Kenzie menghilang

Silvia pun segera menggendong tubuh mungil Kenzie lalu mulai berjalan mengelilingi taman tersebut. Silvia ingin mencari keberadaan Omanya Kenzie dan memberitahukannya jika Kenzie sedang ada padanya. Namun, hampir satu jam lebih Silvia terus mengelilingi taman tersebut tetapi ia tak kunjung menemukan keberadaan Omanya Kenzie.

Rasa khawatir dan panik pun semakin menghantui pikiran Silvia. Ia bingung dan tak tahu harus berbuat apa untuk memulangkan Kenzie kembali ke tempat asalnya. Karena tak kunjung menemukan keberadaan Omanya Kenzie, Silvia pun memutuskan untuk membawa Kenzie ke kantor polisi terdekat.

Di kantor polisi.

Terlihat Silvia yang sedang serius berbincang-bincang dengan salah satu polisi yang ada di sana. Sedangkan Kenzie duduk di samping Silvia dan hanya bisa terdiam.

"Sebaiknya Nona membawa pulang anak ini saja," ujar Polisi tersebut yang membuat mata Silvia langsung terbelalak dengan sempurna saat mendengarnya.

"Hah? Dibawa pulang? Tapi kan anak ini sedang hilang, Pak. Kalau keluarganya mencari bagaimana?" cemas Silvia.

"Kami akan segera mencari informasi tentang anak ini. Tapi mungkin prosesnya akan sedikit lama. Maka dari itu, lebih baik Nona membawa anak ini pulang saja," ujar sang polisi membuat Silvia mendengus secara pasrah.

Silvia pun melirik ke arah Kenzie yang sedang duduk di sampingnya itu.

"Emm ... Ibu, aku ngantuk," keluh Kenzie seraya mengucek-ngucek matanya.

Silvia yang mendengar itu, lantas merasa tidak tega. "Kalau begitu kami pulang dulu, Pak. Kalau keluarganya sudah ditemukan, tolong hubungi saja nomor saya," ujar Silvia dibalas anggukan kecil oleh polisi itu.

"Ayo, Sayang." Silvia pun segera menggendong tubuh mungil Kenzie, lalu membawanya keluar dari kantor polisi itu. Kenzie yang sudah sangat mengantuk, tanpa sadar tertidur di atas gendongan Silvia.

Di rumah kontrakan.

Secara perlahan, Silvia meletakkan Kenzie di atas tempat tidur lalu menyelimuti setengah tubuh anak itu. "Selamat tidur, Sayang," gumam Silvia seraya mengecup lembut kening Kenzie.

"Hihihi ... enak juga yah jadi ibu dalam sehari. Jadi kepengen punya anak juga, tapi belum nikah. Jangankan nikah, pacar saja tidak punya. Nasib jomblo ...." gumam Silvia tertawa kecil.

Di sisi lain.

"Apa?! Kenzie hilang?!" pekik Emmanuel begitu terkejut ketika mendengarkan Nyonya Lenny yang mengatakan kalau Kenzie telah menghilang.

"Hikss ... Hikss ... Mami tidak tahu. Tadi saat di taman, Kenzie masih berada di belakang Mami. Tapi di saat kami ingin pulang Kenzie sudah tidak ada di belakang Mami," ujar Nyonya Lenny seraya terisak.

"Ya Tuhan. Cobaan apa lagi ini!" umpat Emmanuel mengacak-ngacak rambutnya dengan penuh frustasi.

"Kalian semua harus tenang! Papi akan mengutus para pengawal untuk mencari keberadaan Kenzie!" ucap Tuan Charles angkat bicara. "Han!" seru Tuan Charles.

"Iya, Tuan Besar?" sahut Han yang juga berada di sana.

"Perintahkan semua bawahaan untuk berkumpul di loby utama! Segera!"

"Baik, Tuan Besar!" Han pun segera pergi dari sana untuk melaksanakan tugasnya itu.

