Bab 9 - Menuju Rumah Sakit

Ya, Reno yang sengaja membawa Aaron ke Singapura. Ia ingin memberi hadiah kejutan ulang tahun Devina yang ke tiga puluh tahun. Riri pun juga diajaknya ke Singapura.

"Iya, Ma. Aku ke cini cama Ayah Leno teyus Kak Lili. Kata Ayah Leno, Mama hali ini ulang tahun."

Aaron memang sedikit cadel. Terkadang bisa mengucapkan huruf R dengan baik tapi juga ada kalanya cadelnya kambuh sehingga huruf R suka berubah L.

"Ayah?" tanya Devina menatap Aaron lalu berganti melirik ke arah Reno meminta penjelasan.

"Aaron, tadi Kak Riri sama Kakek Opa cariin kamu di ruang keluarga," sela Reno.

"Iya kah, Yah?"

"Iya. Mereka mau makan es krim rame-rame," ujar Reno sengaja membujuk agar Aaron keluar dari kamar Devina.

"Asyikk, es klim. Aku mau..."

"Cuss..." titah Reno.

"Aku makan es klim dulu ya, Ma."

"Iya, tapi ingat enggak boleh banyak-banyak." Devina memberi sedikit warning pada Aaron. Sebab putranya itu punya radang tenggorokan. Jika terlalu banyak makan es krim dan makanan yang mengandung coklat, maka sakit radangnya akan kambuh.

"Siap, Ma. Cuma dikittt aja kok. Hehe..." ucap Aaron seraya tertawa kecil dan memberi kode dengan tangan serta jari-jemarinya bahwa ia akan makan es krim sesuai perintah Devina.

Lalu Aaron pun berlari dengan tertawa riang keluar dari kamar sang ibu menuju ruang keluarga sesuai informasi Reno tadi. Sedangkan di dalam kamar, Reno sudah duduk di tepi ranjang dan posisi Devina masih duduk di depan meja rias. Ia pun melanjutkan make up nya yang tadi sempat terjeda karena kehadiran Aaron dan Reno.

"Kenapa menyuruh Aaron manggil kamu, Ayah?" tanya Devina tanpa melihat Reno.

"Apa aku tidak boleh membuat panggilan Aaron padaku itu jadi kenyataan? Aku masih mencintaimu, Dev. Kamu sudah janda dan aku duda. Ada Riri dan Aaron yang butuh kasih sayang orang tua secara utuh. Apa salahnya?"

"Tetap saja seharusnya Aaron panggil kamu, Om. Papanya masih hidup di dunia ini bukan meninggal," ketus Devina.

"Sejak awal aku menawarkan tes DNA dengan Aaron untuk membuktikan apa benar dia benihku akibat malam itu tapi kamu menolaknya,"

"Aaron anak Mas Arthur. Aku yakin malam itu kita tidak melakukannya!" desis Devina.

"Walaupun kita sama-sama tidak ingat apapun kejadian malam itu seperti apa, tapi aku juga yakin kalau kita tidak melakukannya. Hanya saja aku ingin memastikan kebenaran DNA Aaron denganku," ucap Reno dengan nada lembut.

"Apa kamu tidak melihat kalau paras Aaron mirip Mas Arthur? Jadi mana mungkin dia anakmu,"

"Kenapa kamu selalu membela mantan suamimu itu? Dia sudah kasar sama kamu bahkan dengan tega menceraikanmu saat hamil si kembar. Lagipula sejak kamu berobat ke Singapura, aku sering merawat Aaron. Terutama saat Papi dan Mami sibuk. Saat Aaron lahir pun, aku yang mengadzaninya. Ke mana Arthur untuk kalian? Apa aku tidak boleh berharap kita bersatu demi cinta dan anak-anak?"

Devina hanya terdiam dan tak menjawab cecaran pertanyaan Reno barusan. Hening tercipta di antara keduanya.

