MENDAFTAR

Li Yue melotot, dia menyimpan kedua tangannya di pinggang. "Kakak! Kau terlalu tua untuk berebut tempat denganku! Kakak ipar milik Yue'er."

Wu Jia hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan putri kecilnya, dia menatap Jiang Jiyun dengan tidak berdaya.

"Baiklah, Yue'er akan tidur di dekat kakak ipar malam ini." ucap Jiang Jiyun sambil tersenyum lembut.

"Aku?" tanya Li Chen sambil menunjuk dirinya sendiri, Li Shuang cemberut, dia segera berbaring di samping Li Yue.

"Istirahatlah, aku akan mencari sesuatu untuk di makan," ucap Jiang Jiyun, dia meletakan buntelan lain di sisi kanan tempatnya, membuat senyuman di wajah Li Chen semakin melebar.

''Ciiih! Untung saja kakak tertua sakit, jika tidak, aku pasti akan meninjunya. Dia berani merebut kakak ipar dariku!" ucap Li Shuang sambil mendelik tajam, bibir gadis berusia 15 tahun itu tampak mengerucut kesal.

Li Yue membusungkan dadanya, ''Kakak ipar paling sayang dengan Yue'er, setelah sampai di alam liar, Yue'er akan memilih kamar yang besar agar bisa tidur dengan kakak ipar."

Li Chen hanya bisa menggelengkan kepala, sepertinya harga diri dia sebagai putra tertua telah jatuh semenjak kemunculan Jiang Jiyun, adik-adiknya yang dulu penurut, sekarang menjadi semakin galak, mereka bahkan tidak ragu untuk memisahkan dia dari istrinya.

"Baiklah! Ambil tempat dulu, ibu akan pergi untuk melihat kakak ipar kalian," ucap Wu Jia sambil berdiri, Li Shuang dan Li Yue juga bangkit, keduanya mengikuti sang ibu keluar dari ruangan.

Li Feng menatap kasihan pada kakak tertuanya, sepertinya pemuda itu akan lebih banyak saingan di masa depan, dia pasti tidak akan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersama dengan Jiang Jiyun.

"Kakak!" panggil Li Feng, Li Chen melirik sambil tersenyum kecut.

"Sudahlah! Biarkan mereka bahagia!" jawabnya sambil menengadahkan wajah, dia menatap langit-langit kamar seraya menghela nafas lelah.

Satu jam kemudian, semua anggota keluarga berkumpul, Jiang Jiyun berhasil mendapatkan beberapa telur liar dan ubi kayu, dia meminjam panci milik petugas untuk merebusnya. Setelah matang, gadis itu segera memindahkannya ke wadah milik keluarga mereka, kemudian di bawa menuju kamar.

"Makan dulu!" ucap Jiang Jiyun, dia menata makanan di depan semua orang.

"Dimana Qian Qian?" tanya Jiang Jiyun sambil melirik ke kiri dan ke kanan, dia hampir saja melupakan pelayan yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri itu.

Wu Jia menunjuk, Qian Qian baru saja masuk membawa ceret yang terbuat dari tanah liat ke dalam kamar.

"Nona, minum teh dulu, Qian Qian menemukannya dari dalam buntelan yang di bawa dari kediaman perdana menteri. Sepertinya mereka sengaja menyimpannya di sini.'' ucap gadis pelayan itu sambil menyodorkan mangkuk yang berisi teh panas.

Jiang Jiyun menerimanya dengan senang hati, dia beberapa kali melakukan gerakan meniup sebelum akhirnya menyesap teh dengan tenang.

"Makanlah!" ucap Jiang Jiyun.

Semua orang mengambil ubi rebus, awalnya mereka terlihat bingung, namun setelah Jiang Jiyun mengambil satu potong dan melahapnya, mereka mulai berebutan.

Wu Jia mengambil 1 telur rebus, dia menyerahkannya pada Jiang Jiyun. "Yun'er! Makan lebih banyak! Kamu pasti sangat lelah!"

