Chapter 17

Happy Reading ~
.
♥︎
Han Jisung
Han Jisung
Felix, yang ini lo ngerti gak? Kok gue pusing banget bacanya.
Lee Felix
Lee Felix
Mana? Oh, ini gampang. Liat, gini caranya…” *Menjelaskan sambil menggambar diagram kecil
Han Jisung
Han Jisung
*Mengangguk-angguk, mulai mengerti Oh, iya, iya! Gue paham sekarang!
Lee Felix
Lee Felix
Nah, bagus. Ayo, lanjut lagi.
Suasana kembali hening sejenak. Jisung melirik Felix yang tetap serius mengerjakan tugasnya.
Han Jisung
Han Jisung
Lo capek, ya?
Lee Felix
Lee Felix
Enggak. Gue baik-baik aja, kok.
Han Jisung
Han Jisung
Dasar. Lo tuh suka bikin orang penasaran. Tapi ya… begini lo, selalu care meski sering bikin gregetan.
Lee Felix
Lee Felix
*Tertawa kecil, melirik Jisung sekilas Ngomong apa sih lo?
Han Jisung
Han Jisung
Udahlah. Lanjut!
Keduanya kembali fokus pada tugas masing-masing, dengan suasana nyaman yang hanya dimengerti oleh sahabat sejati.
Di dalam mobil, suasana hening menyelimuti Bangchan dan Minho. Wajah mereka jauh lebih serius dibandingkan saat bersama Felix.
Lee Minho
Lee Minho
Seungmin yakin ini saat yang tepat?
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Dia yakin. Felix udah mulai menunjukkan tanda-tandanya.
Lee Minho
Lee Minho
Tapi kenapa jus jeruk tadi bikin dia batuk? Apa Seungmin sengaja?
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Enggak. Seungmin cuma ngetes reaksinya. Kalau Felix gak bisa nerima itu, artinya kita perlu buru-buru.
Lee Minho
Lee Minho
Buru-buru apa?
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Menyelamatkan dia… sebelum semuanya terlambat.
Keheningan sesaat. Suara mesin mobil yang melaju terdengar samar.
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Minho, lo yakin ini bakal berhasil?
Lee Minho
Lee Minho
Gue gak cuma yakin, Chan. Gue tahu ini bakal berhasil. Lo tinggal ikutin rencananya aja. 😏
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Tapi Felix…
Lee Minho
Lee Minho
Felix gak akan apa-apa. Gue udah bilang, kan? Lo harus berhenti terlalu mikirin dia. Kita lakukan ini demi sesuatu yang lebih besar.
Lee Bangchan
Lee Bangchan
... Gue ngerti.
Lee Bangchan
Lee Bangchan
*Berbisik, hampir tak terdengar Semoga ini gak salah…
Lee Minho
Lee Minho
Percaya sama gue, Chan. Semua ini ada tujuannya.
Ruang TV tampak berantakan dengan buku dan kertas berserakan. Felix memandang Jisung yang mulai merapikan barang bawaannya.
Lee Felix
Lee Felix
Lo mau pulang jam segini? Gak bakal gue izinin, Ji.
Han Jisung
Han Jisung
Felix, gue gak bawa baju ganti. Besok gue ada kuliah pagi. Lagian gue udah biasa pulang malem.
Lee Felix
Lee Felix
*Dengan ekspresi dramatis Lo gak takut dibegal di jalan? Atau lebih parah, diculik?
Han Jisung
Han Jisung
Ngapain gue takut? Gue udah biasa pulang malem, kali!
Lee Felix
Lee Felix
Dengerin dulu! Mukanya imut begitu, bisa-bisa lo diperkosa orang, Ji. Kalau gue jadi penjahat, gue juga gak bakal nolak!
Han Jisung
Han Jisung
Hah?! Ngawur banget lo! Mana ada orang diculik cuma gara-gara muka tembem sama imut!
Lee Felix
Lee Felix
Percaya gak percaya, itu risiko. Pokoknya lo gak boleh pulang. Titik.
Han Jisung
Han Jisung
Felix…
Lee Felix
Lee Felix
Apa? Mau ngelawan?
Han Jisung
Han Jisung
Hhh… yaudah. Tapi besok pagi lo harus bangunin gue cepet. Kalau gue telat, lo tanggung jawab.
Lee Felix
Lee Felix
Siap, boss! Aman, tenang aja. Sekarang tunggu bentar, gue siapin kamar.
Han Jisung
Han Jisung
*Menatap tajam sambil membuka sepatunya Lo bikin gue nambah ribet aja…
Lee Felix
Lee Felix
Ribet tapi aman! Gak usah banyak protes, lo bakal berterima kasih nanti.
Felix dengan sigap membereskan kamarnya. Ia mengganti seprai, menata bantal, dan memastikan semua terlihat rapi dan nyaman. Wajahnya tampak bersemangat.
Lee Felix
Lee Felix
Yok, Ji! Sekarang kita tidur!
Han Jisung
Han Jisung
Lo kayak anak kecil banget, sumpah…
Lee Felix
Lee Felix
Yang penting happy, Ji.
Han Jisung
Han Jisung
Kayak gak punya beban hidup…
.
.
.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!