Pergi Ke Luar Negeri

Di belahan bumi yang lain. Seorang pria tampan baru saja turun dari kendaraan roda empatnya yang super duper mewah itu.

Dia adalah Akbar Rafasya Maulana. Putra bungsu Muhammad Fahri Al Yusuf dan Shafira Ibrahimi. Cucu Kyai Ibrahimi dan Nyai Aminah serta Charles Nasution dan Sofia Al Yusuf. Adik, Dari Nadira Yasmine Aulia..

Pria yang biasa di sapa Gus Rafa itu masuk ke dalam gedung besar tempatnya bekerja. Kedatangannya tentu saja di sambut oleh para Karyawan yang bekerja di sana..

"Selamat pagi Gus.."Gus Rafa menghentikan langkahnya, menoleh ke arah para karyawan sejenak kemudian mengangguk.

Panggilan Gus itu sudah ada sejak dulu ketika ia masih baru lahir. Mungkin karena dia adalah cucu Kyai besar.

Sebenarnya Gus Rafa tidak mau di panggil dengan panggilan semacam itu. Akan tetapi dari pada dirinya di panggil dengan sebutan Tuan, Gus Rafa lebih suka di panggil Gus saja.

Semua yang bekerja di kantor perusahaan milik Abahnya. Tak ada satupun dari mereka yang memanggilnya dengan panggilan Tuan seperti pengusaha, Ceo lainnya. Semua harus di wajibkan memanggil Gus, Kecuali ketika Gus Rafa ada meeting di luar kota atau di luar negeri.

Gus Rafa pasrah mau di panggil dengan sebutan apapun. Bagi mereka yang tahu siapa Gus Rafa,,Pasti akan memanggilnya dengan nama Gus. Sementara dari mereka yang tidak tahu memanggilnya Tuan Rafa.

Memang pada dasarnya, Gus Rafa tak mau mengakui bahwa dia adalah cucu atau putra dari keluarga yang agamis. Biarlah mereka tahu sendiri..

"Gus..

"Hm, Kenapa?

"Perusahaan AX Group mengundang kita untuk datang ke acara ulang tahun Perusahaan mereka.. "Gus Rafa menatap Vino, Sang sekretaris sekaligus sahabatnya.

"Kapan?

"Besok lusa Tuan.."Gus Rafa tersenyum tipis.

"Katakan pada mereka Vin.. Kita akan datang.."Vino pun mengangguk dan pamit undur diri, Karena pekerjaan pria itu belum selesai.

Gus Rafa bersandar di kursi kebesarannya. Sejak dirinya lulus S2. Ia sudah resmi di angkat menjadi direktur utama di perusahaan sang ayah. Sebuah perusahaan yang turun menurun. Perusahaan yang memiliki beberapa cabang.

Dulu perusahaan itu di pegang oleh kakaknya Yasmine. Namun semenjak Yasmine menikah dan tinggal di ibu kota, Perusahaan tersebut di pegang oleh orang kepercayaan Yasmine yang bernama Ilma. Ilma dan Gus Rafa bergantian memimpin perusahaan. Dan sekarang Ilma sudah tak lagi bekerja, Wanita itu sudah lama berhenti karena sudah menikah dan suaminya pun juga melarang Ilma untuk bekerja.

Beberapa bulan yang lalu, Gus Rafa datang ke negara X. Ada perebutan tender disana, Perusahaan yang di pegang Gus Rafa pun memenangkan tender yang paling banyak di harapkan oleh para pengusaha tersebut.

Tak lama kemudian, Tak ada angin dan tak ada hujan. Perusahaan AX Group tiba-tiba mengajaknya bekerja sama. Perusahaan yang berada di negara Paman Sam itu mengajukan kerja sama yang baik. Tentu saja ini adalah yang paling di tunggu-tunggu.

"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu walaupun hanya dari kejauhan.."Gus Rafa tersenyum manis. Setidaknya ia bisa mengobati rasa rindu itu walaupun hanya sesaat.

****

Ummi Shafira terkejut begitu melihat sang putra datang ke area pesantren dengan sang sekretaris, Vino.

