part 02

  Selama pelajaran,Jesslyn selalu mengemut permen nya meskipun permen nya sudah habis ia tetap mengemut batang permen tersebut. Sedangkan Gara,sesekali melirik ke arah Jesslyn yang selalu menarik perhatian nya entah apa yang membuat nya tertarik pada gadis yang duduk di samping nya.

  Jesslyn yang mengetahui hal itu pun hanya diam tak peduli, ia hanya fokus pada guru yang menerangkan mata pelajaran.

  Tanpa terasa dua mata pelajaran telah berhasil mereka lalui, dan bel istirahat pun telah berbunyi membuat semua murid berhambur keluar kelas dengan tujuan nya masing masing namun tetap kantin yang menjadi tujuan mereka nomer satu.

  Jesslyn memilih pergi ke rooftop seorang diri seperti biasa dan ia akan memakan bekal nya di sana seraya menikmati pemandangan dari atas sana.

  Selesai makan ia masih bersantai di sana,namun ketenangan nya di ganggu oleh tiga orang gadis yang tak lain adalah Bita adek tiri nya dan kedua antek antek nya yang bernama Frenda Fardina dan Niveda Tanila.

"halo kakak tiriku tersayang,kasian gak punya temen" ejek Bita.

"maka nya yang baik jadi orang,anak gadis kok keluyuran malam malam" timpal Frenda.

  Namun Jesslyn tak menanggapi ucapan mereka,ia hanya menganggap angin lalu saja dan hal itu membuat Bita kesal. Niat nya ingin membuat sang kakak tiri kesal,namun jadi ia yang kesal.

"Heh Jesslyn!! Gue ngomong sama lo,lo denger gak sih atau jangan jangan lo tuli ya" kesal Bita tapi Jesslyn tetap tak bergeming.

"oh gue tau,pasti lo malukan karna lo anak dari seorang p*l*k*r" pancing Bita,dan benar saja Jesslyn langsung menatap nya tajam.

"jangan sekali kali bawa mommy gue ya,bukan kah sebalik nya hm?" ucap Jesslyn penuh penekanan.

"emang benerkan,nyokap lo itu selalu menggoda para pria hidung belang terus waktu hamil kamu,mommymu minta pertanggung....." PLAK

  Ucapan Bita terputus kala sebuah tamparan mendarat di pipi mulus nya dan membuat ujung bibir nya berdarah.

"maksud lo apa nampar sahabat gue hah!!!" ucap Veda tak terima pada Jesslyn.

  Ya,Jesslyn yang menampar pipi Bita hingga meninggalkan jejak tangan nya,ia memang menampar nya dengan cukup keras.

"mau lagi hm? Sudah gue bilang jangan sekali kali bawa bawa mommy gue. It's okey hina gue,tapi jangan pernah sekalipun hina mommy gue atau gak gue akan berbuat lebih dari ini" ucap Jesslyn dengan tenang namun penuh dengan ancaman.

"kenapa kalo gue hina mommy lo hah?! Memang benerkan, gara gara mommy lo,mommy gue jadi gak bisa nikah sama daddy!!!" marah Bita.

PLAK

  Satu tamparan lagi Jesslyn daratkan di pipi Bita,ia jadi curiga saat mendengar ucapan Bita tadi. Memang diri nya merasa janggal dengan kecelakaan mommy nya waktu itu,tapi ia tak mengetahui nya. Apa mungkin ini ada sangkut paut nya dengan Faliza dan Bita pikir nya.

  Tak lama Gara dkk serta seorang gadis masuk ke rooftop tersebut dan melihat Jesslyn bersama ke tiga cewek yang tak mereka kenali.

  Bita yang menyadari kedatangan Gara yang sudah ia klaim menjadi milik nya pun berpura pura menangis.

"hiks hiks hiks gue salah apa kak? Gue kesini cuma niat buat nemenin lo karna kasian lo sendiran gak punya temen hiks hiks hiks" ujar Bita di sela sela tangis nya.

"ck,drama" ucap Jesslyn dengan malas, kemudian meninggalkan mereka semua.

  Gara yang mendengar perkataan Jesslyn pun mengerti bahwa di antara Jesslyn dan Bita ada sedikit konflik.

"Gara hiks hiks aku di tampar sama Jesslyn hiks padahal aku niat nya mau nemenin dia di sini karna aku kasian liat dia sendirian hiks hiks" ucap Bita yang menghampiri pujaan hati nya dan berharap mau membela nya.

