Permintaan Kenzie

Dua tahun telah berlalu. Semenjak kejadian itu, Emmanuel sudah resmi menceraikan Rossa. Setiap hari Rossa terus berusaha menghubungi Emmanuel dan mengajaknya untuk rujuk kembali. Tetapi Emmanuel sudah tak ingin kembali ke pelukan Rossa. Perselingkuhan Rossa waktu itu benar-benar membuatnya murka dan sangat terpukul sehingga tak dapat dimaafkan.

Kehidupan Emmanuel pun mulai berjalan bahagia semenjak ia kembali bersama kedua orang tuanya. Bahkan jauh lebih bahagia dibandingkan saat masih bersama Rossa.

Walau pun Emmanuel kini menyandang status sebagai duda, hal itu tidak membuat kebahagiaannya pupus. Ia berfikir lebih baik dirinya menjadi duda dari pada harus menikah lagi. Kejadian Rossa yang berselingkuh pada malam itu benar-benar membuat Emmanuel trauma sehingga ia lebih memilih menjadi duda seumur hidup tanpa niat ingin menikah lagi.

Di meja makan.

Empat keluarga Abraham Lincoln tengah berkumpul di meja makan untuk sarapan.

"Bagaimana perusahaanmu saat ini, El?" tanya Tuan Charles pada Emmanuel yang terlihat sedang asik menyantap sarapannya.

"Cukup baik, Pi. Niatnya El mau buat cabang baru di kota bandung," jawab Emmanuel masih asik menyantap sarapannya.

"Butuh bantuan tidak, El? Perusahaanmu dan perusahaan Papi bisa kerja sama loh," tawar Tuan Charles dibalas gelengan cepat oleh Emmanuel.

"Tidak, Pi. El bisa sendiri. Lagi pula dana di rekening El cukup. Jadi tidak perlu bantuan dari siapapun," jawab Emmanuel dengan mulut yang penuh makanan.

"El! Kalau lagi makan itu jangan bicara! Lihat mulut kamu penuh dengan makanan, bisa muncrat ke mana-mana!" tegur Nyonya Lenny dengan tegas. Nyonya Lenny terlihat sedang menyuapi sang cucu, yaitu Kenzie.

"Jorok, Mi," sungut Tuan Charles.

"Papi juga! Ngapain sih ngajak Emmanuel ngobrol?! Udah tahu kita ini lagi makan!" gerutu Nyonya Lenny membuat Tuan Charles dan Emmanuel seketika terdiam dan cemberut.

"Papa ...." seru Kenzie menatap Emmanuel membuat Emmanuel langsung menoleh.

"Iya, Nak?"

"Aku pengen punya Mama," ucap Kenzie penuh bersemangat yang membuat semua orang di sana langsung terkejut saat mendengarnya.

"Kenapa kamu bicara seperti itu, Sayang? Tumben banget kamu minta Mama ke Papa," ucap Nyonya Lenny berusaha untuk tenang walau pun saat ini suasana menjadi sangat canggung.

"Semua teman-teman aku punya Mama, Nek. Hanya aku saja yang tidak punya. Aku sedih. Aku juga ingin punya Mama seperti yang lainnya," jawab Kenzie dengan wajah yang sengaja ia cemberutkan.

"Kita bahas ini nanti. Lanjutkan saja sarapanmu, Kenzie!" titah Emmanuel dengan nada dingin namun tegas.

"Tapi, Pa—"

"PAPA BILANG LANJUTKAN SARAPANMU!" bentak Emmanuel dengan sangat keras membuat Kenzie langsung terdiam.

"El!" tegur Tuan Charles menatap Emmanuel dengan sangat tajam. Tuan Charles benar-benar tidak terima ketika Emmanuel membentak cucunya seperti itu meski ia tahu permintaan Kenzie barusan membuat perasaan Emmanuel tersinggung.

"Aku sudah selesai!" ucap Emmanuel dengan dingin sembari berdiri dari duduknya dan segera pergi dari sana.

"El! Mau ke mana kau?! Sarapanmu belum habis!" teriak Tuan Charles tetapi Emmanuel tidak mau mendengarkannya.

Tuan Charles hendak berdiri dan ingin menyusul Emmanuel tetapi Nyonya Lenny segera menahannya. "Biar Mami aja!" ucap Nyonya Lenny yang segera berdiri dari duduknya dan pergi untuk menyusul Emmanuel.

"Papa marah padaku ya, Opa?" tanya Kenzie merasa sangat bersalah dan hampir menangis.

"Tidak, Nak. Papa tidak marah padamu. Papa sudah terlambat masuk kerja makanya Papa langsung pergi. Kamu lanjutin sarapan kamu saja, ya. Jangan sedih," ujar Tuan Charles berusaha menenangkan Kenzie yang terlihat sangat sedih.

Di depan mansion.

Emmanuel melangkah keluar dari mansion dengan perasaan campur-aduk.

"El ...." seru Nyonya Lenny segera menghampiri sang putra.

"Kenapa, Mami?" tanya Emmanuel berusaha menyembunyikan kesedihannya.

"Mami tahu kamu pasti sedikit tersinggung mendengar permintaan Kenzie itu. Tapi kamu harus tahu kalau Kenzie itu cuma anak-anak yang tak mengerti apa-apa," ujar Nyonya Lenny

"Tapi, Mi—"

"Emmanuel ... Dari kecil Mami juga tidak memiliki ibu. Mami sangat tahu perasaan Kenzie saat ini bagaimana. Sudah dua tahun kamu membiarkan Kenzie hidup tanpa seorang ibu. Ini saatnya kau harus membuang perasaan lamamu dan mulai mencari ibu baru untuknya."

"Mami tahu sendiri kan aku tidak bisa membuka hatiku pada wanita lain lagi? Kejadian waktu itu sudah membuatku sangat trauma. Aku tidak ingin hal yang sama terulang kembali padaku."

"Iya. Mami tahu, El. Tapi setidaknya kamu belajar membuka hati untuk wanita lain lagi. Kasihan Kenzie, dia masih berumur empat tahun, di umurnya yang masih seperti itu, dia masih membutuhkan kasi sayang dari seorang ibu."

Mendengar penjelasan Nyonya Lenny mulai membuat Emmanuel pusing dan bimbang. Dia sudah bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak membuka hati pada wanita mana pun, tapi di sisi lain Kenzie justru sangat menginginkan kehadiran sesosok ibu. Saat ini dia benar-benar dilema.

"Tapi siapa yang akan mau menerima duda sepertiku, Mi?" tanya Emmanuel sembari mengusap wajahnya penuh frustasi.

"Kamu tenang saja. Mami ada banyak kenalan wanita muda dan semuanya masih lajang. Nanti Mami mengenalkannya semuanya padamu."

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

banyak di supermarket atau dimall 😂😂😂😂😂😂

2025-03-31

0

💜⃞⃟𝓛☠️⃝⃟ⱽᴬ 🇲𝗔𝗠𝗜ᴰᵉʷᶦ🌀🖌:

💜⃞⃟𝓛☠️⃝⃟ⱽᴬ 🇲𝗔𝗠𝗜ᴰᵉʷᶦ🌀🖌:

beli saja kenzie di mall mama nya🤭

2025-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!