"Assalamualaikum..

"Waalaikum salam..."Gus Rafa meraih tangan wanita cinta pertamanya itu kemudian mencium punggung tangan Ummi Shafira dengan begitu takzim. Sementara Vino hanya mengatupkan tangan saja.

"Abah mana Ummi?

"Abah masih di pesantren.. Lagi ngajar ngaji kitab.."Jawab Ummi Shafira. Matanya melirik Vino yang ikut tersenyum.

"Kok tumben kesini sore-sore..Udah pulang kerja.."Ummi Shafira mempersilahkan putra dan sekretarisnya agar duduk di ruang tengah saja. Karena di ruang tamu ada tamu dari pihak keluarga santri yang ingin bertemu.

"Rafa mau ke Amerika Ummi..

"Ada meeting kah?

"Rafa di undang ke acara ulang tahun Perusahaan mereka Ummi.."Jawab Gus Rafa, Ummi Shafira tidak sepenuhnya percaya. Wanita paruh baya itu menatap Vino dengan tanda tanya.

"Benar yang di katakan Gus mu?" Tanya Ummi Shafira kepada Vino untuk memastikan kejujuran putranya. Bukan tanpa alasan Ummi Shafira bertanya, Sebagai seorang ibu, Ummi Shafira sedikit banyak tahu tentang sang putra. Terutama mengenai wanita pujaan hatinya.

"Iya, Ummi..Kita di undang ke acara mereka.. Cuma bentar kok..

"Berapa hari?

"Tiga hari..

"Ya sudah, Tunggu Abah dulu ya..."Gus Rafa dan Vino mengangguk. Akhirnya mereka menunggu Abah Fahri selesai mengajar mengaji kitab.

.

.

.

Tujuh belas jam Gus Rafa dan Vino berada di dalam pesawat. Dan sekarang kedua pria tampan itu sudah sampai di salah satu bandara besar di kota itu.

Gus Rafa menarik kopernya di temani oleh Vino yang berjalan di belakangnya. Di depan sana, Sudah ada pria yang tengah menunggunya.

Pria dengan penampilan bermasker dan berkacamata hitam itu sudah menunggunya sejak tiga puluh menit yang lalu.

"Gus..

Gus Rafa menghentikan langkahnya dan tersenyum ke arah pria ini. Pria yang Gus Rafa perintahkan empat tahun yang lalu untuk mengawasi bagian jiwanya yang masih ada disini.

"Bawa kami ke apartemen mu, Alden..

Pria yang tak lain adalah Alden itu segera membukakan pintu mobil untuk bos sekaligus sahabatnya ini. Alden mengendarai kendaraan roda empatnya ke arah apartemen miliknya.

Sesampainya disana, Alden menyuruh Gus Rafa dan Vino agar istirahat terlebih dahulu.

"Kau sudah tidak lagi bekerja dengannya kan?" Gus Rafa duduk di sofa, Alden mengangguk mengiyakan.

"Maaf, Gus.. Sejak kejadian malam itu saya tidak bisa menahannya lagi. Saya tidak tega Gus.. "Ya, Alden terpaksa berhenti bekerja untuk Max. Alden memang sengaja di kirim oleh Gus Rafa. Berkedok menjadi asisten Max demi bisa menjaga dan memperhatikan wanita cinta pertama Gus Rafa disini.

"Tidak apa-apa..Aku ingin istirahat sekarang..

"Mari Gus, aku antar ke kamar tamu..

"Aku mau tidur dikamar ketika kau membawanya kesini..

Glek...

Alden menelan salivanya pahit. Darimana Gus nya ini bisa tahu kalau malam itu Alden membawa belahan jiwanya menginap disini? Padahal Alden tidak mengatakan apapun tentang hal itu.

"E, Gus..

"Ah sudahlah..Sekarang tunjukkan dimana kamarnya..."Alden mengangguk dan mengantar Gus Rafa ke kamar dimana pujaan hati Gus Rafa pernah menginap dan apartemen tidur disini.

"Silahkan masuk Gus.."Gus Rafa mengangguk dan mulai duduk di tepi ranjang seorang diri. Sementara Alden sudah pergi.

