Pulang Ke Mansion Utama

.

Emmanuel benar-benar dikuasai emosi saat ini. Ia mencekik dan mencengkram leher Rossa dengan sangat kuat tanpa berniat ingin melepaskannya.

Rossa yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun mulai kehabisan nafas. Wajahnya semakin membiru dan tubuhnya mulai lemas, tak berdaya.

Emmanuel yang menyadari jika Rossa hampir mati kehabisan nafas karenanya lantas segera melepaskan cengkramannya. Rossa pun jatuh terduduk dengan lemas di lantai.

"Katakan padaku. Apa kau yang sudah mengurung Kenzie di dalam sangkar?!" sentak Emmanuel berjongkok di hadapan Rossa sembari mencengkram kedua pipi wanita itu dengan sangat kuat.

Rossa pun hanya bisa mengangguk dengan perasaan yang sangat menyesal.

PLAK!!

Satu tamparan kuat mendarat di pipi mulus Rossa. Emmanuel benar-benar murka ketika mengetahui kenyataan bahwa Rossa begitu tega mengurung putranya sendiri.

"Kenapa kau melakukan ini, hah?! Kenapa?!" teriak Emmanuel dengan keras membuat Rossa mulai menangis.

"Maafkan aku, El. Aku menyesal. Aku mengurung putra kita karena aku pusing menghadapinya. Dia terus menangis dan merengek meminta untuk diantarkan ke kantormu," jelas Rossa terisak.

"Putra kita?! Dia bukan putramu lagi! Mulai sekarang kita berpisah dan Kenzie akan ikut denganku! Aku tidak ingin memiliki istri penghianat sepertimu! Benar apa yang dikatakan kedua orang tuaku selama ini bahwa kau itu wanita yang tidak baik! Seharusnya dari dulu aku mendengarkan kedua orang tuaku, tapi karena cintaku padamu yang begitu besar aku jadi buta dan bodoh! Kini aku sadar bahwa kau memang wanita yang tidak baik seperti apa yang dikatakan oleh kedua orang tuaku!" Emmanuel berdiri dan hendak melangkah keluar dari sana, akan tetapi Rossa menahan kedua kaki Emmanuel sehingga membuatnya tak bisa berjalan.

"Maafkan aku, El! Aku minta maaf! Aku tahu aku salah! Aku menyesal melakukan ini!"

"Minggir!" sentak Emmanuel menendang Rossa yang membuat Rossa langsung tersungkur.

Dengan perasaan yang menggebu-gebu, Emmanuel segera pergi dari sana, meninggalkan tempat yang sangat menjijikan itu.

Di lantai utama.

"Tuan ...." Han segera berdiri dari duduknya ketika melihat kehadiran Emmanuel. Kenzie? Anak kecil itu sedang tertidur pulas di atas gendongan Han.

"Han ...." lirih Emmanuel dengan mata berkaca-kaca.

Han yang melihat itu pun seketika terkejut. "Ada apa, Tuan? Kenapa anda terlihat sedih?"

"Rossa menghianatiku, Han. Dia berselingkuh dariku ...." Emmanuel mengaduh pada Han sembari menangis sejadi-jadinya.

Han yang mendengar itu lantas terkejut untuk kedua kalinya.

"Tolong aku, Han. Tolong bawa aku pulang ke mansion utama. Aku ingin bertemu dengan kedua orang tuaku dan meminta maaf pada mereka. Ternyata yang dikatakan oleh mereka memang benar, Han. Rossa bukan wanita yang baik untukku. Aku menyesal karena tidak mendengarkan ucapan mereka," lirih Emmanuel semakin menangis membuat Han merasa sangat ibah saat mendengarnya.

"Kalau begitu, mari kita berangkat sekarang juga, Tuan," ucap Han segera menyerahkan Kenzie yang sedang tertidur itu pada Emmanuel.

"Maafkan Papa, Nak. Papa lalai menjagamu," lirih Emmanuel mengecup kening Kenzie dengan sangat lembut.

Keduanya pun segera pergi dari mansion itu.

_________________________

Din! Dong!

