Gedung perusahaan PT Putra Karya, karyawanya beraktivitas seperti biasa, namun di dalam salah satu ruangan terlihat pemuda yang tengah melamun.
Tangannya menjadi bantal di atas meja, kepalanya bersandar pada lenggannya, matanya tertuju pada pintu masuk.
Pintunya adalah pintu kaca dari sana akan nampak pemandangan dari luar, namun orang luar tidak akan tau dalamnya ruangan itu. Matanya tertuju pada meja sekertaris yang kosong sudah 1 minggu ini, meja itu tak berpenghuni, dia juga tidak berniat mengganti penghuninya. Rasanya dia benar-benar kehilangan sosok yang menjadi penghuninya. Selera bekerjanya hilang, selera makannya juga hilang semua gara-gara kepergian sang penghuni meja itu.
Seseorang datang mengetuk pintunya membuyarkan lamunannya.
tok tok tok
" Masuk ." Ujar Fatih.
Seorang pemuda masuk dan duduk di depannya, dia Deni asistennya.
" Maaf pak 2 hari lagi Pak Putra akan menjalani operasi di singapura, beliau meminta anda untuk menemaninya. Besok pagi beliau berangkat. " Ujarnya.
" Ya, Hendel semuanya, selama aku tinggal." Jawab Fatih.
" Sekertaris baru Anda besok mulai bekerja pak. " Lanjut Deni.
" Aku minta sekertaris laki-laki saja. " Kata Fatih.
" Tapi kemarin yang kami terima perempuan pak." Kata Deni.
" Aku tidak mau. " Kata Fatih dingin.
" Baik Pak. " Kata Deni sedikit fustasi. Pasalnya semenjak kepergian Shafiya bosnya menjadi orang lain dan tidak memiliki semangat kerja.
***
Di rumah yang mewah di kamar yang mewah pula, berbaring laki paruh baya, wajahnya pucat, namun semangat hidupnya tetap menyala, dia tak mau meninggalkan putranya sendiri, sebelum sang putra mendapatkan orang yang setia yang tulus mendampinginya. Dia tak mau apa yang menimpa dirinya di masa lalu terjadi juga pada putranya.
Pak Putra selalu berharap agar suatu saat nanti Fatih menemukan gadis yang setia dan tulus. Sebenarnya dia sudah menemukan gadis itu, yaitu Shafiya namun sayang Fatih telah berbuat hal bodoh yang menyebabkan Shafiya pergi.
Pak Putra memejamkan mata, saat itu pintu kamarnya terbuka, Fatih masuk dan memandang Papanya.
" Maafin Fatih Pah... " Batinnya sambil membenahi selimut Papanya.
" Pah... jangan pernah tinggalkan Fatih. " Katanya berbisik pelan.
" Berjanjilah padaku kau akan sembuh dan selalu mendukungku. " Bisiknya lagi, ada butir air mata yang lolos di sudut matanya.
Pak Putra yang pura-pura tidurpun mendengar semua apa yang di ucapkan putranya, ada getaran di dadanya yang ia tahan, rasa sedih di hatinya yang ia sembunyikan selama ini pun akhirnya muncul kembali.
" Pah... Fatih berjanji akan menjadi anak baik. " Kata Fatih sambil memegang tangan Papanya.
" Fatih akan menikah setelah Papa sembuh, Fatih berjanji, tapi berjanji pula padaku kau akan menyaksikan pernikahanku dan mendampingiku, tetaplah hidup hingga nanti, hingga cucu-cucumu besar. " Fatih sedikit terisak dadanya sesak.
" Pah... ternyata harta dan semua yang kita raih tidak bisa membuat kita bahagia, untuk apa itu semua jika hati kita kosong, jiwa kita mati. " Ujar Fatih.
" Kenapa pada saat hati ini terisi dan jiwa ini mulai hidup, justru orang yang membuat ini terjadi malah pergi? apa aku tidak pantas untuknya? " Oceh Fatih tak menyadari bila sebenarnya Papanya tidak tidur.
" Pah... Fatih benar-benar mencintai Shafiya, sangat... Pah, tapi aku salah padanya, ku pikir dengan dia memaafkanku dia akan tetap bisa menerimaku. Tapi aku salah Pah... dia pergi. " Fatih masih saja menumpahkan isi hatinya.
