Kereta panjang melaju, di sudut jendela nampak gadis berhijab ungu dengan baju senada sedang bertopang dagu memandang pemandangan di depannya melalui jendela, namun yang di lihat dalam pandanganya adalah seketsa perjalanan hidupnya , satu persatu tayangan kehidupanya berputar.
Shafiya berharap keputusan yang di ambil adalah yang terbaik. Apa yang terjadi dengan Fatih menjadi pukulan berat baginya untuk tidak berhubungan dulu dengan kaum adam. Kali ini Shafiya akan pergi ke rumah kakeknya tinggal di sana dan membuka usaha di sana juga mengembangkan desanya.
Usianya masih muda, masih panjang hal yang akan di gapai, Shafiya sudah berusaha membuang perasaanya yang ada di hatinya. Perasaannya pada manusia yang belum halal hanya akan membuat hati terluka dan sakit. Berhubungan dengan kaum adam terlalu dekat akan membahayakan dirinya.
Cukup apa yang terjadi padanya menjadi pelajaran berharga baginya. Jika suatu saat nanti dia akan menikah maka dia tidak mau lagi berkomitmen atau berpacaran dengan kaum adam, biarkan ayah yang memilihkannya untuknya, siapapun itu pasti yang terbaik baginya.
" Ya Allah beri kemudahan pada hamba. " Do'anya.
Kereta berhenti di stasiun, Shafiya turun dan menelfon sepupunya untuk menjemputnya.
" Assalamuallaikum? Mas Ade jemput Fiya ya... ini dah sampai. " Katanya melalui hanponenya.
" Walaikumsalam ya dek... tunggu sebentar di situ ya..." Jawab yang di telfon dari seberang.
***
" Mas.... Ini Fiya di sini...!!! " Triak Fiya pada seseorang yang sedang naik motor metic yang tengah bingung mencari keberadaanya. Pemuda yang di panggilpun akhirnya melihat dan menjemputnya.
" Shafiya, Masya Allah... " Ujar pemuda itu terpesona dengan kecantikan Shafiya.
" Kenapa Mas Ade? " Tanya Shafiya bingung.
" Lama tak berjumpa ternyata kamu tambah cantik. " Ujar Ade kakak sepupu Shafiya.
" Ah... Mas Ade biasa aja deh, jangan fitnah, udah ah.. pulang yuk, panas... " Ucap Shafiya menimpali.
" Ok cap cus... " Ade memberikan helem pada Shafiya.
Merekapun melaju dengan motornya membelah jalan raya, bercampur dengan lalu lalang kendaraan yang ramai.
Semakin lama semakin jauh motor itu menuju plosok dan mulai memasuki perdesaan, padi-padi menguning menjadi pemandangan yang di rindukan Shafiya.
" Mas Ade. " Shafiya bercakap di atas motor.
" Apa... " Sahut Ade masih sambil menyetir.
" Mampir warung bakso yuk, laper... " Ujar Shafiya sambil memegangi perutnya yang keroncongan.
" Ok, siap... " Ade menyetujui sembari melirik pinggir jalan mana yang ada warung bakso.
Di dekat masjid ada warung bakso, Ade menuju kesana dan parkir ke depan masjid.
" Sholat dulu ya Fiy... " Kata Ade sambil melepas helem.
" Iya Mas... " Shafiya menjawab sambil melepas helem juga.
Mereka melangkah ke masjid dan melaksanakan sholat dzuhur. Selepas sholat mereka mampir ke warung bakso di sebelah masjid.
" Pak bakso mi ayam ya... dua porsi, minumnya es jeruk dua. " Kata Ade pada pemilik warung.
" Wah tau aja kesukaan aku Mas." Kata Shafiya.
" Iya dong... " Kata Ade bangga.
Pelayan membawa pesanan mereka dan menaruhnya di meja.
" Jadi inget waktu SMA kita sering makan ini, dulu rasanya nikmat sekali." Kata Shafiya.
Ade tersenyum sambil menikmati Makanannya selagi panas. Shafiya meminum minumanya lalu makan dengan lahap.
" Wah... cantik-cantik makannya rakus sekali... " Goda Ade yang melihat Shafiya nampak kelaparan sekali.
