Chapter 15

Happy Reading ~
.
♥︎
Ponsel Felix tiba-tiba bergetar di dalam saku celananya. Ia mengeluarkan ponsel dan melihat ID pemanggil: 'Tupai Embem'.
Lee Felix
Lee Felix
Halo?
Han Jisung
Han Jisung
Yhaaa! Kau di mana sekarang?!
Lee Felix
Lee Felix
Aku sedang di luar, Ji. Ini mau pulang. Ada apa sih?
Han Jisung
Han Jisung
Heh, aku nungguin dari tadi! Pulang gak?!
Lee Felix
Lee Felix
Dih, bacot! Iya, ini juga masih otw. Aku tutup dulu, ya.
Han Jisung
Han Jisung
Kau memang da—
Felix buru-buru memutus panggilan sebelum Jisung selesai bicara.
Lee Felix
Lee Felix
Minho Hyung, nanti kalau sudah sampai rumah, bangunin aku ya.
Tanpa menunggu jawaban, Felix merebahkan kepalanya di atas paha Minho, menjadikannya sebagai bantal.
Lee Minho
Lee Minho
Ok. Tidur saja, gak apa-apa.
Felix memejamkan matanya dan perlahan tertidur. Di sampingnya, Minho menatap wajah Felix dengan seksama, memperhatikan setiap lekuk wajahnya yang terlihat damai dalam tidur.
Bangchan melirik Minho melalui kaca spion, tetapi tidak berkata apa-apa. Deru mesin mobil yang tenang menjadi satu-satunya suara yang menemani mereka, sementara perasaan yang membara di dada Minho tetap tersembunyi rapat.
Minho menatap wajah Felix dengan seksama. Perlahan, tangannya bergerak merapikan helai rambut yang menutupi dahi Felix. Ia terus memperhatikan setiap detail wajah itu—bulu mata lentik, hidung kecil yang manis, dan bibir merah muda yang tampak lembut.
Lee Minho
Lee Minho
Bagaimana rasanya kalau aku menciumnya?
Dengan hati-hati, jari telunjuknya menyentuh bibir Felix, mengelusnya perlahan.
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Lee Minho, berhenti berpikir kotor tentang dia. Kau mau dia curiga pada kita?
Minho mendecih pelan, menarik tangannya dengan enggan.
Lee Minho
Lee Minho
Aku tanya, Hyung, kalau kau di posisiku, kau gak akan berpikir yang sama?
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Aku tahu dia menarik, tapi bukan berarti kau mencari kesempatan juga, Ho.
Lee Minho
Lee Minho
Jadi, kau cemburu?
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Kita saudara, Minho. Aku tahu dirimu, kau tahu diriku. Tapi ingat, kita gak boleh gegabah.
Lee Minho
Lee Minho
Ya terus? Maumu apa?
Minho tidak menjawab, hanya bergumam pendek. Ia kembali melirik Felix yang masih tertidur dengan tenang di pangkuannya. Wajah Minho menyiratkan campuran rasa frustrasi dan keinginan yang sulit ia sembunyikan.
Bangchan, meskipun tampak fokus pada kemudi, sesekali melirik kaca spion. Ia memastikan Minho tidak melakukan hal bodoh lagi.
[Di teras rumah Felix, Han Jisung mondar-mandir dengan gelisah. Sesekali ia melirik arlojinya sambil menghela napas panjang.]
Han Jisung
Han Jisung
Hhh… tahu begini, kau gak usah bilang iya tadi, Lix. Aku nunggu sejam lebih, nih!
Han Jisung
Han Jisung
Sudah jam sepuluh malam... Mending aku pulang aja.
Sorot lampu mobil memasuki halaman rumah Felix.
Han Jisung
Han Jisung
Mobil siapa itu?
Mobil berhenti, pintu terbuka, dan Minho keluar sambil memapah Felix yang tampak kelelahan. Jisung langsung mendekat dengan ekspresi panik.
Han Jisung
Han Jisung
Hyung, kalian habis dari mana? Felix kenapa?
Lee Felix
Lee Felix
Aku gapapa kok, Ji… Jangan khawatir. ☺
Han Jisung
Han Jisung
Gapapa gimana? Kau kelihatan kayak mau pingsan, tahu gak! 😕
Lee Felix
Lee Felix
Hyung, makasih. Kalian bisa pulang sekarang. Aku bisa masuk sendiri.
Lee Bangchan
Lee Bangchan
Besok pagi aku jemput, Lix. Kita ke rumah sakit buat cek darah.
Felix menatap Bangchan bingung dan ragu.
.
.
-TBC-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!