dan juga sih yara yang sudah berhenti mengoceh dan memilih menyerah untuk bertanya kepada willona.
Mereka berdua hanya menjawab nanti aja, nanti bakalan tau kok, itulah jawaban yang selalu di dapatkan yara ketika dia terus bertanya.
Yara kallara
Ehh tungguin gue yah sebentar, gue kebelet pingin ke toilet.
Lydia anastasya
Buruan balik yah, 10 menit lo gak balik bakalan gue tinggal.
Yara kallara
Iya deh, gak lama kok gue.
Yara pun berjalan menuju toilet.
Lydia anastasya
Ohh yah will, gimana perkembangan hubungan lo sama stev?
Willona Anatta
Gimana yah bilangnya, gue gak tau harus jawab gimana.
Lydia anastasya
Dia masih datar yah? Bicaranya terlalu singkat dan moodnya susah di tebak?
Willona Anatta
(terkejut dengan pernyataan lydia).
Lydia anastasya
Jangan kaget gitu lah will, gue sama stev udah kenal lama, dan yah walau gak terlalu deket, tapi gue tau dia gimana.
Willona Anatta
Yah, memang pak stev begitu. Wajar aja gak sih karena yang di nikahinya itu karyawannya sendiri dan yah gue tau kalau gue gak terlalu pantas buat pas stev.
Willona Anatta
Gue sadar, gue orang desa yang merantau ke kota dan orang tua gue keduanya udah meninggal dan juga belum lama nenek juga udah gak ada disamping gue dan yah saat ini gak ada siapa-siapa di samping gue, gue sendiri.
Willona Anatta
Gue nerima semua ini karena tante stella yang ingin gue nikah sama pak stev walaupun berulang kali gue tolak dan pada akhirnya gue terima karena tante stella berniat mencoba bunuh diri.
Lydia anastasya
Heii, jangan bicara begitu dong.
Lydia anastasya
Kamu pantes kok, kamu cantik, baik, juga pintar. Kalau lo gak pintar mana mungkin lo keterima kerja di kantor stev.
Lydia anastasya
Coba akrab aja dengan stev, nanti lama-lama dia gak bakal begitu kok.
Willona Anatta
Gue takut lyd.
Willona Anatta
Karena dari yang gue denger dan yang gue lihat, pak stev memang begitu. Sifatnya sama seperti yang di kantor begitupun di rumah.
Lydia anastasya
Coba aja pelan-pelan will, masa kalian mau gitu-gitu aja.
Willona Anatta
Tapi kan lyd, gue ini orang asing dan pasti pak stev punya orang yang dia suka sendiri.
Willona Anatta
Gue sadar posisi gue saat ini lyd.
Lydia anastasya
Dia gak pernah pacaran will.
Willona Anatta
Tapi gak mungkin dia gak punya orang yanh dia suka lyd, mustahil seorang yang sesempurna itu mau sama gue yang beginu.
Lydia anastasya
Jangan berfikir begitu will, okelah kalau begitu begini aja. Selama lo masih bareng sama stev coba aja interaksi sama dirinya.
Lydia anastasya
Kalian gak mungkin begini terus kan, yahh walaupun kalian baru menjalani beberapa hari menikah tapi gue mohon coba aja yah deket sama stev.
Willona Anatta
Gue bakal coba, tapi gue rasa gue gak bakal bisa, gue masih segan sama pak stev, karena bagaimanapun juga dia atasan gue dikantor juga.
Willona Anatta
Dan juga kami adalah orang asing yang terikat karena perjodohan lyd, tapi gue akan coba walaupun gue tau hasilnya bagaimana.
Lydia anastasya
Nahh bagus, ini yang gue suka.
Lydia anastasya
Oh yah jangan lupa hubungi stev, kita gak boleh pulang terlalu malam kan. Punya nomornya kan will?
Willona Anatta
Punya kok, tadi gue minta sama pak stev walaupun gue sedikit takut untuk mintanya.
Lydia anastasya
Yaampun will.
Lydia anastasya
Telepon dulu dan kirim lokasi lo.
