Janji Darrel

Satu bulan kemudian...

Hari-hari kembali berganti. Sejak pulang dari rumah sakit Zakia sudah tak lagi tinggal di mansion tempatnya tinggal bersama Max. Semenjak kejadian dimana Max lebih memilih untuk menyelamatkan Jessika daripada dirinya. Zakia langsung menghilang.

Dengan bantuan Alden, Zakia bersembunyi. Ia sangat yakin jika Max pasti mencarinya. Tapi berkat Alden, Ia aman di bawah perlindungan pria itu.

Alden juga sudah berhasil mengambil surat Zakia dan Max serta telah mendaftarkan keduanya ke kantor pengadilan.

Ya, Keputusan Zakia sudah bulat. Ia ingin bercerai dengan pria itu. Zakia ingin pergi sejauh mungkin, Ia ingin memulai hidup baru mengejar kebahagiaan.

Karena memang tak bisa di pungkiri, Zakia mulai kecewa dengan semuanya. Tak ada orang yang berpihak padanya, Ia ingin sekali di hargai. Ingin kehadirannya di anggap bukannya di abaikan. Ia ingin di sayang, Di beri perhatian layaknya anak-anak lainnya.

"Mau kemana? " Zakia kaget melihat Alden yang duduk di sofa seraya meminum teh. Kapan pria itu datang pikir Zakia.

"E..aku.. aku..

"Mau pulang?" Tebakan Alden tidak meleset. Zakia mengangguk karena memang ia ingin pulang. Bukan tanpa alasan, Ada benda yang ketinggalan dirumah itu dan Zakia baru ingat semalam.

"Selama sebulan ini, Anda aman berada disini Nona..Kenapa punya pikiran mau kembali?" Bukannya Alden melarang wanita pujaan hati Gus nya ini, Atau lebih tepatnya pujaan hatinya juga tersebut pulang. Hanya saja Alden sangat khawatir sekali, Alden takut jika kepulangan Zakia di ketahui oleh Max. Dan pastinya Max akan kembali menyakiti Nonanya itu.

"Kau tenang saja, Aku baik-baik saja.. "Zakia sudah bertekad pulang. Terserah apa yang akan terjadi setelah ini, Zakia sudah tak peduli.

Begitu sampai di mansion mewah itu. Zakia di sambut oleh Merry.

"Non..

"Merry..

"Kemana aja Nona selama ini.. Tuan Max mencari Nona.."Zakia tersenyum, Ia hanya menggelengkan kepalanya.

"Sekarang dia kemana Merr?

"Tuan pergi ke luar negeri karena ada urusan pekerjaan katanya. Baru satu jam yang lalu berangkat.."Jelas Merry.

"Eeemmpp..

"Nona kenapa?" Zakia hanya menggelengkan kepalanya

"Eeuummpp! "Zakia berlari ke belakang dan mengeluarkan cairan disana.

"Nona baik-baik saja..Apa Nona masuk angin?" Zakia menggeleng cepat. Rasa mual ini memang sejak semalam Zakia rasakan dan siang ini lah puncaknya. Merry memijit leher sang Nona muda dengan telaten.

"Uuh.."Zakia bersandar sembari mengatur nafas. Mulutnya terasa pahit.

"Nona sakit?

"Gak tahu Merr, Aku merasa mual sudah dari semalem.."Merry terdiam, Wanita paruh baya itu pernah muda atau jangan-jangan?

"Non..Maaf kalau Merry lancang, Apa nona sedang hamil saat ini?

Deg!!

****

Sementara di sisi lain, Ketiga pria tampan itu sedang duduk di sofa ruang kerja ayahnya. Tiga pria yang tak lain adalah William, Andrew dan Darrel. Mereka bertiga duduk seraya menunggu sang Daddy yang beberapa saat lalu memberi kabar meminta ketiga putranya pulang terlebih dahulu karena hendak ada yang ingin di sampaikan.

"Untuk apa Daddy memanggil kita kesini?" Tanya Darrel kepada kedua kakaknya. Karena dia sendiri pun juga mendapatkan kabar ini dari kakak keduanya.

"Sudahlah, Jangan banyak bertanya.. Kita tunggu saja Daddy.."Jawab William. Darrel hanya bisa menghela nafas panjang. Entah kenapa pikirnya tidak tenang sekarang. Seperti akan ada sesuatu tapi apa?

