Bab 14 - Desakan Turun Ranjang

"Kamu benar-benar sudah berubah!" desis Reno seraya pergi meninggalkan Devina.

Sepanjang perjalanan dari apartemen hingga ke rumah sakit, Reno terus menggerutu bahkan meluapkan emosinya di dalam mobil. Sedangkan Devina hanya menghela napas beratnya melihat sikap Reno.

Tanpa mereka duga, ada seseorang yang melihat semua itu dari balik pintu kamar. Ya, Arjuna yang melihatnya. Setelah Aaron dengan cepat tertidur, Arjuna berniat menemui Devina dan Reno perihal mainan Aaron sekaligus ingin tahu tentang Om cakep yang ditemui sang cicit di rumah sakit.

Akan tetapi hal itu urung dilakukan Arjuna setelah melihat Devina dan Reno yang sedang bertengkar.

"Ehem,"

Devina yang baru saja menutup pintu utama, seketika terkejut mendengar suara seseorang yang sangat familiar di telinganya. Seketika ia membalikkan tubuhnya lalu melihat sang kakek yang sudah berdiri tak jauh di belakangnya.

"Opa," sapa Devina.

"Reno pergi ke mana?" tanya Arjuna sekedar basa-basi. Seolah-olah ia tak tahu dengan apa yang terjadi sebelumnya. Dengan tongkatnya ia berjalan perlahan menuju sofa ruang keluarga. Devina dengan sigap berjalan cepat lalu menuntun sang kakek yang memang tak bisa berdiri lama-lama karena faktor usia dan kesehatan.

"Reno pergi ke rumah sakit," jawab Devina singkat. Kini keduanya baru saja mendaratkan b0kongnya di sofa.

"Mau apa ke rumah sakit lagi?"

"Mau ambil mainan Aaron yang ketinggalan di rumah sakit,"

"Kamu enggak ikut sama Reno ke rumah sakit?"

"Enggak, Opa. Takutnya Aaron makin tantrum karena cariin aku," jawab Devina. "Apa Aaron tidur di kamar Opa?"

"Iya, habis nangis terus anakmu pules. Nenek Omanya sudah duluan pules sampai ke kutub. Hehe..." ujar Arjuna seraya terkekeh. Devina pun ikut tertawa kecil.

"Ah, Opa bisa saja. Nanti kalau Oma denger, repot loh. Apa Opa masih sanggup terima hukuman dari Oma buat nangkring di atas pohon jambu?" goda Devina.

"Gampang. Nanti Opa suruh Papimu buat bikinin lift di sebelah pohon jambu. Jadi Opa manjat tuh pohon jambu tinggal duduk manis di dalam lift, terus naik otomatis sampai di atas pohon jambu kesayangan Oma megalodon. Hehe..."

"Ah, Opa suka ngadi-ngadi deh. Lift pohon jambu mendadak jadi tren terbaru nih," Devina hanya geleng-geleng kepala mendengar kelucuan Arjuna.

"Haha..." keduanya pun jadi tertawa bersama-sama.

Keheningan terjadi beberapa saat antara keduanya.

"Bagaimana hubunganmu dengan Reno?" tanya Arjuna tiba-tiba. Devina tentu begitu terkejut mendengarnya.

"Maksud Opa?"

"Apa kalian jadi menikah? Papi-Mamimu sama keluarga besar kan segera pengin kalian berdua meresmikan hubungan. Katanya gak baik ke sana kemari berdua tanpa status yang jelas,"

"Apa Opa setuju kalau aku menikah dengannya?" tanya Devina kembali.

"Yang mau menikah kan kamu, bukan Opa. Tanyakan saja ke hatimu. Kalau bicara menikah, ya artinya bicara soal cinta. Untuk hal ini kepala tidak perlu ikut-ikut karena cinta adanya di hati bukan di otak," tutur Arjuna.

Devina terdiam. Ia berusaha menelaah hatinya perihal jawaban pernikahan turun ranjang yang digadang-gadang oleh keluarga besarnya. Namun mereka semua sepakat jika acara tersebut berlangsung sederhana dan tertutup. Hanya pihak keluarga saja yang tahu.

Devina kembali mengingat pembicaraan dua minggu yang lalu dengan Papinya.

"Papi yakin kalau orang-orang di luaran sana sudah melupakan kejadian viral itu. Sudah lima tahun pastinya hidup harus maju, Kak. Riri dan Aaron butuh orang tua yang utuh. Papi enggak setuju kalau mereka berdua diasuh oleh orang baru. Kakak pasti tahu kan kalau dulu Papi sama Mami juga nikah turun ranjang sesuai wasiat ibumu,"

Dion pun menyampaikan panjang lebar pada Devina bahwa tak ada salahnya pernikahan turun ranjang. Terlebih contohnya seperti pernikahan antara Dion dan Binar yang hingga kini tetap bahagia bersama penuh cinta.

"Papi sama Mamimu yang nikah tanpa ada cinta saja malah awet rukun sampai sekarang. Awalnya justru Papi benci sama Mamimu tapi kakak kan tahu akhirnya cinta itu datang seiring berjalannya waktu di hati Papi. Apalagi kamu sama Reno saling mencintai. Pasti kalian berdua enggak akan mengalami kesulitan seperti kami dahulu dalam menjalani rumah tangga," tutur Dion.

"Apa boleh Devi pikir dulu, Pi?"

