Jesslyn membawa kedua anak tersebut pulang ke mansion nya terlebih dulu. Ia akan pergi dari mansion nya dan mencari apartemen untuk tempat ia tinggal bersama kedua anak tersebut.
Kedua anak tersebut merupakan anak yatim piatu dan mereka selama ini hidup di jalanan dan tidak bersekolah,tanpa ada yang memperdulikan mereka atau sekedar berbelas kasihan dan mereka sudah tiga tahun hidup di jalanan.
"kalian tunggu sini sebentar ya,kakak mau ambil barang barang kakak dulu di rumah ini" ucap Jesslyn pada kedua anak kecil yang duduk berdua di samping nya.
Kedua anak tersebut langsung memegangi tangan Jesslyn dan menatap Jesslyn seakan mengatakan 'jangan pergi'. Jesslyn yang mengerti pun memberi ketenangan untuk mereka.
"tenang ya,di sini aman kok dan kakak cuma sebentar ambil barang barang kakak"
Namun ucapan nya tak mampu membuat pegangan kedua anak tersebut terlepas.
"adek adek kakak yang cantik dan ganteng,kakak cuma sebentar ambil barang nya. Oke,sebentar ya kakak minta kedua paman itu buat jaga kalian dari luar" ucap Jesslyn seraya menunjuk kedua satpam yang berjaga di pos.
Akhir nya kedua anak tersebut melepaskan pegangan mereka pada tangan Jesslyn dan Jesslyn pun segera keluar dan meminta kedua satpam yang ia tunjuk tadi untuk menjaga mobil nya dari luar karna di dalam mobil nya ada dua anak kecil.
"Jesslyn,kenapa lama sekali kamu pulang? Ke mana saja kamu tadi? Sudah dua jam daddy menunggumu" ujar Genza saat melihat putri nya baru pulang.
"ngapain daddy nungguin Jesslyn?" tanya Jesslyn padahal ia tau bahwa daddy nya menunggu nya karna ingin membahas masalah adek tiri nya itu.
"ngapain kamu bilang,kenapa kamu tampar Bita? Dia adek mu Jesslyn,kamu sebagai kakak nya harus menjaga nya dengan baik bukan malah menampar nya" ucap Genza yang tak habis pikir dengan anak nya yang satu ini.
"kan Jesslyn sudah pernah bilang jangan pernah ganggu Jesslyn waktu Jesslyn lagi bad mood" ucap Jesslyn dingin.
"kamu ini kenapa sih nak? Kenapa kamu jadi seperti ini?"
"daddy sendiri yang membuatku jadi kayak gini"
Setelah mengatakan hal itu,Jesslyn langsung bergegas masuk ke dalam mansion nya dan saat itu juga ia di perlihatkan oleh dua wanita yang sangat ia benci kehadiran nya.
"Jesslyn!! Apa salah Bita sampe kamu menampar nya hah?!! Kamu memang anak yang tidak tau diri!!!" marah Faliza.
Tak lama sang daddy masuk,"dad,usir saja dia dari mansion ini,dia selalu saja cari gara gara sama Bita" pinta Faliza.
"ya sudah,daddy juga sudah muak sama kelakuan Jesslyn yang semakin hari semakin membantah" ucap Genza.
"tidak perlu kalian usir pun aku sudah ingin keluar dari mansion yang seperti neraka ini. Aku kecewa sama daddy" ucap Jesslyn.
Ia pun segera menuju kamar nya dan memberskan semua barang barang nya serta berkas berkas laporan cafe milik nya yang sudan bercabang di beberapa kota.
"tunggu" cegah Bita kala melihat Jesslyn hendak keluar mansion dengan membawa dua koper.
"daddy,aku ingin kak Jesslyn memberikan mobil kesayangan nya untukku,dan mobil itu aku anggap sebagai ucapan permintaan maaf dari kakak" ucap Bita memohon namun di balik nya ia tersenyum smirk karna bisa memilik mobil yang ia ingin kan.
"aku gak akan memberikan owl padamu,daddy pun tau sendiri kalo itu adalah hadiah dari mommy kan" ucap Jesslyn datar.
"sudah lah Jesslyn,berikan saja owlmu itu pada Bita nanti daddy belikan lagi yang baru" ucap Genza memohon.
"kenapa gak putri kesayangan daddy itu saja yang di belikan mobil? Jesslyn tetep gak mau berikan owl pada nya"
"oh ya dad,izinkan aku menyematkan margamu pada kedua adek angkatku"
Jesslyn pun langsung melenggang pergi keluar dari mansion,ia memasukkan kedua koper nya ke dalam bagasi dan meminta pada salah satu satpam untuk membawa eagle nya ke alamat yang ia kirimkan.
