Bab 18 - Ke Sekolah Aaron

Dibalik kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, Arthur melihat Devina yang tengah sibuk membenahi sabuk pengaman pada Aaron. Lisa sudah duduk di kursinya. Lalu, ia melihat Arthur terpaku dalam posisi berdiri. Lantas Lisa seketika bangkit dari duduknya.

"Pak, apa ada yang tertinggal?" tanya Lisa. Seketika Arthur tersadar dari lamunannya. Ia langsung memegang lengan Lisa dan menyuruhnya untuk duduk kembali.

"Tak ada. Sudah, duduklah yang baik. Pesawat sebentar lagi lepas landas," bisik Arthur.

Lisa hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. Lalu ia memilih untuk memejamkan matanya. Lisa sedang sibuk memikirkan sesuatu sehingga memutuskan tak banyak bicara. Khawatir Arthur semakin marah padanya.

Sedangkan Arthur sengaja membuat Lisa tak menoleh atau melihat ke arah belakang, karena di sana ada rombongan Devina. Mereka sama-sama duduk di kursi kelas bisnis. Hanya saja Arthur dan Lisa berada di bagian depan. Sedangkan rombongan Devina berada di bagian belakang.

"Kamu makin cantik, Yank. Maafkan aku. Love you," batin Arthur.

Kali ini di dalam pesawat, Arthur melihat Devina dari jarak yang cukup dekat. Mantan istrinya itu terlihat jauh lebih segar dan cantik. Terlebih Devina sengaja mengubah gaya rambutnya. Dahulu, Devina sering memiliki gaya rambut yang cukup panjang. Namun kini ia memilih gaya rambut pendek.

☘️☘️

Satu minggu kemudian, Jakarta.

"Ayah Leno mana ya? Kata na mau jemput Aaron," gumam Aaron yang sejak tadi kepalanya celingak-celinguk di tempat penjemputan sekolahnya guna mencari Reno. Namun hasilnya nihil.

Kemarin, Reno berjanji untuk menjemput Aaron sepulang sekolah. Dikarenakan Aaron telah bersedia dibelikan oleh Reno mainan mobil-mobilan yang sama persis seperti miliknya yang hilang di Singapura.

Rencananya, Reno dan Aaron akan berangkat berdua ke toko mainan guna membelinya. Namun sudah lima belas menit Aaron menunggu, Reno juga belum datang menjemputnya.

Sedangkan di luar sekolah, Arthur terus melihat Aaron yang berdiri di tempat penjemputan didampingi oleh gurunya. Posisi Arthur masih berada di dalam mobil.

Setiap mengintai Aaron di sekolah, Arthur selalu sendirian dan sengaja menggunakan mobil rental. Arthur tak memakai mobil pribadinya, khawatir Devina atau Reno memergoki dirinya. Otomatis rencana yang sudah ia susun sesuai anjuran Tommy, bisa berujung gagal.

"Apa hari ini Devina enggak jemput Aaron? Tumben dia belum datang. Padahal yang aku tahu, dia orangnya selalu disiplin waktu alias on time." Arthur berucap dalam hati.

Ya, beberapa hari ini Arthur terus memantau kegiatan Aaron dari luar sekolah. Ia tahu jika Devina sering bersama sopir pribadi untuk mengantar dan menjemput Aaron sekolah. Sejak kembali ke Tanah Air, Devina juga lebih memilih tinggal di kediaman Arjuna bersama putranya. Binar dan Dion pun tak memaksa untuk hal ini. Walaupun sebagai orang tua, tentunya ingin Devina dan Aaron tinggal di kediaman mereka.

"Apa aku temui Aaron sekarang? Mumpung Devina belum datang," batin Arthur.

Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan berjalan menuju sekolah Aaron. Sedangkan di kediaman Arjuna, Devina tengah uring-uringan. Saat ini ia dan Reno tengah sibuk berbicara dalam sambungan telepon.

"Kalau kamu enggak bisa jemput Aaron, harusnya sejak tadi kamu hubungi aku. Kasihan Aaron sudah nunggu kelamaan di sekolah. Teman-temannya pasti sudah pulang!" gerutu Devina.

"Maaf, Dev. Aku sedang kejebak macet di jalan. Tadi rapatnya m0lor dari perkiraanku," jawab Reno apa adanya.

"Kemarin Aaron sudah bersedia untuk dibelikan mainan yang baru mirip mobil lamanya yang hilang di Singapura, tapi sekarang kamu buat dia kecewa karena lama menunggu di sekolah. Sudahlah, semua memang salahku. Aku segera pergi jemput Aaron!" ketus Devina seraya menutup sambungan teleponnya dengan Reno secara sepihak.

Bip...

