Silvia ikut ke kantor

Emmanuel dan Silvia yang mendengar ucapan Kenzie, lantas langsung terdiam. Mereka berdua bingung dan bimbang dengan permintaan Kenzie yang ingin Silvia ikut ke kantor Papanya.

Emmanuel pun menatap wajah Silvia dengan tatapan yang sangat intens. "Apa hari ini kau sibuk?" tanya Emmanuel memastikan.

Silvia menggeleng-gelengkan kepalanya secara perlahan. "Tidak, Tuan," jawabnya.

"Kalau begitu, apa kamu mau ikut denganku dan Kenzie ke kantor?" tanya Emmanuel penuh harap.

"Apa itu tidak merepotkan? Maksudku, aku ini hanya orang asing bagi kalian. Apa tidak apa ap ada jika orang asing sepertiku ikut dengan kalian?" timpal Silvia ragu-ragu.

"Siapa bilang kamu itu orang asing? Kamu itu ibunya Kenzie. Jadi kamu bukan orang asing bagi kami," ujar Emmanuel yang membuat Silvia langsung terdiam.

"Benar apa yang dikatakan Papa. Ibu bukan orang asing. Ibu adalah ibunya Kenzie," ucap Kenzie dengan sangat polos seraya mempererat pelukannya pada leher Silvia

"Tapi ...." Silvia masih ragu-ragu, tetapi ia langsung merasa kasihan ketika melihat Emmanuel dan Kenzie yang menatap dirinya dengan penuh harapan. "Hufftt ... baiklah, aku akan ikut kalian," ucap Silvia menghembuskan nafasnya secara pasrah.

"HORE!!!" teriak Kenzie dengan sangat bahagia, begitu pun dengan Emmanuel yang hanya bisa tersenyum puas ketika mendengar ucapan Silvia itu.

"Kalau begitu ayo kita berangkat," ucap Emmanuel dengan penuh semangat. Emmanuel dan Silvia pun berjalan menuju mobil yang terparkir di depan dan mereka pun segera berangkat menuju Perusahaan milik Emmanuel. Yaitu perusahaan E'A Company.

Di perjalanan, Silvia dan Kenzo terlihat sangat asik bercanda dan tertawa bersama. Sedangkan Emmanuel hanya bisa menyimak sembari fokus menyetir mobilnya.

Entah mengapa sejak tadi Emmanuel merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Jantungnya terus berdetak dengan sangat kencang ketika melihat Silvia yang begitu asik bermain bersama Kenzie. Perasaan apa ini? Mengapa Emmanuel begitu bahagia di saat melihat Silvia bermain bersama putranya itu.

........

Sesampainya di perusahaan E'A. Emmanuel, Kenzie dan Silvia pun langsung disambut hangat oleh beberapa bodyguard yang ada di sana. Silvia yang mendapat perlakuan seperti itu pun lantas merasa takjub. Seumur hidupnya ia tak pernah merasakan dihormati seperti itu dari seseorang, membuatnya merasa sedikit terharu.

'Ya ampun. Ternyata begini rasanya menjadi orang kaya,' gumam Silvia dalam hatinya.

"Apa kamu lelah?" tanya Emmanuel menatap Silvia yang masih setia menggendong Kenzie.

Silvia pun lantas menggeleng-gelengkan kepalanya dengan segera. "Tidak. Tubuh Kenzie ringan kok saat digendong," timpal Silvia.

"Kalau begitu ayo kita masuk," ucap Emmanuel yang langsung menarik salah satu tangan Silvia untuk masuk ke dalam sana.

Di saat Emmanuel dan Silvia tiba di dalam sana. Para karyawan yang melihat kehadiran Emmanuel bersama Silvia pun merasa sangat terkejut. Ini kali pertamanya mereka melihat Emmanuel membawa seorang gadis ke perusahaan itu setelah dua tahun sudah berlalu. Siapa dia? Apakah gadis itu yang akan menjadi ibu sambung untuk Kenzie? Pikir para karyawan yang ada di sana.

________________________

Di ruangan pribadi Emmanuel.

"Duduklah," titah Emmanuel menyuruh Silvia untuk duduk di sofa.

Silvia pun duduk di atas sofa tersebut sembari memangku Kenzie.

"Kenzie, turunlah!" titah Emmanuel dengan sangat tegas. Emmanuel merasa tidak tega melihat Silvia sejak tadi menggendong tubuh Kenzie.

"Tidak mau, Pa. Kenzie masih mau peluk Ibu!" sungut Kenzie meyenderkan kepalanya di dada Silvia

"Kenzie, jangan membantah ucapan Papa. Kasihan Ibumu! Dia pasti sangat lelah karena sejak tadi terus menggendongmu!" sungut Emmanuel yang membuat Kenzie langsung terdiam.

"Apa benar yang dikatakan Papa, Bu? Ibu lelah terus menggendongku?" tanya Kenzie dengan raut wajah sedih.

Silvia yang mendengar itu lantas langsung terkekeh. "Tidak, Sayang. Ibu tidak lelah," jawab Silvia sembari mengusap helai rambut Kenzie dengan sangat lembut.

"Dasar Papa pembohong! Bilang saja kalau Papa mau memisahkanku lagi sama Ibu kan? Huh! Papa jangan mengganggu kami! Aku dan Ibu masih mau bersama!" sungut Kenzie membuat mata Emmanuel langsung melotot dengan tajam.

"Siapa yang mengajarimu berkata seperti itu pada Papa?!" sentak Emmanuel tak terima Kenzie mulai berani melawannya.

"Paman Daffa!" jawab Kenzie dengan santai membuat mata Emmanuel semakin melotot.

"Daffa brengsek! Berani-beraninya dia mengajari putraku hal yang seperti ini! Lihat saja nanti, akan kuberikan dia pelajaran!" umpat Emmanuel dalam hatinya.

"Kenzie Sayang ...." seru Silvia dengan sangat lembut.

"Iya, Bu?" sahut Kenzie menatap sang Ibunda.

"Lain kali lisan itu harus dijaga," ucap Silvia sembari menyentuh bibir mungil Kenzie dengan jari telunjuknya. "Jangan berkata kurang ajar seperti itu pada Papa. Itu sangat tidak boleh dilakukan."

Kenzie yang mendengar itu pun lantas mencurutkan bibirnya ke depan. "Kenzie salah ya, Bu?"

"Iya, Sayang. Sana minta maaf sama Papa!" titah Silvia.

"Kenzie minta maaf ya, Pi. Kenzie sudah ngomong kasar pada Papi. Kenzie minta maaf."

Terpopuler

Comments

oma lina katarina

oma lina katarina

semoga dari kampung pergi ke kota dapat pekerjaan , siapa tau jodoh walau itu akan jadi ibu sambung

2025-03-15

0

🇰𝗨𝗠𝗔𝗟𝗔 𝗗𝗘𝗪𝗜🌀🖌

🇰𝗨𝗠𝗔𝗟𝗔 𝗗𝗘𝗪𝗜🌀🖌

sama papa nya manggil papi, biasanya kalau bocil menganggap itu ibu nya harus nya mami

2025-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!