"Jangan lama-lama. Reno sudah sabar nunggu kamu selama lima tahun ini. Dia juga sudah banyak membantu merawat Aaron. Keluarga Reno pun sebenarnya sudah meminta kakak sebagai istri Reno, tapi Papi belum kasih jawaban. Pokoknya Papi tunggu segera dan paling lambat setelah dokter menyatakan kamu sembuh dan bisa pulang ke Indonesia, kamu dan Reno langsung menikah saja.

Devina memiliki karakter sungkanan atau tak enak hati terutama pada keluarganya. Karena sifat ini yang membuatnya mengalah delapan tahun silam merelakan cinta pertamanya untuk Disya.

Devina hanya mampu menghela napas beratnya. Ia dalam kondisi dilema. Sejujurnya, ia cukup trauma dengan pernikahannya di masa lalu bersama Arthur, mantan suaminya. Tapi, ia juga bingung dengan Aaron yang juga butuh sosok ayah serta desakan keluarganya untuk turun ranjang dengan Reno.

☘️☘️

Rumah sakit, Singapura.

Setelah melihat CCTV rumah sakit, Reno mendapat informasi jika Aaron tadi masuk ke kamar pasien VIP. Namun pihak rumah sakit tentunya menjaga kerahasiaan data pasien. Reno sudah bertanya nama pasien namun pihak rumah sakit tidak menyampaikan informasi yang dimintanya.

Reno juga ingin langsung menuju kamar pasien. Namun dicegah oleh pihak keamanan dan suster di bagian lobby rumah sakit. Sebab melihat dari gelagat Reno, mereka khawatir pria itu membuat keributan di rumah sakit tersebut.

"Saya cuma mau ambil mainan milik putraku di kamar itu. Kenapa kalian mempersulitnya?!" desis Reno yang nada suaranya mulai terdengar naik.

"Maaf, Pak. Kamar VIP tidak bisa dimasuki sembarang orang,"

"Anak saya tantrum di rumah. Dia butuh mainannya itu. Enggak mau yang lain. Kalian ini punya anak apa tidak?! Enggak paham banget sih kalau anak kecil rewel karena mainannya hilang itu seperti apa. Aku tuntut saja rumah sakit ini terutama kalian!"

Tak lama suster yang menangani khusus kamar Arthur pun turun ke lobby karena baru saja rekannya menghubungi perihal Reno yang meminta mainan yang tertinggal di kamar VIP.

"Permisi, maaf Pak. Perkenalkan, saya Suster Via yang menjaga pasien VIP tersebut. Perihal mainan mobil-mobilan itu, kami kurang tahu Pak. Pasien itu juga sudah keluar dari rumah sakit," jawab Suster Via apa adanya. Namun identitas pasien baik nama sekalipun tetap dirahasiakan dari Reno bukan karena Arthur yang meminta tetapi itu sudah prosedur rumah sakit.

"Kapan perginya?" cecar Reno.

"Baru saja sekitar beberapa menit yang lalu bersamaan dengan saya datang ke sini. Mungkin sekarang ini beliau masih di area parkiran mobil VIP hendak pulang," jawab Suster Via.

Deg...

Seketika Reno berbalik badan dan melesat lari seperti orang kesetanan menuju parkiran mobil VIP.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Ais

Ais

Sifat ngak enakan inilah yg dulu membawa petaka buat kamu devina skr kamu msh dgn sikap ngak enakan bakalan runyam rumah tangga kamu sm reno klo kamu sndr sebenarnya sdh berpindah hati pd arthur dan obat buat trauma kamu adalah kamu hrs ktm arthur lg dan hadapi dia mana tau dgn begitu segala trauma kamu lima tahun yg lalu perlahan akan hilang dgn berubahanya sikap arthur juga dgn terungkapnya misteri siapa yg sdh menjebak kamu dan reno malam itu aku curiga bs jadi yg jebak adalah sahabat devina sndr yg skr sdh menjadi tunangan arthur

2024-11-14

1

Lestari Titi

Lestari Titi

turun ranjang itu kn ranjangnya diturunin bukan isinya yg ganti pasangan 😆😆😆😆😆 canda kak othor 🤗✌️ si artur itu dulu terlalu bucin Ng pas kena mslh lngsng mengedepankn emosi trs klrga dr kedua blh pihak ikut campur dlm urusan rmh tangga anknya ya sdh hancur, tp klo memang bnr terjadi adanya turun rnjng berarti asumsi klo Reno yg berbuat membubarkan rmh tangga artur ma Devi yg benar

2024-11-14

1

Nena Anwar

Nena Anwar

tuh kan Opa Arjuna mah masih aja bijak gk egois kalo ngasih nasehat lope lope dah Opa megalodon ❤❤❤❤❤ bener kata Opa kamu Devina kamu yg menikah dan kamu yg akan menjalaninya jadi tanyakan pada hatimu, buang sifat gk enakan itu jika membuatmu merasa tak nyaman cukup sekali kamu mengalah pada keluargamu Devina kini giliran kamu sendiri yg menentukan kebahagiaanmu,,,kamu salah Dion jangan bilang orang2 diluar sana sudah melupakan kejadian viral antara Reno dan Devina orang2 diluar sana takkan melupakan itu meskipun sudah bertahun2 terlewati yg ada pasti menggiring opini dan membenarkan kejadian dulu jika Reno dan Devina menikah,,,,nah sifat bar2 dan arogan si Reno ketahuan tuh udh dibilangin jangan pake kekerasan kata Devina dia malah ngotot ngomong ngegas semua sudah ada aturannya Reno para suster diRS itu hanya menjalankan tugas sesuai prosedur yg ada kamu malah bentak2 orang yg lagi tugas idih makin jijay sama si Reno

2024-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!