Bab 11 - Mantan Istri

"Om... Om kenapa?" tanya Aaron yang mengibas-kibaskan tangannya di depan wajah Arthur yang sedang termenung. Seketika Arthur tersadar dari lamunannya.

"Oh, enggak apa-apa kok. Maaf ya, Om tadi melamun."

"Jangan cuka melamun, Om. Ental kena sambit hantu lumah cakit. Haha..."

Arthur pun tertawa riang tanpa sadar bersama Aaron. Keduanya asyik tertawa bersama. Padahal di luar sana Devina dan Reno tengah kebingungan mencari Aaron yang mendadak hilang.

"Kamu gimana sih! Jaga Aaron saja enggak becus!" omel Devina pada Reno.

"Maaf, Dev. Tadi mendadak perutku mulas. Aku suruh Aaron duduk tak jauh dari pintu depan toilet. Pas aku keluar, dia sudah enggak ada di tempat semula. Aku pikir Aaron ke parkiran mobil. Ternyata di sini juga enggak ada," jawab Reno apa adanya.

"Kamu cari di luar. Biar aku yang cari ke dalam rumah sakit," titah Devina.

Reno pun mengiyakan tanpa banyak membantah Devina. Sebab ia tahu jika dirinya juga salah melepaskan Aaron tanpa pengawasan orang dewasa. Ia tahu saat ini Devina tengah marah padanya. Keduanya pun segera berpencar mencari keberadaan Aaron. Padahal yang dicari tengah asyik bermain mobil-mobilan di kamar Arthur.

☘️☘️

"Om, aku pulang dulu. Mama pasti udah selesai sama Pak doktel ganteng,"

"Pak dokter ganteng?" tanya Arthur entah mengapa ia mendadak tak suka mendengarnya. Padahal ia belum mengenal atau bertemu orang tua Aaron terutama ibu kandung bocah menggemaskan ini.

Entah mengapa sejak kehadiran Aaron tanpa sengaja ke kamarnya, sakit perut yang menderanya berangsur pulih dengan cepat. Aaron bagaikan obat mujarab baginya. Bahkan kini Arthur tampak lebih bersemangat dan terus tersenyum seperti orang yang tengah sehat dan bugar, bukan seperti sedang menjadi pasien rumah sakit.

"Iya, Om. Pak doktel yang peliksa Mama, olangnya ganteng. Tapi_" ucapan Aaron pun menggantung.

"Tapi kenapa?" sela Arthur yang penasaran.

"Kata Mama masih ganteng Papa. Cuma Aaron endak tahu Papa itu ganteng apa jeyeek," jawab Aaron yang terdengar sendu di ujung kalimatnya.

"Loh, memangnya Papa Aaron ke mana? Apa enggak anterin Mama ke dokter di rumah sakit ini?" cecar Arthur dengan lembut seraya mengelus pucuk rambut Aaron.

"Mama bilang, Papa lagi kelja di tempat yang jauh sekali. Tempatnya enggak ada sinyal. Jadi Aaron endak bica telepon Papa. Memangnya tempat sepelti itu di mana, Om? Mahal endak kalau beli tiket pecawat buat pelgi ke cana?"

Seketika tangan Arthur menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tak gatal. Ia pun bingung menjawab pertanyaan Aaron yang barusan.

Aaron pun tak pernah mengenal sosok ayah kandungnya yang disampaikan oleh Devina. Sebab tak ada terpajang fotonya di mana pun baik di kediaman Arjuna dan Bening maupun kediaman Binar dan Dion. Di apartemen yang ada di Singapura pun Aaron tak pernah mendapati foto sang Papa.

Faktanya, keluarga besarnya yang melepaskan semua foto mantan suami Devina. Dion mengatakan pada Devina agar tidak menyebutkan perihal Arthur maupun menunjukkan foto lelaki yang berstatus mantan suami pada Aaron.

"Kalau Pluto itu jauh endak Om dari cini?" tanya Aaron tiba-tiba.

"Kok jadi Pluto?" Arthur mendadak heran dan justru balik bertanya pada Aaron.

"Kata teman-temanku di cekolah, meleka suka ledekin kalau Papaku tinggal di Pluto."

"Mereka cuma bercanda. Jangan didengerin. Papa Aaron pasti segera pulang kok. Aaron banyak-banyak berdoa sama Tuhan biar Papa cepat pulang. Jadi bisa kumpul lagi di rumah bareng-bareng Mama dan Aaron,"

"Aaron tiap hali udah beldoa cama Tuhan, Om."

"Aaron doanya bagaimana ke Tuhan?" tanya Arthur.

Aaron menengadahkan kedua tangannya di depan dada seperti orang yang akan berdoa.

"Tuhan, enggak lama lagi kan Aaron ulang tahun yang ke-5. Aaron endak mau hadiah apapun, Tuhan. Mainan dan uang Aaron udah banyak dali Mama, Kakek Opa juga Nenek Oma. Aaron cuma mau Papa pulang. Peluk Aaron lima menit aja. Aaron udah bahagia kok. Aaron juga mau tunjukin ke teman-teman di cekolah kalau aku juga punya Papa kayak meleka," celoteh Aaron yang terdengar sendu dan menyayat hati Arthur.

Deg...

Seketika hati Arthur begitu terenyuh mendengar untaian doa serta permohonan Aaron pada Tuhan barusan di depannya. Seakan ada batu besar yang menghimpit sanubarinya. Perih.

"Ayo, Om anterin. Mama pasti lagi cariin kamu," ajak Arthur begitu bersemangat untuk mengantar Aaron sekaligus ingin melihat kedua orang tua malaikat kecil yang begitu menggemaskan tersebut.