Tak berlangsung lama, Noah masuk. Pria itu duduk di kursi kerjanya dan menatap ketiga putranya.

"Kalian sudah lama menunggu Daddy?" Tanya pria itu sembari merapikan jasnya yang sudah rapi. Memang kapan Noah tidak pernah rapi.

"Ada apa Dad? Kenapa Daddy mengumpulkan kami berdua?" Tanya William sang anak sulung. Dia mewakili dari dua saudaranya.

Noah menghela nafas panjang. Pria itu diam sejenak sebelum menyampaikan sesuatu yang sebenarnya berat ingin pria itu sampaikan.

"Ada apa Daddy, Kenapa Daddy terlihat resah.." Kini giliran Andrew yang bertanya.

"Daddy akan menikah..

Deg!

"Dengan Aunty Derline.."Lanjut pria itu. William dan Andrew tampak sangat senang, Tapi tidak dengan Darrel. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu tak setuju jika ayahnya menikah lagi. Apalagi wanitanya adalah Derline, Wanita yang sejak dulu tak Darrel sukai.

"Darrel tidak setuju Dad? "Darrel berdiri dari duduknya. Ia sama sekali menentang keputusan ayahnya ini.

William dan Andrew mengernyit heran melihat sikap adiknya yang tiba-tiba saja menantang keputusan sang Daddy.

"Kau ini apa-apaan!? Daddy ingin menikah.. Dia tidak menikah dengan wanita lain tapi dengan Aunty Derline...",Ucap William. Darrel menatap tak suka ke arah sang kakak sulung.

"Itulah masalahnya kak.. Darrel tidak setuju Daddy menikah dengan Aunty Derline. Daddy dan kalian tahu kan? Selain saudara, Zakia juga tidak suka dengan..

"Apa hubungannya dengan anak itu..?" Sangkal Andrew.

"Dia masih adik kita..Dia masih bagian dari keluarga kita! Dia putri Daddy, Dia..

"Daddy tidak punya anak seorang pembu-nuh.. Ini adalah keputusan Daddy, Setuju tidak setuju Daddy akan tetap menikahi Aunty Derline.." Darrel beranjak pergi dari ruangan sang Daddy.

"Ada apa dengan anak itu?

"Biarkan saja...

.

.

.

Darrel pergi ke sebuah mansion. Ia masuk setelah maid yang bekerja di mansion itu membukakan pintu.

Darrel datang ke mansion itu karena seseorang telah mengatakan bahwa orang itu ada disini.

"Dimana dia Merry?"

"Nona ada di dalam kamarnya Tuan.. Tapi untung Tuan Darrel datang kesini. Nona mengurung diri di kamarnya sejak tadi sepulangnya dari rumah sakit.."Jelas Merry dengan kepala menunduk.

Tanpa mengatakan apapun, Darrel langsung berlari menaiki tangga. Pintu kamar Zakia terkunci membuat Darrel panik. Pria itu takut terjadi sesuatu kepada sang adik bungsu.

"Zakia buka pintunya! Ini kak Darrel Kia !! "Zakia.."Berulang kali Darrel mengetuk kasar pintu tersebut tapi tetap saja tak ada respon apapun.

Brak!!

"ZAKIA!!

Darrel melihat kamar sang adik berantakan. Sementara sang empu tengah duduk di lantai bersandar di sofa. Wajahnya di tenggelam kan di sela-sela dada dan lututnya. Isakan terdengar dari bibir wanita itu.

Darrel meraih kotak p3k di dalam laci kemudian melangkah mendekati sang adik disana. Lagi dan lagi, Zakia menyakiti dirinya sendiri dengan menyayat pergelangan tangannya.

"Kakak obati dulu ya, Lukanya.."Tak ada sahutan, Darrel obati Luka tersebut lalu membungkusnya dengan perban.

Mata Darrel menangkap sesuatu di atas lantai itu. Sebuah foto hitam putih yang sudah robek menjadi dua bagian.

"Zakia? Ini? Kamu hamil?" Perlahan kepala Zakia terangkat menatap sang kakak. Wanita itu menunjuk perutnya, Memberikan isyarat kalau dia tak mau hamil anak Max. Ucapan Merry beberapa saat lalu membuat otak Zakia tidak tenang. Tak ingin menunda apapun Zakia pergi ke rumah sakit untuk periksa.

"Aku tak mau dia ada disini.. "Zakia tidak ingin hamil. Apalagi hamil anak Max.