Pria tampan itu meraih bantal dan mengusap bantal putih tersebut.

"Kau pernah tidur disini? Apa kau juga pernah menangis disini? Aku janji padamu, Aku akan membahagiakan mu, Tapi itu nanti.. Mungkin sekarang belum karena Tuhan kita yang jadi penghalang. Tapi suatu saat aku harus minta maaf kalau aku akan merebut mu dari Tuhanmu.. Terdengar egois memang. Tapi aku akan membuatmu bahagia. Sebuah kebahagiaan yang belum pernah kamu rasakan dari dulu.. I Love You.. Zakia..

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

ga sabar bgt nunggu zakia bebas dari manusia" berhati iblis, cepetan gus rafa selamatkan zakia jgn sampe keburu gime over zakianya

2025-02-12

2

Arin

Arin

Baca judulnya, aku pikir yang pergi keluar negeri si Zakia.
Di bawa Alden untuk menemui Rafa.....Ternyata kebalikannya

2025-02-12

1

Sri Rahayu

Sri Rahayu

kirain Gus Rafa langsung bisa.ketemu ma Zakia....bukan nya Zakia nginap di apartemen Alden 🙃🙃🙃😍😍😍

2025-02-12

1

lihat semua
Episodes
1 Di Anggap Pembunuh Dan Pembawa Sial
2 Zakia (Putri Yang Tak Di Anggap) + Visual
3 Sudah Terbiasa
4 Goresan Ternyaman
5 Sebelum Lima Bulan
6 Delapan Tahun Lalu
7 Punya Pilihan Sendiri
8 Malangnya Zakia
9 Tak Pernah Di Anggap
10 Di Jual
11 Bebaskan Aku
12 Dua Ular Berbisa (Di Balik Semuanya)
13 Pergi Ke Luar Negeri
14 Bukan Aku Pilihannya
15 Darah Yang Sama
16 Jebakan
17 Berjuang Di Persegitiga Malam
18 Ayah Tak Punya Hati
19 Janji Darrel
20 Jebakan Untuk Maxime
21 Di Coret
22 Keluar Dari Keluarga
23 Negara Terakhir
24 Bukan Up
25 Merayakan Keberhasilan
26 Kamu Satu-satunya
27 Koma
28 Dia Sudah Pergi
29 Menyesal? Tiada Guna
30 Terasa Damai
31 Memulai Semua Dari Awal
32 Kekecewaan Amara
33 Ledakan Bom Waktu
34 Penyesalan Yang Mendalam
35 Boleh Aku Egois?
36 Merubah Segalanya
37 Menjadi Bahan Gosip
38 Mereka Lebih Punya Hati
39 Semakin Kacau
40 Perhatian kecil Gus Rafa
41 Menghindar
42 Kasih Sayang Seorang Ayah
43 Aku Yang Mengharapkan Kehadirannya, Aku Pula Yang Membuangnya
44 Nayla Berulah Lagi
45 Cinta Itu Harus Sabar dan Berusaha
46 Tertampar
47 Mati Secara Perlahan
48 Apakah Ini Karma?
49 Akan Ku Hapus Traumamu
50 Uring-ungingan
51 Jessika Hamil
52 Dari Gus Darrel
53 Nayla Berulah Lagi
54 Zakia, Calon Istri Saya
55 Akhirnya Bersatu
56 First Kiss
57 Tidak Di Tunda
58 Manisnya..
59 Keluarga Impian
60 Patah Hati Berjamaah
61 Yang Pertama Kalinya
62 Perawat Untuk Max
63 Orang Ketiga
64 Take Down
65 Opa Charles Dan Zakia
66 Merasa Tidak Asing
67 Pernikahan Impianku
68 Darrel Dan Ayana
69 Rencana Bulan Madu
70 Kamulah Kebahagiaan Ku..
71 Salah Paham?
72 Menikah
73 Tekad Laura
74 Sakit Membawa Berkah
75 Ketakutan Zakia
76 Ratuku