"Aduh, siapa sih malam-malam gini datang bertamu," gumam Nyonya Leny seraya berjalan menuju pintu utama.

CEKLEK.

Nyonya Lenny membuka pintu dan bersamaan dengan itu matanya langsung terbelalak dengan kaget ketika melihat kehadiran Emmanuel yang datang bersama anak laki-laki di atas gendongannya.

"El?!" pekik Nyonya Lenny.

"Hikss ... Hikss ... Mami ...." Emmanuel langsung terduduk di hadapan Nyonya Lenny sembari menangis sejadi-jadinya.

Nyonya Lenny yang melihat itu lantas merasa sangat heran sekaligus khawatir. "El, ada apa? Kenapa menangis, Sayang?!" Nyonya Lenny segera berjongkok di hadapan sang putra.

"Maafkan aku, Mami. Maafkan aku. Ternyata yang kalian katakan itu memang benar. Rossa bukan wanita yang baik untukku," isak Emmanuel membuat Nyonya Lenny merasa ibah.

"Apa yang sudah dilakukan oleh Rossa pada putraku ini?" tanya Nyonya Lenny mengelus puncuk kepala Emmanuel dengan sangat lembut.

"Dia selingkuh dibelakang aku, Mi. Dia telah tidur bersama laki-laki lain," jelas Emmanuel semakin terisak yang membuat Nyonya Lenny sangat terkejut saat mendengar kenyataan pahit itu.

"Tolong maafkan aku, Mami. Aku menyesal karena tidak mendengarkan perkataan kalian. Aku sungguh menyesal," lirih Emmanuel.

"Dari dulu Mami sudah memaafkan kamu, Sayang. Walau pun kamu memutuskan untuk keluar dari keluarga ini, Mami tetap yakin bahwa kamu akan kembali pada Mami. Dan lihat lah sekarang, kamu benar-benar kembali pada Mami," ujar Nyonya Lenny membuat Emmanuel semakin menangis.

"Maafkan aku, Mi ...."

"Jangan meminta maaf lagi, Sayang. Mami sudah memaafkan kamu! Sudah cukup minta maafnya!" ucap Nyonya Lenny. "Ini putramu?" tanya Nyonya Lenny menatap Kenzie yang sedang tertidur dengan sangat pulas di atas gendongan Emmanuel.

Emmanuel pun mengangguk secara perlahan membuat Nyonya Lenny tersenyum. "Dia lebih tampan dari yang di foto."

"Foto?" Emmanuel mengerutkan keningnya.

"Hmm." Nyonya Lenny mengangguk. "Mami selalu meminta Han untuk mengirimkan foto Kenzie secara diam-diam. Sudah yuk, kita masuk! Papi pasti sangat senang melihat kedatangan kamu!" timpal Nyonya Lenny segera membantu Emmanuel berdiri.

Nyonya Lenny mengambil ahli Kenzie dari gendongan Emmanuel dan mereka pun hendak masuk ke dalam rumah, namun tiba-tiba saja mereka berdua langsung terdiam ketika melihat Tuan Charles yang sudah berdiri tegak di hadapan mereka.

Tuan Charles menatap Emmanuel dengan sangat tajam dan penuh dendam. "Mau apa kau datang ke sini lagi?!" sentak Tuan Charles membuat Emmanuel menundukkan kepalanya ketakutan.

"Pi ... sudah. El sudah menyadari kesalahannya," ucap Nyonya Lenny berusaha menenangkan Tuan Charles.

"Papi tidak sedang bicara padamu, Mi! Papi sedang bicara pada anak brandalan ini!" sentak Tuan Charles seraya melangkah ke hadapan Emmanuel.

"Pi ...." Emmanuel sangat ketakutan saat ini.

GREP!!

Emmanuel pun langsung terdiam tak kala Tuan Charles tiba-tiba memeluknya dengan erat. "Anak bodoh! Apa kau tidak tahu seberapa rindunya Papi padamu?! Kenapa kau baru pulang sekarang setelah tiga tahun sudah berlalu, hah?!"

Terpopuler

Comments

reza indrayana

reza indrayana

Terharu nichh...😥😥😥

2025-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!