Akhirnya Pak Putra pun membuka mata, dia bangun dan memeluk putranya. Sambil menepuk dadanya dia berujar.
" Laki-laki itu harus kuat ! Tidak boleh rapuh ! Lihat Papa, Papa kuat ! "
" Jangan salahkan orang lain, pandang dirimu, koreksi dirimu. " Lanjutnya.
" Jodoh adalah kaca " Lanjutnya lagi.
" Jadilah baik maka yang kau dapat akan baik pula. " Nasehat Pak Putra.
Fatih memeluk Papanya erat, seperti anak kecil, biarlah untuk saat ini saja dia menjadi anak kecil. Biarlah semua yang ada di dadanya lega dan tuntas.
Pak Putra mengelus punggung putranya pelan, membiarkan sang putra menangis seperti anak kecil. Baru pertama kali ini dia menyaksikan anaknya seperti ini. Rupanya kehadiran Shafiya telah membuat semuanya berubah, Fatih yang dulu, dingin, arogan, dan angkuh kini berbeda, dia bisa jujur dengan hatinya sendiri, namun sayang semua itu terlambat.
" Sudah, istirahatlah, besok kita berangkat. " Ujar Pak Putra saat Fatih mulai tenang.
Fatih menggangguk dan melepas pelukannya lalu beranjak dari duduknya, berjalan keluar dan pergi ke kamarnya.
***
Di kamarnya Fatih masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Tak lama ia keluar dan memakai baju tidurnya.
Fatih berjalan menuju ke tempat tidur duduk dan mengambil HPnya mencari kontak Shafiya mencoba menghubunginya. Berkali-kali Fatih mencoba memanggil nomor yang sama namun nomor itu sudah tidak aktif. Fatih frustasi dan jengkel, di bantingnya HPnya ke kasur dan menjatuhkan dirinya ke kasur dengan kasar. Fatih mengacak-ngacak rambutnya dan mengusap wajahnya kasar.
Fatih kembali duduk mengambil HPnya kembali lalu menelpone seseorang.
" Cari dimanapun dia berada, aku ndk mau kamu gagal menemukannya. Akan ku bayar berapapun harga yang harus ku bayar. " Ucapnya.
" Kerahkan semua anak buahmu untuk menemukan dia, ingat jangan sampai gagal. " lanjutnya lagi.
" Cukup kau temukan keberadaanya, awasi gerak-geriknya dan jangan sampai dia terluka." Lanjutnya lagi.
Setelah mendapat jawaban dari seberang Fatih mematikan panggilannya dan menaruh HPnya di meja sebelah tempat tidur.
Fatih berbaring dan mencoba tidur, memaksa memejamkan matanya, meski susah dia tetap mencoba.
Namun rupanya dia tetap tidak bisa tidur, akhirnya di bangkit dan menuju ke balkon duduk di sana sambil memandang langit yang penuh bintang.
" Aku bagai langit di atas itu namun sayang tidak ada cahaya di dalamnya, bintang yang bersinar di hatiku telah pergi. Kau yang menghidupkan cahaya itu Fiy... namun kau juga yang telah meredupkannya. " Gumamnya sendiri.
" Ada yang hilang di jiwaku. " gumamnya lagi.
Fatih memejamkan matanya , angin sepoi membuatnya mengantuk, namun ia enggan beranjak dari duduknya. Memilih bersandar pada kursi dan menaruh kakinya di meja. Akhirnya Fatih tertidur di tempat itu dengan udara dingin menyelimutinya.
.
.
.
.
Kepergianmu adalah caramu menyiksaku, membalasku dan menghukumku. mencintaimu membuatku merasa apa itu kehilangan.
___ Al-Fatih Putra___
.
.
.
.
# please tinggalkan jejak kalian semua yang baca agar aku semakin semangat...🙏*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Ari_nurin
kamu jauh dr agama makanya ga jodoh /pantas buat syafiya ..
2024-12-14
0
Rahmawati
kl emg jodoh pasti bertemu
2024-03-04
2
💋Titika tika27💋
Sabarrr ya fatih klo jodoh gk kemana 😊
2024-02-29
0