Reno menghela napas beratnya. Ia tahu jika dirinya salah karena berucap dengan nada tinggi pada Devina. Padahal sejak dulu ia tak pernah melakukan hal ini baik ketika mereka berpacaran maupun sudah putus. Saat menikah, Reno pun berusaha bersikap lembut baik pada Disya yang notabene berstatus istrinya maupun Devina yang berstatus mantan pacar sekaligus kakak iparnya.

Reno merasa Devina banyak berubah. Tidak seperti dulu. Sehingga dirinya mudah terpancing emosi melihat sikap Devina yang terkesan dingin dan menjauhinya. Terlebih Devina masih bungkam perihal ajakan keluarga besar agar turun ranjang.

"Maaf," ucap Reno.

Devina tetap diam seraya menghela napas beratnya. Entah mengapa sejak ia bercerai dari Arthur, kadar emosinya sering naik jika bersama Reno terutama. Padahal dahulu ia mencintai lelaki ini.

"Ayo ke rumah sakit, takutnya terlambat." Devina pun beranjak berdiri. Reno tersenyum karena Devina tetap memperbolehkan dirinya mengantar ke rumah sakit. Rencananya hari ini kontrol terakhir ke rumah sakit.

☘️☘️

Tok...tok...tok...

"Pak Arthur? Ini sudah siang. Bapak sudah bangun atau belum?" tanya Lisa seraya mengetuk pintu kamar Arthur.

Sejak satu jam yang lalu, Lisa sudah menghubungi ponsel Arthur guna menanyakan apa bos sekaligus tunangannya itu ingin sarapan di restoran atau kamar ?

Namun panggilan Lisa tak kunjung dijawab oleh Arthur. Akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi kamar Arthur secara langsung. Tak berselang lama pintu kamar pun terbuka.

Ceklek...

"Pak Arthur!" pekik Lisa terkejut melihat wajah Arthur pucat seraya lelaki itu memegang area perutnya. "Bapak kenapa?"

"Aku enggak tahu. Mendadak perutku kayak penuh banget terus pusing kepalaku," jawab Arthur lirih.

"Kita ke rumah sakit segera, Pak." Lisa memapah tubuh Arthur yang lemas seakan hendak roboh.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Bebas dipanggil om jg blh thor....
Reno msh sangat mencintai devina dan berharap devina bs turun ranjang akan tetapi skrg devina sll memikirkan arthur....
Reno hanya masalalu devina seiringnya waktu berjalan cintanya devina kereno telah pudar dan perlahan2 tergantikan nama arthur dihati devina....
Reno walaupun telah menikah dgn disya akan tetapi tdk bs melupakan cintanya devina dan reno tdk bs move on.....
Devina tetep kekeh Aaron adalah anaknya arthur parasnya mirip dgn arthur....
Waduuuh nanti dirumah sakit bertemu sm arthur dan arthur salahpaham lg devina diantar sm reno...
Arthur dulu menuduh devina selingkuh dan tanpa menyelediki dulu kebenarannya....
Pasti arthur panas dan cemburu melihat mantan istrinya diantar sm reno dan arthur pasti menyesal suatu saat nanti tahu kebenarannya devina dan reno dijebak dan devina tidak pernah berselingkuh...
lanjut thor semangat sll dan sehat sll......

2024-11-10

5

Nena Anwar

Nena Anwar

senyamannya othor aja Aaron mau manggil apa ke Brahma dan Bisma,,,semoga dihati Devina sudah tak ada lagi nama Reno biar si Reno ngerasain bagaimana rasanya tak dicintai padahal Reno mencintai Devina seperti Disya yg mencintai Reno tapi sampai akhir hayatnya cinta itu tak terbalaskan 😥😥😥😥😥,,,,wah ketemu gk nih mereka di rumah sakit ya 🤔🤔🤔

2024-11-10

6

Nurlaela

Nurlaela

biarkan Devina menata hati dulu jangan dipaksa untuk siapa menjadi pendamping sekarang,,,pastilah sikap Devina ada berubah pernah mengalami tekanan sampe depresi sekarang ini Devina butuh dukungan menjalani ke masa depan...