"Ndak ucaah, Om. Kan Om lagi cakit. Aku bisa pelgi ke tempat Mama kok. Aaron kan anak hebat," Arthur tersenyum bangga pada Aaron.

Tiba-tiba pintu ruangan kamar Arthur terbuka dan menampilkan seorang suster lalu masuk ke dalamnya.

"Loh, Aaron ternyata di sini?"

"Iya, Akak Sustell cantik. Hehe..." jawab Aaron menyengir tanpa dosa di depan suster yang ia kenal. Sebab Aaron memang beberapa kali pernah menemani Devina ke rumah sakit tersebut untuk kontrol rutin. Sebagian dokter dan suster banyak yang telah mengenal Aaron. Bocah tampan yang pintar dan menggemaskan.

"Mama kamu tadi nyariin. Ayo, suster antar Aaron ke Mama."

"Siap, Sus."

"Biar saya saja, Sus." Arthur memberikan penawaran.

"Pak Arthur harus banyak istirahat biar cepat sembuh. Saya kenal kok dengan ibunya. Biar saya saja yang antar Aaron ke Mamanya,"

"Iya, Om. Aaron cama Akak Sustell cantik aja. Om cakep bobo aja bial cepet cembuh," celoteh Aaron.

"Baiklah, hati-hati ya Aaron. Sampai jumpa lagi,"

"Daa, Om cakep." Aaron melambaikan tangannya pada Arthur yang masih berada di atas ranjang. Suster dan Aaron akhirnya keluar dari kamar Arthur.

Beberapa menit kemudian, Arthur baru tersadar akan sesuatu.

"Loh, ini kan mobil-mobilan Aaron. Ya ampun kenapa ketinggalan di sini? Kasihan anak itu pasti cari mainannya ini," gumam Arthur yang seketika sedih bercampur cemas. Khawatir Aaron tantrum. Sebab ia pernah beberapa kali mengetahui anak-anak klien bisnisnya yang suka tantrum jika kehilangan mainan kesayangannya.

Seketika Arthur memutuskan turun dari ranjang dan mencabut infusannya secara paksa. Darah pun menetes di tangannya. Ia segera mengambil salah satu kaos sing_let tipis miliknya dari dalam tas yang dibawa Lisa ke rumah sakit. Lalu Arthur membalut ke tangannya tersebut agar darahnya berhenti dan tidak menetes lagi.

Ceklek...

Pintu ia buka dengan cepat. Arthur bergegas berjalan ke arah lobby rumah sakit sambil tangannya membawa mobil mainan milik Aaron. Arthur celingak-celinguk mencari keberadaan Aaron di tengah lalu-lalang orang-orang yang berada di area lobby rumah sakit serta IGD.

Seketika langkah kaki Arthur berhenti begitu pun pandangannya, saat melihat sosok wanita yang tengah menggendong Aaron. Dengan penuh senyum, wanita itu menggendong dan membawa Aaron keluar dari rumah sakit. Wanita yang telah lama ia rindukan dan masih sangat dicintainya.

Mantan istri sekaligus cinta pertamanya yang tak mampu ia lupakan hingga detik ini. Sudah lima tahun Arthur tak melihatnya. Bahkan keberadaan Devina pasca bercerai darinya, ia pun tak tahu. Bagai hilang tanpa jejak yang tertiup angin. Mengerahkan seluruh daya yang ia miliki mencari Devina namun hasilnya nihil.

Akan tetapi kini seakan semesta menjawab doa-doanya. Ya, Arthur berdoa pada Tuhan bahwa ia ingin bertemu dengan mantan istrinya itu dan meminta maaf. Ia tak peduli jika Devina mencintai Reno. Sebab ia begitu mencintai mantan istrinya itu dan tak bisa digantikan oleh wanita manapun.

Cinta Arthur masih sangat besar untuk Devina Putri Ananta. Bahkan cinta itu semakin besar dan menggunung tinggi pasca perceraian yang terjadi pada mereka lima tahun silam.

"Devina," gumam Arthur lirih.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

Dion harus belajar banyak dari Arjuna... binar juga harus belajar banyak dari bening bagaimana cara menaklukkan suami... biar nuruti kata-katanya....
Dion udah KDRT in Berliana sama binar tapi Arjuna masih bisa menerima Dion kan... padahal dulu Dion parah banget Lo... tanpa sebab hancurin mental Berliana...
lha ini Arthur kan emang ngeliat dengan mata kepala sendiri kalau istrinya tidur sama laki-laki lain, jadi suami mana yang mau diem aja ngeliat istrinya tidur sama laki-laki lain. bahkan laki-laki mantan kekasih sang istri...
nggak ngaca kamu ya Dion..???

2024-11-11

2

itin

itin

reno kah yang menjebak dirinya sendiri? karna alasan cintanya yang masih begitu besar untuk devina?
kalau diikuti alurnya baik reno maupun arthur masih sah sah saja mau berusaha mendapatkan devina kembali (itu bila bukan reno pelakunya) bahkan setelah 5 tahun berlalu dari kejadian tidur bersama.

2024-11-11

2

Mika Saja

Mika Saja

kejadian dr i mgkn menimbulkan luka,,tp mgkn Disni jg bertujuan mengingatkan pada orang tua terkhusus papanya Devi,untuk melihat bgmn perlakuan dia PD istrinya dan skrng dia yg hrs melihat anaknya diperlakukan sprti itu,jd untuk bersikap skrng hrsnya LBH bijak ya,,,,,biar anaknya jg bahagia tdk mengalami kejadian sprti itu lg

2024-11-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!