ujian nasional

  Sudah satu bulan Jeyna dan Belfa bersekolah di sekolah baru nya dan saat ini mereka akan menghadapi ujian kelulusan yang biasa nya di sebut dengan ujian nasional.

   Saat ini Jeyna sedang memasak untuk sarapan ketiga adek nya yakni Jesslyn,Arkan dan Nerma. Bik Zana bagian yang menyiapkan dan menata makanan di meja makan.

"nah sudah siap semua nya" ucap Jeyna.

"seragam nona jadi bau masakan tuh" ucap bik Zana.

"tidak apa bik. Sekarang bibik tutup telinga ya,Jeyna mau teriak buat manggil adek adek"

"sudah siap nona"

"baiklah,ekhem....Jesslyn Rio Cantika!!!! Turun, sarapan nya udah siap!!!!!" teriak Jeyna.

   Apartemen Jesslyn menjadi bergemuruh karna teriakan Jeyna dan hal itu sudah menjadi kebiasaan selama Jeyna berada di sana.

  Jesslyn dan kedua adek nya pun juga sudah terbiasa dengan teriakan Jeyna yang menggegar. Mereka pun langsung siap siap dan turun ke bawah untuk sarapan agar Jeyna tidak berteriak lagi.

"selamat pagi Jeyna/kak" sapa Jesslyn dan kedua adek nya bersamaan.

"selamat pagi,ayo makan nanti ke buru telat sekolah nya" ucap Jeyna.

tok

Tok

Tok

"biar Rio yang bukakan pintu nya" ucap Arkan.

"ya udah sana gih buka,mungkin pak Jufri" ucap Jeyna.

  Arkan pun berjalan ke depan untuk membukakan pintu dan benar saja ternyata yang datang adalah pak Jufri sopir mereka.

"selamat pagi tuan kecil" sapa pak Jufri.

"selamat pagi pak" balas Arkan.

"silahkan masuk pak,yang lain udah nunggu bapak buat ikut sarapan"

"mari tuan kecil"

   Kemudian mereka berjalan ke meja makan dan mereka semua pun sarapan bersama sebelum berangkat ke sekolah.

   Selesai sarapan,mereka pun berangkat ke sekolah tak lupa mereka berpamitan pada bik Zana. Arkan dan Nerma di antar pak Jufri dengan menggunakan owl,sedangkan Jeyna menggunakan flower motor sport kesayangan nya dan Jesslyn menggunakan eagle.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

   Sesampai nya di sekolah,Jesslyn dan Jeyna memarkirkan motor nya bersamaan di parkiran dan di sana juga ada Gara dkk yang menunggu mereka.

"hai sayang,kita bertemu lagi" ucap Geza.

"hai" balas Jeyna datar.

"jangan datar dong wajah nya yang kalo sama kita kita" pinta Geza.

"akan gue coba" ucap Jeyna seraya tersenyum tipis.

"nah,gitu baru bagus" _Geza.

"yuk cari ruangan kita" ajak Nefgan.

"yuk" jawab Erbi.

  Mereka semua pun mencari ruang ujian mereka dan ternyata mereka berada dalam satu ruang,tapi mereka juga satu ruang dengan Belfa dan Bita.

  Mereka pun belajar bersama di bawah pohon besar di sebuah taman di sekolah mereka. Mereka memiliki keahlian di bidang masing masing.

   Tak lama bel masuk ujian berbunyi,para murid pun masuk ke ruangan masing masing termasuk Gara dkk serta Jesslyn dan Jeyna.

   Mereka mengerjakan dengan tenang bila guru pengawas mengawasi mereka, namun bila guru tidak mengawasi mereka maka mereka akan saling berbisik satu sama lain saling membagi jawaban termasuk Bita dan Belfa.

   Sedangkan Gara dkk serta twins J tetap mengerjakan ujian mereka dengan tenang

  Jesslyn dan Jeyna selesai mengerjakan ujian secara bersamaan membuat semua nya tercengang tak terkecuali guru nya karna baru tahun ini ada yang mengerjakan ujian secepat ini.

"Jesslyn Jeyna,ujian nya masih kurang 1 setengah jam lagi, tapi kenapa kalian selesai dalam sepuluh menit? Kalian tidak mencontek kan" ujar guru pengawas.

