Bab 12 - Mainan Kesayangan

"Pak Arthur,"

Sontak Arthur pun menoleh ke belakang. Ternyata seorang suster memanggilnya.

"Anda sedang apa di sini?" tanya Suster.

"Sebentar, Sus. Saya ada keperluan penting," jawab Arthur.

"Saya sarankan Pak Arthur beristirahat kembali ke kamar. Sebentar lagi dokter akan visit,"

Arthur membalikkan tubuhnya. Namun kini sosok mantan istrinya yang tengah menggendong Aaron, mendadak hilang dari pandangannya.

"Kemana mereka? Oh sial!" umpat Arthur dalam hati.

Ia tak mengindahkan panggilan sang suster. Arthur berjalan perlahan seraya tangan kanan memegang mainan Aaron dan tangan kirinya memegang perutnya karena masih terasa sakit.

Namun pada akhirnya Arthur harus menyerah sementara pada kondisi fisiknya yang tak memungkinkan untuk mencari keberadaan Devina dan Aaron di rumah sakit. Sebab, sampai di depan lobby dan area parkir mobil, ia tak menemukan mereka.

Arthur menghela napas beratnya. Seketika ia mendadak teringat dengan Aaron terutama parasnya.

"Kenapa aku baru sadar kalau wajah Aaron mirip denganku? Tapi, enggak mungkin kalau dia..." batin Arthur.

Ia terus berpikir keras terutama hubungan antara Devina dengan Aaron.

"Bukankah di berita yang lalu, bayi itu sudah meninggal. Apa dia mengambil Aaron sebagai anak angkat atau diam-diam mereka berdua telah menikah dan punya anak yaitu Aaron?" batin Arthur yang terus memikirkannya. "Ah, tapi opsi terakhir sepertinya tidak. Sebab paras Aaron sama sekali tak mirip dengan baji_ngan Reno itu. Aku harus menyelidikinya. Jika memang Aaron darah dagingku, bagaimanapun caranya kita harus rujuk. Perse*tan biarpun kamu masih mencintai Reno sialan itu!"

Dengan terpaksa Arthur kembali ke kamarnya bersama suster. Sedangkan di dalam mobil, Reno, Devina dan Aaron dalam perjalanan kembali ke apartemen.

"Tadi Aaron pergi ke mana? Bukankah Ayah Reno suruh Aaron buat tunggu di depan toilet," Reno bertanya lembut pada Aaron sembari fokus menyetir.

"Aaron kangen Mama. Jadinya, Aaron susulin aja Mama ke luangan doktel ganteng," jawab Aaron apa adanya.

"Ehem..." Reno pun berdehem. Ia begitu cemburu mendengar Aaron memuji dokter yang biasa merawat kesehatan Devina jauh lebih tampan darinya.

"Aaron tadi ketemu Om cakep, Ma."

"Oh, ya. Siapa namanya?" tanya Devina penuh kelembutan pada Aaron yang tengah duduk di pangkuannya. Reno yang menyetir mobil pun seketika memasang pendengarannya dengan seksama perihal pembicaraan Aaron dengan Devina terlebih menyangkut laki-laki di luar keluarga mereka.

"Aduh, aku lupa tanya Ma." Aaron menepuk dahinya. Devina tersenyum tipis melihat tingkah lucu putranya itu.

"Cakep mana nih Om tadi sama Ayah Reno?" goda Reno pada Aaron.

"Ehm, siapa ya?" Aaron tampak sedang berpikir.

"Pasti cakep Ayah Reno dong," sahut Reno.

"Kalau kata Mama cakep Papa," jawab Aaron dengan mimik wajah polosnya seraya tersenyum apa adanya pada Devina dan Reno.

Ciitt...

Seketika Reno menekan pedal rem mobilnya dengan mendadak. Alhasil kini mobil mereka berhenti. Beruntung saat ini mereka berada di jalan yang sedang sepi. Devina juga dengan sigap memegang Aaron agar tidak terbentur dashboard mobil.

"Kamu apa-apaan sih! Kalau enggak bisa bawa mobil dengan bener, tadi lebih baik dianterin sopir Opa," tegur Devina.

"Maaf, Sayang. Aku_" ucapan Reno pun menggantung dan tak berlanjut akibat delikan tajam dari sorot mata Devina.

Saat ini mereka sedang bersama Aaron. Apalagi Devina juga belum mengiyakan perihal pernikahan turun ranjang dengannya. Sepantasnya Reno tak memanggil Devina dengan sebutan 'sayang'. Sebab, Devina pun merasa tak nyaman dengan panggilan itu. Entah mengapa hatinya terasa berbeda kala dahulu berpacaran dengan Reno dengan kondisi sekarang ini.

☘️☘️

Saat perjalanan menuju apartemen, Aaron mendadak tantrum. Sebab ia terus menangis karena baru tersadar mobil-mobilan kesayangannya hilang. Mobil itu kado dari sang mama saat dia berulang tahun yang ke-4.

"Nanti Mama belikan yang baru ya," bujuk Devina.

