Bab 17 - Pulang ke Tanah Air

"Iya, betul. Anda siapa?" tanya Tommy pura-pura tidak kenal.

"Perkenalkan saya, Reno. Maaf sebelumnya jika kemarin saya sempat memotret plat mobil Anda sewaktu di rumah sakit. Anda, pasien yang kemarin bertemu Aaron di rumah sakit bukan?"

Tommy terdiam sejenak dan sedang berusaha mencerna apa yang diutarakan Reno barusan padanya.

"Ah, dia pasti mengira kalau aku ini Arthur." Tommy berucap dalam hati.

Ya, kemarin karena Tommy tak bisa menjenguk Arthur di rumah sakit, ia sengaja mengirim sopir pribadi dan mobilnya untuk menjemput sahabatnya itu. Arthur sendiri sebenarnya memiliki kendaraan pribadi di Singapura. Hanya saja untuk urusan perjalanan bisnis, ia terbilang jarang menggunakannya. Hal ini juga sering dilakukan para pebisnis lain, hanya untuk sekedar kamuflase atau melindungi diri dari hal negatif.

"Maaf, saya datang ke sini guna meminta mainan mobil-mobilan milik putraku yang tak sengaja tertinggal di kamar Anda kemarin. Kata pihak rumah sakit, mainan itu tidak ada di kamar pasien. Otomatis pasti terbawa oleh Anda, bukan?"

"Oh, mainan itu." Tommy berceletuk santai.

"Iya, mainan mobil-mobilan perpaduan warna hitam dan merah. Putraku sedang tantrum di rumah. Sudah kami bujuk dengan menawarkan beli mainan baru yang sama persis, tapi enggak mempan. Dia tetap ingin mainannya yang lama. Boleh saya bawa kembali mainan milik Aaron? Jika Anda meminta sejumlah uang sebagai gantinya, akan saya berikan. Sebutkan saja nominalnya berapa?"

"Gile, nih orang. Sombong banget. Dikiranya aku butuh uangnya. Arthur saja yang lebih kaya dari dia, enggak pernah begini ke orang lain soal duit," batin Tommy seraya mendengus sebal dengan sikap Reno yang seakan merendahkan dirinya perihal materi.

Keduanya saat ini masih setia berdiri di depan pintu. Tommy enggan menyuruh Reno masuk usai melihat sikap lelaki ini. Terlebih Reno saingan Arthur buat mendapatkan kembali Devina. Tommy tentu saja akan membela sahabatnya daripada Reno.

"Ehm, gini Pak Reno. Sebelumnya maaf. Mainan milik Aaron tidak sengaja dibuang oleh kekasih saya. Dia pikir saya selingkuh sama janda anak satu. Jadi mainan punya Aaron, dia buang begitu saja tanpa sepengetahuan saya. Jika harus mengganti dengan sejumlah uang, saya rela melakukannya. Sebutkan saja nominalnya berapa?" balas Tommy yang sengaja di ujung kalimatnya mengcopy_paste kalimat Reno sebelumnya.

Seketika wajah Reno berubah masam. Tommy pun yang melihat hal itu, tetap santai tanpa beban.

"Anda ini bagaimana, Pak? Mainan itu bukan hak Anda! Kenapa Anda tidak bisa menjaganya?!" desis Reno.

"Maaf, Pak Reno. Anda katanya ayah Aaron, kenapa sampai membiarkan anak sekecil dia berkeliaran di rumah sakit sendirian? Bahkan sampai salah masuk kamar orang lain. Harusnya sebagai orang tua, jaga anak kita baik-baik. Ya, kecuali Aaron bukan anak kandung Anda. Semisal anak tiri atau anak angkat, pastinya kasih sayang Anda berbeda dengan orang tua kandungnya." Tommy sengaja menyindir Reno.

"Hei, Bung. Jangan asal bicara! Jika memang mainan itu sudah tidak ada di sini, aku akan pergi. Tak perlu ikut campur urusan keluargaku seperti apa. Aaron itu putraku. Aku sangat menyayanginya. Semoga ini menjadi pertemuan kita yang terakhir kalinya. Karena jika kita bertemu lagi, bisa saja aku akan menghajar wajahmu ini sampai babak b3lur. Camkan baik-baik!" ancam Reno.

Seketika ia membalikkan tubuhnya dan pergi dari apartemen Tommy dengan hati yang kesal. Sedangkan Tommy segera masuk ke dalam lalu mengunci apartemennya. Ia segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Arthur.