Jiang Jiyun tersenyum tipis, "Ibu, anda juga harus memakannya."

Jiang Jiyun sengaja merebus telur di sesuaikan dengan jumlah anggota keluarganya, agar mereka tidak berebutan.

Setelah selesai makan, mereka duduk mengobrol, seorang petugas muncul membawa pengumuman.

"Kami akan pergi ke kota besok untuk membeli perbekalan, jika kalian membutuhkan sesuatu, bisa mendaftar!" ucap salah seorang petugas sambil melirik rekannya yang membawa buku serta pena.

Su Yuan berdiri, dia mengambil beberapa tael perak dari dompetnya. "Petugas, aku ingin mendaftar! Keluarga kami membutuhkan beras poles, biji-bijian, tepung dan pakaian baru."

Su Yuan menyerahkan perak miliknya, dia membusungkan dada di depan keluarga Li Chen. Zhi Yang juga berdiri, meskipun keluarga cabang kedua dan ketiga belum berpisah, namun dia tidak yakin bahwa perak yang dimiliki gadis itu akan cukup untuk membeli semua kebutuhan keluarga.

"Petugas! Aku juga Ingin mendaftar, keluarga kami membutuhkan tepung, biji-bijian kasar dan pakaian baru, serta beberapa roti dan daging kering." ucapnya sambil menyerahkan perak.

Su Yuan tersenyum penuh provokasi, "Keluarga kami memiliki banyak makanan, Jiang Jiyun, apakah keluargamu tidak membutuhkannya? Ataukah kau sudah kehabisan perak? Sungguh kasihan, perjalanan kita masih sangat jauh, tapi kalian akan segera kesulitan bahan makanan."

Jiang Jiyun menoleh, dia hanya tersenyum dingin. "Petugas, keluarga kami membutuhkan panci, ketel, selusin mangkuk, mangkuk besar, sumpit dan sendok."

Setelah mengatakan hal itu, dia melepaskan beberapa keping perak yang tersembunyi di rambutnya.

'Sial! Bagaimana bisa dia menyembunyikan perak di sana? Jiang Jiyun! Aku tidak akan melepaskan mu!'

"Jiang Jiyun! Apakah kau sudah gila? Kau meminta para petugas untuk membeli benda-benda seperti itu?" tanya Su Yuan sambil tertawa terbahak-bahak.

"Itu benar! Jiang Jiyun sudah gila! Sangat berbeda dengan Yuan'er kami, dia peduli dengan makanan dan pakaian." nyonya tua Li lagi-lagi ikut bersuara.

"Ya, Yuan'er masih sangat bijak!" ucap Li Jiang sambil tertawa, sementara Jiang Jiyun hanya melirik sinis pada mereka.

Li Chen memandangi wajah istrinya dengan senyuman lembut, pemuda itu mengangguk-anggukkan kepala sebagai persetujuan atas permintaan Jiang Jiyun sebelumnya.

'Kami akan lebih banyak melewati hutan di bandingkan dengan kota, butuh banyak persediaan barang, untuk makanan, selama kami bisa mengenali hal tersebut, bahkan jika tidak bisa memasak, selama makanan tidak beracun, kami akan baik-baik saja!'

Jiang Jiyun berbalik, dia segera berbaring, meninggalkan keluarga kedua dan ketiga dengan angkuh, dia sama sekali tidak peduli apa pun yang mereka katakan. Li Yue juga mengikutinya.

"Kakak ipar!" panggil gadis kecil itu, dia menatap wajah Jiang Jiyun dengan tenang.

"Jangan khawatir! Keluarga kita tidak akan kelaparan meskipun tidak membeli biji-bijian kasar, ada banyak makanan yang di sediakan oleh alam, kita bisa mencarinya nanti!" ucap Jiang Jiyun sambil menepuk buntelan di sebelahnya.

Li Yue mengangguk, dia segera tidur setelah selesai mengoleskan salep pada kakinya.

