Felix duduk di meja makan sambil menikmati sarapan sederhana berupa roti dengan selai dan segelas susu hangat. Karena Bibi Choi tidak hadir, ia memilih menu yang praktis. Jisung duduk di seberangnya, terlihat masih setengah sadar.
Lee Felix
Ji, menurutmu si Chaewon tuh gimana?
Han Jisung
Hah? Maksudnya gimana, Lix?
Lee Felix
Aku kan naksir dia, tapi akutuh takut buat PDKT. Masa iya tiba-tiba nyamperin dia? Akutuh gak pede.
Han Jisung
Lah, gimana sih? Kalau kau serius, ya gas aja, Lix. Nanti keburu diambil orang, tahu rasa kau.
Lee Felix
*Mengerutkan kening, memanyunkan bibirnya sambil mencubit pinggiran roti seperti anak kecil
Hmmm...
Han Jisung
Dengar ya, Lix. Kalau kau gak cepat bertindak, Chaewon bisa diambil orang.
Lee Felix
Hah? Tapi, Ji, aku kan gak kenal dekat sama dia. Masa tiba-tiba main tembak aja?
Han Jisung
Ya makanya, kalau kau beneran niat, ya buru dekati dia. Mulai ajak ngobrol, ajak main, terus... ‘dor’! Tembak!
*Menggoyangkan tangannya dramatis seperti adegan tembak-menembak
Lee Felix
Ngomong sih gampang. Terus kenapa harus buru-buru?
Han Jisung
Karena Changbin hyung lagi dekati Chaewon juga.
Lee Felix
Ap-apa? Changbin anak hukum itu? Serius kamu, Ji?
Han Jisung
Serius, Lix. Aku lihat mereka ngobrol lama banget di kampus kemarin.
Lee Felix
Kau gak berniat ngikutin mereka kan?
Han Jisung
Ya enggak lah, Lix! Aku lihat kebetulan aja. Masa aku gak ada kerjaan nguntit mereka? Mending juga aku nguntit Minho hyung daripada Chaewon.
Lee Felix
Sungguh tidak penting. 🥴
Han Jisung
Yah, kau tanya, ya aku jawab.
sekipp
Felix dan Jisung keluar dari rumah, berjalan santai menuju halte bus. Udara pagi yang sejuk menemani langkah mereka.
Han Jisung
Kenapa lo gak bawa mobil aja, Felix? Bukannya itu lebih cepet?
Lee Felix
Aku lagi gak ingin nyetir, Jisung. Lagipula, naik bus tuh menyenangkan. Tenang, hemat, dan kita bisa melihat pemandangan. 😊
Han Jisung
Ya, asalkan kita sampai di kampus tepat waktu.
Mereka tiba di halte bus dan duduk di bangku yang tersedia. Suasana masih lengang, hanya ada beberapa orang di sekitar mereka.
Han Jisung
Bus-nya gak lama lagi datang, bukan?
Lee Felix
Santai aja, Jisung. Jadwal bus pagi biasanya tepat waktu.
Han Jisung
Baiklah, aku percaya padamu. Tetapi kalau kita terlambat, kau yang bertanggung jawab.
Lee Felix
Iya, iya. Jangan khawatir, aku udah hafal jadwal bus di sini.
Han Jisung
*Menyandarkan punggungnya ke bangku
Hmm, tidak buruk juga duduk di sini pagi-pagi. Anginnya segar.
Lee Felix
Sudah kubilang, naik bus itu menyenangkan kalau kau bisa menikmatinya.
Han Jisung
Aku heran. Lo itu kadang benar-benar sederhana ya, Felix.
Lee Felix
Hidup gak perlu dibuat rumit, Jisung. Kadang hal kecil seperti ini justru membuat kita lebih tenang.
Tak lama kemudian, bus mereka datang. Mereka pun segera bersiap untuk naik.
Felix dan Jisung turun dari bus di depan kampus. Mereka berjalan santai menyusuri koridor kampus yang cukup lengang.
Han Jisung
Aku duluan ya, Lix. Hati-hati nanti kau diculik tuyul!
Lee Felix
Hah, yang ada tuyul takut denganku.
Han Jisung
Kita lihat saja nanti!😂
Felix menggelengkan kepala, lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang kelasnya
Tapi ketika tiba di ambang pintu, langkahnya terhenti. Matanya tertuju pada Changbin dan Chaewon yang sedang berbincang di dalam kelas.
Comments