Pertemuan Silvia dan Rossa

Saat ini posisi Emmanuel sedang duduk di atas kursi kekuasaannya sembari mengerjakan pekerjaan kantornya. Pria dewasa itu nampak sangat serius dalam bekerja.

Hingga tak terasa sudah empat jam berlalu. Kini Emmanuel sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia pun lantas berdiri dari duduknya dan mendekati Silvia yang masih setia duduk di sofa.

"Kenzie tidur?" tanya Emmanuel baru menyadari jika Kenzie sedang tertidur di atas pangkuan Silvia.

Silvia pun menganggukan kepalanya. "Dia pasti sangat lelah karena tadi pagi dia menangis tanpa henti," ucap Silvia sembari mengecup kening Kenzie dengan sangat lembut.

"Berikan padaku. Lebih baik Kenzie ditidurkan di dalam kamar," ujar Emmanuel sembari mengarahkan kedua tangannya pada Silvia.

Tanpa banyak berkata lagi, Silvia pun segera memberikan tubuh Kenzie pada Emmanuel. "Memangnya di sini ada kamar, Tuan?" tanya Silvia mengerutkan keningnya.

"Tentu saja," ucap Emmanuel sembari berjalan ke arah salah satu pintu dan membukanya.

Silvia yang melihat itu pun lantas terkejut. Benar, saat Emmanuel membuka pintu tersebut di dalamnya terdapat kamar yang sangat luas. "Aku pikir pintu itu menuju kamar mandi tadi," gumam Silvia tersenyum kikuk.

Emmanuel pun masuk ke dalam kamar itu berniat untuk menidurkan Kenzie di dalam sana. Anak itu nampak tertidur sangat pulas sehingga ia tak sadar bahwa ia sedang dipisahkan dari ibunya.

Di sisi lain. Silvia masih setia duduk di tempatnya. Pandangannya terus mengedar menatap sekeliling ruangan itu yang terlihat sangat luas dan mewah. "Hidup orang kaya memang seenak ini, ya. Bisa tinggal di tempat yang luas dan mewah seperti ini tanpa takut kepanasan karena ada AC. Berbeda jauh dengan rumahku yang ada di desa."

Di saat Silvia sedang melamun meratapi nasibnya. Tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan pintu ruangan yang terbuka dengan sangat keras.

Lantas saja Silvia segera menolehkan pandangannya. Seketika itu pula Silvia langsung terdiam ketika melihat seorang wanita cantik dan sexy yang sedang berdiri di ambang pintu sembari menatap ke arahnya dengan tatapan yang sangat tajam.

Wanita itu adalah Rossa. Yeah ... Rossa, mantan istri Emmanuel. Rossa berjalan mendekati Silvia dengan raut wajah yang sangat marah.

"Di mana Emmanuel?!" sentak Rossa pada Silvia.

Silvia yang mendengar itu, lantas merasa heran. "Emmanuel?" tanya Silvia yang memang saat ini Silvia belum tahu jika ayah Kenzie bernama Emmanuel.

"Tidak usah berpura-pura di hadapanku! Dasar kau jalang!" teriak Rossa yang membuat Silvia tersinggung.

Silvia pun berdiri dari duduknya dengan raut wajah yang marah. "Jaga kata-katamu, Nyonya! Apa maksudmu menyebutku sseperti itu!" sungut Silvia tak terima.

"Oh? Jalang ini berani melawanku ternyata! Apa kau tidak tahu aku ini siapa?!" bentak Silvia merasa ditantang dengan keberanian Silvia itu.

"Memangnya siapa kau?!" tanya Silvia.

"Aku ibunya Kenzie!"

Deg ....

Seketika saja Silvia terdiam di tempatnya. Silvia tak menyangka jika yang ada di hadapannya saat ini adalah ibunya Kenzie. Silvia berfikir ibunya Kenzie sudah meninggal tapi ternyata dia masih hidup.

"Kenapa kau diam?! Terkejut mengetahui bahwa aku ibunya Kenzie?! Apa kau pikir kau akan berhasil merebut hati Emmanuel setelah kau merayu putraku, hah?!" teriak Silvia sangat marah.

"Aku tidak pernah berfikir untuk merebut hati Papanya Kenzie! Kau sudah salah paham!" ucap Silvia berusaha membela dirinya sendiri.

"Lalu sedang apa kau di sini, hah?! Ini adalah ruangan pribadi Emmanuel! Orang asing di larang masuk! Terutama wanita jalang sepertimu!"

"Aku bukan wanita jalang! Papanya Kenzie yang memintaku untuk ikut dengannya ke kantor ini!"

"Cih! Alasan!" Karena muak, Silvia mengangkat satu tangannya lalu ...

PLAK!!!!

Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Silvia. Bersamaan dengan itu Emmanuel baru saja keluar dari kamar dan menyaksikan semuanya.

"ROSSA!"

Terpopuler

Comments

febby fadila

febby fadila

jalang kok teriak jalang rossa rossa

2025-03-31

0

lihat semua
Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!