Episode 10
Saat ini willona sedang meminta maaf kepada stev karena dia menghabiskan uang yang cukup banyak untuk membeli barang-barang yang menurutnya tidak diperlukan.
Willona Anatta
Mas, maaf saya gak bermaksud buat pakai uang di kartu yang mas kasih.
Willona Anatta
Nanti saya ganti uang yang saya pakai mas.
Willona Anatta
Saya minta maaf karena saya pakai untuk barang yang seharusnya gak saya butuhkan.
Stev El Bastara
Tidak perlu.
Stev El Bastara
Saya tidak suka mengulang perkataan saya.
Stev El Bastara
Mau kamu pakai ratusan juta pun saya tidak peduli.
Stev El Bastara
Sudah jelas dengan perkataan saya ini bukan.
Willona Anatta
Dengar mas, saya minta maaf.
Stev pun berjalan menuju kamarnya namun benang bajunya tersangkut di lengan kancing baju willona.
Willona pun mencoba melepaskan benang yang tersangkut itu, kalau ia tarik nanti baju stev bisa rusak dan jalan satu-satunya adalah dia menggigit benang itu hingga terlepas.
Willona Anatta
Nah, sudah.
Willona Anatta
Saya permisi yah mas.
Willona pun meninggalkan stev yang hanya terdiam dan hanya memandangi kepergian willona.
Stev El Bastara
(melihat benang baju yang digigit willona).
Dan tanggal merah akhirnya tiba
Willona Anatta
Akhirnya tanggal merah tiba.
Willona Anatta
Huh bisa istirahat sementara gue, setelah dipusingkan ini itu.
Willona Anatta
Gue cek dulu deh bahan-bahan dapur masih ada atau nggak.
Willona pun mengecek bahan-bahan di dapur dan mencatat keperluan yang harus di beli.
Willona Anatta
Lumayan banyak juga bahan yang udah habis, kayaknya gue harus belanja hari ini mumpung hari ini libur.
Willona Anatta
Ganti baju dulu deh gue.
Willona pun mengganti bajunya.
Willona Anatta
Oke, list barang sudah semua dan sekarang tinggal pesan taksi online.
Willona Anatta
Dan bagian paling terpenting harus izin dulu.
Willona pun menuju ruang kerja stev, lihat lah pria satu ini bahkan di hari libur pun hidupnya tidak jauh-jauh dari pekerjaan.
Pintu yang di ketuk willona akhirnya terbuka.
Willona Anatta
Mas, saya izin keluar yah. Bahan-bahan dapur banyak yang habis jadi saya izin keluar untuk belanja.
Stev El Bastara
Pergi dengan saya.
Willona Anatta
Eh, gak perlu mas. Saya bisa sendiri kok lagian juga mas lagi sibuk kan, saya gak mau ganggu mas. Saya udah pesan taksi online kok.
Stev El Bastara
Tunggu disini.
Stev pun masuk menuju kamarnya tetapi tidak lama kemudian dia keluar dengan setelan santai.
Willona Anatta
Sumpah, kalau pakai pakaian kayak gini pak stev jadi kayak anak remaja yang masik jadi maba, beda banget sama tampilan kantornya (batinya).
Willona Anatta
Ini gak papa mas? Nanti ada orang yang lihat mas bareng saya gimana?
Willona Anatta
Bukannya saya apa mas, karena kan orang-orang gak tau kalau mas sudah nikah. Takutnya mas gak nyaman karena hal itu.
Willona Anatta
maaf kalau saya banyak bicara.
Stev El Bastara
Pakai masker.
Setelah mengatakan itu stev pun langsung keluar untuk mengambil mobilnya.
Willona Anatta
Kok gue gak kepikiran ya, aduh bodohnya (sambil menepuk kepalanya).
Willona Anatta
Tapi kan gue ngomong begini karena takut reputasinya pak stev juga, haih sudahlah sekarang batalin duli pesanan taksi online nya.
Willona pun akhirnya keluar sambil menggerutu merutuki kebodohannya
Dan tentu selama perjalanan mereka hanya diam membisu saja tidak ada percakapan sedikit pun.
Dan setelah menempuh jarak dari apartemen ke mall akhirnya mereka berdua sampai.
Sebelum turun mereka berdua memakai masker dan setelah memakai masker mereka berdua mulai belanja kebutuhan dapur.
Willona Anatta
Mas ada sesuatu yang mau dibeli?
Stev El Bastara
Lanjutkan saja, setelah selesai ini.
Willona pun kembali melanjutkan belanja kebutuhan yang habis.
Willona Anatta
Itu tinggi banget (melihat barang yang diatas).
Willona Anatta
Gue mana sampai kalau setinggi itu, udah gue pendek.
Pada akhirnya willona mencoba menjijitkan kakinya dan mencoba meraih barang tersebut namun ada tangan yang meraih barang tersebut.
Willona Anatta
(mendongak ke atas).
Willona Anatta
(pandanganya terkunci).
Dan ternyata orang tersebut adalah stev, dan saat ini stev menundukan kepalanya dan posisi saat ini adalah mereka berdua saling bertatapan.
Willona Anatta
Ehh maaf mas (mulai tersadar).
