MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)

Wajah Qian Qian langsung menghitam, dia berdiri di depan Jiang Jiyun sambil bertolak pinggang pada Su Yuan. "Apa yang kalian tahu? Nonaku sangat pintar dan baik hati, tidak seperti kalian semua, memiliki mulut yang berbau busuk!"

"Kamu! Gadis yang rendah! Kau sama bodohnya dengan majikanmu! Untuk berangkat menuju pengasingan, orang membutuhkan makanan dan juga perak, bukan benda-benda tidak berguna seperti itu!" ucap Li Jiang sambil menunjuk semua barang yang mulai di pasang di tubuh Jiang Jiyun.

Qian Qian mendengus, "Kalian adalah orang yang lemah, nonaku membutuhkan semua itu untuk melindungi diri dan keluarganya."

"Nenek, lebih baik kita memisahkan keluarga, tidak apa-apa jika paman ketiga dan anak-anaknya, kami bisa saling mendukung selama di perjalanan. Keluarga pertama saat ini tidak memiliki uang dan juga pria yang cakap, mereka hanya akan menyulitkan kita!" ucap Li Jiang, dia berbicara dengan suara yang keras agar di dengar oleh semua orang.

Su Yuan juga mendukung ucapan suaminya, dia menambahkan, "Nenek, keluargaku memberikan banyak dukungan, kami memiliki perak dan makanan di tangan. Aku tidak ingin berbagi dengan mereka."

Paman kedua, paman ketiga beserta istri mereka juga mengungkapkan pendapatnya, sejak Li Chen mengalami pemukulan, mereka yakin bahwa pemuda itu tidak mungkin bisa bertahan. Luka yang di alaminya sangat parah, mereka hanya akan mendorong seluruh anggota keluarga untuk mati bersama.

Nyonya tua Li mengangguk, dia melirik ke arah Wu Jia. "Keluarga anak sulung, karena anak-anak dan menantuku sudah membuat keputusan, maka wanita tua ini hanya bisa menyetujuinya. Mulai sekarang kita akan membagi keluarga, aku akan hidup dengan keluarga kedua dan keluarga ketiga, adapun kalian, entah itu hidup ataupun mati, kaya ataupun miskin, tidak ada hubungannya dengan kami!"

Wajah Wu Jia terlihat sangat marah setelah mendengar keputusan yang diberikan oleh wanita tua tersebut. Dia segera berjalan ke arah mereka. "Putraku telah mendukung anak-anak dan cucumu selama ini, sekarang, melihat Chen'er menjadi orang yang tidak berguna, kalian ingin memutuskan hubungan? Aku tidak menyetujuinya."

Nyonya tua Li mendengus, "Aku tidak menanyakan pendapatmu, keputusan ini sudah bulat, keluarga akan dibagi, lagi pula kita tidak memiliki banyak harta lagi."

Li Feng berjalan ke arah mereka, dia menunjuk wajah anggota keluarga cabang dengan marah, "Kalian? Kalian sengaja ingin melihat kami mati bukan?"

Nyonya tua Li melirik ke arah Li Jiang, dia segera mengeluarkan perintah. "Jiang'er, cepat tulis surat pemutusan hubungan, kita harus memiliki bukti, agar mereka tidak menuntut di masa depan."

Li Jiang tersenyum sinis, dia mengeluarkan dua lembar kertas dan segera menulis, setelah itu dia meminta agar nenek, ayah dan pamannya menandatangani.

"Keluarga kami telah selesai, Li Chen! Cepat tanda tangan!" ucapnya sambil melemparkan kertas itu ke wajah Li Chen.

Li Chen menatap mereka dengan penuh ketidakpercayaan, dia mendesah namun tak urung menggerakkan tangannya untuk menuliskan tanda tangan.

"Satu lembar akan di simpan oleh keluarga kami, satu lagi milik kalian. Ingatlah untuk belajar mencari makanan, kalian semua tidak memiliki banyak persediaan." ucap Li Jiang dengan sombong.

Nyonya Wu bersama kelima anaknya hanya bisa menggelengkan kepala, mereka tidak menyangka akan menghidupi begitu banyak serigala bermata putih selama hidup nya.

Jiang Jiyun mengambil kertas dari tangan Li Chen, dia menyimpannya di ruang angkasa, setelah itu dia berdiri di depan anggota keluarga barunya, sambil memandangi keluarga cabang dengan penuh kemenangan.

"Karena keluarga telah berpisah, di masa depan, jika ada yang terluka, entah terkena serangan binatang buas, pembunuh bayaran ataupun bandit, jangan pernah meminta bantuan kami! Setiap keluarga akan berjuang sendiri-sendiri untuk hidupnya." ucap Jiang Jiyun sambil menyunggingkan senyuman sinis.