"Tidurlah!" ucap Wu Jia, dia memasang kain penghalang pada pintu masuk kamar yang terbuka.

"Ibu juga beristirahat!" ucap Jiang Jiyun, untung saja kamar milik mereka memiliki jendela, sehingga angin bisa tetap masuk, serta tidak terlalu gelap, cahaya bulan samar-samar menyinarinya.

Semua orang tertidur dengan pulas, wajah mereka terlihat di penuhi kelelahan. Tepat tengah malam, kedua mata Li Chen terbuka, dia tidur dengan posisi miring sambil memandangi wajah cantik di depannya.

'Dia terlihat semakin cantik saat tidur!'

Terpopuler

Comments

Sella

Sella

Cantikkan istri mu Chen wkwk peluk erat erat jangan sampai diculik orang.

2025-02-05

1

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

aku ingat aku saja yg mcm ni🤣🤣🤣sembunyi duit dlm gulungan rambut🤭🤭🤭rupanya zaman dulu pun sdh ada ya🤭🤭apa lagi rambut org dulu² itu tebal²😁😁😁

2025-02-16

1

𝐕ɪᴏʟᴇᴛ27💜

𝐕ɪᴏʟᴇᴛ27💜

Menyesal'lah Li Chen, sebelum terlambat. Sekeras apapun batu, pasti akan terkikis oleh derasnya air hujan. Semoga hati Jiang Jiun akan terbuka kembali untukmu... 🤗🤗🤗

2025-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 KEMARAHAN JIANG JIYUN
2 MEMAKSA
3 BERKOMPROMI
4 HARI PERNIKAHAN
5 MERAMPOK
6 MEMBERIKAN PELAJARAN
7 TINDAKAN JIANG JIYUN
8 GADIS GALAK
9 MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13 ADIK IPAR YANG POSESIF
14 UBI RAMBAT
15 MENDAFTAR
16 ADA APA DENGAN KALIAN?
17 GARA-GARA BUBUR
18 ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19 KOTAK DAUN BAWANG
20 ULAR BERBISA
21 MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22 PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23 KELUARGAKU HANYA MEREKA
24 MEMBUKA JAHITAN
25 TIBA DI BEGUO
26 PENJELASAN
27 BERTEMU SEPUPU KEDUA
28 NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29 LI CHEN BERTINDAK
30 MEMETIK JAMUR
31 KERACUNAN MASSAL
32 RENCANA BARU
33 GAGAL MERAMPOK
34 PENGAKUAN LI CHEN
35 JIANG JIYUN MENGAMUK
36 KEKANAKAN
37 LI CHEN YANG TERSIKSA
38 GARA-GARA HAMBURGER
39 SELIR VS KELUARGA ASLI
40 RUMOR HANYALAH RUMOR
41 SETELAH HUJAN REDA
42 TERPELESET DARI MULUT
43 JIANG JIYUN DEMAM
44 CIUMAN PERTAMA
45 LI CHEN JATUH CINTA
46 DESA PARA PEMBURU
47 SU YUAN MAKAN CUKA
48 KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49 ANAK PANAH JIANG JIYUN
50 REBUNG
51 BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52 GARA-GARA BAMBU TUA
53 SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54 MENGAMBIL KASTANYE
55 DIMSUM
56 TIDUR DI TENDA
57 SUAMIKU
58 DI GIGIT ANJING
59 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61 ITU MERUPAKAN BUKTI
62 JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63 XIE YAO SEMBUH
64 SALAH PAHAM
65 ITU JAWABANNYA!
66 MENYALAKAN ARANG
67 INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68 JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69 KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70 KEMATIAN LI JIANG
71 MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72 SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73 IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74 BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75 PERDEBATAN KELUARGA
76 PENOLAKAN LI CHEN
77 BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78 JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79 BABI PANGGANG
80 AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81 NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82 MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83 TANGHULU
84 SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85 NIAT TERSEMBUNYI
86 NIAT TERSEMBUNYI (2)
87 GEROMBOLAN BABI HUTAN
88 DITEMUKAN
89 JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90 SERBUK PELUMPUH
91 EFEK JARUM BERACUN
92 MEMBUAT DENDENG
93 ROTI SETENGAH GOSONG
94 KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95 MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96 PANGERAN KE-6
97 MENYALAKAN SENTER
98 LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99 UDANG
100 GENERATOR TENAGA SURYA
101 ES KRIM
102 MEMBUAT STEAK
103 BAWAHAN LI CHEN
104 MULAI BERLATIH
105 LATIHAN
106 MEMBANGUN RUMAH
107 MENYUSUN RENCANA
108 PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109 PEMBANTAIAN BERDARAH
110 ILUSI
111 UMPAN MERIAM
Episodes

