Silvia marah

Di rumah kontrakan milik Silvia.

Saat ini Silvia terlihat sudah siap dengan pakaian rapinya. Ia ingin keluar untuk mencari pekerjaan. Yeah, semenjak dirinya tinggal di kota itu, keseharian Silvia adalah mencari pekerjaan yang tak kunjung didapatkannya hingga saat ini.

Nasib beruntung memang belum berpihak ke pada Silvia. Ia harus lebih berusaha lagi untuk mencari pekerjaan di luar sana.

Di saat Silvia berjalan ke arah pintu dan membukanya. Silvia langsung dikejutkan dengan kehadiran Emmanuel dan Kenzie yang sedang berdiri di depan rumahnya.

"Kalian?!" pekik Silvia

"Ibu!" Tangisan Kenzie pun pecah begitu saja ketika melihat Silvia. Kaki mungilnya berlari ke arah Silvia lalu memeluk kaki Silvia dengan sangat erat.

Silvia yang melihat itu pun lantas terkejut dan panik. Dengan segera ia menggendong tubuh mungil anak itu. "Kenapa, Sayang? Kenapa menangis?" panik Silvia.

"Hikss ... Hikss ... Kenzie kangen. Kenapa Ibu pergi?" tanya Kenzie menangis terseduh-seduh.

"Ya ampun, Sayang. Ibu tidak pergi. Ibu ada di sini," ucap Silvia berusaha menenangkan Kenzie sembari menyeka air mata yang membasahi pipi gembul anak itu.

Kenzie yang mendekat perlakuan seperti itu pun mulai merasa tenang. Ia memeluk leher Silvia dengan sangat erat lalu menenggelamkan wajahnya di sana. "Jangan pergi lagi ya, Bu. Kenzie tidak bisa tanpa Ibu," lirih Kenzie yang membuat Silvia merasa kasihan.

"Maafkan putraku. Dia sangat lancang memanggilmu Ibu," ucap Emmanuel merasa tidak enak hati dengan tingkah laku Kenzie yang menurutnya sangat tidak sopan itu.

Silvia pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Dia hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Lagi pula aku sangat suka ketika dia memanggilku ibu," ucapnya sembari tersenyum dengan tulus. Silvia terlihat mengusap punggung Kenzie secara perlahan.

Emmanuel yang melihat itu lantas merasa sedikit nyaman pada Silvia. Baru kali ini ia menghadapi seorang gadis yang terlihat sangat tulus menyayangi putranya itu.

"Ngomong-ngomong ada apa kalian ke sini?" tanya Silvia merasa keheranan.

"Sejak tadi pagi Kenzie terus menangis tanpa henti. Dia terus memanggilmu dan ingin bertemu denganmu kembali, makanya aku membawanya ke sini," jelas Emmanuel membuat Silvia sedikit kesal mendengarnya.

"Sejak tadi pagi?! Kenapa Tuan baru membawanya ke sini saat sudah siang?!" pekik Silvia seraya menatap wajah Kenzie dengan sangat cemas. Kedua mata Kenzie terlihat memerah dan membengkak akibat terus menangis tanpa henti membuat Silvia merasa sangat ibah. "Ya ampun. Kedua matanya sampai merah begini! Tuan ini bagaimana sih?!" marah Silvia

Emmanuel yang mendengar itu lantas terdiam. Ia merasa sedikit bersalah karena sudah membiarkan putranya itu menangis sejak tadi pagi, bahkan sampai membuat Silvia marah.

"Maafkan aku. Aku terlalu sibuk mengurus pekerjaan di kantor. Makanya aku baru bisa mengantarnya setelah jam istirahatku sudah keluar," jelas Emmanuel merasa sangat bersalah.

"Lain kali kalau punya anak itu diperhatikan, Tuan! Jangan hanya pekerjaan yang lebih dipentingin! Kasihan Kenzie!" sungut Silvia.

"Maafkan aku. Aku janji tidak akan melakukannya lagi," ucap Emmanuel semakin merasa bersalah.

"Hufftt ... jangan meminta maaf padaku, Tuan. Minta maaf lah pada Kenzie. Karena Tuan lah yang membuatnya menangis sangat lama," ujar Silvia.

Mau tidak mau pun Emmanuel harus meminta maaf pada Kenzie. Emmanuel melangkah mendekati Silvia lalu berkata. "Nak, maafkan Papa."

"Tidak mau!" ketus Kenzie membuat Emmanuel terdiam.

'Anak ini mempermalukanku saja!' sungut Emmanuel dalam hatinya. "Kenapa tidak mau memaafkan Papa?" tanya Emmanuel berusaha untuk tenang.

"Papa jahat! Tadi malam Papa memisahkan Kenzie dan Ibu!" sungut Kenzie dengan pipi yang mengembung pertanda ia sedang sangat marah saat ini.

"Kenzie ... jangan seperti itu, Sayang. Ibu tahu Papa kamu salah, tapi sebesar apapun kesalahannya kamu harus memaafkannya," ujar Silvia dengan sangat lembut.

"Tapi, Bu. Bagaimana kalau Papa memisahkan kita lagi?" tanya Kenzie dengan mata berkaca-kaca.

"Papa berjanji tidak akan memisahkan kalian berdua lagi," ucap Emmanuel dengan tegas membuat Kenzie langsung tersenyum dengan senang.

"Beneran? Kalau begitu Ibu harus ikut dengan Kenzie ke kantor Papa," ucap Kenzo dengan semangat.

Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!