*membaca pesan yang ia tulis
Felix, kalau kau ada waktu, aku ingin bicara sesuatu, penting.
Lee Minho
*menatap pesan itu lama
*lalu menghapusnya
Lee Minho
Bod'oh... kenapa ini sulit sekali? 😮💨
Didalam mobil Felix
Lee Felix
Ji, kau kenapa? Biasanya gak bisa diam...
Han Jisung
Menurutmu, aku mending menyerah saja gak, Lix? 😞
Lee Felix
Menyerah? 😕
Lee Felix
Maksudmu apa? menyerah soal apa?
Han Jisung
😮💨
Han Jisung
Haruskah aku menyerah mengejar Minho Hyung?
Lee Felix
Apa?
Lee Felix
Kau serius?
Lee Felix
Kenapa tiba-tiba, Ji?
Lee Felix
Bukannya kau sudah bucin bertahun-tahun? Bahkan Minho Hyung saja belum tahu perasaanmu.
Han Jisung
🥲
Han Jisung
Menurutmu, aku kurang apa sih, Lix?
Han Jisung
Apa ada yang salah denganku?
Lee Felix
Ji, kau tidak kurang apa-apa, serius. Kau itu sudah sempurna. Percayalah padaku.
Han Jisung
*mengangguk kecil namun ia tidak yakin
Han Jisung
*bicara dalam hati
Kau tidak mengerti, Lix. Hatiku sakit setiap kali melihat Minho Hyung menatapmu dengan penuh perasaan. Aku tahu dia menyukaimu. Dan aku takut, kalah darimu.
Mobil Felix berhenti didepan rumah jisung, namun jisung sudah tertidur.
Lee Felix
*mengguncang pelan
Ji, bangun. Sudah sampai
Han Jisung
*membuka mata perlahan
Huh? Sudah sampai?
Lee Felix
Iya ☺
Lee Felix
Mau ku antar masuk?
Han Jisung
Tidak perlu, Lix. Aku bisa masuk sendiri. Terima kasih ya ☺
Lee Felix
Oke, Hati-hati, Ji ☺
Felix tiba dirumah, memarkir mobil dan menutup pagar. Ia tidak menyadari seseorang mengawasinya dari balik pohon
Felix masuk kedalam rumah, merasa lelah, merebahkan diri di kasur.
Lee Felix
Akhirnya bisa istirahat....
Tiba-tiba Felix teringat belum mandi, dengan malas ia bangkit, mengambil handuk dan menuju kamar mandi.
Selesai mandi dan pakaian, ia duduk di kasur dan mengecek ponselnya. Tiba-tiba ia mendengar ketukan di jendela
Lee Felix
😳
Lee Felix
Siapa malam-malam begini?
Felix mendekati jendela dengan hati-hati, membuka gorden, tetapi tidak ada siapapun diluar.
Lee Felix
Mungkin cuma angin...
Masih penasaran, ia membuka jendela dan melihat ke kanan-kiri, tetapi tetap tidak menemukan apapun.
Dengan jantung berdebar, ia menutup kembali jendela dan gorden nya.
Lee Felix
Gak usah dipikirin, Felix. Cuma halusinasi.
Lee Felix
*menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
*tidur
Diluar, seseorang berdiri di kegelapan, menatap layar ponsel yang menunjukkan rekaman tingkah Felix tadi.
Sosok itu terkekeh pelan sebelum menghilang ke bayangan malam.
Comments