Silvia

Malam hari.

"Mi, di mana putraku?" tanya Emmanuel yang baru saja pulang dari tempat kerjanya dan langsung menanyakan keberadaan Kenzie pada Mami Lenny

"Ada di kamarnya dong, El. Kamu lihat kan ini sudah jam berapa. Pastinya Kenzie sudah tidur di jam seperti ini," ujar Mami Lenny seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tanpa banyak berkata lagi. Emmanuel segera melangkah menuju lantai dua. Ia ingin menemui Kenzie. Entah mengapa ia terus dihantui rasa bersalah karena tadi pagi ia sudah berani membentak keras putranya itu.

Setibanya di kamar Kenzie. Pandangan Emmanuel langsung tertuju pada si mungil Kenzie yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Ia pun lantas mendekati sang putra.

Ditatapnya wajah Kenzie dengan penuh penyesalan. "Maafkan Papa, Nak. Maafkan Papa ...." lirih Emmanuel hampir menangis. "Karena wanita biadab itu kamu jadi kekurangan kasi sayang dari seorang ibu. Papa berjanji akan mencari seorang ibu baru untukmu. Seorang ibu yang akan menyayangimu dan mencintaimu melebihi dari apapun!"

Emmanuel membungkukan badannya lalu mengecup kening Kenzie dengan penuh kasi dan sayang. Ia adalah ayah yang sangat menyayangi putranya itu.

____________________________

Di sebuah desa. [Desa karang]

Silvia. Seorang gadis yang cantik dan ayu itu terlihat sedang mengemasi barang-barangnya masuk ke dalam koper. Sang ibu yang bernama Ratna memperhatikan gerak-gerik Silvia

"Kamu yakin mau berangkat sekarang?" tanya Ibu Ratna dengan nada ragu.

"Iya dong, Bu. Kalau tidak yakin, lalu untuk apa aku memasuki semua barang-barangku ke dalam koper ini? Ibu ini ada-ada saja pertanyaannya!" sungut Silvia seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, masih mengemasi barang-barangnya ke dalam koper.

"Siapa tahu kamu berubah pikiran. Dari semalam Ibu tidak bisa tidur karena memikirkanmu. Ibu takut terjadi apa-apa sama kamu saat di kota Jakarta nanti. Di kota itu penduduknya banyak yang jahat, Silvia. Kalau ada yang jahat padamu bagaimana? Kamu sendiri loh di sana, tidak ada yang bisa melindungimu di sana," ujar Ibu Ratna terlihat sangat cemas.

"Ya ampun, Bu. Ibu itu terlalu banyak berfikir. Silvia ini sudah besar, Bu. Silvia bisa menjaga diri Silvia baik-baik di sana. Lagi pula niat Silvia ke sana cuma mau bekerja bukan untuk hal yang tidak-tidak. Jadi Ibu tidak perlu khawatir, oke? Silvia pasti baik-baik saja di sana," ujar Silvia berusaha meyakinkan sang ibu.

Ibu Ratna yang mendengar itu hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah. "Kenapa tidak bekerja di sini saja sih, Nak?"

"Gaji di kota Jakarta lebih tinggi dari pada di desa ini, Bu. Itu lah mengapa aku sangat ingin pergi ke sana untuk bekerja. Dengan begitu kita bisa menghasilkan uang yang lebih banyak," jelas Silvia.

"Memangnya kamu akan kerja apa di sana?"

"Kerja apa saja lah, Bu. Yang penting halal."

.......

Mobil yang akan mengantar Silvia ke kota Jakarta sudah tiba di depan rumah. Silvia dan Ibu Ratna pun segera keluar dari dalam sana.

"Hati-hati di jalan ya, Nak. Ingat, kalau ada yang terjadi sesuatu padamu di sana segera telpon Ibu," ujar Ibu Ratna.

Silvia pun lantas mengangguk. "Pasti, Bu. Kalau begitu Silvia pergi dulu." Silvia pun mencium punggung tangan sang ibu lalu segera masuk ke dalam mobil.

Mobil pun melaju meninggalkan permukiman rumah itu yang membuat Ibu Ratna merasa sangat sedih hingga air matanya ikut menetes. Ibu mana yang tidak khawatir melihat putri satu-satunya pergi bekerja di tempat yang sangat jauh?

_____________________

Empat jam perjalanan. Akhirnya Silvia tiba di kota Jakarta. Silvia benar-benar dibuat kagum dan takjub ketika melihat kota tersebut yang dipenuhi oleh gedung-gedung yang sangat tinggi. "Wah ... ternyata kota Jakarta memang sangat maju dan mewah," gumam Silvia sembari berjalan menelusuri pinggir jalan.

Silvia terlalu fokus menatap gedung-gedung yang ada di sana sampai ia tak sengaja menabrak seseorang.

"Aduh!" pekik Silvia sedikit terdorong.

"Kalau jalan itu pakai mata!" sentak orang tersebut dengan ketus membuat Silvia tertunduk.

"Ma--Maaf," ucap Silvia.

Orang tersebut pun segera pergi dengan wajah ketusnya.

"Ya ampun. Ternyata yang dikatakan ibu memang benar. Orang-orang di sini banyak yang jahat," gumam Silvia dalam hatinya.

Silvia pun melanjutkan perjalanannya. Hingga ia tiba di sebuah rumah kontrakan kecil dan sempit. Rumah itu akan Silvia tempati selama ia bekerja di kota ini.

"Ini kuncinya," ucap Tante Emi yang merupakan pemilik kontrakan tersebut.

"Makasih, Tante," ucap Silvia menerima kunci tersebut sembari tersenyum lebar.

"Kalau ada apa-apa kabari Tante saja ya. Jangan pernah sungkan. Anggap saja Tante ini Tante kandung kamu," ujar Tante Emi begitu baik.

silvia pun lantas mengangguk secara perlahan. "Terimakasih, Tante. Pasti Silvia kabari kalau Naura ada masalah," ucapnya.

"Yasudah. Tante pergi dulu. Masih banyak yang harus Tante kerjakan," ucap Tante Emi yang langsung pergi dari sana setelah berpamitan pada Silvia.

Setelah Tante Emi hilang dari pandangannya. Silvia pun segera masuk ke dalam rumah kontrakan tersebut. "Walau pun kecil dan sempit tapi setidaknya aku punya tempat tinggal selama aku bekerja di sini," gumam Silvia dalam hatinya.

"Huff ... mulai besok aku harus mencari pekerjaan demi bisa mengirimkan uang pada ibu yang ada di desa," gumamnya lagi.

"Semangat Silvia! Kamu pasti bisa!"

Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!