Emmanuel merasa Kecewa

Seketika saja Emmanuel terpaku di tempatnya ketika melihat seorang gadis yang sangat dikenalinya sedang berdiri di hadapannya.

"Kau?" pekik Emmanuel membuat Silvia mengerutkan keningnya.

"Apa Tuan mengenalku?" tanya Silvia dengan nada keheranan.

Emmanuel pun lantas terdiam saat mendengarnya. Sepertinya Silvia sudah lupa dengan Emmanuel. Entah mengapa Emmanuel merasa sedikit kecewa mendengarnya.

"Ah, tidak," jawab Emmanuel dengan singkat. "Apa putraku ada di sini?" tanya Emmanuel kembali.

"Kamu ayahnya?" tanya Silvia memastikan.

"Iya. Aku ayahnya," jawab Emmanuel seraya menganggukan kepalanya.

"Dari mana kamu tahu kalau anakmu ada di sini?" tanya Silvia. Silvia tidak menaruh curiga sama sekali pada Emmanuel, karena Silvia bisa melihat wajah Emmanuel yang begitu mirip dengan Kenzie. Sudah dipastikan bahwa mereka adalah ayah dan anak yang asli.

"Aku diberi tahu polisi bahwa kau yang sudah menemukan anakku," jelas Emmanuel dibalas anggukan paham oleh Silvia.

"Kenzie sedang tertidur di dalam. Kamu boleh masuk dan mengambilnya," ujar Silvia memberi jalan pada Emmanuel untuk masuk ke dalam rumahnya.

Tanpa banyak berkata lagi, Emmanuel pun segera masuk ke dalam sana. Silvia menuntun Emmanuel untuk masuk ke dalam kamarnya dan memperlihatkan Kenzie yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.

Emmanuel pun mengangkat tubuh mungil Kenzie secara perlahan. Untung saja anak kecil itu tak terbangun dari tidurnya.

"Terimakasih karena kau sudah menjaga putraku," ucap Emmanuel begitu bersyukur karena Kenzie kini ditemukan dengan keadaan yang selamat dan sehat.

"Sama-sama," ucap Silvia sembari tersenyum dengan lebar.

Deg ...

'Senyuman itu ....' gumam Emmanuel dalam hatinya. Entah mengapa jantung Emmanuel langsung berdetak dengan sangat cepat ketika melihat senyuman indah Silvia. Begitu indah sampai Emmanuel sangat terpesona melihatnya.

......

Di depan rumah.

"Sekali lagi terimakasih," ujar Emmanuel.

"Sama-sama, Tuan."

Emmanuel terdiam sejenak, lalu menatap wajah Silvia dengan intens. "Apa kau yakin tidak mengenalku?" tanya Emmanuel memastikan.

"Tidak, Tuan," jawab Silvia menggeleng-gelengkan kepalanya secara perlahan.

Emmanuel yang mendengar itu pun merasa sangat kecewa. 'Mungkin aku salah orang. Tapi wajahnya benar-benar sangat mirip dengan gadis yang waktu itu menabrakku di desa,' gumam Emmanuel.

"Kalau begitu saya permisi," ucap Emmanuel dengan dingin. Emmanuel pun pergi dari sana bersama Kenzie yang sedang tertidur di atas gendongannya.

Sedangkan Silvia hanya bisa terdiam sembari menatap punggung kekar Emmanuel yang berjalan masuk ke dalam mobilnya lalu melaju kencang pergi dari sana.

"Dasar pria aneh. Dia bertingkah seolah aku mengenalnya. Apa begini cara dia untuk menggoda seorang wanita? Kuno sekali," gumam Silvia sembari menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan.

______________________________

Keesokan harinya.

Saat ini Emmanuel sudah rapi dengan setelan jas kerjanya. Ia pun segera bergegas turun ke lantai utama untuk sarapan bersama keluarganya.

Namun saat Emmanuel tiba di meja makan. Ia mendapati Kenzie yang sedang menangis keras di atas pangkuan Nyonya Lenny.

"Ada apa, Mi? Kenapa Kenzie menangis sekencang itu?" panik Emmanuel karena tidak biasanya putranya itu menangis dengan sangat keras bahkan sampai terlihat kesulitan bernafas.

"Mami tidak tahu. Dari tadi dia terus menangis dan merengek meminta ibunya kembali," ujar Nyonya Lenny terlihat berusaha menenangkan Kenzie yang semakin menangis dengan keras.

"Hikss ... Hikss ... Hikss Ibu! Di mana ibu! Kenzie mau kembali bersama ibu!" teriak Kenzie dengan sangat keras.

"Ya ampun, Sayang. Jangan berteriak nanti tenggorokanmu sakit!" ujar Nyonya Lenny mulai panik.

"Hikss ... Hikss ... mau ibu, Oma. Kenzie mau ibu," isak Kenzie menangis terseduh-seduh.

"Ibu dan Papa kan sudah pisah sejak lama. Ibu itu jahat, dia tidak pernah peduli pada Kenzie," ujar Nyonya Lenny dengan sangat lembut.

Kenzie yang mendengar itu lantas segera menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, Oma. Maksud Kenzie, bukan ibu yang lama. Tetapi ibu yang kemarin bersama Kenzie!"

"Kemarin?" gumam Emmanuel mengerutkan keningnya saat mendengarnya.

"Hikss ... Hikss ... Kemarin Kenzie tidur di atas gendongan Ibu. Tapi di saat Kenzie membuka mata Kenzie sudah tidak melihat keberadaan Ibu. Hikss ... Hikss ... Kenzie mau ibu kembali."

Terpopuler

Comments

Ari Sawitri

Ari Sawitri

agak janggal sih anak 4th bs menyusun kalimat spt ini. kurang wajar .. mesti banyak riset ya.. Krn jd terlalu kaku .. saran aja lho 🙏😊

2025-04-03

0

Aries suratman Suratman

Aries suratman Suratman

Mungkin Emanuel dulu ketemu Silvia
waktu dia pergi ke Desa tempat Silvia lahir dan terus Silvia lupa

2025-04-03

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

bukannya udah di kota ya, koq di desa ? yg baru sampe itu kan

2025-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!