Bab 13 - Permintaan Devina

"Aku endak kenal, Kakek Opa. Lupa tanya namanya," jawab Aaron seraya memeluk tubuh Arjuna. Bening masih pulas tertidur di samping mereka.

"Om cakepnya, baik apa enggak sama Aaron?" tanya Arjuna seraya mengelus lembut punggung Aaron seperti meninabobokan.

"Baik, Kakek Opa. Kita tadi mainan mobil-mobilan baleng di kamal na,"

"Om Reno pergi ke mana sewaktu Mama periksa ke dokter?" tanya Arjuna penuh kelembutan.

"Ayah Leno sakit peyut," jawab Aaron dengan mimik wajah polosnya dan apa adanya.

"Kok Aaron enggak nungguin Om Reno keluar dulu dari toilet?"

"Kelamaan Kakek Opa. Kebulu kangenku ke Mama numpuk ceegede gunung. Hehe..." jawab Aaron seraya terkekeh dan menyengir tanpa dosa di depan Arjuna. Sontak hal itu membuat Arjuna ikut tertawa mendengarnya.

Sedangkan di luar kamar, Devina dan Reno tengah berdebat.

"Aku belikan mainan yang baru lagi mirip seperti yang kamu beli buat Aaron ya," tawar Reno.

"Enggak perlu. Kamu tahu sendiri Aaron tadi bilang apa. Dia enggak mau mainan yang baru. Maunya mainan yang lama," jawab Devina.

"Maafin aku. Gara-gara sakit perut, Aaron sempat hilang terus sekarang mainannya juga ikutan hilang."

"Bukan hilang. Tadi sebelum masuk kamar Opa, Aaron sempat bilang sepertinya mainannya tertinggal di kamar pasien yang dia kunjungi tadi. Aaron sudah keburu ngambek jadi minta pulang,"

"Gini saja, sekarang juga aku pergi ke rumah sakit. Nanti aku cari kamar pasien tadi yang dibilang Aaron. Aku minta kembali mainannya. Semoga saja mainan itu masih ada bersamanya dan laki-laki itu enggak punya anak,"

"Memangnya kalau orang tadi punya anak kenapa?"

"Ya, takutnya mainan punya Aaron diambil anak orang itu. Anak kecil kan kadang ada beberapa yang suka ngerebut mainan punya orang lain. Walaupun benda itu bukan miliknya," tutur Reno.

"Terserah kamu," jawab Devina datar. Ia sedang malas berdebat panjang lebar dengan Reno. Moodnya hari ini tengah buruk sejak Aaron mendadak hilang di rumah sakit. Padahal hari ini adalah hari ulang tahunnya.

"Aku pamit dulu. Jangan lupa nanti malam dandan cantik karena kita semua makan malam spesial," ucap Reno sebelum pergi.

Devina hanya terdiam dan tak berkata apapun untuk menyahutinya.

"Kok diem saja sih. Hari ini kan ulang tahunmu. Senyum dong,"

"Hem," jawab Devina seraya menampilkan senyum tipisnya di depan Reno.

"Nah kalau senyum begitu kan kelihatan cantik," puji Reno. "Bilang pada Aaron, mainan kesayangannya bersiap meluncur kembali ke pangkuannya," sambungnya.

"Hati-hati di jalan,"

"Iya, Sayang."

Devina hanya terdiam mendengar Reno memanggilnya seperti itu. Entah mengapa saat ia mendengar panggilan mesra itu, hatinya tak berdebar seperti di masa lalu ketika pertama kali Reno mengucap cinta padanya delapan tahun silam di Jogja.

Reno berjalan menuju pintu utama. Saat akan membuka pintu, Devina memanggilnya.

"Tunggu,"

Sontak Reno membalikkan tubuhnya dan menghadap Devina yang berjalan ke arahnya.

"Ada apa?" tanya Reno.

