Kekhawatiran Emmanuel

Emmanuel melangkah dengan cepat menuju Rossa dan Silvia. Dengan sangat kasar Emmanuel mendorong Silvia sehingga wanita licik itu mundur ke belakang.

"Kurang ajar! Siapa yang membiarkanmu masuk ke dalam ruanganku, hah?!" teriak Emmanuel sangat murka sembari menarik Silvia ke dalam pelukannya. Silvia yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa terdiam dan pasrah.

"El ... aku ini istrimu!" sungut Silvia sangat marah ketika melihat Emmanuel memeluk Silvia.

"Wanita gila! Apa kau sudah lupa kalau kita sudah bercerai sejak dua tahun yang lalu?!" bentak Emmanuel.

"Kita belum bercerai! Aku belum menandatangani surat cerai itu! Jadi aku masih resmi menjadi istrimu!" sentak Rossa tidak terima.

"Omong kosong! Aku tidak peduli kau sudah menandatanganinya atau tidak. Yang pastinya kau bukan istriku lagi! Pergilah dari sini sebelum aku memanggil Han untuk menyeretmu keluar!" tegas Emmanuel.

"Tapi—"

"HAN!!!" teriak Emmanuel dengan sangat keras. Beberapa detik kemudian, Han segera masuk.

Han nampak sangat terkejut ketika melihat kehadiran Rossa di sana.

"Kau dari mana saja, Han?! Kenapa wanita picik ini bisa masuk ke dalam ruanganku, hah?!" teriak Emmanuel sangat marah pada Han.

Han yang mendengar itu lantas menundukkan kepalanya dengan perasaan yang bersalah. "Saya habis menyelesaikan beberapa pekerjaan, Tuan."

"Seret wanita ini keluar dari ruanganku!" titah Emmanuel seraya menunjuk Rossa yang membuat mata Rossa langsung melotot dengan sangat sempurna.

"Baik, Tuan!" Han pun mendekat lalu mulai mencengkram lengan tangan Rossa dengan sangat kuat.

"Lepaskan aku! Berani sekali kau menyentuhku, Han! Apa kau tidak tahu aku ini siapa, hah?!" teriak Rossa sontak memberontak.

"Maafkan saya, Nyonya Rossa. Ini perintah dari Tuan saya!" tegas Han yang langsung menyeret Rossa untuk keluar dari sana.

Rossa yang mendapatkan perlakuan seperti itu lantas memberontak dengan sangat keras. Namun sekeras apapun ia berusaha untuk lepas dari genggaman Han, tetap saja ia tak berhasil melakukannya. Jangan meremehkan Han. Walau pun Han hanyalah bawahannya Emmanuel, Han juga memiliki tenaga yang cukup besar dan tak tertandingi dari siapapun.

"Lepaskan aku! Jangan sentuh aku! Brengsek kau, Han!" teriak Rossa.

Beberapa menit pun berlalu. Suasana di ruangan itu kembali aman dan damai. Emmanuel masih setia memeluk Silvia dengan perasaan yang sangat khawatir.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Emmanuel.

Silvia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari memegangi pipinya yang masih terasa sedikit perih akibat tamparan dari Rossa tadi. "Aku tidak apa-apa."

"Coba aku lihat," ucap Emmanuel dengan cemas. Emmanuel menyingkirkan tangan Silvia yang memegangi pipinya. Emmanuel pun semakin merasa khawatir melihat pipi Silvia yang terlihat memerah dan sedikit membengkak.

"Pipimu sudah separah ini dan kau masih berani bilang bahwa kau tidak apa-apa?" sungut Emmanuel yang membuat Silvia langsung menundukkan kepalanya.

"Tamparan wanita tadi cukup keras. Tapi aku masih bisa menahannya. Tenang saja, ini tidak terlalu sakit," ujar Silvia berusaha menenangkan Emmanuel yang khawatir padanya.

"Ini harus segera diobati," ucap Emmanuel menarik tangan Silvia untuk duduk di atas sofa. Sedetik kemudian Emmanuel segera mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya dan menelpon Han.

Beberapa menit kemudian, Han datang di sana dengan wajah yang penuh keringat.

"Kenapa wajahmu terlihat berkeringat seperti itu?" tanya Emmanuel mengerutkan keningnya.

"Saya lelah, Tuan," jawab Han dengan nada mengeluh.

"Lelah?" tanya Emmanuel lagi semakin kebingungan.

"Saya lelah menghadapi Nyonya Rossa, Tuan. Dia terus memberontak tanpa henti. Perlu sekuat tenaga untuk mengusirnya dari perusahaan ini," keluh Han seraya menyeka air keringat yang ada di pelipisnya.

"Ah ... lupakan wanita picik itu! Tugasmu sekarang, panggilkan dokter pribadiku untuk segera datang ke sini!" titah Emmanuel dibalas anggukan pelan oleh Han.

"Baik, Tuan!" Han pun segera pergi dari sana untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Tuannya itu.

"Tuan ...." panggil Silvia membuat Emmanuel segera menoleh.

"Ada apa?" tanya Emmanuel.

"Untuk apa Tuan memanggil Dokter?" tanya Silvia penasaran.

"Tentu saja untuk mengobati pipimu!" jawab Emmanuel dengan tegas.

"Aku kan sudah bilang pipiku hanya sedikit sakit. Besok-besok pipiku juga akan sembuh dengan sendirinya. Jadi Tuan tidak perlu memanggil dokter untuk mengobati pipiku. Lagi pula biaya pengobatan itu sangat mahal, Tuan. Aku tidak punya uang dan tidak mampu untuk membayarnya."

"Kau itu terluka karena aku. Jadi aku yang akan membayar pengobatanmu secara percuma!"

Terpopuler

Comments

aelllll

aelllll

kebalik terus ya bingung /Smile/

2025-01-26

1

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Koq Silvia yang di dorong, Silvia kali ya 😅

2025-01-26

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Typo ingatan 😂

2025-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!