"Dan kamu, El. Segera laporkan ke polisi tentang hilangnya putramu!" titah Tuan Charles dengan tegas.

"Baik, Pi!" Emmanuel pun segera pergi dari sana, dengan perasaan yang sangat panik dan khawatir. Dalam hati Emmanuel terus berdoa agar putranya itu dapat segera ditemukan dalam keadaan yang selamat dan sehat.

"Hikss ... Kenzie, Pi. Ini semua salah Mami," isak Nyonya Lenny langsung memeluk Tuan Charles dengan perasaan yang sangat bersalah.

"Tenang, Mami. Papi yakin Kenzie segera ditemukan," ucap Tuan Charles berusaha menenangkan Nyonya Lenny.

........

"Ya ampun, cucian banyak banget," pekik Silvia ketika melihat kondisi dapurnya yang sangat berantakan karena dipenuhi oleh piring-piring kotor. "Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk mencari pekerjaan sampai-sampai rumah ini tidak ter urus," ucapnya.

Akhirnya Silvia pun memutuskan untuk membersihkan dapur kotornya itu.

Beberapa menit kemudian.

Tok! Tok! Tok!

"Sebentar!" teriak Silvia sedikit keras. Silvia pun segera menghentikan aktivitasnya itu lalu berjalan menuju pintu.

CEKLEK.

"Apa anak saya ada di sini?"

Deg ....