2024-11-10

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2 Bab 2 - Petaka Itu
3 Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4 Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5 Bab 5 - Perceraian
6 Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7 Bab 7 - Keguguran
8 Bab 8 - Depresi Berat
9 Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10 Bab 10 - El-usan Lembut
11 Bab 11 - Mantan Istri
12 Bab 12 - Mainan Kesayangan
13 Bab 13 - Permintaan Devina
14 Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15 Bab 15 - Soal Anak
16 Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17 Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18 Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19 Bab 19 - Undangan Pesta
20 Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21 Bab 21 - Pingsan
22 Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23 Bab 23 - Pengantin Baru
24 Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25 Bab 25 - Hasil Tes DNA
26 Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27 Bab 27 - Putus
28 Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29 Bab 29 - Nonton Film
30 Bab 30 - Rencana Arthur
31 Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32 Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33 Bab 33 - Arthur vs Reno
34 Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35 Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36 Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37 Promo Karya Baru
38 Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39 Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40 Bab 39 - Sebuah Hukuman
41 Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42 Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43 Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44 Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45 Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46 Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47 Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48 Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49 Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50 Bab 49 - Happy Anniversary
51 Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52 Bab 51 - Dipantau
53 Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54 Bab 53 - Batal Rujuk
55 Bab 54 - Dendam
56 Bab 55 - Sosok Mr. X
57 Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58 Bab 57 - Rapat Terbatas
59 Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60 Bab 59 - Deep Talk
61 Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62 Bab 61 - Permintaan Aaron
63 Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64 Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65 Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66 Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67 Bab 66 - Menguak Tabir
68 Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69 Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70 Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71 Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72 Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73 Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74 Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75 Bab 74 - Pergi ke Makam
76 Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77 Bab 76 - Sebuah Ide
78 Bab 77 - Terciduk
79 Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80 Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81 Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82 Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83 Bab 82 - Lantai Horor
84 Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85 Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86 Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87 Bab 86 - Extra Chapter 1
88 Bab 87 - Extra Chapter 2
89 Bab 88 - Extra Chapter 3
90 Bab 89 - Extra Chapter 4
91 Bab 90 - Extra Chapter 5
92 Bab 91 - Extra Chapter 6
93 Bab 92 - Extra Chapter 7
94 Bab 93 - Extra Chapter 8
95 Bab 94 - Extra Chapter 9
96 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Bab 1 - Dituduh Selingkuh
2
Bab 2 - Petaka Itu
3
Bab 3 - Tersebar Luas (Viral)
4
Bab 4 - Kepergian (Berduka)
5
Bab 5 - Perceraian
6
Bab 6 - Selamat Ulang Tahun
7
Bab 7 - Keguguran
8
Bab 8 - Depresi Berat
9
Bab 9 - Menuju Rumah Sakit
10
Bab 10 - El-usan Lembut
11
Bab 11 - Mantan Istri
12
Bab 12 - Mainan Kesayangan
13
Bab 13 - Permintaan Devina
14
Bab 14 - Desakan Turun Ranjang
15
Bab 15 - Soal Anak
16
Bab 16 - Ulang Tahun Devina
17
Bab 17 - Pulang ke Tanah Air
18
Bab 18 - Ke Sekolah Aaron
19
Bab 19 - Undangan Pesta
20
Bab 20 - Setelah Kami Bercerai (Aku Mencintainya) ~ DelovA
21
Bab 21 - Pingsan
22
Bab 22 - Dijodohkan Orang Tua
23
Bab 23 - Pengantin Baru
24
Bab 24 - Mantan Pasien Rumah Sakit Jiwa
25
Bab 25 - Hasil Tes DNA
26
Bab 26 - Aku Ingin Rujuk (Arthur)
27
Bab 27 - Putus
28
Bab 28 - Menolak Putus dan Menerima Turun Ranjang
29
Bab 29 - Nonton Film
30
Bab 30 - Rencana Arthur
31
Bab 31 - Berbicara Empat Mata
32
Bab 32 - Perang Siap Dimulai
33
Bab 33 - Arthur vs Reno
34
Bab 34 - Terpaksa Berbohong
35
Bab 35 - Obrolan Menjelang Tengah Malam
36
Bab 36 - Kemesraan Mantan Suami-Istri
37
Promo Karya Baru
38
Bab 37 - Kedatangan Arthur dan Keluarganya
39
Bab 38 - Berjalan A_lot (Upaya Rujuk)
40
Bab 39 - Sebuah Hukuman
41
Bab 40 - Kehidupan Lisa dan Keluarganya
42
Bab 41 - Mertua vs Menantu Megalodon
43
Bab 42 - Lakukan Misi Selanjutnya
44
Bab 43 - Saling Memaafkan (Devina-Dion)
45
Bab 44 - Apa Kita Tidak Berhak Untuk Bahagia Bersama ? (Devina-Arthur)
46
Bab 45 - Pergi Bertiga (Arthur, Devina dan Aaron)
47
Bab 46 - Om Cakep (Papa Aaron)
48
Bab 47 - Sebuah Pertengkaran
49
Bab 48 - Arthur Jatuh Sakit
50
Bab 49 - Happy Anniversary
51
Bab 50 - Niat Membatalkan Turun Ranjang (Berganti Rujuk)
52
Bab 51 - Dipantau
53
Bab 52 - Kejutan di Pagi Hari
54
Bab 53 - Batal Rujuk
55
Bab 54 - Dendam
56
Bab 55 - Sosok Mr. X
57
Bab 56 - Mempercepat Rencana Pernikahan Turun Ranjang
58
Bab 57 - Rapat Terbatas
59
Bab 58 - Jatuh Sakit (Aaron)
60
Bab 59 - Deep Talk
61
Bab 60 - Bertemu Papa (Arthur dan Aaron)
62
Bab 61 - Permintaan Aaron
63
Bab 62 - Menjelang Pernikahan Turun Ranjang
64
Bab 63 - Hari Pernikahan Tiba (Reno-Devina)
65
Bab 64 - Cinta Itu Bukan Untukku (Reno-Devina)
66
Bab 65 - Kedatangan Tamu di Pagi Hari
67
Bab 66 - Menguak Tabir
68
Bab 67 - Sebuah Kecelakaan
69
Bab 68 - Pesan Terakhir Lisa
70
Bab 69 - Siapa Nama Anak Tiri Anda ?
71
Bab 70 - Akhirnya Terkuak
72
Bab 71 - Kehebohan di Bandara
73
Bab 72 - Rujuk (DelovA=Devina Love Arthur)
74
Bab 73 - Keikhlasan Reno (Sehari Sebelum Pernikahan)
75
Bab 74 - Pergi ke Makam
76
Bab 75 - Hukuman (Pengantin Baru)
77
Bab 76 - Sebuah Ide
78
Bab 77 - Terciduk
79
Bab 78 - Random (Arthur-Reno-Mr. X)
80
Bab 79 - Akhir Hidup Mr. X
81
Bab 80 - Ajakan Menikah (Reno-Novi)
82
Bab 81 - Pura-Pura Hamil (Reno-Novi)
83
Bab 82 - Lantai Horor
84
Bab 83 - Hari Apes Tidak Ada di Kalender
85
Bab 84 - Calon Bunda Untuk Riri
86
Bab 85 - Pernikahan (Reno-Novi) ~ TAMAT
87
Bab 86 - Extra Chapter 1
88
Bab 87 - Extra Chapter 2
89
Bab 88 - Extra Chapter 3
90
Bab 89 - Extra Chapter 4
91
Bab 90 - Extra Chapter 5
92
Bab 91 - Extra Chapter 6
93
Bab 92 - Extra Chapter 7
94
Bab 93 - Extra Chapter 8
95
Bab 94 - Extra Chapter 9
96
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!