Devina bergegas memanggil sopir pribadi Arjuna untuk mengantarkan dirinya ke sekolah Aaron. Sedangkan di dalam mobil, Reno terus memukul setirnya karena dapat dipastikan siang ini dirinya gagal mengajak Aaron ke toko mainan. Devina juga pasti kecewa dan marah padanya.

"Bener-bener sial!" gerutu Reno.

☘️☘️

"Holeee... mainanku kembali. Makasih ya, Om cakep." Aaron terus tersenyum sembari memeluk mainan mobil-mobilan miliknya yang terdapat sticker khusus D 💖 A.

"Iya, sama-sama anak ganteng." Arthur mengelus lembut rambut Aaron.

Ya, Arthur berhasil masuk ke dalam sekolah Aaron dengan kondisi tak mengalami kesulitan yang berarti. Tentunya guru dan penjaga sekolah tak melarang Arthur. Hal ini dikarenakan Rara memiliki saham cukup besar di yayasan sekolah tersebut. Keluarga Devina pun tidak tahu mengenai hal ini, karena memang Rara sendiri jarang menghadiri undangan dari sekolah itu karena kesibukan yang lain.

Arthur sendiri baru mengetahui kenyataan itu saat menyelidiki di mana Aaron bersekolah. Arthur pun saat ini menggunakan wewenangnya sebagai anak pemilik saham terbesar di sekolah itu agar para guru dan penjaga sekolah yang melihatnya bersama Aaron untuk tidak menyampaikan apapun pada Devina maupun keluarga mantan istrinya itu.

"Mainan ini akan jadi milik Aaron kembali, asal janji dulu buat lakuin sesuatu."

"Apa itu, Om?" tanya Aaron.

Arthur pun memajukan wajahnya ke telinga Aaron lalu membisikkan sesuatu.

"Aaron sudah paham?"tanya Arthur.

"Paham, Om. Beres pokoknya. Rahasia aman. Hehe..." jawab Aaron seraya menga_cungkan jempol tangannya ke atas. Ia terlihat begitu bahagia dan antusias.

"Tos dulu dong," ajak Arthur.

Tos...

Keduanya pun sepakat melakukan tos sebagai tanda kesepakatan bersama yang bersifat rahasia. Tak lupa Arthur juga memasukkan helaian rambut milik Aaron yang berhasil diambilnya secara diam-diam sebelumnya.

Ya, Arthur berhasil mengambil sampel rambut milik Aaron yang rencananya akan dilakukan tes DNA di rumah sakit. Ketika Aaron tengah asyik memegang mainan mobil-mobilannya kembali, Arthur beralasan rambut Aaron agak sedikit kotor. Lalu, Arthur menyuruh Aaron untuk diam sejenak karena mau dibersihkan.

Aaron pun menuruti Arthur tanpa banyak membantah. Sebab hatinya begitu senang mendapati mainannya kembali. Akhirnya Arthur berhasil mengambil rambut Aaron tanpa membuat bocah itu curiga maupun berontak.

"Semoga kamu memang benar putraku," ucap Arthur dalam hati seraya memandang wajah Aaron dari arah samping. "Jika kamu bayi yang dilahirkan Devina beberapa tahun silam, lantas yang dimakamkan bayi siapa? Apa dia waktu itu melahirkan anak kembar?" batinnya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

As Lamiah

As Lamiah

wah Alhamdulillah banget tuh Arthur berhasil jangan bengok lagi kedepan nya cerdasan dikit loh Arthur segera cari akar permasalaha penyebape kehancuran rumah tangga mu dulu baru kembali rebut Devina dan Aron hayo tak semangatin dan mendukung Delova

2024-11-17

7

Yuli a

Yuli a

ayo selidiki semuanya Arthur... selidiki sampai tuntas... walaupun pada akhirnya kamu akan menyesal tapi itu lebih baik, agar kamu sadar dan meminta maaf.
Aaron pasti seneng banget kalau orang tuanya bersatu lagi...
sejahat-jahatnya kamu, Masih lebih jahat Dion kok... Dion jahat banget orangnya. tanpa sebab yang pasti dia juga KDRT nya lebihin kamu...
walaupun kamu juga KDRT tapi kan emang ada sebabnya. salahmu nggak menyelidiki terlalu jauh sih...

2024-11-17

5

Nena Anwar

Nena Anwar

semoga saja Reno banyak melakukan kesalahan dan membuat Aaron kecewa padanya dan Devina sering dibuat jengkel agar tak ada celah lagi buat Reno untuk mendekati Devina,,,yess Arthur menuruti semua yg disarankan Tomi,,,maaf ya thor aku bukan numpuk bab dapet notif up dari jam tiga sore tapi bolak balik dibuka gk bisa dibaca baru ini bisa dibaca apa aplikasinya eror ya,,,soalnya di novel laen jga ada readers dan authornya yg komen gitu

2024-11-17

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!