Bab 16 - Ulang Tahun Devina

Kini Tommy telah berada di dalam kamar hotel Arthur menginap.

"Astaga, kamu bikin aku jantungan saja. Aku pikir karena enggak tahan Turbomu itu lama pensiun dari dunia perc0lokan tegangan tinggi, jadi sembarang nyemburin es krimnya terus bikin bun_ting cewek lain. Eh ternyata, hehe..." ujar Tommy seraya terkekeh sendiri di ujung kalimatnya.

"Ng3res aja otakmu!" Arthur pun men0yor kepala Tommy.

"Jadi, maksudmu Si Aaron yang punya mainan mobil ini, putra kandungmu sama Devina?" tanya Tommy serius.

"Itu hanya dugaanku. Tapi, aku juga masih ragu. Kamu tahu sendiri kabar kematian bayi Devina yang meninggal sewaktu dilahirkan beberapa tahun yang lalu,"

Tommy pun terdiam. Ia sedang menelaah kondisi yang ada sekaligus memikirkan sesuatu.

"Menurutmu aku harus gimana, Tom?"

"Aaron pasti sudah sekolah minimal masuk playgroup atau taman kanak-kanak. Tugasmu selidiki di mana Aaron sekolah. Tuh bocah kan sudah kenal kamu. Nah, kamu bisa menemuinya dan mendekati Aaron secara diam-diam. Dengan alasan kamu mengembalikan mobil mainan itu padanya, jangan lupa ambil rambut Aaron beberapa helai. Lakukan tes DNA pada Aaron. Hanya itu yang bisa membuktikan. Apa benar Aaron anak kandungmu dengan Devina atau bukan," tutur Tommy.

"Brilian juga ide kamu, Tom." Senyum mengembang terlihat jelas di wajah Arthur.

"Tommy gitu, loh. Hehe..."

Arthur hanya memutar bola matanya jengah melihat Tommy dengan jumawanya memamerkan bahwa isi otaknya cemerlang. Tapi memang tak dapat dipungkiri kadang otak kita buntu dan tak mampu berpikir dengan jernih. Justru sahabat yang kita curhati, bisa memberikan solusi terbaik atas permasalahan yang sedang kita hadapi.

"Menurutku Aaron memang betul putramu, Bro. Hanya saja kita butuh bukti yang nyata yakni hitam di atas putih perihal status sebenarnya,"

"Aku juga sependapat denganmu, Tom. Wajah Aaron perpaduan diriku sama Devina,"

"Kamu lihat saja namanya, Aaron. Huruf depannya pakai 'A' sama seperti namamu. Kalau Aaron anaknya Si Reno, pasti namanya pakai huruf depan 'R'. Benar bukan?"

"Iya juga sih," gumam Arthur lirih.

"Kapan kamu pulang ke Indonesia?" tanya Tommy.

"Besok aku sudah pulang. Kenapa?"

"Enggak apa-apa. Minggu depan aku mau ke Jakarta dan Bali. Ada urusan bisnis di sana. Mungkin agak lama di Indonesia. Siapa tahu jika CEO yang satu ini tak sibuk, temanilah sahabatmu ini. Kamu duda lapuk sedangkan aku berpredikat sebagai jojoba alias jomblo-jomblo bahagia. Haha..."

"Gimana enggak bahagia kalau tiap hari tempat celupnya ganti terus. Senin rasa stroberi, Selasa rasa mangga, Rabu rasa jambu, Kamis rasa manggis, Jumat rasa alpukat, Sabtu rasa duku dan Minggu rasa mengkudu. Hebat bener bule pengkolan yang satu ini," ledek Arthur.

"Haha..." Tommy pun tertawa mendengar ledekan sahabatnya itu.

☘️☘️

Malam hari mereka semua keluar untuk makan malam di sebuah restoran mewah yang sudah dibooking oleh Reno. Di sana ada Arjuna, Bening, Reno, Riri, Aaron, Devina serta dua orang art yang biasa bekerja di apartemen.

Orang tua Devina dan keluarga lainnya sedang ada kesibukan di Indonesia. Sehingga untuk acara ulang tahun kali ini mereka tidak bisa pergi ke Singapura.

Setelah acara tiup lilin, Devina pun memotong kue ulang tahunnya.

"Potongan pertama, siapa ya yang dapat?" goda Devina seraya melirik Aaron.

"Aku dong, Ma." Aaron pun seketika bersuara sekaligus angkat jari tangannya. Devina tersenyum menatap putranya itu.

"Untuk putra hebat Mama, Aaron Dewa Ananta." Devina memberikan potongan kue pertamanya pada Aaron.

"Yeiiyy, makasih ya Ma." Aaron berteriak semangat dan penuh ceria menerima potongan kue dari Devina seraya memeluk dan menciumi seluruh bagian wajah ibunya.

"Geli, Sayang. Hehe..." Devina sempat terdiam sejenak setelah Aaron melepaskan dirinya. Ia mendadak teringat dengan tingkah Aaron barusan yang begitu mirip mantan suaminya.

Arthur jika gemas padanya, selalu menciumi wajahnya hingga membuat tubuh Devina kegelian dan tertawa. Tanpa sadar Devina pun melamun.