"Enggak! Aaron mau yang itu. Pokoknya halus itu, enggak mau yang balu. Titik!" teriak Aaron.

Ini sudah beberapa kali Devina dan Reno membujuk Aaron. Namun bocah lelaki yang duduk di bangku taman kanak-kanak itu pun menolaknya. Dikarenakan mainan mobil-mobilan yang hilang itu, ada tempelan sticker khusus yang dibuat Aaron dari kertas ori_gami yakni inisial mama dan papanya.

Ya, Aaron sempat bertanya pada Devina nama sang Papa. Devina masih bungkam. Namun karena saat itu Aaron terus merengek padanya, Devina pun tak tega. Lalu, Devina memutuskan untuk menyampaikan inisial huruf depannya saja pada Aaron.

"Ayah Reno belikan yang jauh lebih mahal ya. Aaron bebas pilih mainan mobil yang mana saja. Sekarang kita ke tokonya ya,"

"Aku mau pulang ke apaltemen Kakek Opa saja!" ketus Aaron.

Devina pun memberi kode pada Reno agar segera pulang ke apartemen. Setelah tiga puluh menit, akhirnya mereka tiba juga.

Bip...

Pintu utama apartemen Devina buka, Aaron langsung berlari masuk ke dalam kamar Arjuna. Sedangkan sang empunya kamar begitu terkejut karena mendadak Aaron nyelonong masuk di saat dirinya akan mencium bibir istrinya yang tengah pulas tidur siang.

Bening memiliki hobi jika tidur, maka mulutnya akan menganga cukup lebar. Alhasil kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Arjuna, namun berujung gagal.

"Astaga, anak siapa ini hobi kok nyelonong masuk enggak ketuk pintu dulu? Untung silaturahmi dua bibir belum bertemu. Kasihan mata sucinya kalau sampai tercemar polusi gempa lokal," batin Arjuna.

Padahal bukan sepenuhnya salah Aaron juga. Arjuna sepertinya mulai pikun sekaligus tertular virus Dion, si menantu kesayangan megalodon, yang hobi selalu ketinggalan alias terlupa untuk mengunci kamar jika akan memulai adegan pemersatu bangsa. You know what I mean.

"Kakek Opa-Nenek Oma, huhu..." Aaron pun menangis dan langsung naik ke atas ranjang. Saat ini ia sudah berada di tengah-tengah antara tubuh Bening dan Arjuna.

"Loh, datang-datang kok nangis. Jagoan Kakek Opa yang paling tampan se-Kabupaten ini, kenapa?"

"Mobil mainan kesayanganku hilang, Kakek Opa. Sepeltina ketinggalan di lumah sakit di kamal na Om cakep," jawab Aaron seraya mengadu pada Arjuna di sela isak tangisnya.

"Hah, Om cakep itu siapa?" tanya Arjuna.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

om cakep iya ayahnya aaron lah...
Aaron sangat tantrum mobil kesayangannya hilang ketinggalan dirumah inap arthur....
Arthur kehilangan jejak devina dan Aaron dan sangat penasaran sm devina lg gendong Aaron dan arthur baru menyadari Aaron mirip bingit sm dirinya....
Arthur akan menyelidiki Aaron anaknya bukan akan melakukan test dna secara diam2 membuktikan bocah tampan anaknya bukan.....
Arthur tidak peduli devina setuju gak akan rujuk kembali,,,
Arthur sangat mencintai devina dan menyesal setelah dipaksa mertuanya bercerai dgn devina krn arthur tidak bs melupakan devina...
Devina skrg sudah tidak mencintai reno lagi dan devina berdekat dgn reno kurang nyaman...
Dihati devina skrg hanya ada arthur seorang dan tidak bs melupakan mantan suaminya dulu sll sangat mencintainya dan perhatian.....
lanjut thor sehat sll dan semangat sll.....

2024-11-13

6

Ais

Ais

Sumpah muak banget sm reno ini bangke sesungguhnya adalah reno setelah kejadian disya meninggal akibat melihat reno devina dikamar hotel yg sm dgn tanpa busana bukannya taubat dan menyesali diri eh malah tambah ngak tau diri begitu disya meninggal malah ambil kesempatan buat mendapatkan devina emang ngak tau malu ini laki bangke satu ngak setuju banget klo smp devina turun ranjang sm reno jahat reno ini kasihan disya meninggal sia"karena ternyata smp meninggal cinta disya hny bertepuk sebelah tangan

2024-11-13

4

Nena Anwar

Nena Anwar

yeaahhh yes yes semoga dihati Devina sudah tak ada lagi nama Reno, hatinya sudah terkunci oleh satu nama yaitu Arthur,,,semangat Arthur ayo cari info siapa Aaron agar kamu punya kesempatan untuk rujuk dengan Devina dan Aaron juga pasti mendukungmu,,,wah Pak Jendral tampan se-kecamatan ada saingannya tuh Aaron yg tampannya se-kabupaten 😄😄😄,,,semoga karena mainan itu Aaron dan Arthur bisa bertemu kembali

2024-11-13

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!