Episode 2
Malam pin tiba,suasana hening malam dengan bulan dan bintang sebagai teman di waktu malam.
Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang tamu.
Stella De Atmaja
Bagaimana will,hubungan kamu dengan stev? Baik-baik saja kan sayang?
Willona Anatta
Baik-baik saja kok ma. Mama tenang aja.
Stella De Atmaja
Makasih yah sayang, dan juga mama minta maaf yah atas permintaan mama yang terkesan egois buat maksa kamu nikah sama stev (merasa bersalah).
Willona Anatta
Ehh, gak papa ma. Willona baik-baik aja kok sama mas stev. Jangan merasa bersalah begitu jadinya willona juga gak enak sama mama.
Willona Anatta
Kalaupun bukan karena mama,willona mungkin udah kesusahan dari dulu.
Willona Anatta
Seharusnya willona yang makasih sama mama,karena udah bantu biaya berobat nenek walaupun umur nenek sudah gak panjang. (ucapnya sambil tersenyum).
Stella De Atmaja
Makasih yah sayang. Mama minta tolong jaga anak mama yah, dia anak satu satunya yang mama punya (pintanya).
Stella De Atmaja
Dia orangnya kaku dan hidupnya lurus aja. Mama gak tau kenapa dia jadi begitu, dulunya dia tidak begitu tetapi entah mengapa dia mulai bersikap dingin dan datar.
Stella De Atmaja
Kamu bingung yah? Hahaha iya will,dulu suamimu tidak begitu tiba tiba saja dia berubah jadi kaku,suka mengatur dan dingin.
Stella De Atmaja
Mama udah berulang kali bertanya tapi dia tidak pernah menjawabnya. Mama takut will. (ucapnya seraya melihat sang anak yang berbicara serius dengan suaminya).
Willona Anatta
Ada yang aneh (batinya).
Stella De Atmaja
Oke, ini sudah larut kalian jadi kan menginap,lagian juga besok hari libur.
Willona Anatta
willona ikut mas stev aja ma.
Stella De Atmaja
Heiii anak mama yang paling mama cintai sejagat raya. Kamu jadi kan menginap di rumah? (menghampiri sang anak).
Stev El Bastara
(menatap mamanya).
Sebastian El Bastara
Menginaplah, lagian sudah lama kan kamu tidak tidur dirumah ini. Kamu selalu tidur di apartemen kamu setelah kamu lulus kuliah dan mulai bekerja.
Sebastian El Bastara
Sesekali tidak papa menginap disini,lagian sudah malam dan besok juga libur. Kasihan istrimu menginaplah sehari saja yah.
Stev El Bastara
(mengangguk).
Stella De Atmaja
Nahh bagus. Itu jawaban yang mama tunggu.
Stella De Atmaja
Kamu bisa pakai kamar kamu yang lama,bibi selalu membersihkannya kok jadi kamar itu masih bersih.
Stella De Atmaja
Ajak istrimu,ini sudah malam istirahatlah.
Stev hanya berjalan saja dan memberikan gestur supaya willona mengikutinya.
Willona Anatta
Selamat malam papa,mama (izinnya dan mengikuti stev).
Sebastian El Bastara
Selamat malam.
Stella De Atmaja
Selamat malam.
Saat ini kedua orang itu hanya diam saja tanpa berkata apa apa sedikit pun. Sang suami sedang sibuk dengan laptop di tangannya,dan saat ini dia hanya diam melihat sang suami.
Ia bingung apakah hari ini ia harus sekamar dan sekasur dengan suaminya ini? Biasanya mereka akan tidur terpisah.
Stev El Bastara
Ehm (menatap willona).
Willona Anatta
Saya tidur dimana yah? Biasanya kan kita tidur terpisah,saat ini kita tidak mungkin tidur terpisah karena kalau mama tau dia akan marah. (tanyanya sedikit takut).
Beginilah sifat willona berani marah dan memaki orang di dalam hati tetapi dia tidak akan berani berkata seperti itu kepada orangnya langsung, yah bisa di bilang dia berani saat marah dan memaki di dalam hati saja aslinya mana bisa dia begitu.
Willona Anatta
Maksudnya mas? Saya gak ngerti.
Stev El Bastara
Hah, tidurlah, lagian hanya sehari.
Stev mulai membereskan laptop serta dokumen yang ia kerjakan dan mulai bersiap untuk tidur.
Willona Anatta
gak papa nih mas saya tidur disitu?
Stev El Bastara
(menatap datar).
Karena willona takut dengan tatapan itu ia pun langsung terbirit naik ke kasur dan menempati tempat kosong di sebelah suaminya.
Dia tidak berani bertanya lagi setelah melihat tatapan datar yang selalu dilayangkan sang suami.
Willona hanya menatap sang suami yang mulai menutup matanya dan bersiap menuju alam mimpi.
Willona Anatta
Eh nggak mas. (menutup matanya).
Kali ini willona tidak bisa tidur,sungguh saat ini dia tidak berani bergerak kesana kemari karena takut suaminya akan terganggu.
Willona Anatta
gue gak bisa tidur,tolong! (jeritnya dalam hati).
Willona Anatta
Tolong bawa gue pergi saat ini juga ( ucapnya pelan).
Ia hanya bisa melihat suaminya yang mungkin saat ini sudah terlelap. Dia terkagum dengan pemandangan di sebelahnya, kenapa orang disebelahnya ini sangat tampan saat tidur walaupun saat terbangun dia akan menjadi orang yang paling nyebelin sedunia.
Pemandangan langkah yang mungkin hanya hari ini saja willlna dapatkan,karena hanya hari ini saja pertama kalinya dia melihat suaminya dengan jarak sedekat ini,tidur berada disebelahnya.
Willona Anatta
Mas ganteng. Tapi mas juga nyebelin kalau bangun,suka mengatur gak jelas kalau dikantor,suka marah marah gak jelas (ucapnya lirih selirih mungkin sambil menatap orang disebelahnya).
Sang mentari mulai menunjukan cahaya nya dan mulai menyusup ke tirai jendela semua kamar.
Willona Anatta
Ehmm (matanya mulai terbuka).
Willona Anatta
(melihat sekeliling tidak ada orang).
Willona terkejut dan langsung bangun,dirinya merasa bego saat ini dirinya sedang dirumah sang mertua apa kata mertuanya nanti kalau dia bangun siang. Mana suami nya sudah tidak ada di sampingnya sudah dipastikan dirinya sudah bangun.
Dirinya segera bergegas mandi dan memakai baju pemberian sang mertua yang tadi malam setelah malam malam diberikan kepadanya.
Dia segera turun kebawah dan langsung menuju dapur.
Willona Anatta
Maaf ma,willona kesiangan (ucapnya sambil menunduk).
Stella De Atmaja
Ehh nggak papa sayang. Mama juga baru bangun kok, santai saja ini baru jam 07.00.
Stella De Atmaja
Biasanya stev dan papa sarapan jam 07.30 ,jam segini mereka pasti sedang olahraga di taman belakang.
Stella De Atmaja
Iya biasanya papa sama stev memang olahraga setiap hari liburnya. Sudah kebiasaan mereka kok mungkin saat ini lagi melepas rindu karena sudah lama tidak olahraga bareng (jawabnya sambil terkekeh).
Willona Anatta
Ohh iya ma.
Stella De Atmaja
Nanti tolong antar sarapan mereka yah kebelakang, mama mau keluar sebentar nanti.
Willona Anatta
Iya ma,nanti willona antar.
mereka pun mulai menyiapkan sarapan pagi, sarapan mereka cukup simple hanya sandwich,susu,serta buah saja. Mereka tidak biasa makan berat. Berbeda dengan willona yang harus beradaptasi dengan keadaan yang sekarang,karena di desanya dulu dia sarapan dengan nasi dan makanan berat lainnya.
Willona Anatta
Dulu nenek pagi pagi biasanya buat sarapan mie. Udah mie ditambah nasi lagi uhhh enak, jadi kangen nenek deh (membayangkan kenangan dulu dengan sang nenek).
Stella De Atmaja
Nanti bawa jus juga yah sayang. Mas mu biasanya juga minum jus kalau abis olahraga.
Willona Anatta
Ehh iya ma (tersadar dari pikirannya).
Setelah selesai membuat sarapan pagi, mama stella pun pamit keluar dan menyuruh willona menyampaikan kepada suaminya. Dan willona pun hanya menunggu jam untuk mengantarkan sarapan tersebut.
Comments