Bab 10 - El-usan Lembut

Hasil pemeriksaan rumah sakit menyatakan jika Devina sudah pulih. Ia tak perlu lagi mengkonsumsi obat anti depresan dari dokter. Namun jika memang kondisi mendesak, maka diperbolehkan sesuai dosis terakhir yang dianjurkan dokter.

Sedangkan di kamar lain, Arthur mengalami gangguan pencernaan karena terlalu banyak makanan yang dimasukkan ke dalam perutnya serta ada alergi yang terjadi.

"Lis, satu jam lagi kita ada janji meeting dengan Tuan Douglas. Kamu segera temui dia sebagai perwakilan DealovA. Jangan biarkan dia yang menunggu kita apalagi membatalkan kerjasama yang sudah direncanakan bersama. Sampaikan padanya jika aku sedang berada di rumah sakit. Dia pasti mengerti,"

"Tapi, Pak. Saya enggak mungkin ninggalin bapak sendirian di sini,"

"Lakukan saja perintahku dan jangan banyak membantah. Ada banyak dokter dan suster di sini yang membantuku,"

"Ba_ik, Pak." Lisa menjawabnya dengan terbata-bata karena nada suara Arthur sudah naik beberapa oktaf padanya.

"Jangan beritahu orang tuaku kalau aku sakit di sini,"

"Iya, Pak."

Akhirnya Lisa pun pamit meninggalkan rumah sakit untuk bertemu klien mereka sesuai jadwal. Sebenarnya ia ingin sekali menjaga Arthur di rumah sakit. Tapi apa daya lelaki itu mengusirnya pergi untuk bertemu klien.

Saat Arthur akan memejamkan matanya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.

Ceklek...

Sontak Arthur pun yang sedang tidur-tiduran di atas brankar, menoleh ke arah pintu dan menatap sosok mungil yang tingginya tak lebih dari 120 sentimeter. Alis tebal, rambut hitam pekat, kulit putih dan punya lesung pipi.

Seketika Arthur teringat dengan mantan istrinya. Sebab, Devina juga memiliki lesung pipi.

"Upss... maaf, Om. Aku calah kamal. Hehe..." ucap Aaron seraya terkekeh sendiri. Ia pikir kamar yang dibuka adalah ruangan sang ibu dengan dokter, ternyata bukan.

"Sini..." panggil Arthur yang mendadak terhipnotis dengan Aaron yang tampak menggemaskan.

Entah mengapa Aaron juga seperti terkena daya magnet yang akhirnya membuatnya berjalan mendekati ranjang Arthur. Biasanya Aaron paling malas berdekatan dengan orang asing alias orang yang belum ia kenal.

Grepp...

Dengan sekuat tenaga yang ada, Arthur menggendong Aaron untuk naik ke atas ranjangnya.

"Om cakit ya?" tanya Aaron yang melihat Arthur memakai selang-selang di tangannya yakni selang infus.

Sebab ia pernah melihat selang yang sama terpasang di tangan Kakek Opanya di rumah. Kala itu Arjuna yang sedang tak naf*su makan, alhasil dilakukan infus di rumah guna mendukung kesehatan fisiknya.

"Enggak kok. Om cuma main dokter-dokteran di sini. Nama kamu siapa?"

"Om lucu deh. Main doktel-doktelan di lumah cakit. Haha..."

Arthur pun ikut tertular tawa Aaron.

"Yang benar main dokter-dokterannya di mana?" goda Arthur.

"Di lumah dong, Om. Main suntik-suntikan ma kotak obat mainan. Aku punya di lumahku, tapi yang asli juga ada. Cuma cama Mama enggak boleh dibuat mainan kalau yang asli. Hehe..."

"Mama kamu dokter?"

"Kata Mama dan olang-olang begitu cih, Om. Cuma aku enggak pelnah lihat mama periksa pacien,"

"Oh, begitu."

"Aduh maaf hampil lupa. Tadi Om tanya namaku ya?" Arthur pun menganggukkan kepalanya.

"Namaku Aaron, Om."

"Kamu di rumah sakit kenapa? Apa kamu sakit?"

"Bukan aku yang cakit, tapi Mama." Kepala Aaron seketika menunduk dan raut wajahnya berubah sendu. Arthur jadi ikut sedih melihatnya.

