Awan hitam berarak-arak bergumpal-gumpal di langit. Sementara angin membawa kabar kesedihan pada pejuang hati yang tengah ditinggal oleh pujaan hatinya.
Dua orang laki-laki tengah duduk diam dalam frustasi setelah mendapat surat dari gadis yang mereka perebutkan. Hari ini Alif dan Fatih sama-sama kehilangan setelah mendapat surat dari Shafiya untuk mereka, dua surat yang isinya sama.
Assalamuallaikum
Kutulis surat ini dalam sepertiga malamku, sudah ku cari dan ku minta jawaban, untuk jawaban lamaran dari Pak Fatih namun entah Allah belum memantapkan hati ini untuk menikah dengan Anda.
Maaf bukan karena kurang sempurnanya apa yang ada pada diri anda, namun saya sendiri yang tidak pantas untuk anda, saya hanya seorang Shafiya gadis sederhana yang Allah amanahkan kepada Ayah dan Bunda.
Setelah ini saya akan pergi, jangan cari kemana saya, dan jangan pula menunggu kalau kita berjodoh maka Allah akan mempertemukan kita di waktu dan tempat yang tepat. Jika Allah menghendaki.
Shafiya Alifa*
Fatih lemas pupus sudah harapanya, belum juga dia sempat memantaskan diri dan memperjuangkan Shafiya, gadis itu malah memilih pergi menjauh darinya.
Baru pertama ini Fatih merasakan jatuh cinta dan kali ini pula dia merasa patah hati. Belum pernah dia merasakan hal semacam ini seumur hidupnya. Apa yang dia miliki semua tidak ada gunanya, tidak bisa membuat Shafiya memilihnya.
Alif yang duduk di sebelahnya menepuk pundak Fatih pelan, memberi semangat. Padahal Alif sendiri tidak jau beda, sama-sama kehilangan namun ini bukan kali pertama Shafiya pergi darinya. Ada rasa getir di hatinya karena bagaimanpun juga Mamanya tetap kekeh pada pendiriannya. Dia tak menyangka kalau Shafiya akan meninggalkannya lagi dengan alasan yang sama.
Assalamuallaikum
Kutulis surat ini dalam sepertiga malamku, sudah ku cari dan ku minta jawaban, untuk cinta yang Mas Alif berikan namun entah Allah belum memantapkan hati ini untuk mengikat cinta ini di tali pernikahan.
Maaf bukan karena kurang sempurnanya apa yang ada pada diri Mas Alif, namun Aku sendiri yang tidak pantas untukmu, bagaimanapun juga restu dari Mamamu adalah ridho Allah juga.
Setelah ini Aku akan pergi, jangan cari kemana Aku, dan jangan pula menunggu, kalau Kita berjodoh maka Allah akan mempertemukan Kita di waktu dan tempat yang tepat bersama restu Mamamu. Jika Allah menghendaki.
\*Shafiya Alifa*\
***
Tanpa sepengetahuan Alif dan Fatih Shafiya bertemu dengan Pak Putra. Mereka berjanji bertemu di restoran siang ini sebelum keberangkatan Shafiya.
" Assalamuallaikum Pak, silahkan duduk, Maaf membuat anda repot padahal kondisi anda belum benar-benar sehat. " Ujar Shafiya.
" Tidak apa nak, ada apa kau mengajak Papa kemari. " Jawab Pak Putra.
Shafiya merasa tidak enak, Pak Putra selalu menyebut dirinya sendiri Papa seolah Shafiya akan menjadi menantunya sungguhan saja.
" Ehm... saya harap Pak Putra berjanji kepada saya, untuk tidak marah, atau pun kecewa dengan apa yang akan saya sampaikan." Tutur Shafiya.
Pak Putra diam seperti ada tanda-tanda penolakan dari lamarannya untuk Fatih. Dadanya sedikit sesak harapanya untuk memiliki menantu Shafiya sepertinya akan sirna.
" Akan Aku coba nak, bicaralah apa yang akan kau sampaikan." Jawab Pak Putra berusaha tenang.
" Berjanjilah Anda akan menjalani operasi dengan baik dan segera sembuh. " Lanjut Shafiya.
Pak Putra mengangguk dan tersenyum, ternyata Shafiya masih perduli padanya.
" Saya akan menjawab lamaran dari Anda untuk Pak Fatih..., " Shafiya menarik nafas dalam dan mengucap bismillah dalam hati.
" Saya sudah beristiharah, namun saya belum mendapat kemantapan hati kepada Pak Fatih. " Lanjut Shafiya
" Kenapa nak? apa karena kekurang ajaran dia padamu? Papa sangat menyesal tidak bisa mendidik dia dengan baik." Ujar Pak Putra.
" Apa Kau tidak mencintainya lagi? " Ujar Pak Putra lagi.
Ada kebingungan pada diri Shafiya bagaimana menjelaskan hubungan dengan Fatih yang sebenarnya.
" Begini Pak, bukan begitu maksud saya." Bingung Shafiya seandainya jujur tentang kebohongan putranya apa tidak membuat kondisinya memburuk.
" Kalau kalian saling mencintai kenapa tidak segera menikah ? kenapa Kamu menolaknya? " Brondong Pak Putra.
" Saya belum siap menikah Pak, Saya mau fokus membuat usaha sendiri. " Kata Shafiya akhirnya memilih alasan itu.
" Jika Saya berjodoh dengan Putra Bapak, Insya Allah pasti Kami akan di pertemukan dan di persatukan dalam ikatan suci." Ujarnya menambahi.
Akhirnya Pak Putra menyerah tidak bisa memaksa lagi, meski tetap saja hatinya kecewa.
" Apa Kau tidak akan kecewa bila Aku menjodohkan Fatih dengan wanita lain?" Tanya Pak Fatih.
" Pak Fatih pantas mendapatkan yang lebih dari Saya Pak.... " Kata Shafiya tersenyum.
" Ah... Baiklah kalau begitu, Ku harap Kamu tidak menyesal dengan keputusanmu." Jawab Pak Putra masih dengan raut kecewa.
" Maafkan Saya Pak, Saya harap Anda tidak membenci saya karena ini." Tutur Shafiya menunduk.
" Ah... Bagaimana bisa aku membenci gadis sebaik Kamu nak... , Ku anggap kau sebagai Anakku saja... jika tak bisa menjadi menantuku, sering-seringlah main ke jogja ya..." Ucap Pak Putra sambil tersenyum.
" Insya Allah Pak, baik Saya permisi, semoga operasi Anda lancar dan Kita
bisa bertemu lagi. " Shafiya pamit undur diri karena dia harus mengejar kereta yang akan di tumpanginya nanti.
.
.
.
.
.
_____ Selamat Tinggal Semua Semoga Allah Mempertemukan Kita Kembali _____
""""* Shafiya Alifa*""""
.
.
.
.
Jangan lupa dukung dengan tinggalkan jejaknya, like komen kalian yang baca aku tunggu....😊🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Neneng Saadi
hati2 shafiya 🤲
2025-03-03
0
Jolanda Lengkey
semoga sukses ya 👍💪
2024-07-10
2
💋Titika tika27💋
Hati hati di jalan shafiya
2024-02-29
1