Willona Anatta
Gue coba kirim pesan aja, gue takut kalau langsunh telepon.
Lydia anastasya
Yaudah chat aja dulu.
Willona pun mengirimkan pesan kepada stev dan hanya dilihat aja oleh stev.
Lydia anastasya
Udah dibalas?
Willona Anatta
Hanya dilihat.
Lydia anastasya
Its okay, lo tunggu aja. Dia bakal jemput kok, dia bukan ciri-ciri orang ingkar dalam ucapanya.
Lydia anastasya
Percaya deh sama gue, ayo kita tunggu di depan.
Lydia anastasya
Sih yara mana sih, tuh orang di toilet lagi tidur atau gimana.
Yara kallara
Hehehe sorry yah gue lama.
Lydia anastasya
Rencana mau gue tinggal lo.
Lydia anastasya
Yaudah ayok kita tunggu di area parkiran.
Yara kallara
Kenapa nunggu? Mau nunggu siapa?
Lydia anastasya
Yaelah nih bocah udah pikun aja, yah nungguin suami willona jemput lah, masa kita tinggal willona sendirian ntar yang ada dia diculik lagi.
Yara kallara
Ohh iya, gue lupa.
Yara kallara
Ayo kita tunggu diluar, gue udah penasaran setengah mampus (menggeret willona keluar).
Lydia anastasya
Ehhh, main tinggal-tinggal aja, tungguin gue kali.
Yara kallara
Dimana will, lama banget sih.
Willona Anatta
Kalo lo gak sabaran yaudah gak usah nungguin gue yar.
Yara kallara
Tapi gue penasaran kali will, lo mah tinggal sebut namanya siapa sama kasih fotonya aja susah banget.
Yara kallara
Mana pake acara nunggu-nunggu segala lagi.
Yara kallara
Dan lo lagi tukang kompor, kan jadinya gue harus nunggu kan buat tuntasin rasa penasaran gue (menunjuk lydia).
Lydia anastasya
Alahh, tetep di tungguin juga kan.
Yara kallara
Ck, lk berdua emang gak asik sih.
Dan tak lama kemudia mobil hitam berhenti tak jauh dari arah mereka dan yang willona duga adalah mobil stev.
Lydia anastasya
Tuh, udah di jemput samperin deh will.
Yara kallara
Will, lo gak bener-bener nikah sama om om pedo kan.
Yara kallara
Yang lo nikahi nanti sepupu lydia yang umurnya udah tua banget.
Willona Anatta
Ehh ya kagak kali, mass gue nikah sama om om pedo.
Dan tidak lama orang yang di dalam mobil keluar, dan menampakan batang hidung nya.
Willona Anatta
Lyd, gue duluan yah. Yar, duluan yah.
Lydia anastasya
Iya hati-hati yah will.
Yara kallara
(Terbengong).
Lydia anastasya
STEV, PELAN-PELAN BAWA MOBILNYA YAH, AWAS KALO LECET!!
Willona pun segera menghampiri stev yang sudah menjemputnya, dia tidak ingin berlama-lama dikarenakan ia takut stev akan merasa bosan jika menunggunya terlalu lama.
Stev pun masuk kedalam mobil di susul oleh willona.
Mobil itu pun berjalan di hadapan lydia dan yara.
Lydia anastasya
Ehh yar, tutup tuh mulut jangan menganga kayak gitu deh.
Yara kallara
Gue syok kali, itu beneran? Dia sama si-
Lydia anastasya
Udahlah ayo kita pulang (menyeret yara yang masih syok).
20 menit pun berlalu, dan mobil itu sudah masuk ke area parkiran apartemen.
Stev El Bastara
(melihat willona).
Willona Anatta
(tertidur).
Stev El Bastara
(menggoyangkan tubuh willona pelan).
Willona Anatta
(tak kunjung bangun).
Dan pada akhirnya stev pun menggendong willona masuk ke dalam dan meletakannya di dalam kamarnya.
Stev El Bastara
(memandangi wajah tertidur willona).
Stev pun melihat secara teliti wajah willona yang sedang tertidur dan entah apa yang dipikirkannya saat melihat wajah tersebut.
Comments