MY Bad Girl OR Good Girl
Di tengah malam yang sepi dan dingin mampu membuat siapa saja yang berada di luar rumah apalagi seorang diri ketakutan san kedinginan atau bahkan mereka langsung terlelap dalam tidur mereka dan merapatkan selimut agar tak kedinginan.
Namun tidak untuk seorang gadis yang bernama Jesslyn Ferina Fagenza yang biasa di panggil Jesslyn,ia baru saja memenangkan sebuah balapan motor di sebuah tempat yang sepi penghuni nya.
Ia melajukan motor sport berwarna ungu gelap kesayangan nya yang ia beri nama 'eagle' ke mansion nya.
Ia memarkirkan eagle nya di garasi dan masuk tanpa ada rasa takut sedikit pun bila ketahuan kedua orang tua nya karna diri nya pulang pukul satu dini hari.
"dari mana saja kamu,jam segini baru pulang?" tanya seorang pria setengah baya yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama istri nya.
"balapan" jawab Jesslyn singkat.
"sudah berapa kali daddy bilang kamu itu perempuan Jesslyn,daddy gak suka kamu ikut balapan. Kamu liat adek kamu itu,malam hari gak pernah keluar,gak kayak kamu malam malam selalu saja kelayapan ke mana mana" omel Genza daddy Jesslyn.
"sudah ngomel nya? Kalo sudah Jesslyn mau tidur,capek" ujar Jesslyn datar.
Jesslyn langsung naik ke lantai dua di mana kamar nya berada tanpa mempedulikan panggilan sang daddy yang terus memanggil nya.
"sudah lah dad,dia kan memang seperti itu jadi ngapain kamu susah susah nasehatin dia" ucap Faliza santai.
"aish,dia memang sulit di atur sejak kepergian mommy nya. Entah kenapa dia berubah dan makin menjadi sejak kehadiranmu sayang" ucap Genza lesuh.
"gak papa dad,mungkin ke depan nya dia akan menerimaku dan Bita sebagai keluarga nya" ucap Faliza menenangkan suami nya.
Ya,Faliza adalah istri kedua Genza setelah satu bulan meninggal nya Felya istri pertama Genza yakni mommy kandung Jesslyn. Sedangkan Bita Almira Fagenza adalah adek tiri Jesslyn yang usia nya hanya terpaut tiga bulan saja dengan Jesslyn.
Hubungan Jesslyn dengan Faliza dan Bita sangat tidak baik, apalagi Jesslyn mengetahui sifat asli mereka yang sangat suka menghambur hamburkan uang dan ingin menguasai semua apa yang di miliki oleh daddy nya.
Jesslyn sungguh muak melihat kelakuan mereka di hadapan daddy nya,namun ia tak peduli karna daddy juga sudah tak peduli lagi pada nya bahkan membandingkan diri nya dengan anak tiri nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini,Jesslyn sudah bangun pagi pagi sekali untuk berolahraga seperti biasa nya mengelilingi mansion nya yang memang sangat luas hingga ia bisa berjogging di pagi hari.
Setelah di rasa cukup berolahraga,ia pun masuk dan langsung mandi karna badan nya sudah berkeringat akibat lari pagi tadi.
Ia bersiap menggunakan seragam sekolah nya,tak lupa make up tipis yang selalu menghiasi wajah nya serta bando yang juga menghiasi kepala nya dengan rambut panjang bergelombang nya yang ia gerai membuat ia sangat mempesona dan cantik.
"perfect" gumam Jesslyn kala melihat diri nya di depan cermin.
Ia pun turun untuk sarapan bersama keluarga nya,namun Jesslyn tak pernah peduli akan hal itu.
Ia mengambil sanwitch lalu memakan nya hingga habis tanpa mempedulikan keluarga nya yang sedari tadi melihat nya.
Setelah selesai,ia meminum susu kemudian pergi ke dapur untuk menemui bik Zana yakni kepala pelayan sekaligus pengasuh nya sejak mommy nya tiada lima tahun yang lalu karna kecelakaan.
"bik,mana bekalku?" tanya Jesslyn.
"ini non,sudah selesai sarapan nya non?" tanya bik Zana seraya memberikan kotak bekal pada Jesslyn.
"sudah bik,kalo gitu Jesslyn berangkat sekolah dulu ya"
"iya non,hati hati di jalan"
"siap bik"
Jesslyn pun berlalu begitu saja melewati ruang makan tanpa melihat keluarga nya sedikit pun yang masih berada di sana.
"Jesslyn,apa kamu tidak ingin berpamitan pada daddy?" tanya Genza.
Jesslyn yang malas berdebat dengan daddy nya pun langsung melakukan apa yang di inginkan oleh daddy nya. Ia mengecup pipi Genza dan genza mengecup puncak kepala Jesslyn.