" Hehehe... wujud aslinya keluar Mas." Shafiya terkekeh melihatkan barisan giginya yang putih dan rapi.
Ade yang melihat terpesona dengan Shafiya, tak menyangka gadis yang dulu sering di boncengnya saat SMA tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekali.
" Udah punya pacar belum Fiy... " Tanya Ade pada Shafiya setelah selesai makan.
" Ah, Apaan sih Mas, Fiya males bahas masalah cowok, belum mau mikirin mau fokus buat usaha dulu." Jawab Shafiya malas memorinya mengenai Alif dan Fatih masih terngiang. Kedua laki-laki itu sudah cukup membuat dia belajar.
" Kamu patah hati ya ? makanya kabur ke sini? " Selidik Ade.
" Enggak Mas... Apaan sih... " Shafiya mulai kesal.
" Dek... Shafiya... ndak baik lho... kalau lari dari masalah... " Nasehat Ade.
" Enggak Mas... Shafiya cuma pengen ndak mikirin cowok dulu, aku juga masih muda, ngapain buru-buru mikirin cowok. Mas Ade sendiri tu... kapan nikah? " Kata Shafiya menimpali.
" Mas Ade mah banyak cewe yang antri... " Seloroh Ade.
Shafiya hanya mencibir dengan kepedean Kakak sepupunya itu. Memang Kakaknya itu tampan, tinggi dan putih, untuk ukuran pemuda di kampung dia arjuna bagi perempuan di desa.
Mereka selesai makan dan menuju masjid lagi untuk melanjutkan perjalanannya ke kampung kakeknya.
***
Motor berhenti di depan rumah kampung dengan taman bunga yang banyak di depannya, di samping rumah ada kolam ikan.
Shafiya dan Ade turun dan menuju rumah itu namun nampak sepi, sepertinya Kakek dan Neneknya belum pulang dari masjid.
Shafiya berkeliling rumah dan duduk di tepi kolam ikan. Ade menurunkan koper Shafiya dari motor dan menyusul Shafiya ke samping.
Tiba-tiba dari halaman depan terdengar suara Kakek dan Neneknya , Shafiya setengah berlari berhambur memeluk neneknya.
" Nenek Kakek... Assalamuallaikum... " Ucapnya sambil sungkem.
" Walaikumsalam Fiy... Nenek kaget lho... kok ndk kabar-kabar... " Ucap Sang Nenek.
" Dah yuk masuk, istirahat... " Kata kakek sambil membuka pintu rumah.
Merekapun masuk rumah, Shafiya menuju kamarnya di susul Ade yang membawa koper Shafiya.
" Makasih ya Mas Ade... Maaf jadi ngerepotin " Kata Shafiya.
" Ih... kaya siapa aja. " Ucap Ade.
" Udah ya , gih istirahat, aku balik." Kata Ade sekalian pamit.
" Iya kak salam buat bude sama pakde ya... " Ucap Shafiya.
" Iya nanti aku sampaikan... udah ya, Assalamuallaikum? " Kata Ade lalu berjalan keluar.
" Waallaikumsalam... " Shafiya mengantar ke depan lalu kembali ke kamarnya, dan merebahkan dirinya.
Matanya terpejam namun bayangan wajah seseorang berkelebat di matanya.
Shafiya membuang bayangan itu dan menggelengkan kepalanya, lalu membenamkan wajahnya ke bantal.
" Endak... tidak mungkin... tidak boleh... " ucapnya sambil memukul-mukul kepalanya.
.
.
.
.
.
.
Biarkan waktu yang membawa masa lalu dan biarkan waktu yang mengobati segalanya. Biarlah memori itu berputar agar selalu menjadi pelajaran.
Jika waktunya tiba aku yakin akan ada pemilik hati ini yang Allah kirimkan.
____ Shafiya Alifa ____
.
.
.
.
.
.
# Buat para pembaca please... tinggalin jejak... koment, like dan vote ya...
😍😄💖💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
💋Titika tika27💋
Terbayang siapa fiya? 😁
2024-02-29
1
Herni Haryani
baru gie mau merantau di kampung halaman nenek-kakeknya ko udah terbayang2 dia z sich syafiya 🤦♀️
2024-02-28
0
Mukmini Salasiyanti
aaaaaa
jd ingat masa lalu deh......
2024-02-18
1