Tommy

📩 [ Reno baru saja mendatangi apartemenku untuk mengambil mobil mainan Aaron. Ia tahu alamatku dari plat nomor mobilku yang bawa kamu pulang dari rumah sakit. Hati-hati, Bro. Saranku, kamu jangan sampai bertemu dulu dengan Reno atau mantan istrimu. Tahan emosimu. Jangan membuat dirimu jelek di mata Devina, Aaron atau keluarga mantan istrimu itu jika kamu berniat rujuk. Aku khawatir Reno berusaha semakin jauh memisahkan kamu dengan Devina serta Aaron. Usahamu untuk rujuk bisa gagal ].

Arthur

📩 [ Oke, Bro. Makasih informasi dan sarannya ].

☘️☘️

Apartemen Arjuna, Singapura.

"Gimana?" tanya Devina.

Reno menghela napas beratnya di depan Devina.

"Gagal ya?"

"Maaf. Orang itu bilang kalau mainan Aaron dibuang kekasihnya. Ia tak tahu dibuang di mana. Pacarnya mengira dia selingkuh dengan janda anak satu. Akhirnya mobil-mobilan Aaron dibuang," jawab Reno lesu. Ia merasa bersalah pada Aaron dan Devina. "Maafkan aku," sambungnya.

"Sudahlah, lupakan saja. Bukan salahmu juga. Aaron juga sudah tidak semarah kemarin kok," ujar Devina.

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Reno.

"Sudah," jawab Devina.

"Ayo kita kembali ke Tanah Air. Angkat dagumu dan jangan pernah menundukkan kepalamu. Lupakan masa lalu dan tatap masa depan. Aku, Riri dan Aaron selalu bersamamu," ucap Reno berusaha meyakinkan Devina.

"Iya, aku sudah siap kok. Kamu enggak perlu khawatir,"

Akhirnya mereka semua meninggalkan apartemen dan menuju Bandara Changi, Singapura.

Setelah perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, mereka semua tiba di bandara. Tak perlu menunggu lama, waktu boarding sudah menanti. Mereka semua bersiap menuju pesawat.

Arthur dan Lisa ternyata juga pulang ke Indonesia dari Singapura pada jam serta naik maskapai yang sama dengan rombongan Devina. Arthur malas jika menggunakan privat jet miliknya. Sebab kini dirinya sedang bepergian dengan Lisa, tunangan yang tak dicintainya.

Berbeda ketika dahulu ia berstatus sebagai suami Devina. Arthur pernah mengajak Devina liburan ke luar negeri dengan menggunakan privat jet miliknya.

Saat Arthur memasukkan tasnya ke dalam kabin pesawat, mendadak ia mendengar suara seseorang dari kejauhan yang cukup familiar di telinganya.

"Sayangnya Mama, Aaron. Ayo duduk yang baik ya,"

"Iya, Ma. Hehe..."

Deg...

Seketika Arthur pun membalikkan tubuhnya seraya mengedarkan pandangan matanya guna mencari sumber suara yang sangat dirindukannya tersebut.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Ais

Ais

Dasar emang jodoh ya mau dipisahkan karena kesalahpahaman kayak apa juga ttp aja mereka akan dipertemukan lagi bismillah aku mantabb pilih arthur buat rujuk sm devina mau reno menghalangi kayak apa juga klo semesta dan Allah sdh mentakdirkan arthur dan devina buat ttp rujuk ngak akan reno bs apa"pokoknya aku ngak ikhlas devina turun ranjang sm reno ingat disya ya devina dia membawa cintanya buat reno smp mati tp apa balasan reno terhadap cinta sucinya disya nothing bangke emang reno ini songong sombong ahhh pokoknya muak sm sikap dan sifat reno😡😡😡

2024-11-16

10

Nena Anwar

Nena Anwar

lah si Reno udah tau mainan Aaron udah gk ada kenapa masih berdiri aja disitu giliran dibalikin kata2nya sama Tomi dia ngamuk gk jelas dih aneh situ yg arogant duluan tapi ngatain Tomi ikut campur dasar manusia arogan dan emosian sedikit2 marah gampang banget ke provokasinya, Devina tahan ya sama manusia kaya si Reno yg egoisnya kebangetan

2024-11-17

0

Daulat Pasaribu

Daulat Pasaribu

kasihan ya si Divya kok mau mauan cintanya Ama Reno.takutnya kejadian jebakan Devina di hotel,itu rencana reno.dari sini sifat asli si Reno keliatan,macam gak ada penyesalan Uda buat Divya meninggal sama anaknya.ini si Reno happy banget ngejar devina.malas lah kalau si Devina Ama si Reno,mending Ama Arthur aja

2024-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!