Bukan Aku Pilihannya

Sudah satu bulan berlalu, Sejak dimana Max dengan tega menyerahkan Zakia kepada para pria hidung belang. Sejak saat itulah Max tidak pernah pulang lagi ke mansion yang biasa Zakia tinggali.

Lagi pula sejak kapan Max pulang. Pria itu datang apabila hanya butuh menuntaskan ha-sratnya saja. Selain itu mana mungkin pria monster itu mau datang hanya untuk menemuinya.

Tidak pulangnya Max ke rumah adalah sebuah ketenangan bagi Zakia. Wanita dua puluh tiga tahun itu merasa damai. Tidak ada siksaan, Tidak ada bentakan serta caci maki yang akan keluar dari mulut pedas pria itu.

Zakia juga sudah jarang menyayat pergelangan tangannya. Karena yang membuat rasa sakit tersebut tak nampak. Di kantor pun, Zakia tak pernah melihat suaminya. Hanya dirinya saja yang terdiam seperti orang linglung di kantor.

Zakia beranjak, Ia pergi ke kamar mandi karena memang belum membersihkan diri. Zakia berendam, Memejamkan matanya merasa menikmati batinnya yang tenang selama satu bulan ini.

Zakia sudah tak datang lagi ke rumahnya. Ia lelah, Ia letih hatinya butuh obat untuk sembuh. Zakia tak mau lebih sakit hati lagi melihat perhatian Daddy dan kakak-kakaknya kepada Jessika.

Harusnya dia kan, Yang mendapat perhatian itu. Kenapa harus Zakia yang di sia-siakan? Ia iri, Ia ingin mendapatkan semua itu. Tapi kenapa?

Sekitar dua puluh menit berada di kamar mandi. Zakia meraih handuk kimono dan Memakainya. Wanita itu keluar dari kamar mandi hingga langkahnya terhenti begitu melihat pria yang tadi sempat ia pikirkan ada di kamarnya.

Jantung Zakia berdetak begitu cepat. Dengan susah payah menelan salivanya begitu melihat Max duduk di tepi ranjang dan menatap tajam dirinya.

Maxime bangkit, Langkahnya mendekat ke arah Zakia yang perlahan memundurkan tubuhnya. Max semakin dekat, Tangannya melepas dasi yang melingkar di lehernya. Tak lupa, Pria yang layaknya iblis berwujud manusia itu membuka dua kancing kemejanya menampakkan dadanya yang bidang.

Dug!

Zakia menoleh, Punggungnya mentok di dinding. Ia sudah tak bisa menghindar lagi.

"Mau kemana lagi?" Ucapnya datar. " Apa Kau tidak merindukanku? " Zakia diam dengan tatapan takut. "Tapi aku merindukanmu sayang.."Bisiknya bersamaan dengan menarik tali handuk kimono hingga terlepas. Dan kini terjadilah apa yang biasa terjadi. Tangis Zakia tak bisa tertahankan saat Max selalu dengan kasar menghujam intinya.

Zakia terkulai lemas, Wanita itu selalu saja tak berdaya usai Max meminta hak nya.

"Pakai gaun ini..Saat aku kembali ku harap kau sudah siap.."Zakia berusaha untuk bangkit. Ia baru ingat, Malam nanti akan di adakan acara ulang tahun Perusahaan ayahnya.

Di raihlah gaun mewah berwarna biru muda itu. Sangat cantik dan sangat cocok untuk Zakia, Sesuai dengan kulitnya yang putih.

Tak terasa waktu hampir pukul delapan malam waktu setempat. Max datang menjemput Zakia malam itu.

"Jangan sampai kau buat ulah lagi nanti.. Kalau sampai itu terjadi kau akan tahu apa yang akan aku lakukan." Zakia hanya mengangguk, Wanita itu mengikuti langkah Max dari belakang hingga langkah itu kembali terhenti.

Ternyata Max bukan hanya menjemputnya,,Tapi ada Jessika yang sudah duduk di kursi bagian depan.

"Kenapa berhenti?Masuk!!" Titahnya dengan dingin dan tegas. Zakia menahan tangan Max, Pria tersebut menoleh.

"Kenapa harus ada dia? Walaupun ada dia.. kenapa dia yang duduk di depan? aku ini adalah istrimu..

Max tersenyum sinis. Ia mencondongkan wajahnya tepat di hadapan sang istri.

"Istri? Bahkan aku tak pernah menganggapmu sebagai istriku.. Kau itu hanya mainanku." Zakia meremas gaun yang dia pakai saat ini. "Sekarang masuk! " Max meraih tangan Zakia dan mendorong tubuh itu kasar agar segera memasuki mobil.

