Pertemuan Silvia dan Kenzie

Silvia sudah berusaha melamar pekerjaan apapun tetapi tetap saja dirinya terus ditolak dengan alasan tak punya pengalaman sama sekali. "Bagaimana aku bisa punya pengalaman. Kalau tidak ada yang mau menerimaku bekerja! Huh! Menyebalkan!" gerutu Silvia dengan kesal.

Silvia terus berjalan tanpa tahu arah, saat ini pikirannya sedang sangat kacau sehingga ia enggan untuk pulang ke rumah kontrakannya. Hingga, Silvia tiba di sebuah taman yang sangat luas dan ramai. Karena ingin menenangkan pikirannya yang sedang kacau itu, Silvia pun memutuskan untuk bersantai terlebih dahulu taman tersebut. Ia pun duduk di kursi yang ada di sana sembari menatap ke atas langit dengan tatapan yang berkaca-kaca.

"Hufftt ... kapan aku bisa dapat pekerjaan. Ibu pasti sedang menunggu kiriman uang di rumah," gumamnya ingin menangis.

Di saat Silvia sedang merenungkan nasibnya yang sial, tiba-tiba saja ia mendengar suara tangisan dari seorang anak laki-laki. Bersamaan dengan itu, Silvia pun menolehkan kepalanya ke sisi lain. Dan betapa terkejutnya Silvia ketika melihat seorang anak laki-laki sedang terkapar di tanah sembari menangis dengan kencang. Silvia pun berdiri dari duduknya dan segera menghampiri anak tersebut.

"Kamu tidak apa apa?!" tanya Silvia panik seraya membantu anak laki-laki itu berdiri.

"Hikss ... Hikss ... Ibu!" seru anak laki-laki itu yang langsung memeluk Silvia dengan sangat erat.

"Ada apa? Kenapa menangis, Dek?" tanya Silvia sembari menepuk-nepuk punggung anak laki-laki itu.

"Aku tidak sengaja terjatuh dan lututku rasanya sangat sakit," lirih Kenzie berderai air mata. Kenzie? Yeah, dia adalah Kenzie, putra Tuan Emmanuel.

"Ya ampun ...." pekik Silvia terkejut ketika melihat lutut Kenzie terluka dan berdarah. Dengan segera Silvia menggendong tubuh mungil Kenzie dan membawanya ke tempat duduk.

"Hikss ... Hikss ...." isak Keinzo masih menangis.

"Usstt ... jangan menangis. Kakak akan mengobati luka kamu, oke?" ucap Silvia berusaha menenangkan Kenzie. Silvia mengeluarkan kapas dan plester dari dalam tasnya, lalu mulai mengobati luka Kenzie yang cukup parah.

Kenzie yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun mulai berhenti menangis. Entah mengapa Kenzie merasa sangat nyaman dan aman ketika Silvia mengobati lukanya. 'Apa begini rasanya memiliki seorang ibu? Jika iya, aku ingin wanita ini yang menjadi ibuku,' gumamnya dalam hati.

"Dengan siapa kamu ke mari? Di mana ibumu?" tanya Silvia yang kini menatap wajah Kenzie dengan penuh kekhawatiran.

Kenzie menggeleng-gelengkan kepalanya secara perlahan. "Aku tidak punya ibu," jawabnya yang membuat Silvia seketika terdiam.

'Ya ampun ... kasihan sekali anak ini,' gumam Silvia dalam hati. "Lalu dengan siapa kamu ke mari?"

"Aku bersama Oma," jawab Kenzie.

"Di mana Omamu sekarang?" tanya Silvia celingak-celinguk.

"Aku tidak tahu. Dia menghilang begitu saja."

"Astaga. Sepertinya kamu sedang tersesat. Ayo berdiri. Kita cari Omamu bersama," ucap Silvia dengan panik dan hendak menurunkan Kenzie dari atas tempat duduk itu.

"Tidak mau. Aku mau di sini bersama Ibu," ujar Kenzie.

"Ibu?" tanya Silvia mengerutkan keningnya.

"Kamu ibuku ...." ucap Kenzie tersenyum dengan polos.

Deg ...

Lantas saja Silvia merasa terkejut ketika mendengar ucapan Kenzie tersebut. Tetapi ia berusaha untuk tenang karena ia berfikir Kenzie hanyalah anak anak yang tak tahu apa apa.

Silvia pun segera menggendong tubuh mungil Kenzie lalu mulai berjalan mengelilingi taman tersebut.

Terpopuler

Comments

Ejan Din

Ejan Din

klu mau cari isteri baru itu harus temui Kenzie dulu.. jika anaknya selesa naaa disitu jodoh mu El..

2025-01-13

0

Ari Sawitri

Ari Sawitri

emang Silvia ini lulusan apa ya kok ga dijelaskan

2025-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!