Kemarahan Emmanuel

"Bro, jangan menutup matanya! Biarkan dia melihat ketampananku ini! Aku yakin dia pasti akan langsung jatuh hati saat melihatku!" ujar Dafa yang membuat mata Emmanuel langsung melotot saat mendengarnya.

"Itu lah mengapa aku tidak suka kau datang ke sini! Kau itu terlalu narsis dan playboy! Jika sekali saja kau berani menggoda Silvia ,aku tidak akan mengampunimu!" sungut Emmanuel dengan nada geram yang justru membuat Dafa langsung terkekeh.

"Silvia? Namanya sangat cantik seperti orangnya. Kau tahu aku kan? Ketika aku sudah melihat wanita cantik pasti aku akan memilikinya. Tak peduli dia milikmu atau tidak, aku akan mengejarnya sampai dapat!" ucap Dafa dengan senyuman miringnya yang membuat Emmanuel merasa sangat tertantang. Sedangkan Silvia yang mendengar itu hanya bisa terdiam, ia tak bisa berbuat apa-apa karena tangan Emmanuel masih menutupi kedua matanya.

"Berani sekali kau berkata seperti itu!" bentak Emmanuel yang langsung berdiri dari duduknya.

"Tuan sabarlah. Aku yakin pria ini hanya bercanda," ucap Silvia berusaha menenangkan Emmanuel yang terlihat sangat marah saat ini.

"Siapa bilang aku bercanda? Nona yang cantik, aku ini sedang serius!" sungut Dafa.

Silvia yang mendengar itu pun lantas hanya bisa terdiam. 'Ya ampun. Ternyata pria ini sedang serius. Sifat narsis dan playboynya sangat tinggi,' gumam Silvia dalam hatinya.

"Keluar kau, Dafa!" bentak Emmanuel dengan sangat keras.

"Tunggu dulu. Aku akan keluar dari ruangan ini, tapi sebelum itu aku ingin meminta nomor si cantik ini!" ucap Dafa seraya mengeluarkan ponselnya lalu melangkah mendekati Silvia ."Sebutkan nomormu!" titah Dafa yang membuat emosi Emmanuel sudah tak tertahankan lagi.

Bug!

Satu pukulan keras melayang mengenai rahang tegas milik Dafa. Pria berusia 23 tahun itu langsung terjatuh dan tersungkur ke lantai. "Fuck!" pekik Dafa kesakitan. Terlihat darah yang mengalir keluar dari sudut bibir Dafa dikarenakan pukulan tersebut.

"Sekali lagi kau menggoda Silvia, aku tidak akan mengampunimu, Dafa!" teriak Emmanuel sangat murka.

Silvia yang melihat kejadian itu lantas melototkan matanya dengan sempurna. "Tuan ... apa yang kau lakukan. Kenapa kau memukulnya?" panik Silvia.

"Dia duluan yang menyulut emosiku! Datang-datang dia langsung ingin merebutmu dariku!" sungut Emmanuel yang membuat Silvia langsung terdiam.

"Tega sekali kau memukulku, Bro. Rasanya sakit sekali!" sungut Dafa seraya menyeka darah yang ada di sudut bibirnya itu.

"Keluarlah! Sebelum aku memukulmu lagi! Kau tahu sendiri aku tidak bisa mengendalikan emosiku ketika sedang marah dan kau malah sengaja memancing emosiku saat ini!" ujar Emmanuel dengan nada tegas.

"Aku kan hanya bercanda. Lagi pula tidak mungkin merebut kekasih dari keluargaku sendiri! Kenapa kau malah memukulku! Kau tega sekali!" sungut Dafa seraya berdiri dari duduknya.

"Aku bilang keluar!" bentak Emmanuel dengan sangat keras membuat Dafa mulai ketakutan.

"Baiklah aku akan keluar!" Dafa pun segera berlari keluar dari ruangan itu dengan sangat ketakutan. Kesalahan terbesar yang ia lakukan adalah berani menyulut emosi Emmanuel.

Pandangan Silvia langsung tertuju pada Emmanuel. Silvia dapat melihat wajah Emmanuel yang terlihat memerah dan berkeringat, dada pria itu naik-turun mengambil nafas dengan berat, bukti bahwa saat ini ia sedang sangat marah dan murka.

"Tenangkan dirimu, Tuan," ucap Silvia melangkah mendekat seraya mengelus punggung kekar Emmanuel dengan sangat lembut.

"Tidak bisa! Dia begitu kurang ajar! Andai saja dia tak aku anggap sebagai saudaraku sendiri, sudah pasti aku akan membunuhnya!" sungut Emmanuel masih terlihat marah.

"Ya ampun, Tuan. Dia kan hanya bercanda kenapa Tuan bisa semarah ini?" tanya Silvia merasa sangat heran.

GREP!

Seketika saja Silvia terdiam kaku di tempatnya ketika Emmanuel tiba-tiba menarik lalu memeluknya dengan sangat erat.

"Tuan!" Silvia pun berusaha memberontak.

"Peluk aku, Silvia. Peluk aku dengan erat. Sebentar saja ...." lirih Emmanuel. "Aku memang seperti ini, Silvia. Aku susah meredahkan amarahku sendiri. Peluk aku agar emosiku bisa segera menghilang."

Silvia yang mendengar itu pun mulai mengerti, dengan segera ia membalas pelukan Emmanuel.

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

modus cari kesempatan dlm kesempitan emmanuel

2025-03-31

0

💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:

💠🇩𝗘𝗪𝗜ˢᵃʳᵃˢʷᵃᵗᶦ🌀🖌:

modus Emmanuel

2025-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!