77 Tidak Terlambat
78 Kata Sanggup Gus Rafa
79 Tiga Putra Mahkota
80 Manjanya Istriku
81 Rencana Pesta
82 Tiga Pahlawan Zakia
83 Karena Aku Sudah Bahagia
84 Pria Tidak Tahu Diri..
85 Cinta Yang Hilang
86 Tamu Tak Di Undang
87 Tangisan Seorang Ayah
88 Lukanya Terlalu Dalam
89 Rindu Tapi Sakit
90 Pelukan Yang Paling Aku Rindukan
91 Terkejut
92 Janji Max
93 Pulang Ke Mansion
94 Penolakan
95 Ingin Mengulang Kembali
96 William Dan Andrew
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Anggap Pembunuh Dan Pembawa Sial
2
Zakia (Putri Yang Tak Di Anggap) + Visual
3
Sudah Terbiasa
4
Goresan Ternyaman
5
Sebelum Lima Bulan
6
Delapan Tahun Lalu
7
Punya Pilihan Sendiri
8
Malangnya Zakia
9
Tak Pernah Di Anggap
10
Di Jual
11
Bebaskan Aku
12
Dua Ular Berbisa (Di Balik Semuanya)
13
Pergi Ke Luar Negeri
14
Bukan Aku Pilihannya
15
Darah Yang Sama
16
Jebakan
17
Berjuang Di Persegitiga Malam
18
Ayah Tak Punya Hati
19
Janji Darrel
20
Jebakan Untuk Maxime
21
Di Coret
22
Keluar Dari Keluarga
23
Negara Terakhir
24
Bukan Up
25
Merayakan Keberhasilan
26
Kamu Satu-satunya
27
Koma
28
Dia Sudah Pergi
29
Menyesal? Tiada Guna
30
Terasa Damai
31
Memulai Semua Dari Awal
32
Kekecewaan Amara
33
Ledakan Bom Waktu
34
Penyesalan Yang Mendalam
35
Boleh Aku Egois?
36
Merubah Segalanya
37
Menjadi Bahan Gosip
38
Mereka Lebih Punya Hati
39
Semakin Kacau
40
Perhatian kecil Gus Rafa
41
Menghindar
42
Kasih Sayang Seorang Ayah
43
Aku Yang Mengharapkan Kehadirannya, Aku Pula Yang Membuangnya
44
Nayla Berulah Lagi
45
Cinta Itu Harus Sabar dan Berusaha
46
Tertampar
47
Mati Secara Perlahan
48
Apakah Ini Karma?
49
Akan Ku Hapus Traumamu
50
Uring-ungingan
51
Jessika Hamil
52
Dari Gus Darrel
53
Nayla Berulah Lagi
54
Zakia, Calon Istri Saya
55
Akhirnya Bersatu
56
First Kiss
57
Tidak Di Tunda
58
Manisnya..
59
Keluarga Impian
60
Patah Hati Berjamaah
61
Yang Pertama Kalinya
62
Perawat Untuk Max
63
Orang Ketiga
64
Take Down
65
Opa Charles Dan Zakia
66
Merasa Tidak Asing
67
Pernikahan Impianku
68
Darrel Dan Ayana
69
Rencana Bulan Madu
70
Kamulah Kebahagiaan Ku..
71
Salah Paham?
72
Menikah
73
Tekad Laura
74
Sakit Membawa Berkah
75
Ketakutan Zakia
76
Ratuku
77
Tidak Terlambat
78
Kata Sanggup Gus Rafa
79
Tiga Putra Mahkota
80
Manjanya Istriku
81
Rencana Pesta
82
Tiga Pahlawan Zakia
83
Karena Aku Sudah Bahagia
84
Pria Tidak Tahu Diri..
85
Cinta Yang Hilang
86
Tamu Tak Di Undang
87
Tangisan Seorang Ayah
88
Lukanya Terlalu Dalam
89
Rindu Tapi Sakit
90
Pelukan Yang Paling Aku Rindukan
91
Terkejut
92
Janji Max
93
Pulang Ke Mansion
94
Penolakan
95
Ingin Mengulang Kembali
96
William Dan Andrew

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!