Nenek Sudah Tiada

Di dalam ruangan itu sudah terdapat Raja, Almira, Tuan Charles dan juga Nyonya Lenny. Emmanuel pun segera melangkah mendekati Tuan Charles dan Nyonya Lenny yang masih menangis di samping tempat tidur Nenek Buyutnya. Sedangkan Silvia? Ia hanya bisa terdiam di sudut ruangan sembari menggendong Kenzie.

"Bagaimana keadaan Nenek?" tanya Emmanuel penuh kekhawatiran.

"Kondisinya semakin menurun. Dokter bilang Nenek sudah tidak dapat bertahan lagi," jawab Tuan Charles yang membuat air mata Emmanuel langsung menetes begitu saja.

"Nenek sudah tidak bisa bertahan lagi, El. Mungkin ini sudah saatnya Nenek berpulang," lirih Nyonya Lenny menangis sejadi-jadinya.

Pandangan Emmanuel pun langsung tertuju pada sang Nenek Buyut yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur itu. "Nenek ...." lirih Emmanuel. "Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan nyawa nenek?" tanya Emmanuel begitu berharap Nenek Buyutnya itu bisa selamat.

"Uhukk-! Uhukk-!" Tiba-tiba saja Nenek Buyut terbatuk-batuk yang membuat semua sekeluarga langsung panik.

"Apa yang terjadi pada Nenek?!" tanya Almira merasa sangat khawatir.

"Lenny ... di mana Lenny?" tanya Nenek Buyut dengan kondisi yang semakin melemah.

"Lenny di sini, Nek. Nenek harus kuat. Lenny ada di sini. Di samping Nenek," ucap Lenny semakin terisak melihat kondisi sang Nenek yang sudah tak memungkinkan lagi.

"Lenny. Nenek sayang kamu. Kamu sudah berkeluarga sekarang. Jadi Nenek bisa pergi dengan tenang karena kamu sudah ada yang menjaga. Maafkan Nenek ya, selama ini merepotkan kamu dan juga suami kamu," ujar sang Nenek dengan nafas yang sudah tercekik.

"Apa yang Nenek bicarakan? Selama ini kami sangat tulus merawat Nenek. Kami tidak pernah merasa direpotkan sama sekali. Bagaimana pun kesehatan Nenek adalah tanggung jawab kami semua," ujar Tuan Charles ikut menangis.

Tangan sang Nenek terangkat lalu mengusap rahang tegas milik Tuan Charles. "Jaga cucuku baik-baik. Nenek percaya kamu bisa menjaganya," ucap sang Nenek.

"Pasti, Nek. Saya akan menjaga Lenny dengan sebaik mungkin. Dia istriku dan dia tanggung jawabku, Nek," ujar Tuan Charles yang membuat sang Nenek langsung tersenyum saat mendengarnya.

Perlahan-lahan mata sang Nenek mulai menutup, sedetik kemudian tangannya yang masih memegang pipi Tuan Charles pun langsung terjatuh.

Tuan Charles yang menyadari itu lantas segera mengecek denyut nadi sang Nenek. "Nenek sudah tiada, Sayang," ucap Tuan Charles yang membuat semua keluarga langsung menangis.

Almira yang mendengar itu juga ikut menangis. Ia menangis dengan keras yang membuat Raja ikut sedih. Raja pun segera menarik tangan istrinya itu lalu memeluknya dengan sangat erat. "Hikss ... Hikss ... Nenek," isak Almira di dalam pelukan Raja.

"Tidak apa-apa, Sayang. Nenek pasti sudah tenang di alam sana. Kamu harus ikhlas," ujar Raja berusaha menenangkan Almira tanya tengah bersedih saat ini.

Nyonya Lenny juga ikut menangis dengan keras. Tuan Charles pun segera memeluk Nyonya Lenny dan menangis bersama. Emmanuel yang melihat semua keluarganya bersedih pun ikut menangis juga. Pria itu melangkah mendekati Silvia yang masih berdiri di sudut ruangan lalu menangis di hadapan gadis itu.

Silvia yang melihat Emmanuel menangis lantas merasa prihatin. "Sabar ya, Tuan," ucap Silvia mengelus punggung Emmanuel. Silvia juga ikut bersedih melihat kejadian penuh haru itu.

"Hikss ... Hikss ...." isak Emmanuel menenggelamkan wajahnya ditekuk leher Silvia sehingga Silvia dapat merasakan lehernya yang basah dikarenakan air mata Emmanuel yang menetes.

"Papa kok nangis?" tanya Kenzie tak mengerti.

"Papa sedih, Nak," jawab Emmanuel masih menenggelamkan wajahnya di leher Silvia.

"Sabar ya Papa." Meski Kenzie belum mengerti mengapa Papanya itu bersedih, anak itu tetap berusaha menenangkan sang Papa.

Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!