Episodes
1 Di Minta pulang
2 Rossa Selingkuh?
3 Pulang Ke Mansion Utama
4 Permintaan Kenzie
5 Silvia
6 Emmanuel Menyukai Han
7 Pertemuan Silvia dan Kenzie
8 Kenzie menghilang
9 Emmanuel merasa Kecewa
10 Silvia marah
11 Silvia ikut ke kantor
12 Pertemuan Silvia dan Rossa
13 Kekhawatiran Emmanuel
14 Kedatangan Dr. Luis
15 Kehadiran Daffa
16 Ajakan Menikah
17 Kemarahan Emmanuel
18 Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19 Berangkat ke Singapura
20 Nenek Sudah Tiada
21 Bermalam Di Hotel
22 Silvia Jadi Rebutan
23 Emmanuel marah
24 Pulang Ke Indonesia
25 Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26 Emmanuel Cemburu
27 Daffa Menabrak Seseorang
28 Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29 Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30 Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31 Makan Malam
32 Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33 Emmanuel Mabuk Mabukan
34 Silvia Cemas
35 Emmanuel Menjadi dingin
36 Han Membodohi Tuan El
37 Emmanuel marah pada Silvia
38 Kebenaran?
39 Emmanuel Dan Kenzie berantem
40 Senja
41 Pemanis Cerita
42 42
43 Kemarahan Ratna
44 Syarat
45 Menangkap jangkrik
46 Jengkol
47 Mengetahui Kebenarannya
48 Bertani
49 Kedatangan Raja Dan Almira
50 Dua Ratus Miliar
51 Resmi Menjadi CEO V'T
52 Rida dan Kanza
53 Adelina Dan Luis
54 Kisah Charles Dan Lenny
55 Kemarahan Daffa
56 Suasana Jadi kacau
57 Paman Victory Dan El Bertengkar?
58 Silvia menangis
59 Kemarahan Tuan Charles
60 Emmanuel Yang Licik
61 Silvia ngambek
62 Kenzie penghianat
63 Luis Resah
64 Resmi Menikah
65 Kenzie Mendengarnya
66 Salah Jawab? Gigit!
67 Silvia menangis
68 Kenzie Marah
69 Kenzie yang Polos
70 Kemarahan Nyonya Lenny
71 Mama Sayang Kenzie
72 Han Bersama Kenzie?
73 Silvia ditemukan
74 Membawa Silvia ke rumah sakit
75 Kesedihan Emmanuel
76 Kematian Silvia
77 Emmanuel Terpuruk
78 Kondisi Silvia kembali Normal
79 Silvia Terkena marah
80 Hadiah Ulang tahun Kenzie
81 Emmanuel Kena Marah
82 Silvia sakit
83 Ngidam Yang aneh
84 Silvia Hamil
85 Kenzie Marah punya adik?
86 Kedatangan Senja dan Adelina
87 Adelina tidak hamil
88 Luis Dan Adelina Akan bercerai
89 Pernyataan Luis
90 Gagal enak enakan
91 senja melahirkan
92 Silvia melahirkan
93 kelahiran bayi laki-laki
94 Kenzie dan Han dalam bahaya
95 kematian han
96 ending
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Di Minta pulang
2
Rossa Selingkuh?
3
Pulang Ke Mansion Utama
4
Permintaan Kenzie
5
Silvia
6
Emmanuel Menyukai Han
7
Pertemuan Silvia dan Kenzie
8
Kenzie menghilang
9
Emmanuel merasa Kecewa
10
Silvia marah
11
Silvia ikut ke kantor
12
Pertemuan Silvia dan Rossa
13
Kekhawatiran Emmanuel
14
Kedatangan Dr. Luis
15
Kehadiran Daffa
16
Ajakan Menikah
17
Kemarahan Emmanuel
18
Daffa Bersaing dengan Emmanuel
19
Berangkat ke Singapura
20
Nenek Sudah Tiada
21
Bermalam Di Hotel
22
Silvia Jadi Rebutan
23
Emmanuel marah
24
Pulang Ke Indonesia
25
Daffa dan Emmanuel Bertengkar
26
Emmanuel Cemburu
27
Daffa Menabrak Seseorang
28
Daffa Akan mewarisi Perusahaan, Emmanuel Tidak Terima
29
Silvia Dan Rossa Kembali Bertemu
30
Pertanyaan Silvia Pada Nyonya Lenny
31
Makan Malam
32
Penolakan Silvia Membuat Emmanuel Marah
33
Emmanuel Mabuk Mabukan
34
Silvia Cemas
35
Emmanuel Menjadi dingin
36
Han Membodohi Tuan El
37
Emmanuel marah pada Silvia
38
Kebenaran?
39
Emmanuel Dan Kenzie berantem
40
Senja
41
Pemanis Cerita
42
42
43
Kemarahan Ratna
44
Syarat
45
Menangkap jangkrik
46
Jengkol
47
Mengetahui Kebenarannya
48
Bertani
49
Kedatangan Raja Dan Almira
50
Dua Ratus Miliar
51
Resmi Menjadi CEO V'T
52
Rida dan Kanza
53
Adelina Dan Luis
54
Kisah Charles Dan Lenny
55
Kemarahan Daffa
56
Suasana Jadi kacau
57
Paman Victory Dan El Bertengkar?
58
Silvia menangis
59
Kemarahan Tuan Charles
60
Emmanuel Yang Licik
61
Silvia ngambek
62
Kenzie penghianat
63
Luis Resah
64
Resmi Menikah
65
Kenzie Mendengarnya
66
Salah Jawab? Gigit!
67
Silvia menangis
68
Kenzie Marah
69
Kenzie yang Polos
70
Kemarahan Nyonya Lenny
71
Mama Sayang Kenzie
72
Han Bersama Kenzie?
73
Silvia ditemukan
74
Membawa Silvia ke rumah sakit
75
Kesedihan Emmanuel
76
Kematian Silvia
77
Emmanuel Terpuruk
78
Kondisi Silvia kembali Normal
79
Silvia Terkena marah
80
Hadiah Ulang tahun Kenzie
81
Emmanuel Kena Marah
82
Silvia sakit
83
Ngidam Yang aneh
84
Silvia Hamil
85
Kenzie Marah punya adik?
86
Kedatangan Senja dan Adelina
87
Adelina tidak hamil
88
Luis Dan Adelina Akan bercerai
89
Pernyataan Luis
90
Gagal enak enakan
91
senja melahirkan
92
Silvia melahirkan
93
kelahiran bayi laki-laki
94
Kenzie dan Han dalam bahaya
95
kematian han
96
ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!