  Namun harapan hanyalah sebuah harapan,nyata nya Gara malah melangkahkan kaki nya keluar rooftop membuat Bita geram.

"kasian di cuekin,sudah tau nama nya Gara masih aja cari gara gara" ejek Erbi.

"maaf ya neng,lain kali kalo mau cari perhatian cowok itu awal awal" timpal Geza.

"sayang nya tidak untuk Gara si balok es itu karna dia sudah tertarik dengan yang lain" sambung Nefgan.

"siapa bilang kakak tadi gak punya temen,nih gue temen nya yang sebentar lagi bakal jadi sahabat nya walaupun gue adek kelas nya" ucap Seorang gadis yang bernama Naurelia Lavelya Anggara.

Mereka ber empat pun menyusul Gara yang sudah lebih dulu keluar,sedangkan Bita bertambah kesal dan membenci Jesslyn.

(liat aja nanti kau Jesslyn,akan gue buat hari harimu sengsara) batin Bita.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Waktu pulang sekolah,seperti biasa Jesslyn tak pernah mempedulikan orang yang melihat nya bahkan ada yang mencemooh diri nya.

Sesampai nya di parkiran saat ia hendak masuk ke mobil nya,tiba tiba ada yang memanggil nya. Ia pun melihat ke belakang yang ternyata Gara dkk serta gadis tadi yang datang ke rooftop.

"maaf kak,gue cuma mau kenalan sama kakak. Nama gue Naurelia Lavelya Anggara,panggil aja Naurel kalo nama kakak siapa?" ujar Naurel.

"Jesslyn Ferina Fagenza" jawab Jesslyn datar dan dingin, kemudian langsung masuk ke mobil sport nya dan meninggalkan area parkir sekolah nya.

"pantas saja di juluki bad girl oleh para siswa siswi di sini,lihat saja cara mengendarai mobil nya yang sedikit urakan" ucap Nefgan.

"yuk kak,ikuti dia,dia sangat menarik dan berbeda dari gadis yang lain" ajak Naurel yang merupakan sepupu jauh Nefgan.

"ya udah yuk,gue juga kepo" ucap Erbi.

Mereka pun menyusul mobil Jesslyn yang sudah melesat jauh,mereka mencari keberadaan mobil sport milik Jesslyn.

"tunggu kak,itu bukan nya mobil nya kak Jesslyn ya" tunjuk Naurel pada sebuah mobil yang mirip dengan punya Jesslyn berhenti di pinggir jalan.

"iya,itu mobil nya. Yuk samperin" ucap Geza.

"tunggu,kalian gak liat kalo Jesslyn lagi tarung sama para preman noh" tunjuk Nefgan.

Dan benar saja,Jesslyn sedang berkelahi dengan para preman. Jesslyn sangat lincah dalam berkelahi dan di dekat mobil Jesslyn nya terdapat dua anak kecil yang sedang ketakutan.

"ampun nona,sudah kami mengaku kalah" ucap salah satu preman dari kelima preman tersebut.

"ganggu mereka lagi,awas aja kalian" ucap Jesslyn penuh penekanan karna ia tak suka orang kuat menindas yang lemah.

"baik nona,kami mengerti"

"sudah sana pergi"

Jesslyn pun mendekati kedua anak yang di ganggu preman lagi,ternyata kedua anak tersebut masih sekitaran usia 10 tahun dan 7 tahun.

"kalian beruda gak papa? Ada yang luka gak?" tanya Jesslyn lembut.

"g...gak a...ada kak,kami gak papa,terima kasih kak" jawab seorang anak berusia 10 tahun dengan sedikit ketakutan.

Jesslyn yang melihat mereka masih ketakutan pun langsung memeluk mereka berdua untuk menenangkan mereka.

"tenang ya,sekarang kalian sudah aman oke" ucap Jesslyn menenangkan dan hal itu tak luput dari pengelihatan Gara dkk serta Naurel.

"yuk balik,gak baik kepoin privasi orang" ucap Gara datar yang kemudian putar balik.

Ketiga sahabat nya dan Naurel pun mengikuti Gara yang putar balik,mereka tak ingin mengganggu privasi Jesslyn.

...****************...

maaf telat update nya soal nya author juga harus banyak banyak istirahat karna gak boleh banyak banyak mikir,terima kasih telah baca karya author ini....😊😊😊😊😊

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!