Updated 111 Episodes

1
KEMARAHAN JIANG JIYUN
2
MEMAKSA
3
BERKOMPROMI
4
HARI PERNIKAHAN
5
MERAMPOK
6
MEMBERIKAN PELAJARAN
7
TINDAKAN JIANG JIYUN
8
GADIS GALAK
9
MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13
ADIK IPAR YANG POSESIF
14
UBI RAMBAT
15
MENDAFTAR
16
ADA APA DENGAN KALIAN?
17
GARA-GARA BUBUR
18
ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19
KOTAK DAUN BAWANG
20
ULAR BERBISA
21
MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22
PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23
KELUARGAKU HANYA MEREKA
24
MEMBUKA JAHITAN
25
TIBA DI BEGUO
26
PENJELASAN
27
BERTEMU SEPUPU KEDUA
28
NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29
LI CHEN BERTINDAK
30
MEMETIK JAMUR
31
KERACUNAN MASSAL
32
RENCANA BARU
33
GAGAL MERAMPOK
34
PENGAKUAN LI CHEN
35
JIANG JIYUN MENGAMUK
36
KEKANAKAN
37
LI CHEN YANG TERSIKSA
38
GARA-GARA HAMBURGER
39
SELIR VS KELUARGA ASLI
40
RUMOR HANYALAH RUMOR
41
SETELAH HUJAN REDA
42
TERPELESET DARI MULUT
43
JIANG JIYUN DEMAM
44
CIUMAN PERTAMA
45
LI CHEN JATUH CINTA
46
DESA PARA PEMBURU
47
SU YUAN MAKAN CUKA
48
KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49
ANAK PANAH JIANG JIYUN
50
REBUNG
51
BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52
GARA-GARA BAMBU TUA
53
SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54
MENGAMBIL KASTANYE
55
DIMSUM
56
TIDUR DI TENDA
57
SUAMIKU
58
DI GIGIT ANJING
59
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61
ITU MERUPAKAN BUKTI
62
JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63
XIE YAO SEMBUH
64
SALAH PAHAM
65
ITU JAWABANNYA!
66
MENYALAKAN ARANG
67
INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68
JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69
KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70
KEMATIAN LI JIANG
71
MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72
SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73
IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74
BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75
PERDEBATAN KELUARGA
76
PENOLAKAN LI CHEN
77
BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78
JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79
BABI PANGGANG
80
AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81
NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82
MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83
TANGHULU
84
SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85
NIAT TERSEMBUNYI
86
NIAT TERSEMBUNYI (2)
87
GEROMBOLAN BABI HUTAN
88
DITEMUKAN
89
JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90
SERBUK PELUMPUH
91
EFEK JARUM BERACUN
92
MEMBUAT DENDENG
93
ROTI SETENGAH GOSONG
94
KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95
MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96
PANGERAN KE-6
97
MENYALAKAN SENTER
98
LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99
UDANG
100
GENERATOR TENAGA SURYA
101
ES KRIM
102
MEMBUAT STEAK
103
BAWAHAN LI CHEN
104
MULAI BERLATIH
105
LATIHAN
106
MEMBANGUN RUMAH
107
MENYUSUN RENCANA
108
PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109
PEMBANTAIAN BERDARAH
110
ILUSI
111
UMPAN MERIAM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!