Setelah itu ia hendak pergi,namun di cegah oleh sang daddy karna ia belum berpamitan pada Faliza.
"jangan buat moodku tidak baik pagi ini dad" ucap Jesslyn datar.
"tapi dia juga mamamu Jesslyn"
"mommyku sudah meninggal dan dia bukan mamaku dan tidak akan pernah aku anggap sebagai keluargaku termasuk anak nya" ucap Jesslyn penuh penekanan.
"aku jadi curiga sama daddy,apa daddy selingkuh di belakang mommy? Kenapa daddy selalu membela mereka dan membenarkan setiap ucapan mereka? Dan kenapa wajah gadis itu mirip dengan daddy?" tanya Jesslyn yang sudah tidak dapat menahan kecurigaan nya.
"maksud kamu apa Jesslyn? Mana mungkin daddy...."
"jawab daddy,apa wanita itu selingkuhan daddy dan dia anak kandung daddy juga?!!!" tanya Jesslyn sedikit membentak.
Genza yang di bentak oleh putri kandung nya sendiri pun terdiam,ia tak bisa menjawab semua pertanyaan putri kandung dari istri pertama nya dan membuat Jesslyn tahu bahwa wanita itu adalah selingkuhan daddy nya dan gadis itu adalah anak nya.
"sudah ku duga jika daddy tidak bisa menjawab maka semua pertanyaanku memang benar ada nya" ucap Jesslyn sambil menggelengkan kepala nya pelan.
"mana daddyku yang dulu? Mana daddyku yang selalu memanjakanku?"
"Jesslyn,daddy hisa jelaskan semua nya"
"cukup,aku gak butuh penjelasan daddy lagi. Aku kecewa sama daddy"
Jesslyn pun langsung pergi meninggalkan daddy nya,ia berangkat sekolah menggunakan mobil sport hitam kesayangan nya yang di hadiahkan oleh mommy nya saat ulang tahun nya yang ke 13 dan mobil nya ia beri nama 'owl'.
Hati nya kacau,karna pengakuan daddy nya. Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi,ia marah dengan jalan hidup nya,ia merasa di perlakukan tidak adil oleh dunia.
Sesampai nya di sekolah,sebelum turun dari mobil nya ia menghapus air mata nya yang sempat jatuh dan merapikan kembali make up nya yang sedikit luntur.
Setelah di rasa rapi,ia pun turun dengan gaya nya seperti biasa dengan memakan permen. Ia berjalan santai menyusuri lorong menuju kelas nya.
Ia tidak memiliki teman satupun baik di kelas nya maupun di kelas lain.
Tak lama guru nya masuk bersama 4 siswa di belakang nya yang Jesslyn yakini adalah murid baru.
"selamat pagi anak anak" sapa bu guru tersebut.
"pagi bu" balas seluruh murid yang ada di kelas kecuali Jesslyn.
"Jesslyn,kamu selalu saja memakan permen saat jam pelajaran,cepat buang permen nya" ucap bu Melan selaku wali kelas Jesslyn.
"jangan ganggu saya bu,saya lagi bad mood" ucap Jesslyn datar.
Melan yang mendengar nya pun langsung membiarkan nya karna ia tahu bahwa bila Jesslyn bad mood dan di ganggu maka ia tidak akan mengampuni orang yang telah mengganggu nya.
Di sekolah nya,Jesslyn paling di takuti oleh semua murid di sma garuda baik cowok maupun cewek karna bila Jesslyn di ganggu apalagi saat mood nya sedang tidak baik maka ia akan memukuli orang yang mengganggu nya dengan sangat brutal bahkan sampai si pengganggu patah tulang entah itu di tangan maupun kaki nya.
"baiklah anak anak,hari ini kelas kita kedatangan empat murid baru sekaligus. Silahkan perkenalkan diri kalian" ucap bu Melan.
"perkenalkan nama saya Ageza Kizano Adijaya,panggil saja Geza" ucap Geza.
"saya Erbian Danzio Araya,panggil Erbi" ucap Erbi dengan gaya tampan nya.
"saya Nefganza Leonard Atmaja,panggil Nefgan" ucap Nefgan datar.
"Agara Zabian Kazuma,Gara" ucap gara dingin dan datar.
"baiklah,silahkan duduk di bangku yang kosong" titah bu Melan.
Mereka berempat pun berjalan ke tempat duduk yang kosong yang berada di belakang dan Gara memilih duduk bersama Jesslyn yang sedari tadi memainkan permen nya tanpa menghiraukan diri nya yang sudah duduk di samping nya.
(menarik) batin Gara seraya menyeringai tipis namun dapat di lihat oleh Jesslyn tapi bodoh amat.
......................
Silahkan di baca baru di nilai,jangan lupa subcribe,komen, like,vote dan hadiah nya juga boleh. Terima kasih.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments