pernikahan Jesslyn & Nando

   Pagi pagi sekali di mansion Nando sudah ada dua orang mua untuk merias pengantin wanita nya yang tak lain adalah Jesslyn.

"sayang bangun lah,pagi ini kita akan segera menikah" ucap Nando membangunkan calon istri nya.

"aku di mana? Aku siapa?" tanya Jesslyn hilang ingatan.

(akhir nya dia hilang ingatan dan tidak mengingat siapa pun) batin Nando.

"namamu Aresya Hena Mahesa, dan sekarang kamu berada di mansion ku" jawab Nando.

"begitu ya,namamu siapa?" tanya Jesslyn lagi.

"namaku Jayden Anggara Mahesa"

"sekarang bersiap lah, kita akkan segera menikah pagi ini. Aku sudah memanggilkan mua untuk meriasmu"

"menikah?"

"iya, cincin yang ada di jari manis mu adalah cincin pertunangan kita, apa kamu lupa hm?"

"iya,aku tidak mengingat apapun bahkan namaku sendiri saja tidak ingat. Beruntung kamu mengingatkan namaku, terima kasih ya"

"hm,ayo lekas bersiap"

   Jesslyn pun pergi mandi terlebih dulu kemudian di rias dan di pakaikan baju pengantin oleh mua yang telah di datangkan Nando.

   Setelah bersiap, mereka pun pergi ke sebuah gedung di mana acara pernikahan di selenggarakan.

   Janji suci terucapkan dari bibir kedua mempelai dengan yakin dan mereka pun telah sah menjadi suami istri secara agama dan negara setelah berciuman satu sama lain.

"bagaimana perasaan mu sayang?" tanya Nando setelah acara akad selesai.

"aku sangat bahagia sayang, terima kasih" jawab Jesslyn.

"apa aku bisa melakukan malam pertama hm?"

"sayang"

"baiklah baiklah,aku tidak menggodamu lagi. Seperti nya istriku ini malu malu"

(kenapa aku bisa lupa tentang apapun? Siapa suamiku sebenar nya? Aku seperti pernah melihat nya sebelum nya) batin Jesslyn.

"sayang, kenapa?"

"ah tidak,tidak apa apa. Oh ya, apa aku boleh memakai terus cincin pertunangan kita?"

"tentu saja boleh sayang"

   Mereka pun istirahat sejenak karna nanti malam akan di adakan acara resepsi pernikahan mereka di sebuah hotel.

💟💟💟💟💟💟

    Pagi ini Jeyna dan Gara dkk bersiap untuk test kuliah di tempat keinginan masing masing karna mereka telah mendaftar online sedangkan masuk kuliah satu minggu lagi.

   Sebenar nya mereka bisa mengikuti test lewat online, namun mereka juga akan mencari keberadaan Jesslyn di tempat kuliah mereka.

"kak Eyna,apa kakak akan pergi lama?" tanya Nerma.

"tidak sayang, kakak cuma sebentar saja. Baik baik di mansion sama abang ya" jawab Jeyna.

"baik kak"

"Rio, jaga adekmu dengan baik ya"

"baik kak"

"kak, apa boleh kita di apartemen saja?" tanya Arkan.

"boleh, mau kakak antar?"

"tidak kak, kami di antar pak Jufri sama bik Zana aja"

"baiklah, kalo begitu kalian hati hati ya dan baik baik di sana, jangan ngerepotin bik Zana ya"

"baik kak"

"kalo gitu kakak berangkat dulu ya, dah"

"dah"

   Setelah Jeyna dan Gara dkk pergi,Nerma dan Arkan pun pamit pada Genza dan Faliza untuk pergi ke apartement Jesslyn.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

  Sesampai nya di apartement,mereka langsung menuju kamar sedangkan bik Zana membereskan barang barang mereka dengan di bantu oleh pak Jufri.

   Mereka mencari data identitas Nando Anggara Mahesa yakni orang yang menculik Jesslyn, mereka mengetahui bahwa Nando adalah orang yang menculik Jesslyn karna mereka juga ikut mendengar pembicaraan kakak dan para abang nya kemarin.

"ketemu" ucap Arkan.

"siapa dia bang?" tanya Nerma dingin.

"Nando Anggara Mahesa, putra tunggal keluarga Mahesa dan juga ketua mafia ke 09 bernama 'the algebra'. Markas nya berada di dekat kampus kak Eyna, tapi itu hanya markas cabang dan abang tidak bisa menemukan markas utama nya berada di mana" jawab Arkan.