"Kalau mainan Aaron misal dipakai sama anak pasien yang tadi, jangan kamu ambil. Biarkan saja. Nanti coba aku bujuk Aaron lagi. Siapa tahu dia mau mengikhlaskan mainannya tersebut,"

"Jangan gitu dong, Sayang. Itu kan hak milik Aaron. Aku tetap akan merebutnya demi Aaron. Kalau bocah itu mau minta mainan yang sama persis, aku siap belikan. Setoko kalau perlu," ucap Reno dengan nada yang sudah terdengar naik. Ia sayang dan merasa bersalah pada Aaron. Maka ia rela melakukan apapun agar Aaron kembali ceria dan tersenyum.

"Jangan pakai kekerasan di depan anak kecil. Kamu sangat tahu aku trauma sama hal-hal yang berbau kekerasan,"

"Itu kan karena ulah mantan suamimu!" desis Reno.

"Sudahlah, lupakan saja." Devina sengaja mengalihkan karena ia tak ingin mengenang hal buruk K D R T yang dilakukan Arthur padanya.

"Tapi kamu sekarang suka marah dan lebih jutek padaku. Beda sama Devina yang dulu," sindir Reno.

"Bukankah sejak kecil aku terbiasa pendiam daripada Disya. Aku juga biasa dikenal teman-teman di sekolah sebagai gadis jutek kayak kulkas delapan pintu. Kamu tahu kan hal itu,"

"Iya. Tapi, kamu yang sekarang jauh lebih ketus dan jutek ke aku terutama." Reno seketika merajuk di depan Devina.

"Semua orang kan bisa berubah," jawab Devina singkat.

"Aku enggak mau kamu berubah. Aku rindu Devina yang dulu aku kenal dan cintai sedari kecil,"

Keheningan kembali tercipta beberapa saat pada keduanya.

"Aku boleh minta sesuatu?" tanya Devina mendadak bersuara kembali.

"Boleh, Sayang. Hari ini kan hari ulang tahunmu. Minta kado apa dariku?" Reno tampak tersenyum sumringah dan tak sabar menunggu pemintaan dari Devina di hari spesial. Ia berusaha melupakan kekesalannya beberapa detik yang lalu.

"Jangan panggil aku, Sayang. Semua demi Aaron. Maaf," jawab Devina lirih.

Deg...

Seketika senyum Reno yang awalnya lebar, mendadak pudar. Hatinya terasa perih mendengar permintaan Devina barusan yang sama sekali tidak terduga baginya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

* Bagaimana respon Reno selanjutnya atas permintaan Devina ? Ikut tantrum kayak Aaron apa enggak ?💋

*Reno ketemu Arthur apa enggak nih di rumah sakit ?💋

Jawabannya di next chapter.

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

mendadak senyuman reno pudar devina melarang memanggil sayang devina yg skrg dkt reno tidak berdebar2 lg dan seiringnya waktu berjalan cinta devina ke reno telah pudar....
Devina yg skrg telah mencintai arthur mantan suaminya telah menyakitinya.....
Aaron tetep kekeh mau mainan mobil2lannya ketinggalan diruang inap arthur dan reno akan balik kerumah sakit mengambil mainan Aaron akankah reno bertemu dgn arthur drmh sakit...
ikatan bathin arthur dan Aaron sangat kuat langsung akrab dgn arthur baru pertama bertemu padahal...
Kayaknya reno tidak sabar menunggu menikah dgn devina dan devina sangat ragu menikah dgn reno dan hati devina skrg sll memikirkan mantan suaminya...

2024-11-13

6

Nena Anwar

Nena Anwar

astaga ada apa dengan aplikasi ini ya dapet notif dari jam satu kurang tapi baru bisa dibaca dua jam kemudian 🤦‍♀️ apa cuma punya aku aja ya yg kek begitu,,,iya Devina aku juga jijik bacanya si Reno manggil kamu sayang alibi Devina tuh gk mau dipanggil sayang sama si Reno demi Aaron padahal mah demi sang mantan yg namanya masih tersemat jelas dihatinya

2024-11-13

3

Ais

Ais

Aku ngak ikutan tantrum teh fira karena aku sdh yakin klo perasaan devina ke arthur msh ada bahkan lebih besar dr pd dulu sewaktu merek menikah intinya devina br sadar setelah cerai cintanya ternyata buat arthur bukan buat mantannya lagi

2024-11-13

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!