"Sayang, Kok lama banget sih.. "Tanya Jessika dengan nada manjanya.

"Maaf Sayang, Jangan marah ya..."Max raih tangan lentik Jessika dan

Cup..

Zakia memalingkan wajah saat pria itu mencium tangan Jessika dengan sangat mesra. Hatinya sakit menyaksikan semua itu..

"Kita berangkat sekarang..

"Okey sayang...

.

.

.

Dor..

Mobil yang Max kendarai oleng ketika ada seseorang menembak ban mobilnya.

Brakk..

"Sial!" Max segera keluar begitu melihat dua orang asing berpakaian serba hitam lengkap dengan topi serta masker hitam berdiri di depan mobilnya dengan membawa dua benda berbahaya. Yang satu memegang pisau ta-jam sementara yang satunya memegang sebuah pistol. Zakia yang merasa khawatir pun ikut turun begitupun dengan Jessika.

Max terpaksa melewati jalan sepi tersebut karena di jalan umum sedang terjadi kecelakaan beruntun hingga terjadinya macet yang padat, Sementara acara pesta akan segera di mulai.

"Mau apa kalian?" Max tidak takut dengan para pria tak tahu diri ini.

"Serahkan semua barang yang kalian punya sekarang juga!" Bentak salah satu pria yang di yakini adalah seorang rampok itu. Sudah banyak korban dari mereka akibat lewat di tempat sepi ini.

"Kalian ingin semua yang aku punya?.Hadapi aku dulu.."Max mulai menghadapi kedua orang itu, Satu lawan dua orang. Perkelahian sengit pun tak dapat terelakan. Max mampu melumpuhkan salah satu dari mereka.

"Heh, Hanya segitu rupanya kemampuan mu.."Melihat lawan satunya tumbang, Max kembali menyerang pria satunya. Mereka saling serang, Max pun sempat mendapatkan pukulan di pipi kirinya.

"Kurang ajar!!" Max hendak menyerang..

"MAX!!

Siapa yang menyangka, Bahwa Pria yang tumbang tadi kembali bergerak cepat. Zakia di jadikan sandera oleh salah satu pria jahat itu. Jantung Max berdebar melihat Zakia di todongkan senjata tajam.

Melihat Max yang lengah, Kedua orang rampok tersebut saling memberi kode. Salah satu dari mereka menendang tulang rusak Max membuat pria itu jatuh tersungkur.

"Sial!!

"MAX!!" Kali ini bukan hanya Zakia yang di jadikan sandera tapi Jessika juga.

"Max tolong aku..

"Max tolong aku.." Jessikan menangis. Pria itu menodongkan pistol tepat di kepalanya Jessika.

"Zakia? Jessika.."Lirih Max menatap kedua wanita itu secara bergantian.

"Hey bedebah!! Lepaskan mereka!!

"Hahaha.. Lepas? Enak saja.. mereka sangat cantik bukan? Sepertinya sangat menyenangkan kalau mereka kita jadikan santapan Hahaha.."Kedua tangan Max terkepal. Ia menatap tajam kedua orang itu.

"Max Tolong aku.."Jessikan memohon, Pria itu menatap Zakia dan Jessika dengan tatapan yang entah..

"Aku akan berikan apapun yang kalian mau, Asal bebaskan mereka..",Max memberikan penawaran. Kedua pria itu saling tatap kemudian..

"Baiklah..Tapi? Selain hartamu.. Kami juga menginginkan salah satu dari mereka.."Serakah! Itulah kata yang pantas untuk dua orang itu. Sudah di beri pilihan harta malah maruk.

"Kalian menipu??

"Sudahlah! Jangan banyak bicara! Kau tinggal pilih saja siapa yang ingin kau selamatkan...Wanita ini, Atau yang ini.."Zakia dan Jessika sama-sama menangis. Nyawa mereka bergantung kepada Max kali ini.

"Max tolong selamatkan aku Max..

"Tolong pilih aku Max.."Tatapan sendu Zakia begitu menyayat hati. Walaupun membencinya setidaknya pria itu masih punya hati nurani kan?

"Zakia..."Zakia mengangguk, Ia harap kali ini Max memilihnya.

"Operasinya lancar Tuan..Tapi kami mohon maaf..Ayah anda masih belum melewati masa kritisnya.. Ayah anda di nyatakan koma.."Ucapan dokter sekitar tiga tahun lalu itu kembali terngiang.