Para petugas melihat suasana menjadi semakin tidak terkendali, dia bergegas mengayunkan cambuk dan memberi tahu mereka untuk mulai berangkat meninggalkan tempat itu.

Wajah Li Yu, Li Yue dan Li Shuang terlihat pucat, mereka merasa sedih karena keluarga telah terpisah, namun yang lebih menyakitkan hati mereka, karena saat ini tidak ada satu orang pun yang bisa diandalkan dalam keluarga tersebut.

"Ibu, bagaimana ini?" tanya Li Shuang, adik perempuan Li Chen yang sudah berusia 15 tahun, dia sangat takut jika sampai keluarganya kelaparan.

Wu Jia memandangi wajah anak-anaknya, "Ibu juga tidak tahu harus melakukan apa, tidak ada satu perak pun yang tersisa di tubuh ibu."

Li Shuang melirik ke arah Jiang Jiyun, bibirnya mengerucut cemberut. "Akan lebih baik jika Su Yuan menikah dengan kakak tertua, setidaknya keluarganya masih memberikan makanan kering dan perak untuk bekal."

Jiang Jiyun melirik sinis, "Jika kakak tertuamu menginginkannya, mengapa keluarga kalian harus repot-repot mengirimkan lamaran pada keluargaku?"

Li Chen melihat perdebatan antara istri dan adiknya, dia segera melerai. "Cukup! Shuang'er! Jangan bersikap kasar pada kakak ipar mu!"

"Kakak!" Li Shuang menghentakkan kakinya, dia sangat kesal karena Li Chen membela Jiang Jiyun.

"Kakak! Jangan lupa apa yang telah dia lakukan selama ini, anda kehilangan wajah di pengadilan karena ulah dia!" ucap Li Feng, dia berusaha untuk membela adik perempuannya.

Li Chen melirik, "Jangan mengungkit masa lalu! Setiap orang pasti akan berubah!"

Jiang Jiyun tersenyum puas, dia cukup terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Li Chen, pemuda itu masih berinisiatif untuk melindunginya.

Setelah beberapa jam, perjalanan di hentikan, petugas kembali mengayunkan cambuknya. "Berhenti di sini!"

Jiang Jiyun berdiri dengan tenang, dia mengeluarkan beberapa roti putih dan menyerahkannya pada Qian Qian. "Makanlah! Aku tidak ingin melihatmu semakin kurus."

"Nona! Anda juga harus makan!" ucap Qian Qian, Jiang Jiyun menggelengkan kepalanya.

"Aku akan mencari air minum, jangan khawatir!" ucapnya sambil mendekati gerobak Li Chen.

"Jangan lupa meminum obat setelah makan, hindari beberapa mata, mereka masih memperhatikan mu!" ucap Jiang Jiyun, gerakannya terlihat seolah tidak peduli, namun Li Chen tahu bahwa gadis itu memperingatkan dia, orang-orang yang dikirimkan oleh kaisar saat ini masih terus mengikuti mereka.

"Aku tahu!" ucap Li Chen, Jiang Jiyun mengeluarkan sepuluh roti kukus dan sebotol pil, dia melakukannya dengan cepat sambil bergerak pergi meninggalkan tempat itu.

"Kakak!" panggil Li Feng, Li Chen melirik untuk melihat reaksi adik laki-lakinya.

"Patuhi kakak iparmu! Dia tidak berniat buruk!"

"Kakak!" Li Feng hendak membantah, namun tatapan tajam kakak laki-lakinya membuat pemuda itu langsung terdiam.

"Ibu!" panggil Li Chen, Wu Jia berjalan mendekat.

"Chen'er! Apakah kau membutuhkan sesuatu?" tanya Wu Jia sambil mengusap keringat di wajah Li Chen menggunakan lengan bajunya.

"Bawa mereka kesini, kita makan bersama!" ucap Li Chen.

Mata Wu Jia terlihat berkaca-kaca, "Chen'er, keluarga kita tidak memiliki makanan!"

Li Chen menunjukkan sepuluh roti kukus, membuat wajah Wu Jia langsung cerah, dia memanggil anak-anaknya untuk makan bersama. Hanya Li Yue yang tidak muncul, gadis itu terlihat makan dengan santai sambil mengobrol dengan Qian Qian.

''Bangun! Minum air dulu!" ucap Jiang Jiyun, dia menggerakkan tangan untuk menopang tubuh suaminya, Li Chen mengangguk, dia mengambil botol air dan minum, sambil menelan 3 pil sesuai perintah Jiang Jiyun.