Stev El Bastara
Kalau tidak sampai, bilang.
Willona pun malu, dia tertangkap basah tidak sampai menggapai barang dan parahnya dia lagi berjinjit berusaha meraih barang tersebut walaupun tidak bakal sampai.
Stev El Bastara
Butuh berapa?
Willona Anatta
5 mas (jawabnya sambil menahan malu).
Stev pun mengambil sesuai yang disebutkan willona dan meletakannya ke troli.
Willona Anatta
Sudah mas, hanya tinggal bayar.
Mereka berdua pun akhirnya menuju ke kasir dan membayar barang-barang yang di beli.
Willona Anatta
(mengeluarkan kartu di dompet).
Stev El Bastara
Tidak usah.
Stev El Bastara
(mengeluarkan kartu dari dompetnya dan membayar barang belanjaan tersebut).
Willona Anatta
Tapi mas, kartu yang mas kasih buat perlengkapan rumah sama saya.
Stev El Bastara
Pakai itu kalau kamu pergi sendiri.
Willona tidak menjawab lagi karena pada akhirnya stev akan mengatakan kata-kata yang sarkas, dan dia cukup mengerti arti kata tersebut jika dirinya keluar dengan stev, stev lah yang akan bayar jika ia keluar sendiri barulah ia gunakan kartu yang diberikan oleh stev.
Stev El Bastara
Antar ke alamat ini (berbicara pada kasir setelah membayar).
Setelah itu mereka berdua keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.
Willona Anatta
Jadi beli barang yang ingin mas beli?
Willona Anatta
Bukanya mas ingin beli sesuatu.
Stev El Bastara
Tidak jadi.
Willona Anatta
(Mengangguk saja).
Saat berjalan tiba-tiba suara perut willona berbunyi.
Willona Anatta
Aduh, malu banget gue. Ehh perut kenapa bunyi disaat-saat kayak gini sih (batinya).
Stev El Bastara
(melihat ke arah willona).
Willona Anatta
(malu saat di tatap).
Stev El Bastara
(melihat jam di tangannya).
Willona Anatta
Mau kemana mas?
Stev El Bastara
Makan siang.
Willona pun hanya mengikut saja kemana stev pergi, dia tidak menduga kalau dia sudah terlalu lama di luar hingga jam sudah menunjukan jam makan siang pantas saja perutnya bebunyi sungguh malu sekali dirinya mana kuat lagi bunyinya.
Mereka berdua pun makan siang di restaurant yang memiliki tempat makan privasi, yah dikarenakan stev adalah orang yang cukup terkenal apalagi bagi kaum hawa, kalau orang-orang melihat stev bareng dengan seorang gadis asing apa dirinya tidak masuk top berita nantinya.
Setelah memesan mereka pun menunggu sembari disibukan dengan kegiatan masing-masing, ya seperti biasa tidak ada topik pembicaraan apapun.
Willona Anatta
(menatap stev).
Stev El Bastara
(sibuk dengan ponselnya).
Willona Anatta
Walaupun pak stev ini orangnya datar,terus mood nya berubah ubah tapi dia orangnya baik. Gue jadi penasaran apa tanggapan dia tentang gue, tentang seorang cewek yang dia gak kenal dan tiba-tiba dia nikahi (batinya).
Willona Anatta
Yang notabenya gue ini bawahan dia di kantor, memang selama dirumah dia gak pernah marah-marah atau kasar hanya saja dia berbicara singkat dan datar. Walaupun dikantor dia akan berubah jadi atasan yang super duper nyebelin tapi itu karena sifatnya yang perfeksionis (batinya)
Willona Anatta
Dia memang tampan, siapa yang tidak tahu itu. Dari pertama interview juga gue langsung terpana dengan wajah tampannya itu, apa dia gak punya orang yang dia suka? Gue sadar diri aja gue dan pak stev itu bagai langit dan bumi, gue hanya tinggal tunggu waktu dimana gue akan di depak dalam hidupnya orang kaya pasti punya rasa bosan bukan? (batinya).
Willona Anatta
Kalaupun dia mau cerai sama gue, gue gak masalah karena dari awal memang gue sudah tau akhirnya bagaimana. Apalagi mbak naya yang suka sama pak stev, gue harus bagaimana ( batinnya).
Stev El Bastara
Willona Anatta!!
Stev El Bastara
Ini bukan di kantor.
Willona Anatta
Maaf mas, saya spontan.
Stev El Bastara
Saya sudah panggil berulang kali, telinga kamu masih berfungsi bukan ? (tanyanya dengan datar).
Willona Anatta
Ahh maaf mas, saya gak dengar tadi mas manggil.
Stev El Bastara
Saya minta kirim file tugas yang kamu kerjakan semalam. Ada kamu simpan di handphone kamu kan.
Willona Anatta
Ahh iya mas, sebentar saya kirim (mengirim filenya).
Willona Anatta
Haishh willona makanya fokus jangan bengong aja, untung ini di luar kantor kalau di dalam kantor apa tidak panjang lebar pak stev bakal marah. Tapi ini kedua kalinya pak stev manggil nama gue yang pertama saat interview kerja dan ini kedua kalinya (batinya).
Comments