"Ayo..Siapa yang ingin kau pilih.. Jangan membuang waktuku..Atau mereka kami habisi sekarang juga!."Gertak dua rampok itu.

"Okey.. Aku akan tentukan pilihanku.."Max perlahan melangkah maju, Dua wanita itu sama-sama menaruh harapan tak terkecuali Zakia.

"Ayo..Raih tangan ku, Jessi..

Deg!

Air mata Zakia semakin luruh Dan membanjiri Pipinya..Max tidak memilihnya? Oh Astagaa.. Untuk apa ia menaruh harapan pada pria ini? Ingat Zakia, Dia membencimu.. Mana mungkin dia mau menyelamatkan mu..

"Ternyata bukan aku pilihannya..Ya Tuhan, Apa yang harus harapkan darinya..

"Nona,,Kau lihat.. Pria itu tidak memilihmu. Mulai sekarang kau adalah milik kami.."Zakia tak mendengar lagi, Matanya menatap kecewa Max yang penuh perhatian menuntun Jessika.

"BERSIAPLAH UNTUK MATI!

Zakia menoleh,,Perampok itu menodongkan pistol ke arah Max. Max juga menyadari akan hal itu. Nyawanya dalam bahaya sekarang..

Melihat itu, Zakia berontak dengan gerakan cepat menggigit lengan salah satu perampok yang menyanderanya.

"Aaaaarrrggg! Kurang ajar!

Zakia berhasil bebas kemudian berlari dan mendorong Max membuat pria itu jatuh tersungkur bersama Jessika.

DOOORRR!!

"Zakia....

.

.

.

TBC

...

Karena Nanti malam adalah malam Nisfu Sya'ban, Othor mungkin akan up sekali dulu karena agak sibuk..🙏🤗

Terpopuler

Comments

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

zakia terbuat dari apa hatimu di sakiti trs tp terep aj km rela berkorban demi manusia berhati iblis

2025-02-13

1

Evi Alvian

Evi Alvian

Waduh Zakia tertembakkah..

Thour nanti sore diusahain up donk masa iya aku nunggu besoknya lg,plisss...

2025-02-13

1

Viena Alfiatur Rohman

Viena Alfiatur Rohman

Ya Allah apakah Zakia yg tertembak? Kenala kmu lakuin itu Zakia? Mreka telah menyakitimu