"kak,kita mau tinggal di mana? " tanya anak cowok.
"kita akan pulang ke rumah kakak sendiri,tadi kakak sudah membeli nya lewat online" jawab Jesslyn.
Ya,Jesslyn telah membeli sebuah apartemen yang tidak terlalu jauh dari sekolah nya juga sekolah dasar yang nanti nya akan di tempati kedua anak tersebut bersekolah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampai nya di sebuah apartemen yang ia beli tadi,ia pun memarkirkan mobil nya di sebuah basement beserta motor nya.
"terima kasih ya pak,silahkan pulang. Oh ya,jangan kasih tau orang mansion kalo saya tinggal di sini" ucap Jesslyn pada satpam yang membawa motor sport kesayangan nya.
"baik nona,kalo begitu kami pamit kembali ke mansion dulu"
Setelah dua satpam nya pulang,Jesslyn pun mengajak kedua anak tersebut masuk ke lift yang akan naik menuju apartemen nya yang berada di lantai 5.
"kak,kenapa kakak mengajak kami ke sini?" tanya anak cowok.
"mulai sekarang kalian akan tinggal sama kakak,mau gak?"
"apa tidak merepotkan kakak kalo kami tinggal bersama dengan kakak di sini?"
"tidak sama sekali,kakak justru senang ada kalian di rumah kakak"
"terima kasih kak,baru pertama kali ini kami bertemu dengan orang baik seperti kakak"
"berarti kalian memang sudah di takdirkan untuk bertemu dengan kakak"
Mereka pun masuk setelah sampai di depan apartemen milik Jesslyn. Di sana memiliki tiga kamar,ruang tamu,ruang keluarga,ruang makan,dapur dan kamar mandi,tapi di setiap kamar juga ada kamar mandi nya.
Mereka duduk di ruang keluarga untuk istirahat sejenak,karna habis berbelanja kebutuhan dapur,peralatan mandi,tak lupa juga beberapa pakaian untuk kedua anak tersebut.
"oh ya,kita dari tadi belum kenalan nih,nama kalian siapa?" tanya Jesslyn.
"namaku Arka Mario kak" ucap Arka yang berusia 10 tahun.
"kalo kamu siapa cantik?" tanya Jesslyn pada seorang anak perempuan yang masih sedikit takut.
"maaf kak,dia masih takut seperti nya karna dia tak terbiasa dengan orang asing" ucap Arka seraya memeluk adek kecil nya.
Jesslyn pun mendekati kedua nya dan mengusap surai panjang milik gadis kecil tersebut dengan lembut.
"sayang,masih takut sama kakak ya. It's oke sayang,sini peluk kakak dulu" ucap Jesslyn lebih lembut dari sebelum nya.
Gadis kecil tersebut pun menatap abang nya seakan meminta persetujuan,Arka yang mengerti tatapan sang adek pun langsung mengangguk.
Perlahan gadis itu melepas pelukan nya dan beralih memeluk Jesslyn. Jesslyn pun memberikan pelukan hangat pada gadis kecil tersebut membuat gadis kecil itu merasa nyaman berada di pelukan Jesslyn,setelah di rasa cukup Jesslyn pun melepaskan pelukan nya.
"namaku Nerma Cantika kak,nama kakak siapa?" tanya Nerma yang sudah tidak takut lagi.
"nama kakak Jesslyn Ferina Fagenza,panggil aja kak Jesslyn. Oh ya nama kalian kakak tambah dengan Fagenza ya,itu marga keluarga kakak"
"apa tidak apa apa kak?"
"tidak apa apa kok,keluarga kakak mengizinkan nya"
"kak,kami boleh panggil kakak Elyn?" tanya Nerma dengan hati hati.
"tidak papa,kalo gitu kakak juga panggil kalian berbeda juga ya. Kalo kamu Rio dan kamu Cantik,anggap aja itu panggilan sayang dari kakak dan kita bisa jadi lebih akrab"
"baik kak,terima kasih" ucap kedua nya seraya memeluk Jesslyn bersamaan.
Jesslyn pun senang mempunyai dua adek angkat sekaligus, kemudian ia memerintahkan mereka untuk memilih salah satu kamar yang ingin mereka tempati dan ia juga menyuruh mereka untuk istirahat terlebih dahulu sebelum makan malam tiba.
Arka memilih kamar yang berada di samping kiri,Nerma memilih kamar tengah dan Jesslyn pun menempati kamar di samping kanan kamar Nerma.
...****************...
mohon dukungan nya ya dan jangan lupa beri like,subcribe,komen dan vote serta hadiah juga tidak apa apa,terima kasih.....😊😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments