Minho berdiri dan membantu Felix yang hampir tidak sadarkan diri. Bangchan memimpin jalan keluar bioskop. Begitu sampai di lorong, tubuh Felix ambruk sepenuhnya. Minho dengan sigap menangkapnya sebelum jatuh.
Lee Minho
Kau tahu, ini sebenarnya lebih mudah dari yang kukira.
Lee Bangchan
Ya, tapi jangan terlalu percaya diri dulu.
Lee Minho
Kita bawa dia sekarang?
Lee Bangchan
Ya, tapi tenang saja. Jangan membuat petugas curiga.
Petugas keamanan mendekat dengan alis terangkat.
Security
Ada yang bisa saya bantu? Teman Anda baik-baik saja?
Lee Minho
Oh, dia hanya kelelahan. Sedikit panik karena filmnya. Kami akan membawanya pulang untuk istirahat. ☺
Security
Baiklah, hati-hati di jalan.
Lee Bangchan
Terima kasih ☺
Mereka berjalan menuju mobil. Bangchan mengangkat Felix dalam gaya bridal style, membawanya dengan hati-hati ke kursi belakang. Minho duduk di samping Felix, memangku kepalanya. Bangchan masuk ke kursi kemudi, menyalakan mesin.
Lee Bangchan
*melirik kaca spion
Lee Bangchan
Kita langsung ke tempat itu sekarang?
Lee Minho
Iya. Ini kesempatan terbaik. Jangan sampai terlewat.
Lee Bangchan
Baiklah. Pastikan dia tetap pingsan.
Minho membuka tas kecilnya, mengeluarkan botol cairan bening dan j4rvm svntik. Dengan teliti, ia m3nyvntikk4n c4ir4n itu ke lengan Felix.
Lee Bangchan
*mengintip dari kaca spion
Lee Bangchan
Sudah selesai?
Lee Minho
*Tersenyum puas, mengelus bekas svntik4n di lengan Felix
Tentu saja. Sekarang semuanya sesuai rencana.
Mobil melaju di tengah malam yang sunyi. Di balik kepedulian yang terlihat, rencana gelap mereka mulai mendekati klimaks.
Mobil perlahan memasuki pekarangan sebuah rumah besar. Di dalam mobil, Felix mulai membuka matanya perlahan, mengerang pelan.
Lee Felix
😟 ?
Lee Felix
Dimana ini?
Lee Minho
*Membantu Felix duduk tegak, tersenyum kecil
Kita masih di mobil. Bagaimana perasaanmu?
Lee Felix
*Memegangi kepalanya, lemas
Sedikit pusing, hyung.
Lee Minho
*Meletakkan tangannya di kepala Felix, memijat lembut
Santai saja. Kau masih lemah.
Bangchan memarkir mobil, keluar, dan membuka pintu belakang. Tatapannya serius saat melihat Felix.
Lee Bangchan
*Mengulurkan tangan
Kita sudah sampai. Ayo turun. Aku bantu.
Felix meraih tangan Bangchan dan turun dari mobil, tubuhnya sedikit goyah. Pandangannya langsung tertuju pada rumah besar di depannya. Matanya menyiratkan kebingungan.
Lee Felix
Hyung, kenapa kita ke sini?
Lee Bangchan
*Menatap tajam, nada tegas
Aku dan Minho punya urusan dengan pemilik rumah ini. Kau cukup diam dan ikuti saja. Mengerti?
Lee Felix
O-oke, hyung. 😐
Lee Minho
Good boy ☺
Bangchan berjalan lebih dulu menuju pintu rumah, diikuti Felix dan Minho. Bangchan menekan bel. Beberapa detik kemudian, pintu terbuka, memperlihatkan seorang pria muda dengan senyuman samar.
Dr. Seungmin
Oh, kalian. Silakan masuk.
Bangchan mengangguk singkat dan masuk, diikuti Minho dan Felix yang masih merasa tidak nyaman. Rumah itu terasa dingin, tetapi interiornya terorganisir dengan rapi. Mereka duduk di sofa ruang tamu. Seungmin mengambil tempat duduk di seberang mereka.
Dr. Seungmin
Mau minum apa? 😊
Lee Minho
Apa saja. Terserah.
Dr. Seungmin
*Melirik ke arah dapur
Mbak Rose, tolong bawakan minuman untuk mereka.
Seorang ART muncul, mengangguk patuh, lalu pergi ke dapur. Sementara itu, suasana di ruang tamu terasa tegang. Seungmin menatap Felix, seolah mempelajari setiap detail dirinya.
Comments