"Mama sakit apa?"

"Kalau kata Mama cuma cakit peyuut," jawab Aaron dengan mimik wajah polosnya. Devina sengaja mengatakan hal itu ketika Aaron pernah bertanya padanya kenapa sang ibu sering pergi ke rumah sakit.

"Wah, sama dong. Om juga sakit perut jadinya main dokter-dokteran di sini. Hehe..."

Tiba-tiba tangan malaikat kecil itu mengelus lembut perut Arthur. Nyess...

"Cepat sembuh ya, Om. Jangan cakit lagi peyutnya," gumam Aaron seraya tangan mungilnya terus meng33lus lembut perut Arthur.

Seketika ada de3siran yang tak bisa Arthur jabarkan dengan kata-kata. Hal yang dilakukan Aaron, mengingatkan dirinya dengan kenangan manis masa lalunya saat menjadi suami Devina.

"Makanya Mas itu jangan bandel! Sudah dibilang jangan makan pedes-pedes atau yang asam-asam. Apalagi makanan yang setengah matang. Kan perut Mas alergi sama makanan model begitu!" gerutu Devina namun tangannya tetap meng3ellus lembut perut Arthur yang kala itu mendadak sakit akibat salah makan.

"Maafin aku, Yank. Aku lupa keasyikan makan sama klien di restoran," ucap Arthur yang dalam posisi berbaring. Lalu, ia memeluk perut Devina dari samping.

"Jangan sakit lagi. Janji,"

"Iya, aku janji enggak makan steak yang kategori rare."

"Mas kalau makan steak, wajib yang medium atau medium well saja. Iya kalau aku kan memang sukanya yang rare atau medium rare,"

"Love you..." ucap Arthur seraya tersenyum pada Devina yang begitu perhatian padanya.

"Hem," Devina masih kesal.

"Kok hem?"

"Love you too, Mas. Pokoknya kalau bandel lagi, aku enggak mau e lus-3lus perut kamu kayak begini!" Devina sengaja mengancam.

"Iya. Nanti giliran aku yang elus perut kamu, Yank." Arthur tersenyum pada Devina. "Pas kamu hamil. Biar anak kita enggak bandel di dalam perut ibunya. Kalau bandel, nanti Papanya yang hukum sudah bikin ibunya susah." Sambung Arthur.

"Apaan sih, kok anaknya diancam. Suka ngadi-ngadi deh kamu, Mas." Mau tak mau Devina pun tertawa mendengar candaan Arthur yang terlihat jelas begitu mencintainya. Bahkan ketika nanti punya anak, Arthur tak mengizinkan anak mereka menyakiti ibunya sejak dalam kandungan.

Seketika puzzle ingatan itu kini membuat Arthur semakin merasa bersalah dan menyesal telah menyakiti mantan istrinya itu.

"Aku rindu kamu, Yank. Maafkan aku," batin Arthur sendu.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Tingkat kematangan steak (tergantung selera personal masing-masing) ;

*Very rare: Hampir mentah, dimasak dalam waktu singkat, sekitar 1 menit.

*Rare: Seperempat matang.

*Medium rare: Setengah matang, matang di bagian luar, juicy dan empuk di dalam.

*Medium: Tiga perempat matang, lebih berisi dibandingkan medium rare.

*Medium well: Bagian tengah sedikit lebih cerah, masih terlihat sedikit cairan merah.

*Well done: Hampir tanpa cairan merah, berwarna coklat kehitaman. (sangat matang).

Terpopuler

Comments

Nena Anwar

Nena Anwar

ikatan darah antara Aaron dan Arthur pasti kuat banget makanya Aaron bisa nyaman bersama Arthur,,,si Lisong tahan banting ya ngadepin Arthur udah dibentak diapain juga tetep aja pingin milikin Arthur,,,kirain ketemu ber4 mereka gk taunya jagoan Aaron yg ketemu duluan dengan Arthur

2024-11-11

6

Akhmad Soimun

Akhmad Soimun

Iyyess tebakna aku bener klo Arthur sakit karna kebanyakan makan n alergen yheee😆😆😆🤭🤭❤️❤️❤️❤️

2024-11-11

3

dyah EkaPratiwi

dyah EkaPratiwi

kog masih berharap Arthur sama Devina ya

2024-11-11

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!