"Ibu! Minumlah!" ucap Jiang Jiyun, dia menyerahkan kantung air pada Wu Jia.

"Ambil!" ucap Jiang Jiyun kembali sambil menyodorkan kantung air pada Qian Qian, dia duduk di tanah sambil mengunyah roti miliknya.

Terpopuler

Comments

tus tiani

tus tiani

pada saat sussah akan kelihatan mana yg menganggap kita betul2 keluarga atau tidak walaupun kita sama2 memiliki hubungan darah

2025-01-03

1

𝐕ɪᴏʟᴇᴛ27💜

𝐕ɪᴏʟᴇᴛ27💜

Mungkin dari sini, adik-adik Li Chen, akan segera menerima Liang Yuan dengan baik.

2025-01-15

1

Li Cia🎐

Li Cia🎐

dr sini sdh berasa romantis

2025-02-02

1

lihat semua
Episodes
1 KEMARAHAN JIANG JIYUN
2 MEMAKSA
3 BERKOMPROMI
4 HARI PERNIKAHAN
5 MERAMPOK
6 MEMBERIKAN PELAJARAN
7 TINDAKAN JIANG JIYUN
8 GADIS GALAK
9 MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12 MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13 ADIK IPAR YANG POSESIF
14 UBI RAMBAT
15 MENDAFTAR
16 ADA APA DENGAN KALIAN?
17 GARA-GARA BUBUR
18 ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19 KOTAK DAUN BAWANG
20 ULAR BERBISA
21 MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22 PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23 KELUARGAKU HANYA MEREKA
24 MEMBUKA JAHITAN
25 TIBA DI BEGUO
26 PENJELASAN
27 BERTEMU SEPUPU KEDUA
28 NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29 LI CHEN BERTINDAK
30 MEMETIK JAMUR
31 KERACUNAN MASSAL
32 RENCANA BARU
33 GAGAL MERAMPOK
34 PENGAKUAN LI CHEN
35 JIANG JIYUN MENGAMUK
36 KEKANAKAN
37 LI CHEN YANG TERSIKSA
38 GARA-GARA HAMBURGER
39 SELIR VS KELUARGA ASLI
40 RUMOR HANYALAH RUMOR
41 SETELAH HUJAN REDA
42 TERPELESET DARI MULUT
43 JIANG JIYUN DEMAM
44 CIUMAN PERTAMA
45 LI CHEN JATUH CINTA
46 DESA PARA PEMBURU
47 SU YUAN MAKAN CUKA
48 KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49 ANAK PANAH JIANG JIYUN
50 REBUNG
51 BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52 GARA-GARA BAMBU TUA
53 SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54 MENGAMBIL KASTANYE
55 DIMSUM
56 TIDUR DI TENDA
57 SUAMIKU
58 DI GIGIT ANJING
59 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60 RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61 ITU MERUPAKAN BUKTI
62 JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63 XIE YAO SEMBUH
64 SALAH PAHAM
65 ITU JAWABANNYA!
66 MENYALAKAN ARANG
67 INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68 JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69 KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70 KEMATIAN LI JIANG
71 MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72 SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73 IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74 BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75 PERDEBATAN KELUARGA
76 PENOLAKAN LI CHEN
77 BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78 JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79 BABI PANGGANG
80 AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81 NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82 MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83 TANGHULU
84 SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85 NIAT TERSEMBUNYI
86 NIAT TERSEMBUNYI (2)
87 GEROMBOLAN BABI HUTAN
88 DITEMUKAN
89 JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90 SERBUK PELUMPUH
91 EFEK JARUM BERACUN
92 MEMBUAT DENDENG
93 ROTI SETENGAH GOSONG
94 KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95 MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96 PANGERAN KE-6
97 MENYALAKAN SENTER
98 LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99 UDANG
100 GENERATOR TENAGA SURYA
101 ES KRIM
102 MEMBUAT STEAK
103 BAWAHAN LI CHEN
104 MULAI BERLATIH
105 LATIHAN
106 MEMBANGUN RUMAH
107 MENYUSUN RENCANA
108 PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109 PEMBANTAIAN BERDARAH
110 ILUSI
111 UMPAN MERIAM
Episodes