"Dev," panggil Reno seraya menyentuh lengan Devina. Sontak hal itu membuat Devina tersadar dari lamunannya.

"Eh, maaf." Devina memasang kembali senyuman di wajahnya. Lalu ia memberikan potongan berikutnya untuk Bening, Arjuna, Riri dan terakhir pada Reno.

"Mama mau kado apa dari Aaron? Nanti Aaron belikan buat Mama. Tapi, jangan mahal-mahal ya Ma. Takutnya uang di celengan ayam punya Aaron, endak cukup. Hehe..."

"Kalau kurang nanti Kak Riri tambahin, Dek. Jadi, kita kasih hadiahnya patungan."

"Endak mau. Aaron pengin kasih kado sendiri ke Mama pakai uangku," kekeh Aaron menolak uang dari Riri.

"Sudah, jangan berantem. Ayo makannya dilanjut yang banyak. Biar cicit Kakek Opa dan Nenek Oma makin berisi dan sehat," ucap Arjuna menengahi.

Akhirnya mereka pun berlanjut menghabiskan sajian makan malam di hari ulang tahun Devina yang ke-30. Pukul sembilan malam, mereka semua telah kembali ke apartemen guna beristirahat. Dikarenakan besok siang rencananya mereka semua akan kembali ke Indonesia.

Reno dan Devina duduk berdua di ruang keluarga. Sedangkan Aaron dan Riri sudah berada di dalam kamar ditemani art mereka.

"Jangan takut. Tak ada yang akan menyakitimu atau membully dirimu. Hal itu sudah lama berlalu," ucap Reno seraya menggenggam tangan Devina. Ia berusaha meyakinkan serta menguatkan Devina sebelum mereka kembali ke Indonesia.

"Terima kasih. Aku akan berusaha," jawab Devina seraya melepaskan genggaman tangan Reno. Entah mengapa ia merasa kurang nyaman bersentuhan dengan lawan jenis. Terlebih Reno belum resmi menjadi suaminya.

Tak berselang lama, Reno pun pamit pada Devina. Sebab ia menginap di hotel yang ada di samping gedung apartemen Kakek Opa. Setiap Reno pergi ke Singapura, lelaki itu selalu melakukan hal ini. Dikarenakan Arjuna hanya mengizinkan Riri yang bermalam di apartemennya.

Arjuna tak ingin Reno dan Devina bermalam di apartemen yang sama. Walaupun hunian mewahnya itu terdapat kamar tamu yang masih kosong. Terlebih Reno dan Devina belum menjadi suami istri. Arjuna masih mengedepankan adat ketimuran. Walaupun mereka tinggal di luar negeri yang menganut gaya hidup bebas.

☘️☘️

Keesokan harinya sekitar pukul tujuh pagi, bel pintu apartemen Tommy mendadak berbunyi.

Ting...tong...

Ting...tong...

"Astaga, siapa sih pagi-pagi begini ganggu tidurku?" gumam Tommy seraya mengucek matanya.

Semalam ia pulang larut malam setelah berbincang dan tertawa bersama Arthur di hotel. Tommy yang saat ini tengah bertelan_jang dada dan hanya memakai boxernya itu pun berjalan perlahan menuju pintu utama apartemennya.

Tanpa melihat sosok yang bertamu ke unitnya, ia pun langsung membuka pintu.

Ceklek...

"Permisi, Anda Tuan Tommy?"

Sontak Tommy pun membuka matanya lebar-lebar menatap sosok yang saat ini tengah berdiri di depannya. Tommy tentu mengenalnya, tapi yang bertamu tidak tahu siapa Tommy.

Deg...

"Kenapa dia bisa sampai datang ke sini? Apa dia tahu kalau aku sahabatnya Arthur?" batin Tommy.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

ini yang bertamu pasti Reno... soalnya Reno udah dapat info siapa pemilik mobil yang pernah menginap di rumah sakit kamar VIP. mudah-mudahan aja begitu. si Arthur minjam mobil Tomy...
biar si Reno ngirain mobil-mobilan Aaron dibawa sama Tomy.
rasanya belum siap aja Reno ketemu sama Arthur. bisa-bisa Reno mempercepat pernikahannya dengan Devina.
apalagi Devina udah dinyatakan sembuh... pasti langsung membujuk Dion biar cepet-cepet dinikahin.
jangan dulu lah... jangan dulu si Reno ketemu sama Arthur. biar Arthur menyelesaikan misinya dulu...
emang ya... walaupun disembunyikan kayak apa yang namanya bangkai pasti tercium juga...
setelah ini pasti banyak plot twis nya...

2024-11-16

2

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Arthur diam2 akan membuktikan melakukan test dna dan penasaran sm Aaron anaknya bukan... krn Arthur merasa ada ikatan bathin dan kedekatan sm aaron dan wajah aaron sangat mirip dgn Arthur dan Devina perpaduan...
Devina merayakan ultahnya bersama keluarganya dan sll teringat mantan suaminya...
tangan Devina sentuh sm reno merasa tidak nyaman krn cinta Devina buat reno telah sirna dihati Devina hanya ada mantan suaminya...
jgn2 yg dateng siulet bulu lisa....

2024-11-16

1

hasimnely

hasimnely

sudah ad bab17 tp d buka gak ada hedeh🙄🙄🙄🤔

2024-11-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!