"jika guru tidak percaya pada kami bahwa kami tidak mencontek maka silahkan lihat cctv yang ada di kelas ini" jawab Jeyna yang langsung membuat guru tersebut terdiam.

  Mereka pun mengumpulkan kertas ujian itu ke depan.

"apa kami boleh keluar sekarang?" tanya Jesslyn.

"ah iya,silahkan" jawab guru pengawas.

  Jesslyn dan Jeyna pun keluar dari kelas dengan membawa bekal mereka serta buku pelajaran untuk ujian jam kedua dan mereka duduk di tempat yang sama dengan tadi pagi.

  Tak lama gara dkk juga menyusul mereka dengan membawa bekal masing masing.

"yuk makan bekal nya dulu,setelah itu kita lanjut belajar" ucap Jesslyn.

"yuk" ucap Gara.

  Mereka pun duduk melingkar dan memakan bekal masing masing dengan tenang, namun ketenangan mereka di ganggu oleh Bita dan Belfa.

 "kalian pasti nyontek ya tadi" tuduh Belfa.

"eh dek,pacar kakak sama teman teman gak nyontek ya, yang nyontek itu mereka" ucap Bita.

"emang nya siapa yang nuduh mereka kakak ku sayang,orang adek nunjuk nya ke Jesslyn sama Jeyna kok"

"bagus lah kalo begitu"

"gak ke balik tuh,bukan nya kalian ya yang nyontek? Kok nuduh kita" ujar Jeyna sedikit kesal.

"udah lah Na,lagian pasti bu Sakinah udah liat cctv di kantor sekolah" ucap Jesslyn santai.

"sayang liat lah mereka, mereka tidak mau mengaku bahwa mereka mencontek" adu Bita pada Gara.

"kalo mereka memang benar tidak mencontek,gue bisa apa. Sudah sana jangan cari masalah" ucap Gara.

  Gara pun pindah duduk di antara Jeyna dan Jesslyn, dan hal itu membuat jantung Jesslyn berdetak lebih cepat.

  Mereka pun belajar bersama tanpa menghiraukan bita dan Belfa yang masih berada di sana, membuat kedua nya menjadi kesal.

  Bita pun mengambil sebuah batu dan hendak memukulkan nya ke kepala Jesslyn, namun hal itu di lihat oleh Jesslyn.

Jesslyn pun langsung mendorong Bita hingga ia terjungkal ke belakang, namun batu nya jatuh mengenai kening dan lengan Jesslyn membuat nya mengerang kesakitan.

"jesslyn,lo gak papa?" tanya Jeyna.

"sakit gak?" tanya Erbi.

"lo bego apa gimana sih? Udah tau batu nya segede gaban kayak gitu masih nanya sakit kagak,ya jelas sakit lah" kesal Nefgan.

Gara yang sedari tadi berada di samping Jesslyn pun langsung menggendong Jesslyn ala bride style dan membawa nya ke uks.

"Gara,turunin gue,gue bisa jalan sendiri tau. Turunin gak" ucap Jesslyn.

"diam" ucap Gara dingin dan mampu membuat Jesslyn langsung terdiam.

"ini semua gara gara lo nih,ngapain sih pake celaka in kembaran gue? Iri? Ikan teri pake saos,iri bilang bos" omel Jeyna.

"gue akan buat perhitungan sama lo dan Jesslyn,ayo cabut dek" ucap Bita.

"woy!!! Seharus nya kita yang bikin perhitungan sama lo bukan sebalik nya!!!!" teriak Jeyna.

"sudah sayang,yuk ke uks kasian kembaran lo sakit" ucap Geza.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di uks,Jesslyn sedang di obati oleh Gara. Meskipun luka nya tidak serius,tapi Gara tetap mengobati nya dengan telaten dan membalut nya dengan perban.

Tak lama Jeyna dan sahabat Gara datang ke uks untuk melihat keadaan Jesslyn.

"gimana keadaan lo?" tanya Jeyna.

"udah mendingan" jawab Jesslyn.

"bisa ikut ujian gak?"

"bisa"

"kalo gak kuat ngomong ama gue"

"hm"

"dah yuk masuk,bentar lagi bel"

"yuk"

mereka pun kembali ke ruang ujian mereka yang kebetulan tidak jauh dari uks. Jesslyn berjalan dengan di papah oleh Gara,meskipun ia berkata bahwa ia baik baik saja.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!