"Sstt.. Jangan seperti itu.. Dia adalah anugerah yang Tuhan titipkan.."Darrel memeluk sang adik, Dia yang biasa bersikap datar dan terkesan tak peduli itu akhirnya tidak tahan. Bulan yang lalu, Sepulangnya dari kantor polisi dimana Sang Daddy di tahan selama tiga jam di dalam pen-jara. Darrel langsung datang kerumah sakit. Ia menangis melihat adiknya yang terluka dan hampir mati di tangan Ayahnya.

"Kamu jangan khawatir..Semua akan baik-baik saja. Kakak janji, Kakak akan selalu menjaga kamu..Kakak gak akan biarin kamu di sakiti oleh siapapun termasuk Daddy.."Ya, Untuk kali ini sudah cukup Darrel berpihak kepada Daddy nya. Ia tak ingin melihat Zakia lebih menderita lagi.

Itulah janji Darrel, Sebuah janji yang mungkin akan pria itu tetapi sampai nanti.

.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Star Ir

Star Ir

Loh gak di penjara ya bapaknya, ikh zakia nih kesitu lagi ke situ lagi heran kayak suka banget di siksa.

2025-02-15

2

Sri Rahayu

Sri Rahayu

kesel juga sama Zakia...kenepa coba balik ke rumah Max...sudah tau Max suka nyiksa nyakitin bahkan tdk perduli saat dia hampir meninggal malah memilih pergi bersama Jessika...mana lagi skrg lg hamil anak Max 😠😠😠🙃🙃🙃

2025-02-15

1

mama

mama

jgn cm jnji km dereel, nanti klu Bpk km tau dan ngancem yg tidak2 mengkeret km.. udah bagus bisa pergi jauh dri max, eh malah blik lgi ke kandang singa.. gus ny jg kmn lama amat bawa minggat ny

2025-02-15

1

lihat semua
Episodes
1 Di Anggap Pembunuh Dan Pembawa Sial
2 Zakia (Putri Yang Tak Di Anggap) + Visual
3 Sudah Terbiasa
4 Goresan Ternyaman
5 Sebelum Lima Bulan
6 Delapan Tahun Lalu
7 Punya Pilihan Sendiri
8 Malangnya Zakia
9 Tak Pernah Di Anggap
10 Di Jual
11 Bebaskan Aku
12 Dua Ular Berbisa (Di Balik Semuanya)
13 Pergi Ke Luar Negeri
14 Bukan Aku Pilihannya
15 Darah Yang Sama
16 Jebakan
17 Berjuang Di Persegitiga Malam
18 Ayah Tak Punya Hati
19 Janji Darrel
20 Jebakan Untuk Maxime
21 Di Coret
22 Keluar Dari Keluarga
23 Negara Terakhir
24 Bukan Up
25 Merayakan Keberhasilan
26 Kamu Satu-satunya
27 Koma
28 Dia Sudah Pergi
29 Menyesal? Tiada Guna
30 Terasa Damai
31 Memulai Semua Dari Awal
32 Kekecewaan Amara
33 Ledakan Bom Waktu
34 Penyesalan Yang Mendalam
35 Boleh Aku Egois?
36 Merubah Segalanya
37 Menjadi Bahan Gosip
38 Mereka Lebih Punya Hati
39 Semakin Kacau
40 Perhatian kecil Gus Rafa
41 Menghindar
42 Kasih Sayang Seorang Ayah
43 Aku Yang Mengharapkan Kehadirannya, Aku Pula Yang Membuangnya
44 Nayla Berulah Lagi
45 Cinta Itu Harus Sabar dan Berusaha
46 Tertampar
47 Mati Secara Perlahan
48 Apakah Ini Karma?
49 Akan Ku Hapus Traumamu
50 Uring-ungingan
51 Jessika Hamil
52 Dari Gus Darrel
53 Nayla Berulah Lagi
54 Zakia, Calon Istri Saya
55 Akhirnya Bersatu
56 First Kiss
57 Tidak Di Tunda
58 Manisnya..
59 Keluarga Impian
60 Patah Hati Berjamaah
61 Yang Pertama Kalinya
62 Perawat Untuk Max
63 Orang Ketiga
64 Take Down
65 Opa Charles Dan Zakia
66 Merasa Tidak Asing
67 Pernikahan Impianku
68 Darrel Dan Ayana
69 Rencana Bulan Madu
70 Kamulah Kebahagiaan Ku..
71 Salah Paham?
72 Menikah
73 Tekad Laura
74 Sakit Membawa Berkah
75 Ketakutan Zakia
76 Ratuku
77 Tidak Terlambat
78 Kata Sanggup Gus Rafa
79 Tiga Putra Mahkota
80 Manjanya Istriku
81 Rencana Pesta
82 Tiga Pahlawan Zakia
83 Karena Aku Sudah Bahagia
84 Pria Tidak Tahu Diri..
85 Cinta Yang Hilang
86 Tamu Tak Di Undang
87 Tangisan Seorang Ayah
88 Lukanya Terlalu Dalam
89 Rindu Tapi Sakit
90 Pelukan Yang Paling Aku Rindukan
91 Terkejut
92 Janji Max
93 Pulang Ke Mansion
94 Penolakan
95 Ingin Mengulang Kembali
96 William Dan Andrew
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Anggap Pembunuh Dan Pembawa Sial
2
Zakia (Putri Yang Tak Di Anggap) + Visual
3
Sudah Terbiasa
4
Goresan Ternyaman
5
Sebelum Lima Bulan
6
Delapan Tahun Lalu
7
Punya Pilihan Sendiri
8
Malangnya Zakia
9
Tak Pernah Di Anggap
10
Di Jual
11
Bebaskan Aku
12
Dua Ular Berbisa (Di Balik Semuanya)
13
Pergi Ke Luar Negeri
14
Bukan Aku Pilihannya
15
Darah Yang Sama
16
Jebakan
17
Berjuang Di Persegitiga Malam
18
Ayah Tak Punya Hati
19
Janji Darrel
20
Jebakan Untuk Maxime
21
Di Coret
22
Keluar Dari Keluarga
23
Negara Terakhir
24
Bukan Up
25
Merayakan Keberhasilan
26
Kamu Satu-satunya
27
Koma
28
Dia Sudah Pergi
29
Menyesal? Tiada Guna
30
Terasa Damai
31
Memulai Semua Dari Awal
32
Kekecewaan Amara
33
Ledakan Bom Waktu
34
Penyesalan Yang Mendalam
35
Boleh Aku Egois?
36
Merubah Segalanya
37
Menjadi Bahan Gosip
38
Mereka Lebih Punya Hati
39
Semakin Kacau
40
Perhatian kecil Gus Rafa
41
Menghindar
42
Kasih Sayang Seorang Ayah
43
Aku Yang Mengharapkan Kehadirannya, Aku Pula Yang Membuangnya
44
Nayla Berulah Lagi
45
Cinta Itu Harus Sabar dan Berusaha
46
Tertampar
47
Mati Secara Perlahan
48
Apakah Ini Karma?
49
Akan Ku Hapus Traumamu
50
Uring-ungingan
51
Jessika Hamil
52
Dari Gus Darrel
53
Nayla Berulah Lagi
54
Zakia, Calon Istri Saya
55
Akhirnya Bersatu
56
First Kiss
57
Tidak Di Tunda
58
Manisnya..
59
Keluarga Impian
60
Patah Hati Berjamaah
61
Yang Pertama Kalinya
62
Perawat Untuk Max
63
Orang Ketiga
64
Take Down
65
Opa Charles Dan Zakia
66
Merasa Tidak Asing
67
Pernikahan Impianku
68
Darrel Dan Ayana
69
Rencana Bulan Madu
70
Kamulah Kebahagiaan Ku..
71
Salah Paham?
72
Menikah
73
Tekad Laura
74
Sakit Membawa Berkah
75
Ketakutan Zakia
76
Ratuku
77
Tidak Terlambat
78
Kata Sanggup Gus Rafa
79
Tiga Putra Mahkota
80
Manjanya Istriku
81
Rencana Pesta
82
Tiga Pahlawan Zakia
83
Karena Aku Sudah Bahagia
84
Pria Tidak Tahu Diri..
85
Cinta Yang Hilang
86
Tamu Tak Di Undang
87
Tangisan Seorang Ayah
88
Lukanya Terlalu Dalam
89
Rindu Tapi Sakit
90
Pelukan Yang Paling Aku Rindukan
91
Terkejut
92
Janji Max
93
Pulang Ke Mansion
94
Penolakan
95
Ingin Mengulang Kembali
96
William Dan Andrew

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!