Di luar Pekerjaan

Hari ini berbeda dengan hari sebelumnya karena hari ini Shafiya untuk pertama kalinya pergi jauh dengan bosnya.

Sudah dari pagi dia bersiap-siap, kopernya sudah di depan namun motor yang ia kendarai macet seperti dulu, entah ada kerusakan mesin apa di dalamnya sehingga sering mengalami mogok jalan.

Shafiya bingung takut terlambat dan di marai bosnya lagi, akhirnya ia memilih menaiki ojek online namun ojek yang dipesan tak kunjung datang sepertinya macet di jalan.

Bundanya yang mengetahui kebingungan Sbafiya pun akhirnya bertanya.

" Kamu kenapa sayang, kok belum berangkat kerja katanya mau pergi ke Jogja mau ada meeting?"

" Motor Fiya mogok Bun, ndk tau ini..." Jawab Shafiya.

" Pesan Ojek online juga lama sekali... " Shafiya mulai resah.

" Cancel aja sayang, pakai motor Ayah. " Tiba-tiba Ayah keluar dan menawarkan motornya.

" Tapi Yah, Apa tidak apa? " Tanya Fiya.

" Nanti biar Ayah bawa ke bengkel motormu." Kata Ayahnya.

" Baik Yah. Shafiya pamit ya Yah, Bun, mohon doanya. " Kata Shafiya bersaliman.

" Assalamualaiku..." Salamnya

" Waalaikumsalam... " Jawab Ayah dan Bundanya.

Shafiya pun berangkat ke kantornya mengunakan motor Ayahnya, Ayah dan Bunda memandangi Shafiya di depan pintu sampai motor itu tak terlihat lagi.

***

Sampai di kantor rupanya Fatih sudah menunggu dengan dingin dia jengkel karna Shafiya telat.

" Kau bagaimana bisa telat sih, penerbangan kita setengah jam lagi." Ujarnya.

" Maaf pak motor saya mogok lagi." Shafiya menunduk tak berani memandang kemarahan bosnya.

Shafiya memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. Akhirnya sopir mengantar mereka menuju bandara.

Perjalananya macet membuat Fatih menjadi tambah kesal 15 menit lagi penerbanganya.

" Pak lebih cepat. " Serunya sambil melihat jam.

Akhirnya mereka sampai setelah menurunkan koper, mereka setengah berlari menuju bandara, karena sebentar lagi penerbangan mereka.

Di dalam pesawat Shafiya dan Fatih hanya saling diam. Shafiya nampak pucat karena ini pertama kalinya dia naik pesawat.

" Apa kau sakit ?" Tanya Fatih sedikit perhatian meski masih dingin.

" Hanya sedikit takut pak, ini pertama kali bagi saya. " Shafiya jujur menjawab.

" Kampungan sekali. " Sindir Fatih.

" Ah... mau bagaimana lagi saya memang anak kampung pak." Shafiya nyengir tak tersinggung.

Pesawatpun mulai lepas landas, Shafiya menutup matanya dan berusaha tenang. Sementara Fatih memasang earphone dan memutar musik di Handphonenya.

***

Di bandara Jogja mereka di jemput mobil dari perusahaan cabang. Namun Anehnya mobil tidak menuju ke perusahaan ataupun hotel tempat menginap. Mobil itu menuju komplek perumahan mewah di Sleman.

" Maaf pak, ini kita kemana? " Shafiya bingung.

Namun tidak ada jawaban, sopir menurunkan koper keduanya dan membawanya masuk ke rumah. Fatih turun dan Shafiya hanya bisa mengikutinya dengan bingung.

Ketika masuk sudah ada lelaki paruh baya yang masih nampak tampan dan gagah, tersenyum menyambutnya.

" Papah... " Fatih salim dan memeluk papanya. Shafiya menyatukan tanganya dan tersenyum.

" Wah ini rupanya calon mantu Papa... " Serunya tersenyum bahagia.

Deg

" Maaf pak," Belum selesai bicara Shafiya di potong Fatih.

" Ah... Pa, kenalkan calon istriku Shafiya namanya." Ujarnya, Shafiya yang mendengarpun terkejut, matanya membulat meminta jawaban dari ucapan Fatih.

" Kamu tak salah pilih, papa suka dengannya." Sahut Papa Fatih.

" Nak, Shafiya kopermu biar di bawa bibi ke kamar tamu, beristirahatlah kau pasti lelah." Kata papa Fatih

Fatih berbisik ketelinga Shafiya,

" Ikuti kata Papaku, itu bagian tugas dariku untukmu. " Bisiknya.

Gigi Shafiya gemeretuk, merasa di permainkan bosnya, ini di luar pekerjaan kantor. Namun dia menurut ke kamar tamu matanya meminta penjelasan.

" Apa apaan ini... " Gerutunya dalam hati

***

Shafiya masuk kamar tamu, ruangan yang mewah dengan disain bagus. Shafiya merebahkan badanya di sofa lalu mengambil Hpnya.

" Assalamuallaikum, maaf pak bisa di jelaskan maksud kejadian tadi? " Ketiknya mengirim pesan pada Fatih namun tidak mendapat balasan.

" Saya tidak mau mengerjakan hal di luar pekerjaan ." Kirimnya lagi

" Saya harap bapak bisa mejelaskan semuanya, saya tidak mau anda berbohong kepada Papa anda. " kirimnya lagi, namun masih tidak ada balasan.

" Astaghfirullah... Bos semena-mena, kenapa tidak membalas pesanku." Gerutunya.

" Bagaimana ini ya Allah... " Shafiya tidak tenang memukul mukulkan tangannya pada sofa.

Tiba tiba Hpnya bergetar, dan masuklah balasan dari Fatih.

" Tenanglah akan ku bayar gajimu 10 x lipat, beraktinglah dengan Papaku dua hari ini. " Balasnya.

" Aist... mana bisa begitu." Gerutu Shafiya.

"Maaf pak, itu bukan bagian dari pekerjaan saya, saya tidak mau berbohong, itu durhaka, gaji sebesar apapun tidak akan berkah bila membohogi orang lain. " Balas Shafiya.

" Saya akan jelaskan kesalah pahaman ini ke Papa anda." Lanjut balasan pesan Shafiya.

Hp Shafiya bergetar lagi ada balasan dari Fatih.

" Lakukan kalau kau mau cari mati ." Ancamnya melalui balasan.

Terpopuler

Comments

Damai Damaiyanti

Damai Damaiyanti

bos gendeng kamu fatih

2024-09-16

2

Riyati Kasno

Riyati Kasno

bos gila..

2024-07-01

1

Eka Novariani

Eka Novariani

bisanya cuma ngancam....fatih...fatih..

2024-05-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!