"kita kasih tau kak Eyna, siapa tau di sana ada anak buah nya"

"tapi mereka kan bukan mafia dek, bagaimana cara memberi tahu mereka bahwa bang Nando ini mafia?"

"abang salah, bang Gara adalah seorang ketua mafia dan abang yang lain nya adalah anggota nya"

"ternyata insting adekku lebih kuat dari pada aku ya"

"tidak, kita itu sama karna kita itu saudara dan darah mafia mama papa mengalir dalam tubuh kita"

"pintar nya adekku ini"

💟💟💟💟💟💟

Jeyna mendapatkan pesan dari Nerma yang mengatakan bahwa markas Nando berada di dekat kampus nya.

Tak hanya itu, Nerma juga mengirimkan letak lokasi markas nya.

Kemudian Jeyna mengirimkan kembali pesan tersebut ke grup 'masa sma' dan mengatakan bahwa ia menunggu di depan kampus nya.

💟💟💟💟💟💟

Di kala Jeyna serta Gara dkk sedang mencari keberadaan Jesslyn, namun di negara lain Jesslyn sedang mengadakan acara resepsi pernikahan nya di sebuah hotel.

Jesslyn dan nando menyalami semua para tamu yang di undang termasuk para anggota nya yang tak lain adalah Dirga dkk serta Bita dan belfa.

"selamat ya bro atas pernikahan nya, awal nya gue kecewa sama lo tapi gak papa lah gue tetep dukung keputusan lo" ucap Dirga.

"iya gue juga minta maaf tapi beneran gue pingin nikahi Jesslyn" ucap Nando seraya berbisik.

"ngapain lo bisik bisik?"

"karna nama di gue ganti jadi Aresya dan dia gue buat hilang ingatan"

"oh gitu, pantesan gue liat kok kayak bingung gitu"

Lama mereka menyalami para tamu, kemudian tepat pukul sembilan malam mereka masuk ke dalam kamar hotel yang sudah mereka pesan.

Saat akan mendekati Jesslyn, tiba tiba ponsel Nando berdering membuat nya kesal karna mengganggu malam pertama nya bersama istri nya.

"sayang, aku pergi dulu ya ada urusan di luar, kalo kamu lelah tidur duluan saja tidak apa apa"

"baik sayang, kamu hati hati ya"

"iya, bye sayang"

"bye"

Setelah mengecup kening istri nya, Nando pun meninggal kan nya sendirian di kamar. Jesslyn terus melihat ke arah suami nya sampai suami nya hilang dari pandangan nya alias menutup pintu.

"aku harus tau apa yang terjadi sebenar nya, tidak mungkin aku lupa dengan jati diriku sendiri" gumam Jesslyn.

Kemudian ia melepas semua aksesoris dan menghapus make up nya setelah itu pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.

Saat hendak mencuci muka, ia melihat diri nya di cermin lalu melihat cincin yang melekat di jari manis kiri nya yang merupakan cincin pertunangan nya.

Tiba tiba sekelebat ingatan muncul di kepala nya berupa waktu Gara memasangkan cincin tersebut ke jari manis nya dan mengecup kening nya dengan sayang.

Dan sekelebat ingatan lagi berupa ketika ia baru sadar dari pingsan nya dan mendapati tubuh nya di ikat di atas kasur.

"ternyata namaku bukan Aresya melainkan Jesslyn, dan cin cin pertunangan ini dari Gara bukan dari Nando b*r**s*k itu" marah Jesslyn yang sudah mendapatkan ingatan nya kembali dengan muda meskipun belum ingat sepenuh nya.

"baiklah, mari kita ikuti saja permainan nya. Beruntung gue datang bulan, jadi dia gak bisa nyentuh gue" gumam Jesslyn di akhiri dengan senyum smirk.

💟💟💟💟💟💟

Di malam yang sunyi, Gara dkk dan Jeyna mengecek markas Nando yang ternyata sudah kosong tidak ada seorang pun yang tinggal di sana dan tidak ada barang apapun sebagai titik terang nya.

"seperti nya mereka sengaja meninggalkan markas ini agar kita tidak bisa mencari keberadaan Jesslyn" ucap Erbi.

"lalu bagaimana sekarang?" tanya Jeyna.

"kita tunggu kelanjutan nya dari adek lo kek gimana. Kalo sudah ketemu titik terang nya nanti kabarin kita" jawab Geza.

"oke"

Mereka pun kembali ke rumah masing masing. Jeyna kembali ke apartement Jesslyn dan melihat kedua adek nya yang telah tertidur bersama di kamar Arkan.

Jeyna pun pergi ke kamar mandi untuk cuci muka kemudian tidur bersama kedua adek nya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!