2025-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 Di Anggap Pembunuh Dan Pembawa Sial
2 Zakia (Putri Yang Tak Di Anggap) + Visual
3 Sudah Terbiasa
4 Goresan Ternyaman
5 Sebelum Lima Bulan
6 Delapan Tahun Lalu
7 Punya Pilihan Sendiri
8 Malangnya Zakia
9 Tak Pernah Di Anggap
10 Di Jual
11 Bebaskan Aku
12 Dua Ular Berbisa (Di Balik Semuanya)
13 Pergi Ke Luar Negeri
14 Bukan Aku Pilihannya
15 Darah Yang Sama
16 Jebakan
17 Berjuang Di Persegitiga Malam
18 Ayah Tak Punya Hati
19 Janji Darrel
20 Jebakan Untuk Maxime
21 Di Coret
22 Keluar Dari Keluarga
23 Negara Terakhir
24 Bukan Up
25 Merayakan Keberhasilan
26 Kamu Satu-satunya
27 Koma
28 Dia Sudah Pergi
29 Menyesal? Tiada Guna
30 Terasa Damai
31 Memulai Semua Dari Awal
32 Kekecewaan Amara
33 Ledakan Bom Waktu
34 Penyesalan Yang Mendalam
35 Boleh Aku Egois?
36 Merubah Segalanya
37 Menjadi Bahan Gosip
38 Mereka Lebih Punya Hati
39 Semakin Kacau
40 Perhatian kecil Gus Rafa
41 Menghindar
42 Kasih Sayang Seorang Ayah
43 Aku Yang Mengharapkan Kehadirannya, Aku Pula Yang Membuangnya
44 Nayla Berulah Lagi
45 Cinta Itu Harus Sabar dan Berusaha
46 Tertampar
47 Mati Secara Perlahan
48 Apakah Ini Karma?
49 Akan Ku Hapus Traumamu
50 Uring-ungingan
51 Jessika Hamil
52 Dari Gus Darrel
53 Nayla Berulah Lagi
54 Zakia, Calon Istri Saya
55 Akhirnya Bersatu
56 First Kiss
57 Tidak Di Tunda
58 Manisnya..
59 Keluarga Impian
60 Patah Hati Berjamaah
61 Yang Pertama Kalinya
62 Perawat Untuk Max
63 Orang Ketiga
64 Take Down
65 Opa Charles Dan Zakia
66 Merasa Tidak Asing
67 Pernikahan Impianku
68 Darrel Dan Ayana
69 Rencana Bulan Madu
70 Kamulah Kebahagiaan Ku..
71 Salah Paham?
72 Menikah
73 Tekad Laura
74 Sakit Membawa Berkah
75 Ketakutan Zakia
76 Ratuku
77 Tidak Terlambat
78 Kata Sanggup Gus Rafa
79 Tiga Putra Mahkota
80 Manjanya Istriku
81 Rencana Pesta
82 Tiga Pahlawan Zakia
83 Karena Aku Sudah Bahagia
84 Pria Tidak Tahu Diri..
85 Cinta Yang Hilang
86 Tamu Tak Di Undang
87 Tangisan Seorang Ayah
88 Lukanya Terlalu Dalam
89 Rindu Tapi Sakit
90 Pelukan Yang Paling Aku Rindukan
91 Terkejut
92 Janji Max
93 Pulang Ke Mansion
94 Penolakan
95 Ingin Mengulang Kembali
96 William Dan Andrew
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Anggap Pembunuh Dan Pembawa Sial
2
Zakia (Putri Yang Tak Di Anggap) + Visual
3
Sudah Terbiasa
4
Goresan Ternyaman
5
Sebelum Lima Bulan
6
Delapan Tahun Lalu
7
Punya Pilihan Sendiri
8
Malangnya Zakia
9
Tak Pernah Di Anggap
10
Di Jual
11
Bebaskan Aku
12
Dua Ular Berbisa (Di Balik Semuanya)
13
Pergi Ke Luar Negeri
14
Bukan Aku Pilihannya
15
Darah Yang Sama
16
Jebakan
17
Berjuang Di Persegitiga Malam
18
Ayah Tak Punya Hati
19
Janji Darrel
20
Jebakan Untuk Maxime
21
Di Coret
22
Keluar Dari Keluarga
23
Negara Terakhir
24
Bukan Up
25
Merayakan Keberhasilan
26
Kamu Satu-satunya
27
Koma
28
Dia Sudah Pergi
29
Menyesal? Tiada Guna
30
Terasa Damai
31
Memulai Semua Dari Awal
32
Kekecewaan Amara
33
Ledakan Bom Waktu
34
Penyesalan Yang Mendalam
35
Boleh Aku Egois?
36
Merubah Segalanya
37
Menjadi Bahan Gosip
38
Mereka Lebih Punya Hati
39
Semakin Kacau
40
Perhatian kecil Gus Rafa
41
Menghindar
42
Kasih Sayang Seorang Ayah
43
Aku Yang Mengharapkan Kehadirannya, Aku Pula Yang Membuangnya
44
Nayla Berulah Lagi
45
Cinta Itu Harus Sabar dan Berusaha
46
Tertampar
47
Mati Secara Perlahan
48
Apakah Ini Karma?
49
Akan Ku Hapus Traumamu
50
Uring-ungingan
51
Jessika Hamil
52
Dari Gus Darrel
53
Nayla Berulah Lagi
54
Zakia, Calon Istri Saya
55
Akhirnya Bersatu
56
First Kiss
57
Tidak Di Tunda
58
Manisnya..
59
Keluarga Impian
60
Patah Hati Berjamaah
61
Yang Pertama Kalinya
62
Perawat Untuk Max
63
Orang Ketiga
64
Take Down
65
Opa Charles Dan Zakia
66
Merasa Tidak Asing
67
Pernikahan Impianku
68
Darrel Dan Ayana
69
Rencana Bulan Madu
70
Kamulah Kebahagiaan Ku..
71
Salah Paham?
72
Menikah
73
Tekad Laura
74
Sakit Membawa Berkah
75
Ketakutan Zakia
76
Ratuku
77
Tidak Terlambat
78
Kata Sanggup Gus Rafa
79
Tiga Putra Mahkota
80
Manjanya Istriku
81
Rencana Pesta
82
Tiga Pahlawan Zakia
83
Karena Aku Sudah Bahagia
84
Pria Tidak Tahu Diri..
85
Cinta Yang Hilang
86
Tamu Tak Di Undang
87
Tangisan Seorang Ayah
88
Lukanya Terlalu Dalam
89
Rindu Tapi Sakit
90
Pelukan Yang Paling Aku Rindukan
91
Terkejut
92
Janji Max
93
Pulang Ke Mansion
94
Penolakan
95
Ingin Mengulang Kembali
96
William Dan Andrew

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!