Updated 111 Episodes

1
KEMARAHAN JIANG JIYUN
2
MEMAKSA
3
BERKOMPROMI
4
HARI PERNIKAHAN
5
MERAMPOK
6
MEMBERIKAN PELAJARAN
7
TINDAKAN JIANG JIYUN
8
GADIS GALAK
9
MEMULAI JALAN PENGASINGAN
10
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (2)
11
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (3)
12
MEMULAI JALAN PENGASINGAN (4)
13
ADIK IPAR YANG POSESIF
14
UBI RAMBAT
15
MENDAFTAR
16
ADA APA DENGAN KALIAN?
17
GARA-GARA BUBUR
18
ADA APA DENGAN JIANG JIYUN?
19
KOTAK DAUN BAWANG
20
ULAR BERBISA
21
MENGINAP DI DESA KELUARGA BAI
22
PRAJURIT PELINDUNG JIANG JIYUN
23
KELUARGAKU HANYA MEREKA
24
MEMBUKA JAHITAN
25
TIBA DI BEGUO
26
PENJELASAN
27
BERTEMU SEPUPU KEDUA
28
NYONYA TUA LI MEMINTA OBAT
29
LI CHEN BERTINDAK
30
MEMETIK JAMUR
31
KERACUNAN MASSAL
32
RENCANA BARU
33
GAGAL MERAMPOK
34
PENGAKUAN LI CHEN
35
JIANG JIYUN MENGAMUK
36
KEKANAKAN
37
LI CHEN YANG TERSIKSA
38
GARA-GARA HAMBURGER
39
SELIR VS KELUARGA ASLI
40
RUMOR HANYALAH RUMOR
41
SETELAH HUJAN REDA
42
TERPELESET DARI MULUT
43
JIANG JIYUN DEMAM
44
CIUMAN PERTAMA
45
LI CHEN JATUH CINTA
46
DESA PARA PEMBURU
47
SU YUAN MAKAN CUKA
48
KEMUNCULAN MUSUH DI TENGAH MALAM
49
ANAK PANAH JIANG JIYUN
50
REBUNG
51
BAMBU MUDA SAJA ENAK, APALAGI BAMBU TUA!
52
GARA-GARA BAMBU TUA
53
SU YUAN YANG MENYEDIHKAN
54
MENGAMBIL KASTANYE
55
DIMSUM
56
TIDUR DI TENDA
57
SUAMIKU
58
DI GIGIT ANJING
59
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG
60
RAJA XIE VS DEWA PERANG DALIANG (2)
61
ITU MERUPAKAN BUKTI
62
JIANG JIYUN TIDAK SADARKAN DIRI
63
XIE YAO SEMBUH
64
SALAH PAHAM
65
ITU JAWABANNYA!
66
MENYALAKAN ARANG
67
INGIN MEMILIKI KEPONAKAN
68
JIKA ADA YANG BISA AKU LAKUKAN, JANGAN RAGU UNTUK MENGATAKANNYA
69
KELUARGA CABANG KEDUA VS CABANG KETIGA
70
KEMATIAN LI JIANG
71
MENGUSULKAN PEMISAHAN KELUARGA
72
SU YUAN TIDAK TAHU MALU
73
IDE LICIK KELUARGA CABANG KEDUA
74
BUKU PANDUAN MENAKLUKKAN HATI GADIS
75
PERDEBATAN KELUARGA
76
PENOLAKAN LI CHEN
77
BAGAIMANA CARA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH?
78
JEBAKAN UNTUK BABI HUTAN
79
BABI PANGGANG
80
AKU TIDAK MENYUKAI DUNIA INI, TAPI AKU MENYUKAIMU
81
NYONYA TUA LI VS ZHI YANG
82
MENYEMBUNYIKAN OBAT-OBATAN
83
TANGHULU
84
SAMPAI DI HUTAN LARANGAN
85
NIAT TERSEMBUNYI
86
NIAT TERSEMBUNYI (2)
87
GEROMBOLAN BABI HUTAN
88
DITEMUKAN
89
JIANG JIYUN VS 4 ORANG PRIA BERPAKAIAN HITAM
90
SERBUK PELUMPUH
91
EFEK JARUM BERACUN
92
MEMBUAT DENDENG
93
ROTI SETENGAH GOSONG
94
KERIBUTAN DI RUMAH PERDANA MENTERI
95
MEMINTA BANTUAN JENDERAL
96
PANGERAN KE-6
97
MENYALAKAN SENTER
98
LI CHEN TIDAK SEDERHANA
99
UDANG
100
GENERATOR TENAGA SURYA
101
ES KRIM
102
MEMBUAT STEAK
103
BAWAHAN LI CHEN
104
MULAI BERLATIH
105
LATIHAN
106
MEMBANGUN RUMAH
107
MENYUSUN RENCANA
108
PASUKAN KEKAISARAN TIBA
109
PEMBANTAIAN BERDARAH
110
ILUSI
111
UMPAN MERIAM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!